
Bandung...
"Ayah Bunda, Mela berangkat ya"
"Iya, hati-hati disana, nak Yogi titip Mela ya" ucap Ayah Mela.
"Ayah Bunda, kami minta doanya ya" ucap Pratu Yogi.
Mereka akhirnya berangkat, untuk pertama kalinya Mela berpergian dengan seorang pria. Kalau biasanya dengan teman-teman laki-laki hanya disekitaran Bandung, tapi kali ini hanya berdua dan keluar pulau.
Didalam pesawat, Pratu Yogi kembali menggenggam tangan Mela, dan kembali membuat Mela merona tertunduk malu.
"Kenapa?" Tanya Pratu Yogi.
"Hahh... e..enggak kenapa-kenapa" jawab Mela gelagapan.
"Mau lanjut tidur?" Tanya Pratu Yogi kembali.
"Hah... ngantuk sih, cumannn???"
"Cuman apa?"
"Enggak ada"
"Kenapa? Grogi ya dekat abang?"
"Yeeee.... enggak kok, biasa aja, dulukan juga dekat"
"Yakin?"
"Sangat yakin, oh ya, Mela dah cerita sama Rani dan Dewi siapa calon Mela dan mereka kaget banget waktu Mela bilang itu abang"
"Hmmm... jadi Rani gimana kapan dia nyusul kita?"
"Belum tau katanya, ortunya aja belum dia kasih tau, Mela merasa aneh sama hubungan mereka"
"Mungkin mereka masih menunggu waktu yang tepat"
"Mela doain mereka cepat nyusul kita biar Mela ada kawan disana"
"Kamu gak cemburu nanti lihat bang Andi jadi suami teman kamu sendiri?"
"Ihhh... ngapain, suami sendiri lebih ganteng" ucap Mela tampa sadar.
"Berarti kalo gak ganteng kamu gak mau dong"
"Gini bang ya, realistis aja mana ada cewe cantik seperti Mela mau sama cowo yang wajahnya gak karuan, bukan menghina orang ya, tapi secara logika Mela menikahi orang yang membuat Mela tidak berpaling ke cowo lain saat Mela berada didekat suami Mela, abang ngerti kan maksud Mela?"
"Iya abang paham, udah gak pake emosi jelasinnya" ucap Pratu Yogi terkekeh.
"Abang sih mancing-mancing emosi Mela"
"Maaf deh sayang"
Mela yang mendengar kata "sayang" dari Pratu Yogi langsung terdiam dan memalingkan wajahnya kearah lain.
"Jangan lihat kesana, abang disini" ucap Pratu Yogi sambil memegang dagu Mela mengarah kepadanya.
Mela menatap Pratu Yogi sekilas lalu kembali menunduk.
__ADS_1
"Bang" panggil Mela lembut.
"Iya, kenapa?" Tanya Pratu Yogi sambil menatap Mela.
"Disana Mela tidur dimana?"
"Tidur sama abang" ucap Pratu Yogi sengaja menggoda Mela.
"Mela serius abanggggg"
"Iya, entar abang cariin kos dekat bataliyon"
"Ouh... lama-lama ngantuk juga, tidur aja kalo gitu"
"Iya,,,"
Mela akhirnya benar-benar tidur karena tadi dia bangun pagi sekali. Perjalanan selama 2 jam lebih akhirnya sampai juga.
--------------------------
Balikpapan....
"Abang sudah menelpon yang punya kontrakan, kita bisa langsung kesana"
"Iya" jawab Mela singkat.
Mereka menuju ke kontrakan didekat Bataliyon. Seorang perempuan paruh baya sudah berada didepan kontrakan yang akan ditempati Mela selama mengurus nikah kantor.
"Selamat datang, mas dan mbak" ucap ibu kos.
"Terima kasih buk, ini calon istri saya" ucap Pratu Yogi mengenalkan Mela.
"Ini kuncinya, silahkan masuk pasti capek perjalanan jauh, saya tinggal dulu kalo begitu" ucap Ibu kos pamit setelah menyerahkan kunci.
"Kontrakan ini sudah jadi langganan para tentara yang membawa calon istri untuk pengajuan nikah" ucap Pratu Yogi kembali.
"Berarti nanti kalo Rani jadi sama bang Andi, dia bakal ngekos disini juga ya?" Tanya Mela.
"Danru udah punya rumah, kemungkinan Rani tinggal disana" ucap Pratu Yogi.
"Jadi kalo dah nikah dia gak akan tinggal diasrama?"
"Kalo sudah punya rumah sendiri ngapain tinggal diasrama, abang nanti juga rencana mau beli rumah sendiri buat kita"
"Makasih abang..." ucap Mela tersenyum.
"Makasih doang gak da yang lain?" Tanya Pratu Yogi tersenyum menggoda Mela.
"Maunya apa?" Tanya Mela kembali.
"Udah gak usah dibahas, oh ya, abang tinggal dulu kebarak, nanti abang jemput makan siang, kamu istirahat dulu ya?" Ucap Pratu Yogi.
"Iya" jawab Mela singkat.
Pratu Yogi sudah kembali ke bataliyon, Mela yang merasa kesepian akhirnya menelpon Rani.
Mela_
"Halloooooo.... ngapain buk?"
__ADS_1
Rani_
"Dari nadanya sepertinya lagi bahagia ya? Baru siap masak, dah sampe bpp?"
Mela_
"Udah, nih aku lagi dikos, bang Yogi udah ke bataliyon, nanti siang dia jemput lagi, eh buk lo tau gak, kos aku ini rupanya langganan calon istri tentara disini"
Rani_
"Maksudnya?"
Mela_
"Bang Yogi bilang, kalo ada tentara yang mau menghadap terus istrinya dari daerah lain, nginapnya pasti disini"
Rani_
"Ouhhhh... gitu"
Mela_
"Tapi kalo elo enak buk, bang Andi dah punya rumah sendiri jadi lo gak bakal nginap dikos ini"
Rani_
"Hahahaha... macam iya aja"
Mela_
"Jadi gimana lo masih belum kasih tau ortu tentang bang Andi?"
Rani_
"Nantilah, aku bilang orangnya dulu gimana"
Mela_
"Ehmmm... ya udah deh kalo gitu, aku tidur dulu bentar ya"
Rani_
"Oke, Assalamualaikum..."
Mela_
"Walaikumsalam..."
Tutttttttt.....
‐-----------‐------------------
**Dear... Readers tercinta
ditunggu
like dan komennya ya....
biar hujan badai yang bikin ngantuk terus
__ADS_1
Author tetap semangat nulisnya
biar bisa selesaikan novel berikutnya**...