
*Breaking News...
Sebuah pesawat yang baru lepas landas dari Jakarta menuju Aceh diketahui hilang kontak setelah meninggalkan Jakarta, saat ini kami masih menghubungi pihak maskapai untuk meminta kejelasan tentang kabar ini*.
Itulah kabar yang menggemparkan seluruh orang dinegeri ini. Tidak terkecuali Andi yang tengah makan bersama teman-temannya.
"Bang, Rani" ucap Dodik.
Andi langsung menelpon Rani tapi Hp Rani tidak bisa dihubungi. Tidak berselang lama Hp Andi kembali berdering.
Affan_
"Assalamualaikum, ada kabar dari Rani?"
Andi_
"Belum bang, saya telpon tapi diluar jangkauan"
Affan_
"Coba hubungi temannya"
Andi_
"Iya bang, saya tutup dulu ya"
Tutttt.....
Dengan gelisah Andi menghubungi teman-teman Rani tapi semua nihil, tinggal Melati yang bekum dihubungi.
Andi_
"Assalamualaikum"
Mela_
"Walaikumsalam, bang gimana Rani gak bisa dihubungi, yang lain juga"
Andi_
"Apa dia naik pesawat itu?"
Mela_
"Iya bang"
__ADS_1
Andi_
"Nomornya sama?"
Mela_
"Gak tau bang, karena tadi mereka dialihkan kepesawat lain"
Andi_
"Ya sudah, abang tutup dulu ya"
Tutttttt.....
"Gimana bang?" Tanya Dodik
Andi hanya menggeleng kepala, dengan pikiran kacau, entah dari mana dia harus mencari informasi. Satu-satunya informasi hanya menunggu di berita.
Sudah tiga hari berlalu, Andi belum mendapat kabar dari Rani. Daftar penumpang juga sudah dirilis dimedia yang membuat Andi sedikit lega karena tidak ada nama Rani didalamnya.
Seminggu kemudian....
Hp Andi berdering...
Tingggg....tingggg...
"Dek, kamu kemana aja kok gak kasih kabar, abang takut banget, abang telpon semua teman kamu tapi mereka juga gak tau kabar kamu, eh... tunggu abang gak lagi mimpi kan? Ini benar kamu kan?"
"Jawab dulu dong salamnya"
"Hehehe... walaikumsalam"
"Maaf dah bikin abang khawatir, setelah sampe Rani sakit, nih baru mendingan, Rani juga lupa Hpnya habis batree, sekali lagi maafin Rani ya"
"Syukurlah kalo kamu baik-baik aja, abang dah seperti orang gila waktu lihat berita pesawat hilang, abang pikir ada kamu didalamnya, selang sehari, Adam telpon abang, katanya kalo kalian gak naik pesawat itu, baru abang tenang dikit, tapi masih susah juga karena abang belum bisa hubungin kamu"
"Rani gak papa, cuman masih lemas aja, abang dimana nih?"
"Diasrama, udah minum obat?"
"Udah tadi setelah makan"
"Abang kangen kamu"
"Iya, Rani juga juga"
__ADS_1
"Sama siapa dirumah?"
"Sendiri, mamah udah kepasar, adik-adik sekolah"
"Abang temanin ya?"
"Boleh, abang gak ada kegiatan?"
"Tadi apel pagi sebentar, sekarang lagi santai sambil lihat vidio-vidio kita dulu"
"Sebentar tapi berkesan kan?"
"Iya, tapi abang jadi makin rindu, ayolah kita kawin"
"Kenapa abang teriak-teriak, gak malu didengar orang-orang?"
"Biarin, abang lagi ngomong sama calon istri abang sendiri"
"Hehehehe... ada-ada aja, bang, Rani udah bilang sama Mela tentang kita waktu kami dipesawat"
"Terus gimana reaksinya?"
"Dia gak papa, cuman dia kesal, kenapa cuman dia yang telat tau"
"Berarti dia gak marahkan?"
"Alhamdulillah gak bang, sekarang Rani lega"
"Baguslah kalo gitu, hmmm... abang jadi pengen ketemu kamu"
"Kalo gak nikah gak usah ketemu, bahaya"
"Hahahaha... dah pintar ya? Tapi abang senang waktu dibandara kamu peluk cium abang"
"Huhhh.... itu aja yang diingat"
"Gak papa dong, yang penting abang senang"
"Terserah abang kalo gitu, Rani istirahat dulu ya, ntah efek obat, ngantuk nih"
"Iya, kamu jaga kesehatan, istirahat yang cukup, jaga punya abang ya sayang"
"Iya,,, Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
__ADS_1
Tutttttt.....