
Seminggu berlalu, suasana pagi ini terasa ramai di Pos tentara, tidak seperti biasanya suasana kali ini lebih ramai. Rani masih bersikap dingin sama Andi walaupun keadaan Melati sudah membaik. Cincin tunangan merekapun tidak dipakai.
"Eh, aku lupa bilang, besok ada acara penyambutan tentara baru, kita diundang ke balai desa." ucap Putra.
"Aku gak bisa ikut, besok ada kelas." ucap Rani
"Iya, aku juga." ucap Melati
"Sama." ucap Adam
"Ya udah, aku aja yang wakilin, Dewi gimana?" Tanya Putra.
"Ada makan-makan gak?" Tanya Dewi
"Makan aja yang lo ingat, gak tau, bang Andi gak bilang." jawab Putra
"Kenapa gak tanya? Telpon lagi tanyain ada makanan gak?" Ucap Dewi
"Enak aja... ikut gak? Biar kutunggu." jawab Putra
"Berhubung aku gak tega melihat dikau sendiri tanpa pendamping, aku bersedia." ucap Dewi penuh aksi.
"Beuhhhh....sadar buk, ini dunia nyata..." ucap Melati
Saat sedang asik bercanda suara Hp Melati berdering.
"Eh bentar mak gue telpon." ucap Melati
Mela_
"Assalamualaikum bunda, tumben telpon, rindu ya sama anak bunda yang cantik ini?"
Bunda_
"Walaikumsalam, orang tua mana yang gak rindu anaknya jauh dikampung orang, kamu sibuk sayang?"
__ADS_1
Mela_
"Enggak bun, lagi santai aja sama kawan-kawan, kenapa Bun?"
Bunda_
"Gimana sama pacar kamu yang Danru itu?"
Mela_
"Mela lupa bilang, Mela dah putus sama dia, dia dah punya tunangan Bun, kenapa Bunda tiba-tiba tanya ini?"
Bunda_
"Baguslah kalo kalian udah putus, gini, bunda sama ayah mau jodohin kamu sama anaknya sahabat ayah, tentara juga, ganteng lagi."
Mela_
"Whatttt... Bunda sama ayah gak salah? Hari gini udah gak jaman jodoh-jodohin Bundaaaa, gak mau ah,,, gak kenal juga, Mela mau cari sendiri pokoknya Mela gak mau ya dijodohin gitu, macam siti nurbaya aja."
Bunda_
Mela_
"Lagian bisa jadi tuh anak juga ada pacarnya, kita kan gak tau Bun."
Bunda_
"Orang tuanya udah tanya, katanya dia juga belum punya pacar, terus kalo kamu mau dia juga mau."
Mela_
"Ihhhh... cowo apaan gitu, katanya tentara tapi sikapnya gak tegas, gimana sih."
Bunda_
__ADS_1
"Kamu salah, dia menghargai perasaan kamu, katanya percuma menikahi perempuan yang hatinya sudah diisi orang lain, udah pokoknya gak ada alasan lagi, kalo kamu masih sayang sama ayah bunda, kamu harus terima dia jadi suami kamu."
Mela_
"Kok jadi gini sih Bun, kalo gitu terserah Bunda aja, kenal aja gak gimana mau cinta."
Bunda_
"Ya makanya kalian kenalan dulu, kami kan gak nyuruh kalian langsung nikah, dia juga mau lanjut sekolah, kamu juga masih terikat kontrak, setidaknya kalian komunikasi aja dulu, nanti bunda kasih no Hp kamu ke orang tuanya ya biar dikasih ke anak mereka."
Mela_
"Ya udah, Mela ikut aja, udah ya bun, Mela mau tidur, Assalamualaikum."
Melati menutup telpon dengan wajah lesu menatap teman-temannya.
"Gue dijodohinnnnn...."
"Hahahahah." tawa teman-temannya seketika itu pecah.
"Luar biasa ya kalian menertawakan nasib gue." ucap Melati kesal.
"Maaf,,,maafff tapi gak selalu perjodohan itu buruk." ucap Dewi
"Ihhh....omongan lo buk macam udah pernah aja." jawab Melati
"Kakak gue dijodohin, alhamdulillah adem-adem aja dah anak 3 lagi, malah katanya sampe sekarang mereka masih seperti baru nikah." ucap Dewi
"Yang bener?" Tanya Melati kembali
"Iya hai, karena mereka gak pacaran, mereka jumpa waktu acara perkenalan, tunangan, nikah, cuman tiga kali." jawab Dewi kembali
"Ih... keren, aku juga maulah kalo gitu." ucap Adam.
"Makanya aku sama abang Kairo tuh gak mau pacaran, kita Ta'aruf aja sama seperti kakakku." ucap Dewi.
__ADS_1
"Pacaran lama-lama buat apa juga, belum tentu dia jodoh kita." ucap Rani.
Akhirnya, malam itu menjadi malam panjang bagi Melati karena bimbang memikirkan perjodohannya.