
Readers...
Like, komen dan poinnya ya....
Happy Reading...
--------------------------
Hari yang ditunggu datang juga, hari yang diimpikan oleh setiap wanita dibumi ini. Hari dimana seorang pria mengambil tanggung jawab besar dunia akhirat sebagai imam untuk wanita yang akan menjadi istrinya sebentar lagi.
"Gimana gue?" Tanya Mela masih duduk didepan cermin dengan perasaan campur aduk.
"Biasa aja loe, kayak biasa cuman bedanya hari ini dibedikin." Ucap Rani meledek Mela.
"Gue juga tau, nih abis dibedakin gue gimana, cantik apa kagak?" Tanya Mela kesal.
"Eh, jangan manyun, entar bedak lo luntur." Seloroh Rani.
"Kalian itu bukannya ngehibur gue, malah ngeselin." Sahut Mela.
"Udah, loe gak dibedakin juga tetap cantik apalagi dibedakin." Jawab Dewi.
"Anak-anak, ayo turun, akadnya mau mulai." Ucap Bunda Mela yang baru datang.
"Oke Wi, kita antar teman kita yang paling cantik kesamping suaminya." Ajak Rani.
Mereka keluar dengan mengiringi Mela. Tampak sang calon suami sudah duduk menghadap Ayah Mela dan pak penghulu serta para saksi
__ADS_1
Sah....
Akhirnya dengan satu tarikan nafas Praka Yogi telah sah menjadi imam dunia akhirat untuk Mela. Tangis haru keluarga dan para sahabat ikut menjadi saksi bersejarah untuk Mela dan Praka Yogi.
Setelah acara akad, langsung dilanjutkan dengan resepsi digedung yang sama. Saat ini keduanya kembali berganti pakaian. Kalau tadi waktu akad keduanya menggunakan pakaian adat sunda. Untuk resepsi Mela menggunakan pakaian modern sedangkan Praka Yogi menggunakan seragam militer.
Status Praka Yogi sebagai anggota militer maka resepsinya akan menggunakan adat militer. Sementara itu, disebuah meja bundar teman-teman Rani sedang menikmati makanan beraneka ragam.
"Ah... kalo pesta enaknya ya disini." Ucap Adam.
"Betul itu." Sahut Dewi.
"Ada yang mode diam." Ucap Putra.
"Diakan memang begitu, abaikan...." ucap Dewi kembali.
"Eh, nanti malam Mela tidur dimana ya?" Tanya Dewi.
"Kenapa wie?" Tanya Adam.
"Ya elo kan tau orang abis nikah ngapain, terus kita gimana?" Ucap Dewi.
"Hahahaha... elo aneh, kita ya dirumah Mela, kalo Mela nanti dibawa ke hotel sama bang Yogi." Ucap Putra.
"Lo kok tau?" Tanya Dewi.
"Bang Yogi yang bilang tadi." Ucap Putra santai.
__ADS_1
"Lihat deh si Mela senyum terus, seneng banget dia ya." Ucap Dewi.
"Harus dong, kan itu doa kita, semoga kita juga bisa bahagia dengan jodoh kita nantinya." Ucap Putra.
"Aminnn,,, sepertinya teman yang satu ini kelaparan atau rakus ya? Semua menu dia makan." Ucap Adam melihat Rani yang dari tadi asik nyicipin semua menu makanan.
"Heran gue, makannya banyak tapi badan krempeng gitu." Ucap Dewi.
"Biarin aja dia dengan kebahagiannya, jangan diganggu. Makanan Bandung memang menggugah selera, aku aja suka nambah." Ucap Putra.
Sementara yang diomongin terus mengunyah tampa sahutan sama sekali.
Dipelaminan sepasang suami istri baru sedang terlibat pembicaraan serius.
"Mela gak salah dengar kan?" Ucap Mela terkejut dengan apa yang didengar barusan.
"Gak sayang, kamu lihat aja bentar lagi sampai, diam aja jangan ribut, oke." Ucap Praka Yogi sambil tersenyum menatap Mela.
"Ih... jadi pengen cepat-cepat." Kalimat itu keluar dari mulut Mela yang tampa sadar membuat suaminya salah mengerti.
"Sabar sayang, nanti malam kamu juga bakal dapat." Ucapan Praka Yogi malah membuat Mela mengernyitkan dahinya.
"Maksudnya?"
"Udah gak usah dibahas."
Mereka kembali berdiri menyambut tamu dengan penuh senyuman setelah tadi duduk sebentar karena kelelahan.
__ADS_1