
Malam ini mata Rani tidak mau bersahabat, setelah shalat isya dia langsung tidur. Tengah malam, dia terbangun langsung menuju kamar mandi. Saat hendak tidur kembali, dia membuka Hpnya, ternyata ada pesan masuk.
📩 Andi
"Apa kabar sayang?"
Tampa menunggu lama, Rani langsung membalas pesan tersebut. Tampa diduga, Andi langsung menelpon.
Tinggggg.....
Rani_
"Hallo, assalamualaikum."
Andi_
"Walaikumsalam, belum tidur dek?"
Rani_
"Baru bangun, tadi habis isya langsung tidur, abang kemana aja? Kok gak pernah ngasih kabar?"
Andi_
"Abang sibuk sayang, maaf ya!"
Rani_
"Ouh...bang Affan kemaren telpon Rani."
Andi_
"Dia dah pindah ke Palangkaraya dek,"
Rani_
"Dia kok gak bilang sama Rani?"
Andi_
"Lupa mungkin, abang juga udah gak di Balikpapan lagi, sekarang abang dikodim Samarinda."
Rani_
"Jadi abang gak pernah ketemu Mela ya?"
Andi_
"Ya gaklah, diakan di Balikpapan, lagian kalo ketemu mau bicarain apa?"
Rani_
"Ya mana tau ketemu, Rani juga dah lama gak komunikasi sama dia."
Andi_
"Jadi persit tuh banyak kegiatan sayang, nanti kamu sendiri akan tau, apalagi kalo masih tinggal diasrama."
Rani_
"Ouh...abang kok belum tidur?"
Andi_
"Abang baru selesai kegiatan, belum ngantuk juga, besok libur bisa istirahat sampe siang."
Rani_
"Mmmm...."
Andi_
"Abang rindu kamu, kamu gak rindukah sama abang?"
Rani_
"Hehehe...kalo Rani bukan rindu tapi pengen ketemu."
Andi_
"Habis ketemu ngapain?"
Rani_
"Mmmmm...ngapain ya???"
Andi_
"Dikawinin mau?"
Rani_
"Hehehe...jangan diterusin, omongan tengah malam gak bagus buat otak, ganti topik."
Andi_
"Kamu tuh udah siap kawin dek, mikirnya udah jauh banget, kawin yok!"
Rani_
"Kawin atau nikah nih?"
Andi_
"Dua-duanya."
Rani_
"Jemput dulu, baru nikah."
Andi_
"Mmmm...tunggu ya?"
Rani_
"Sampe kapan?"
Andi_
"Tahun depan ya?"
Rani_
"Betul nih?"
Andi_
"Iya, tahun depan Abang dah selesai kegiatan, kamu ada pacar lain kah disana?"
Rani_
"Pacar gak ada, tapi yang ngajak serius ada."
Andi_
__ADS_1
"Tuh kan, belum apa-apa kamu udah selingkuh disana."
Rani_
"Yeee...siapa yang selingkuh, kan Rani gak pacaran."
Andi_
"Terus yang kamu bilang ngajak serius itu siapa?"
Rani_
"Ya dia kan ngajak serius untuk nikah, tapi tidak pacaran."
Andi_
"Adeknya gimana?"
Rani_
"Iya in aja, kan gak tau jadi apa gak."
Andi_
"Kamu dah janji tungguin abang, sekarang malah kamu mau nikah sama yang lain?"
Rani_
"Adk tunggu abang sebulan sebelum ada yang melamar kerumah. Kalo abang bisa datang sebelum itu kita akan nikah, gimana?"
Andi_
"Wahhh...gak bisa bilang apa-apa lagi abang kalo kamu ngasih tenggat waktu kayak gitu."
Rani_
"Ya gimana jadi, Rani udah bilang, siapapun yang berani datang kerumah untuk melamar akan Rani pertimbangkan."
Andi_
"Ya udah kalo gitu. abang usahain bisa datang sebelum kamu dilamar cowok itu, dia orang mana?"
Rani_
"Orang Aceh juga."
Andi_
"Kerja dimana?"
Rani_
"NGO asing."
Andi_
"Kenapa gak cari yang PNS? Hidupmu bisa terjamin."
Rani_
"Memang ada jaminan ya?"
Andi_
"Iyalah, kalo tua dapat tunjangan pensiun, kalo meninggal, gaji pensiun tetap ngalir"
Rani_
"Apa itu semua menjamin kebahagian?"
Andi_
Rani_
"Abang juga kurang yakin, ukuran kebahagian itu tergantung dari masing-masing orang, dalam rumah tangga sepertinya tidak melulu masalah uang, tapi banyak hal lain yang jadi penentu langgeng atau tidaknya sebuah rumah tangga.
Andi_
"Kamu kayak udah nikah aja."
Rani_
"Rani sempat ikut seminar pranikah dulu dikampus, jadi ngertilah dikit-dikit."
Andi_
"Emmm.... iya, anak SMP yang abang temui dulu memang udah besar sekarang, udah bisa bikin anak lain."
Rani_
"Ya dong, abang aja dulu ganteng sekarang jadi itam."
Andi_
"Hahahaha...abang sering latihan, jadi ya gini, dulu abang ganteng ya?"
Rani_
"Iya, dulu abang ganteng, putih makanya aku suka?"
Andi_
"Jadi sekarang kamu gak suka lagi kah?"
Rani_
"Gak, sekarang sayang."
Andi_
"Ah, kamu bohong, kalo sayang ngapain mau nikah sama orang lain? Dia putih ya?"
Rani_
"Hehehehe...kok tau?"
Andi_
"Kamu tuh suka orangnya apa kulitnya."
Rani_
"Hahahaha...tapi memang dari dulu yang dekatin Rani putih-putih semua."
Andi_
"Ada-ada aja kamu ini, jam berapa mau tidur nih?"
Rani_
"Belum tau, masih kangen, jarang-jarang kita ngobrol lama gini, abang mau tidur ya?"
Andi_
"Abang juga kangen banget sama kamu sayang, mau gimana jadi? Kita jauh, coba dekat."
__ADS_1
Rani_
"Opsss....ganti topik."
Andi_
"Ya udahlah, obrolan tengah malam memang gak bagus buat otak, kemana-mana mutar jatuhnya kesitu-situ aja, tidur yok! Dikamar masing-masing."
Rani_
"Hahahaha...ayo deh, sayang abang."
Andi_
"Love you."
Rani_
"Love you too...assalamualaikum."
Andi_
"Walaikumsalam."
Tutttt.....
Seperti itulah Andi, terkadang setelah menghilang tampa kabar, tiba-tiba dia kembali. Sesekali menelpon bisa berjam-jam. Saat Rani terkadang menyerah dengan hubungannya yang tidak jelas dengan Andi, saat itu pula dia datang seperti angin segar yang menyejukkan untuk beberapa saat.
Tapi, sampai kapan Rani bertahan dengan hubungan tarik ulur yang Andi berikan?
Keesokan paginya....
"Uhmmm....hari yang cerah." Gumam Rani.
Seperti inilah pengaruh Andi dihidup Rani. Kehadirannya seperti penyemangat tersendiri bagi Rani. Hari yang cerah ini secerah hati seorang Rani walaupun matanya terlihat kurang tidur, tapi senyumannya terus terpancar dari bibirnya. Seperti anak ABG jatuh cinta, seperti itulah Rani dengan segala rasanya terhadap Andi.
Tinggg....
Dering telpon membuyarkan lamunannya.
Rani_
"Hallo, assalamualaikum."
Bm_
"Walaikumsalam, ngapain dek?"
Rani_
"Tiduran aja dirumah, kenapa bang?"
BM_
"Dek, keluarga abang mau kesana melamar adk."
Rani_
"Hahh? Gak salah?"
BM_
"Gak lah, kenapa?"
Rani_
"Kok mendadak, orang tua abang gimana?"
BM_
"Kok mendadak? Kan mama abang udah ketemu sama adk, kalo mereka gak setuju gimana mau ngelamar kesana?"
Rani_
"Mmmm....."
BM_
"Dek, abang mau tanya tentang mas kawin adk berapa?"
Rani_
"Tanya sama orang tua adk aja gimana?"
BM_
"Yang nikah adk, jadi adk juga yang tentuin mas kawinnya mau berapa?"
Rani_
"Ouh giti? Mmmm.... 50 gram emas gimana?"
BM_
"Hahaha...benar segitu? Biar abang bilang sama mama dirumah."
Rani_
"Iya segitu aja, tapi kapan mau kemari? Jangan mendadak kayak kemaren ya? Awas kalo abang buat gitu, gak bakal adk terima lamarannya."
BM_
"Hehehe...iya, nanti abang kabarin kapan kesananya.
Rani_
"Oke,"
BM_
"Abang tutup dulu ya, mau kerja lagi cari modal buat mas kawin."
Rani_
"Oke, assalamualaikum."
BM_
"Walaikumsalam."
Huffftttt...." Rani menarik nafas kasarnya.
Wajah yang bahagia tadi seketika sirna dengan berita lamaran dari BM. Hati yang bahagia tadi berubah frustasi. Berbagai pertanyaan terus bermunculan dibenak Rani. Rani yang tidak terlalu memikirkan sosok BM selama ini sampai ditanya tentang mas kawin hanya dijawab asal oleh Rani.
Saat ini dia harus bertemu kembali dengan Putra, rasanya semua mau meledak kalo tidak dikeluarkan. Rani benar-benar tidak bisa berpikir lagi, hal yang selama ini dianggap sepele dan terkesan main-main, ternyata berubah menjadi serius seperti ini.
-------------------------------------Â
Like...
Komen....
Vote....
Thank qu...
__ADS_1