
"Ini tas belanjaan sama uanganya." ucap kak Ira
"Tasnya aja kakak.... uangnya ada sama Andi." ucap Andi mengambil tas belanjaan.
Mereka akhirnya pergi belanja, tidak banyak yang pembicaraan keduanya diperjalanan, Rani masih memilih diam tidak mau banyak bicara dengan Andi.
"Anggota abang juga lagi dipasar ini dek." ucap Andi yang sudah berhenti disebuah pasar.
Tidak lama Putra dan anak buah Andi sudah menghampiri mereka.
"Putra, yok kita belanja." ucap Rani yang mau beranjak pergi tiba-tiba tangannya ditarik Andi.
"Dek kita perginya bareng mereka." ucap Andi
Akhirnya mereka berbelanja bersama, Rani memilih berjalan disamping Putra dibelakang. Putra yang menyadari situasi berbisik pelan.
"Kalian kenapa?" Bisik Putra.
"Rumit Put, aku gak tau mau bilang apa, situasinya diluar dugaan." ucap Rani.
Saat mereka sedang asik bicara dibelakang tiba-tiba Andi datang menarik tangan Rani.
"Kamu calon istri abang, jalannya disini dekat abang." ucap Andi yang membuat Putra dan Pratu Dimas cs kaget.
Ucapan Andi yang mengatakan Rani calon istri membuat mereka bingung, karena yang meraka tau Danrunya pacaran dengan Melati sedangkan Rani dekat dengan Pratu Yogi. Pratu Dimas dan Prada Edo yang sudah tau hanya diam saja tampa ekspresi berlebih.
Mereka sudah menyelesaikan belanjaan untuk dibawa pulang ke desa.
"Kalian kembali aja, saya sama Rani masih ada yang mau dibeli." ucap Andi
"Siap Dan." ucap Pratu Dimas
Andi kembali mengenggam tangan Rani mengajak kembali kepasar.
"Mau masak apa?" Tanya Andi
"Masak daging aja gimana?" Tanya Rani
__ADS_1
"Boleh, yok ke pasar daging, lainnya mau masak apa?" Tanya Andi
"Ayam tangkap sama anyang aja." ucap Rani
"Daging dan ayam sudah sekarang apa." tanya Andi
"Bunga pepaya sama kelapa." ucap Rani
Mereka melanjutkan kepasar sayur, Andi masih setia menggenggam tangan Rani.
"Buk beli bunga pepaya sekilo." ucap Andi
"Eh... iya nak, duh... penganten baru ya? Dipegang terus istrinya,,," ucap ibu penjual sayur
"Iya buk, kalo gak dipegang takutnya dia ikut orang lain." seloroh Andi yang mendapat tatapan tajam dari Rani.
"Ya gak mungkin lah nak istrinya ikut orang lain, lha suaminya ganteng begini." ucap ibu itu kembali sambil menyerahkan bunga pepaya.
"Makasih ya buk, kami permisi." ucap Andi mengakhiri pembicaraannya.
"Berarti kalo tempatnya cocok boleh dong abang mesra-mesra sama kamu?" Jawab Andi menggoda
"Nggak" ucap Rani singkat.
Mereka kembali kerumah, dan Rani sudah siap untuk masak.
"Kakak bantuin ya?" Tanya kak Ira
"Mmm... gimana kalo hari ini biar Rani yang masak khusus untuk kakak sama suami, jd hari ini Rani ambil alih dapurnya ya? Kk dilarang dekat-dekat."
"Iya kak, biarin aja, nanti biar Andi yang bantuin." ucap Andi
"Baiklah kalo gitu." ucap kak Ira lesu.
2 jam waktu yang disiapkan untuk 3 hidangan. Tepat jam setengah satu makanan sudah tersaji dimeja makan. Rani juga membuat rujak manis khas Aceh.
"Abang gak sabar pengen cepat-cepat nikah kalo gini." ucap Andi yang lagi menata makanan dimeja tapi tak mendapat balasan dari Rani.
__ADS_1
"Kak Ira dah siap yokkk." ucap Rani dari dapur.
Mereka semua tertegun melihat meja makan penuh dengan makanan dan baunya sangat harum khas rempahnya yang sangat kuat.
"Ini ayam tangkap, ini anyang dan ini daging masak Aceh dan satu lagi ini rujak manis khas Aceh." ucap Rani sambil menunjuk satu persatu makanan dimeja.
Mereka semua menikmati makanan dengan puas, sikembar juga sangat suka ayam tangkap buatan Rani. Sementara Rani hanya makan rujak manis sembari melihat mereka menyantap masakan buatannya.
"Tante... Ayamnya enak? Masih ada lagi?" Tanya Raja
"Emm...masih tante simpan dikulkas, nanti kalo kalian mau makan tinggal digoreng aja." ucap Rani
"Tante sering-sering kemari biar bisa masakin kami lagi." ucapa Kaisar.
Rani hanya membalas dengan senyuman.
"Kamu gak makan dek?" Tanya Andi
"Nanti aja kalo udah lapar." jawab Rani
"Pasti senang banget orang yang jadi suami kamu punya istri pinter masak." ucap Kak Ira
"Seminggu Andi jadi suami dia pasti langsung naik berat badan." ucap Andi
"Memang tante mau nikah sama om Andi?" Tanya kaisar
"Iya dong, gimana kalian setuju kan?" Tanya Andi
"Kami sih setuju aja, tapi tante Rani seperti gak setuju, om yakin gak bertepuk sebelah tangan?" Ucap Kaisar yang mendapat tatapan tajam dari orang tuanya.
"Makanya kalian bantuin om biar tante Rani mau nikah sama om." bujuk Andi
"Rani ke kamar dulu kak ya, mau rebahan bentar." ucap Rani mengakhiri obrolan yang tidak ingin didengarnya saat ini.
"Kalian ini hati-hati bicaranya, kan tente Rani jadi tersinggung tuh, lain kali jangan ikut-ikut omongan orang tua ya." ucap kak Ira pada anaknya.
Rani merebahkan badannya ditempat tidur, badanya lelah sama halnya dengan pikirannya yang juga lelah. Tampa terasa matanya ikut terpejam.
__ADS_1