
Mereka masih bercanda ria didalam kamar, Pratu Yogi menyadari bahwa saat ini Rani sedang butuh teman bicara untuk mengusir penatnya.
"Buk bidan bilang lo tu stress Ran, mikirin apa sih lo? apa lo mikir gimana caranya beli gunung dibelakang sekolah?" seloroh Putra yang terasa garing didengar.
Rani masih duduk bersandar didinding ditemani Putra dan Pratu Yogi.
"Kamu mikir apa sih dek? jujur ya abang penasaran lihat kondisi kamu seperti ini, padahal baru kemaren kamu janji untuk jadi wanita tangguh sekarang kamu dah dropp lagi." ucap Pratu Yogi.
"Kamu masih lama disini, sementara abang 2 bulan lagi akan pulang, abang takut kalo kamu gini terus, nanti abang gak ada kamu gimana?" ucapa Pratu Yogi kembali.
Rani menarik nafasnya dalam-dalam kemudian melihat kearah Pratu Yogi dan Putra.
"Rani percaya sama kalian, janji y setelah kalian tau kalian tidak akan berubah atau cerita kesiapapun termasuk teman kita." ucap Rani yang membuat Putra serta Pratu Yogi berubah serius.
Ranipun menceritakan semuanya kepada mereka, dan betapa terkejutnya mereka mendengar apa yang terjadi antara dia dan Andi. Rani juga berkali-kali mengingatkan Putra untuk merahasiakan ini dari Melati. Rani tidak mau melihat Melati sedih atau hancur, cukup dia saja.
__ADS_1
"Kamu harus jujur dek sama Danru, bagaimanapun dia pernah ingin bertemu kamu lagi, kalo cuman bertemu sekarang rasanya gak apa-apa, lagian Danru juga udah pacaran sama Melati." ucap Pratu Yogi.
Pratu Yogi tidak mengungkit lagi tentang perasaannya karena dia tau ini bukan waktu yang tepat. Alangkah baiknya kalo Rani menyelesaikan masalahnya dulu sekarang.
Mereka tidak menyadari ada seseorang diluar kamar yang mendengar semua yang mereka katakan.
"Ya Tuhan bagaimana mungkin aku tidak curiga padanya? sempurna sekali dia bersembunyi." gumam Andi sambil berlalu kembali ke Pos.
Andi terus berpikir didalam kantornya, apa yang harus dia perbuat, dia merasa buntu.
"Iya, nanti akan ada tim baru yang datang menggantikan kami." ucap Pratu Yogi
"Kita masih lama ya Put disini?" tanya Rani
"Lumayan, kenapa mau ikut pulang sama bang yogi?" jawab Putra sambil tersenyum menggoda.
__ADS_1
Rani yang tau lagi digoda sama temannya hanya diam saja sambil tersenyum sekilas kearah Pratu Yoga.
"Gimana udah berasa ringan setelah cerita ke kami?" tanya Pratu Yogi.
"Entahlah bang, Rani cuman takut Melati tau, pasti akan sangat menyakitkan buat dia." jawab Rani
"Kita bantu jagain tapi kalo nanti akhirnya terbongkar berarti memang sudah waktunya dia tau." ucap Pratu Yogi.
"Semoga aja selamanya dia gak tau." ucap Rani kembali.
"Kamu istirahat ya, kami keluar dulu sudah azan bentar lagi mereka pulang, kalo ada apa-apa telpon ya!" ucap Pratu Yogi sambil berlalu keluar dengan Putra.
Sementara ditempat lain Andi masih bingung memikirkan apa yang tadi dia dengar. Dia tidak menyangka orang yang selama ini dedapannya adalah orang yang dia kenal dulu.
"Harusnya saya curiga dengan sikapmu selama ini dek, kamu pandai sekali menutupi jati dirimu dengan menghindari saya, kenapa harus seperti ini dek? kenapa gak dari pertama kamu mengungkapkannya sehingga kita bisa berhubungan dengan baik?" Andi terus membatin merutuki apa yang kini dihadapinya.
__ADS_1
Dilain tempat Rani merasa lebih tenang sekarang setelah mengungkapkan semua yang dipendam selama ini. Dia sekarang merasa lega tidak lagi berpikir seorang diri. Pratu Yogi begitu perhatian padanya, semua sikapnya seakan menjadi penyembuh luka hatinya karena Andi.