Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Pisah Lagi...


__ADS_3

Penerbangan mereka jam 10, tapi mereka sudah berada dibandara sejam lebih awal. Saat mereka tengan asik berbincang, sekelompok laki-laki lebih dari 5 orang menghampiri mereka.


"Rani" ucap salah satunya.


"Iya, saya" jawab Rani bingung.


"Masih ingat kami?" Jawab lelaki yang lain.


"Kami satu pos sama Andi dulu" ucap lelaki itu.


"Ouh ya, maaf tapi mungkin kita gak pernah ketemu secara langsung, jadi saya hanya tau namanya" jawab Rani.


Tidak lama kemudian datang lagi 2 orang yang Rani kenal.


"Mereka maksa pengen ketemu kamu" ucap Andi yang baru datang dengan Dodik.


"Masih lama berangkatnya kan? Kami pinjem Rani bentar ya?" Ucap Andi pada teman-teman Rani yang dibalas anggukan kepala.


Kemudian mereka membawa Rani kesebuah coffee shop masih didalam bandara. Rani duduk menatap sekelilingnya sekarang seakan tidak percaya kalau saat ini dia perempuan satu-satunya.


"Gimana? Saya gak bohong kan?" Ucap Andi pada rekan-rekannya.


"Jadi kalian kapan nikah?" Tanya salah satu dari mereka.


"Hah...doain aja bang" ucap Rani.

__ADS_1


Lagi-lagi Andi kembali menggenggam tangan Rani yang membuat Rani terkejut karena semua mata tengah tertuju padanya dengan penuh senyum.


"Biasa aja, kami udah duluan ngalaminnya" ucap salah satu laki-laki yang dulu pacaran sama kakaknya teman Rani.


Setelah berbincang cukup lama, kemudian mereka kembali mengantar Rani ke teman-temannya. Tidak berepa lama, suara mikrofon memanggil mereka untuk masuk karena waktu penerbangan mereka sudah tiba.


Mereka kembali bersalaman dengan teman-teman Rani yang lain. Terbesit kesedihan diwajah Rani kali ini, entah perasaan apa ini, tidak seperti sebelumnya waktu Andi pulang dari tugas diperbatasan kemaren.


Saat hendak berjalan beberapa langkah, Rani berhenti dan kembali berbalik kearah Andi. Tampa diduga, kali ini Rani langsung memeluknya.


"Jaga diri abang baik-baik, Rani pulang ya" ucap Rani sekilas mencium pipi Andi membuat semua teman-temannya terkejut tidak terkecuali Melati.


Andi membalas dengan mencium kening Rani sejenak sampai akhirnya Rani berjalan meninggalkannya. Rani melambaikan tangannya sesaat sebelum benar-benar menghilang.


"Kita gak tau bisa ketemu lagi atau tidak, aku gak mau menyimpan rahasia ini, kalo kamu marah silahkan kamu maki-maki aku, gak papa, akan lebih baik aku lihat kamu marah sekarang daripada nanti sudah jauh" ucap Rani.


"Entahlah Ran, aku gak tau mau bilang apa, karena ini sangat mengejutkan. Apalagi cuman aku yang gak tau. Kalian sungguh tega sama aku" ucap Mela.


Kami juga minta maaf Mel, kami cuman gak mau kalo elo tau, nanti pertemanan kita jadi berantakan, sedangkan kita masih tinggal bersama, kan gak lucu marahan tapi berbagi kasur" ucap Dewi yang membuat Mela tersenyum.


"Jadi elo sakit dulu gara-gara aku pacaran sama bang Andi?" Tanya Mela kembali dan hanya diangguki oleh Rani.


"Hahahah... kasihan banget, maafin gue juga ya karena udah nyakitin hati elo buk" ucap Mela kembali.


"Gak ada yang salah dari kalian, yang salah hanya gue karena sok-sok gak kenal ama tuh big bos" ucap Rani.

__ADS_1


"Jadi gimana loe masih marah sama gue?" Tanya Rani kembali.


"Gal lah, masak gara-gara cowo kita jadi marahan, laki-laki kan gak cuman dia, siapa tau jodoh gue lebih ganteng nanti seperti bang Yogi" ucap Mela percaya diri.


"Bang Yogi? Jangan bilang elo diam-diam suka sama bang Yogi" tanya Dewi.


"Kalo iya kenapa? Kan dia masih single jadi gak papa dong" ucap Mela.


"Aku dukung, bang Yogi baik dia pasti bisa membuat lo bahagia" ucap Rani.


Akhirnya, yang selama ini ditakutkan oleh Rani tidak terjadi. Karena Mela sendiri sudah melupakan Andi.


Penerbangan panjang mereka belum berakhir karena mereka transit di Jakarta. Disana pula mereka berpisah dengan Melati.


"Saling kabari ya sob" ucap Mela sambil memeluk temannya.


"Kami tunggu undangan loe buk" ucap Rani.


"Bukannya elo duluan buk" tanya Mela.


"Masih jauh buk, aku aja belum bisa menerka kemana arah hubungan kami" ucap Rani pesimis


"Jangan gitu, semangat dong" ucap Melati tersenyum.


Keluarga yang menjemput Melati sudah tiba. Setelah berkenalan dengan keluarga Melati, mereka akhirnya melanjutkan penerbangan yang entah berapa lama lagi.

__ADS_1


__ADS_2