
Sebulan sudah berlalu, kegiatan mereka masih sama seperti sebelumnya. Awal bulan beberapa tentara akan turun untuk berbelanja kebutuhan mereka selama sebulan kedepan. Hari ini mereka sudah bersiap-siap berengkat dengan kendaraan dipos penjaga. Rani beserta keempat temannya ikut serta setelah mendapat izin dari Andi selaku komandan pos.
Suasana didalam truk lumayan seru karena ternyata Pratu Yogi dan Pratu Dimas ikut serta. Karakter keduanya yang banyak bicara membuat suasana tampak riuh. Larut dalam perbincangan panjang yang menemani perjalanan panjang mereka.
Jarak yang mereka tempuh sangat jauh. Mereka harus menginap semalam dikota baru kembali esoknya. Sudah beberapa jam perjalan mereka lalui, tampa sadar Pratu Yogi melihat kearah Rani yang duduk disebelahnya.
Setelah kejadian memasak tempo hari Pratu Yogi seperti berusaha mendekati Rani. Sadar atau tidak Rani masih bersikap seperti biasa. Pratu Yogi tersenyum menatap Rani disebelahnya. Rani yang melihat tersenyum sekilas lalu mengarahkan pandangan keluar.
"Huftt,,, ngantuk juga lama-lama." ucap Rani
"Elo buk,,, bentar-bentar ngantuk." jawab Melati
"Iya nih anak ngantuk gak kenal tempat, dalam truk gini aja bisa ngantuk." ucap Dewi.
"Jadi gimana cuacanya emang cuaca bobok ini." jawab Rani kembali.
__ADS_1
"Kalo mau tidur sini sandarin kepala dibahu abang aja." jawab Pratu Yogi
"Nah,,, dah ada yang nawarin diri tuk jadi bantal tuh." jawab Melati.
"Hehehe... gak usah bang, gak apa-apa kok." jawab Rani yang merasa tidak enak dengan tawaran Pratu Yogi.
Akhirnya tepat jam 4 sore mereka sampai di markas tentara dikota, mereka akan menginap disana semalam kemudian besoknya berbelanja setelah itu batu mereka kembali ke perbatasan.
"Ini barak untuk kalian yang cewe, yang cowo ikut sama abang aja. Kamar mandi ada dibelakang tuh, nanti makan malam kita keluar sama-sama buat cari makan, kalian jangan keluar tampa kami, kalian orang baru takutnya ada apa-apa." arahan Pratu Yogi sebelum meninggalkan barak untuk perempuan.
"Ada yang mau keliling jalan-jalan sebentar sebelum pulang?" tanya Pratu Yogi
"Boleh juga tuh bang, jarang-jarang kita lihat kota" jawab Melati yang penuh semangat.
"Dari tadi kita pratiin abang mepet terus sama Rani, lagi pendekatan ya?, akan ada yang nyusul Danru nih melepas status jomblo, ya gak buk Melati?" selidik Pratu Dimas?
__ADS_1
Sekarang semua mata tertuju ke Melati dengan penuh tanya dari kawan-kawannya.
"Eh... kok bawa-bawa nama saya bang?" sahut melati
"Buk Melati kan dah jadian sama Danru kami" jawab Pratu Dimas kembali.
"Whatttt...???" Dewi yang kaget mendengar jawaban Pratu Dimas.
"Jadi kalian yang satu rumah juga gak tau?" tanya Pratu Yogi
Rani yang lagi minum tiba-tiba batuk mendengar ucapan Pratu Yogi. Hatinya remuk saat ini, tidak tau harus bagaimana yang jelas malam ini kepalanya kacau, dia tidak tenang hatinya seperti memberontak ingin menjerit, rasanya ingin menangis tapi tidak mungkin melakukannya.
"Ya Tuhan... apa ini, kenapa jadinya seperti ini? apa jalan yang hamba tempus salah tuhan? rasanya sudah tidak sanggup lagi disini melihat dia dengan teman hamba, ya Tuhan... kuatkan hamba." guman Rani dalam hati.
"Jadi gimana bang Yogi mau ikutan seperti Danru kita yang udah gak jomblo lagi? pepet terus sampe dapat." Pratu Dimas kembali memprovokasi Pratu Yogi.
__ADS_1