Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Akhir Masa Tugas...


__ADS_3

Ting....ting....


Rani_


"Assalamualaikum"


Andi_


"Walaikumsalam, ngapain dek?"


Rani_


"Lagi santai aja, abang?"


Andi_


"Baru selesai apel, gimana jadi pulang lusa?"


Rani_


"Insya Allah"


Andi_


"Kamu jangan pulang langsung ke Aceh boleh? Kita ketempat abang dulu"


Rani_


"Gak bisa bang, harus pulang sama-sama karena semua biayanya ditanggung pemerintah, dah gitu kami juga dijemput sama tim panitia dan diantar sampai bandara"


Andi_


"Jadi kita gak bisa ketemu ya?"


Rani_


"Ya gitu deh"


Andi_


"Pulangnya lewat bandara mana?"


Rani_


"Belum tau, mungkin sama seperti kemaren"


Andi_


"Padahal abang pengen banget ketemu kamu, yang lain juga pengen ketemu sama kamu?"


Rani_


"Yang lain siapa?"

__ADS_1


Andi_


"Dodik sama yang lainnya"


Rani_


"Ouhhh... salam aja kalo gitu"


Andi_


"Terus pelatihan 6 bulan kapan?"


Rani_


"6 bulan setelah kami selesai kontrak"


Andi_


"Masih lama ya, mau setahun juga abang nunggu kamu"


Rani_


"Ya begitulah..."


Andi_


"Keburu tua nih abang nunggu kamu"


Rani_


Andi_


"Nah kan mulai lagi, atau kamu sebenarnya memang gak mau abang tunggu"


Rani_


"Bukan gitu, aku cuman gak mau abang terpaksa. Dan aku gak egois dengan memaksa abang nunggu aku"


Andi_


"Ya udahlah, udah malam, nanti abang telpon lagi ya"


Rani_


"Iya, assalamualaikum"


Andi_


"Walaikumsalam"


"Huufftttt..." Rani menghela nafas panjang.


"Kenapa buk?" Tanya Mela

__ADS_1


"Hehehe... biasalah pembicaraan yang gak berujung" ucap Rani ambigu.


"Kenapa Mel, muka macam kain kusut? Tanya Rani kembali.


"Barusan Bunda telpon, katanya nanti setelah aku pulang langsung diadain acara pertunangan sebelum kami nikah" ucap Melati terlihat sedih.


"Hahhh... masih dengan rencana perjodohan kemaren?" Tanya Rani terkejut.


"Masih, padahal aku dah senang banget ortu gak pernah bahas itu lagi, eh... giliran aku mau pulang dah ngebahas itu lagi, jadi malas pulang pengen kabur aja" ucap Mela sambil menghela nafasnya.


"Jangan mikir macam-macam, jangan jadi anak durhaka, ikutin aja dulu sambil terus berdoa, istikharah minta petunjuk sama Allah, kalo dia yang terbaik semoga didekatkan" ucap Rani menasehati.


"Terus sama bang Yogi gimana?" Tanya Rani kembali.


"Seperti biasa, masih perhatian, tapi gak ada omongan lebih jauh, aku aja heran maksud dia sering menghubungi aku apa"


"Kenapa gak coba tanya aja sama bang Yogi? Biar jelas gitu"


"Gak berani aku, ntar dia kira aku cewe apaan"


"Ya udah terserah elo aja gimana" ucap Rani menarik nafasnya kembali.


Menjelang sehari sebelum kepulangan mereka, panitia pusat sudah datang menjemput. Hari ini seperti waktu kedatangan kemaren, mereka berkumpul dibalai desa untuk mengucapkan perpisahan kepada seluruh masyarakat desa. Affan dan beberapa anggotanya juga ikut hadir.


"Selamat ya, akhirnya kalian bisa kembali kedaerah masing-masing" ucap Affan.


"Hehehehe... iya bang, itu yang dinanti-nantikan" ucap Putra.


"Kita gak bisa jumpa lagi" ucap Affan kembali


"Iya...kecuali ada perang dulu baru bisa jumpa lagi, atau dari kalian ada yang nikah sama anggota dibataliyon abang" ucap Affan melirik Rani.


Rani bersikap seolah tidak mendengar perkataan Affan. Beberapa murid mendatangi mereka saat sedang asik bicara.


"Buk guru sama pak guru, terima kasih ya selama ini udah ngajarin kami, jangan lupakan kami ya" ucap seorang murid yang mewakili teman-temannya.


"Iya, sama-sama, terima kasih juga selama ini mau diajarin sama kami, maaf ya kalo selama ini bapak sama ibu guru pernah marah atau hukum kalian" ucap Putra mewakili yang lainnya.


"Kami juga minta maaf sama bapak dan ibu kalo selama ini kami nakal dan buat bapak sama ibu marah"


"Iya, gak papa,,, kami senang ngajarin kalian, semoga suatu hari nanti kita bisa ketemu lagi, tetap semangat, rajin-rajin belajar ya, sama patuh terhadap orang tua, jaga sikap sama yang lebih tua, tidak lupa sopan santunnya, karena percuma banyak ilmu kalo tidak punya sopan santun" ucap Rani.


"Iya buk, pak, terima kasih, kalo begitu kami permisi pulang dulu, semoga ibu sama bapak selamat sampai kekampung halaman"


Acara perpisahanpun usai, mereka kembali kerumah dinas untuk persiapan besok pagi akan berangkat.


Keesokan harinya...


Mereka sudah dalam perjalanan pulang, mereka menatap keluar disepanjang jalan yang akan menjadi kenangan dalam hidup mereka kelak.


Mereka terdiam menikmati setiap kenangan terakhir yang akan mereka kenang nantinya. Inilah rahasia kehidupan kadang kita tidak pernah tau hidup akan membawa kita kemana.


Kita hanya perlu bersyukur dan menikmati setiap detik kehidupan yang kita lalui, karena yang terjadi saat ini tidak akan terulang dimasa depan.

__ADS_1


__ADS_2