
"Rannnn.... bangun, gak ke sekolah lo?" ucap Dewi membangunkan Rani
"Tumben nih anak belum bangun biasanya dia yang duluan " ucap Melati.
Rani yang belum menunjukkan tanda-tanda mau bangun masih terlelap dalam diam membuat Dewi dan Melati menghampirinya.
"Ya ampun, badanya panas banget." Dewi kaget saat memegang Rani
"Eh coba kulihat, eh iya demam nih anak, eh tunggu wajahnya pucat banget, gimana nih?" tanya Melati Panik.
"Panggil Putra sama Adam gih." suruh Dewi
"Adammmm....Putraaaaa... sini, Rani Sakit nih." ucap Melati yang membuat mereka semua lari kedalam. karena paniknya dia langsung lari ke pos depan untuk ketemu Andi.
"Bang Andiiii..." panggil Melati
"Kenapa dek kok panik gitu?" tanya Andi yang merasa heran.
"Rani bang, sakit dia badanhya panas banget dah gitu gak bangun-bangun, adek takut nih dah rumah sakit jauh banget lagi". jawab Melati sambil berlari kerumahnya lagi diikuti Andi.
"Yogiiii... kerumah depan sekarang" teriak Andi memanggil Pratu Yogi.
Rumahpun sudah mulai rame dengan kedatangan Andi dan Yogi.
__ADS_1
"Yogi coba panggil buk bidan untuk periksa" perintah Andi
"Siap Dan." jawab Pratu Yogi sambil berlari menuju rumah buk bidan.
"Ini gak papa cuma demam, mungkin terlalu capek dan stress serta pola makan yang berantakan bisa membuat tubuh bereaksi seperti ini, ini ada obat untuk penurun panas, setelah makan jangan kupa diminum terus jaga pola makan, 3 sampe 4 hari mudah-mudah dah sembuh, jangan banyak mikir dulu sekarang, istirahat aja yang tenang, saya balik dulu ya, kalo ada apa-apa panggil aja." jelas buk bidan setelah memeriksa.
"Terima kasih buk." ucap mereka.
"Rani... makan ya, cuman ada nasi sama telor nih biar bisa minum obat." ucap Dewi yang diangguki oleh Rani.
Hanya satu suapan karena Rani sedang tidak bernafsu. Setelah minum obat dia kembali tertidur. Mereka kembali keruang tamu.
"Kalian kesekolah aja, hari ini aku libur." jawab Putra
"Iya gak papa, buk bidan juga ada tinggal panggil, sekarang diapun udah tidur." jawab Putra kembali.
"Gak papa nanti saya juga disini temanin Putra." jawab Pratu Yogi.
"Eitsss..... perhatiaannya abang ini sama teman kita... jadi iri." jawab Dewi cengengesan.
"Udah yok berangkat." ajak Adam.
Mereka akhirnya kesekolah, kini tinggal Andi, Putra dan Yogi yang menjaga Rani yang sudah terlelap karena pengaruh obat.
__ADS_1
"Saya tinggal sebentar ya ke pos." ucap Pratu Yogi sambil berlalu pergi.
"Abang kalo ada kegiatan silahkan aja bang biar saya aja yang jaga." ucap Putra.
"Gak papa saya temani aja dari pada sendirian." jawab Andi yang sebenarnya ragu meninggalkan mereka berdua.
Jam 10 siang...
"Apa tuh?" tanya Andi yang melihat Pratu Yogi membawa rantang makanan.
"Ouh ini dan saya buat bubur untuk Rani, mungkin bisa menambah selera makannya." jawab Pratu Yogi sambil tersenyum melangkah kedapur.
"Kalo gitu saya tinggal dulu ya." ucap Andi sambil berlalu keluar.
"Udah lihat Rani Put? udah 2 jam lebih nih." tanya Pratu Yogi
"Belum bang, kita lihat yok, gak enak kalo saya sendiri." jawab Putra.
Merekapun masuk untuk memeriksa keadaan Rani dan betul saja demamnya masih belum turun. Pratu Yogi membawa baskom berisi air dan handuk kemudian mengompres kepalanya.
"Dek, bangun sebentar yok." ucap Pratu Yogi
Rani masih belum merespon, melihat bibir Rani yang sangat kering Pratu Yogi mengambil madu yang tadi dibawa, dia mengambil sedikit madu kemudian mengusap dibibir Rani yang masih tidur.
__ADS_1
Pratu Yogi sangat telaten mengurus Rani walaupun yang diurus masih setia menutup mata seakan tidak lagi mau melihat dunia. Apakah seburuk itu dunia sampai enggan membuka mata, hanya Rani yang tau apa yang ada dihatinya saat ini.