
Ting...
Bunyi hp Rani
Irvan_
"Rani, ada dibuka lowongan jadi guru didaerah 3T mau ikut?"
Rani_
"3T program pemerintah itu ya? boleh jg tapi penempatannya gimana? kita pilih sendiri atau ditentukan panitia?"
Irvan_
"Pilih sendiri daerahnya, aku pilih di NTT, mau lihat komodo, hahahaha...."
Rani_
__ADS_1
"Boleh juga tuh, Rani pilih Kalimantan Timur, yang dekat Malaysia, lumayan siapa tau bisa masuk Malaysia jadi TKW,,, hahahaha... nanti Rani daftar y, kita jumpa kalo dah siap daftar oke..."
Irvan_
"Oke,,, nanti kabarin lagi kalo ada apa-apa."
tutttt
"Hmmmm,,, Kalimantan, tunggu ya kita akan ketemu tanpa disengaja." gumam Rani.
Pendaftaran berhasil, setelah mendapat izin dari orang tua dirumah, sekarang tinggal tunggu jadwal tes sambil kembali buka-buka buku untuk persiapan menjelang tes. Hari ini momen yang ditunggu oleh Rani dan kawan-kawannya, hari ini acara wisuda berlangsung seperti biasanya, khidmat serta meriah.
Dibawah tenda besar dengan ratusan mahasiswa hanya Rani yang tidak larut dalam wisudanya. Dia larut dalam pembeciraan tersendiri dengan kekasih jauhnya. Sungguh wisuda terindah, Rani tidak merasa sedih melihat kawan-kawannya didatangin sama pacar mereka, karena dia juga merasa didatangi oleh Andi walau sebatas telpon.
Beberapa Minggu kemudian.
Hasil tes sudah keluar dan Rani lulus menjadi guru 3T wilayah Kalimantan Timur selama setahun. Hari ini dengan semangat dia merapikan barang-barang yang akan dia bawa, dan sebelumnya sudah menghubungi teman-temannya yang satu penempatan dengannya.
__ADS_1
Setelah mengikuti semua prosedur, mereka yang sudah dibekali sebelumnya langsung berangkat ke daerah penempatan, daerah yang sangat jauh dipedalaman, hutan, kebun, sungai sungguh menakjubkan. Pertama kalinya keluar dari zona nyaman.
Pertama mendaratkan kaki di Kalimantan, pulau yang tidak pernah terpikir sebelumnya untuk bisa kesana tapi hari ini seperti mimpi yang jadi kenyataan. Kedatangan mereka dijemput oleh panitia dan sebelum ke daerah tujuan mereka akan dibekali lagi selema beberapa hari sebagai bentuk persiapan diri menghadapi kawasan penempatan yang sangat jauh. Kesiapan mental serta fisik juga sangan berpengaruh.
Rani belum menghubungi Andi, karena dihubungipun percuma, dia tidak akan bisa bertemu sekarang. Jadwal yang padat tidak mengizinkan mereka bergerak sesuka hati. Ada prosedur yang harus dijalani.
Setelah seminggu di Ibukota provinsi, dengan menaiki kapal mereka berlanjut daerah penempatan. Sangat jauh, dari pelabuhan mereka menempuh lagi perjalanan darat selama beberapa jam, dengan kondisi jalan yang luar biasa.
"Wow... it's amazing temen-temen." seloroh Rani
Mereka hanya tertawa sesekali melirik keluar jendela melihat lebatnya hutan Kalimantan. Hijau, asri udara yang bersih juga tenang.
"Seperti apa nasib kita disana y?" tanya Rani sama temannya.
"Entahlah,,, yang pasti harus dinikmatin selama setahun kedepan, resiko naksir sama duit negara jadi harus rela juga disuruh kerja kemana sama negara, secara kitakan pengabdi negara." jawab sang teman
"Hahahah.... iya...iya... maju terus pantang mundur, kalo sekarang maju aja gak bisa mundur lagi, berat diongkos." jawab Rani.
__ADS_1
"Nah itu tau....hahahha." sela sang teman