
Makanan yang tadi dimasak sama Rani beserta Pratu Yogi dan Pratu Dimas sudah selesai. Rani masak kolak campur yang isinya ketela, singkong, pisang ditambah santan dan gula merah, sedangkan gorengannya dia membuat bakwan jagung.
"Ihh.. si Rani kemana ya dari tadi gak keluar tidur apa dikamar mandi?" tanya Melati.
"Saya tinggal sebentar kebelakang ya." sahut Andi
"Eh... iya bang" jawab Dewi sama Melati
Saat Rani lagi asik memasak dengan dua tentara yang lain sambil tertawa ringan, Andi yang baru masuk tiba-tiba berhenti melihat kearah mereka.
Pratu Dimas yang melihat komandannya langsung berdiri.
"Siap Dan, makanannya hampir jadi" jawab Pratu Dimas.
Rani yang lagi masak melihat ke arah Andi dan tersenyum.
"Maaf Dan, tadi bu Rani yang minta buat bantuin masak." kata Pratu Yogi
"Iya bang, kalo cuman duduk didepan bisa ngantuk saya, mau pulang gak berani sendiri dirumah jadi saya bantuin abang-abang ini, gak apa-apa ya, dan semoga suka dengan masakan saya." Rani mencoba menjelaskan takut Andi akan marah pada personilnya.
"Iya gak apa-apa, lagian pengen juga ngerasain menu lain sekali-kali." jawab Andi.
__ADS_1
"Ini udah siap Dan kita bisa makan sekarang mumpung masih hangat." sahut Pratu Dimas
"Bakwannya udah siap semua dek?" tanya Pratu Yogi
"Udah bang, ini tinggal dipindahin kemeja aja" jawab Rani.
Andi yang dari tadi melihat Rani didapur tidak berkata apa-apa. Dia hanya menatap sama seperti dimasa lalu dia hanya menatap Rani tampa mengatakan apa-apa selain kata sayang.
Rani yang merasa seperti ada yang menatapnya berusaha bersikap biasa tidak memperhatikan. Tampa sadar Andi sudah disampingnya mengambil sepotong bakwan memasukkan kemulutnya sementara matanya masih menatap Rani.
Rani berusaha tersenyum sekedarnya saat tau yang disampingnya sekarang Andi dan sedang menatapnya.
"Kenapa bang, gak enak ya?" Tanya Rani
"Namanya juga anak kampung, kalo cuman ini ya udah biasa." jawab Rani sambil tersenyum walau hatinya sedang tidak menentu.
"Itu apa? tanya Andi kembali
"Ini kolak campur bang" jawab Rani.
"Dek ini udah siap semua kan?" tanya Pratu Yogi
__ADS_1
"Udah bang silahkan dipindah aja, ini bakwan juga dah saya tiriskan nanti tinggal masuin piring aja bang ya, saya mau ke kamar mandi dulu." jawab Rani
"Iya dek, makasih ya udah bantuin kami masak." kata Pratu Yogi sambil tersenyum.
"Panggil semua suruh makan dulu, nanti lanjut lagi." perintah Andi pada salah satu personilnya.
"Siap Dan." jawab sang personil
Mereka semua masuk termasuk kawan-kawan Rani yang dari tadi diluar.
"Wahhh... sedap nih." kata seorang Prada Edo yang baru masuk bersama yang lain.
"Hari ini spesial yang masak ibu guru Rani" jawab Pratu Yogi.
Rani yang baru keluar dari kamar mandi heran melihat banyak yang menatap kearahnya.
"Pantes lo buk gak nampak, kami kira tidur dikamar mandi ternyata masak sama abang-abang ini." protes Dewi.
"Kenapa gak panggil kita? biar tambah rame gitu didapur pasti tambah seru." sahut Melati.
"Kalian kan tadi lagi bicara sama Komandan jadi gak aku panggil lagi." jawab Rani.
__ADS_1
Mereka semua menikmati makanannya Rani begitu senang karena banyak yang suka bahkan ada yang nambah, hampir tidak cukup malah. semantara Andi hanya menatap Rani yang tengah sibuk dengan teman-temannya.