
Pagi ini mereka sudah bersiap untuk kembali ketempat tugas. Tidak seperti kemarin pagi ini Rani sudah duluan bangun dari yang lain. Bukan tampa alasan dia bangun cepat melainkan dia tidak tidur dari semalam.
"Lho dek,,, kok cepat banget bangunnya?" Tanya kak Ira yang terkejut melihat Rani didapur.
"Iya kak, gak enak kalo ditungguin, ini udah Rani siapin sarapannya."
Andi yang baru keluar dari kamar juga terkejut melihat Rani yang sudah bangun.
"Eh kok cepat banget pagi ini? Kenapa? Gak bisa tidur ya?" Tanya Andi dengan senyum penuh ejekan.
"Emang gak bisa tidur kenapa dek?" Tanya Kak Ira yang melirik suaminya.
"Gak ada apa-apa kok kak, Rani pasang alarm jadi cepat bangun. Rani tinggal kekamar dulu." ucap Rani gelagapan.
Kak Ira dan suaminya menyadari ada sesuatu yang terjadi langsung mengintrogasi Andi.
"Kamu ngapain tadi malam?" Tanya bang Udin sambil menyilangkan tangan didada dengan tatapan tajam kearah Andi.
"Gak diapa-apain bang, tenang aja." ucap Andi santai
"Gak mungkin, bilang yang jujur." ucap bang Udin kembali.
"Cuman dicium aja bang, dasarnya belum pernah ngalamin jadi pas ngalamin pertama kali pasti gak bisa tidur." seloroh Andi
"Jangan macam-macam sama anak orang." Bang Udin memperingatkan Andi tapi hanya dibalas senyum sambil berlalu kekamar mandi.
Karena hari ini hari senin, jadi setiap tentara bersiap untuk ikut upacara tidak terkecuali regu Andi. Kak Ira sibuk mempersiapkan keperluan anak dan suaminya. Rani yang lagi mencuci piring mendapat panggilan.
"Dek, kesini dulu bantuin abang!" Panggil Andi
"Iya sebentar." jawab Rani bergegas menemui Andi.
__ADS_1
"Kenapa bang?" Tanya Rani
"Bantuin setrikain baju abang bentar, agak kusut nih." ucap Andi cengengesan.
Rani segera menyetrika seragam Andi, belum selesai disetrika Andi sudah berdiri memandang Rani sambil tersenyum kearahnya.
"Lihatin apa?" Tanya Rani
"Lihatin calon istri pagi-pagi siapin seragam buat abang, rasanya gimana gitu, coba kalo dah nikah pasti bukan dipandangin aja langsung dipelukin dari belakang, hufffttt jadi pengen cepat-cepat kawin." seloroh Andi.
"Udah menghayalnya? Nih baju udah siap." ucap Rani menyerahkan seragam yang sudah rapi.
"Eh... tunggu kamu pegang dulu abang kedalam bentar." ucap Andi berlari kecil menuju kamar sementara Rani mematung memegang seragam.
Tidak berapa lama Andi keluar sudah rapi tinggal baju seragam luar dan baret hitam yang belum dipake.
"Dek, pakein ya." bisik Andi
Tampa menjawab, Rani memakaikan seragam dan mengkancingnya juga tidak lupa ikut memakaikan baret hitam juga. Kak Ira dan suami yang baru keluar kamar terkejut melihat pemandangan indah pagi ini.
"Udah" ucap Rani menurunkan tangannya dari kepala Andi.
Cup...
Sebuah kecupan mendarat dikening Rani.
"Makasih sayang..." ucap Andi menatap Rani
Rani hanya membalas dengan senyum terindahnya.
"Antar abang sampe pintu depan ya." ucap Andi menaruh tangan Rani dilengannya. Saat mereka berbalik badan sepasang suami istri sudah tersenyum penuh arti terhadap mereka. Rani terkejut segera menurunkan tanganya segera dicegah oleh kak Ira.
__ADS_1
"Udah gak papa, kami senang lihatnya. Yok kedepan." ajak Kak Ira yang diikuti oleh mereka dibelakang.
Setelah kepergian para pria, giliran kak Ira yang menggoda Rani habis-habisan. Rani membereskan barang-barangnya karena sebentar lagi mereka akan dijemput.
"Ihhh.... lihat kalian tadi kakak jadi ingat waktu baru nikah, ah,,, rasanya pengen lagi." ucap kak Ira menggoda.
"Pengen lagi apa kak?" Tanya Rani
"Pengen nikah lagi, hahahah...." seloroh kak Ira.
"Maunya kalian lama disini, kakak masih pengen lihat aroma romantis dirumah ini." ucap kak Ira.
"Ada-ada aja kakak nih." jawab Rani.
"Jadi kamu udah bisa terima adik kakak lagi kan?" Selidik kak Ira
"Insya Allah kak, Rani yang salah dalam hal ini, Rani mencoba menebus kesalahan yang Rani buat." ucap Rani.
"Jadi tadi tu ciuman kedua y?" Tanya kak Ira lagi
"Ih... kakak ini pengen tau aja." jawab Rani sambil tersenyum malu.
Satu jam kemudian, Andi sudah pulang.
"Dek udah siap?" Tanya Andi
"Udah" jawab Rani singkat
"Kak Ira tolongin Andi bentar." pinta Andi menyerahkan Hpnya.
"Dek sini." panggil Andi
__ADS_1
"Kak Ira photoin kami ya didepan rumah." ucap Andi kembali menarik tangan Rani kedepan.
Dan photopun tersimpan banyak di Hp Andi. Aksi mereka menjadi tontonan ibu-ibu persit disekitaran rumah kak Ira.