
Hari-hari berlalu, Rani dan teman-temannya masih dengan rutinitas mereka seperti biasa, tidak banyak yang berubah, setelah kepulangan Andi, mereka sudah jarang main ke pos. Affan selaku Danru baru juga jarang main kerumah mereka.
Hanya Putra dan Adam yang terlihat dekat dengan mereka. Hubungan Rani dan Andi masih baik-baik saja, seperti yang Andi katakan dia akan menghubungi Rani kalau ada waktu. Begitu juga dengan Mela yang sekarang lebih dekat dengan Pratu Yogi.
Sedangkan Dewi juga sesekali terlihat senang dengan pesan-pesan yang masuk di akun FBnya. Lelaki yang sedang kuliah di Kairo, Mesir.
"Dipandang aja tuh photo sampe kenyang" ucap Mela melihat Dewi sedang asik menatap photo cowonya.
"Eh,,, beliau kan anak pesantren, kalo gak salah panggilnya akhi ya?" Tanya Rani.
"Kok tau buk?" Tanya Dewi.
"Taulah, aku punya kenalan waktu kuliah, dia anak pesantren juga terus lanjut kuliah dikampus aku, dia yang kasih tau" jawab Rani.
"Jadi siapa nama akhi kita ini buk Dewi?" Tanya Mela.
"Fiqi" jawab Dewi.
"Akhi Fiqi, artinya bang Fiqi" ucap Dewi kembali.
"Gimana rasanya pacaran sama ustad?" Tanya Mela.
"Gak tau, kami kan gak pacaran, sekarang kami saling kenal satu sama lain, ta'aruf dulu" ucap Dewi.
"Iya, gak usah pacaran, lagian kalian pacaran atau enggak sama aja, jauh" ucap Rani.
"Itulah..." jawab Dewi.
__ADS_1
"Lo sendiri gimana sama perjodohan" tanya Rani pada Mela.
"Entah, aku juga gak ngerti, orang tua juga gak pernah tanya-tanya lagi, si cowo itupun gak pernah hubungin, aneh kan?" Ucap Melati.
"Ya mungkin aja ortu kalian batalin niatnya" ucap Dewi.
"Entahlah, tapi semoga aja iya" ucap Mela tersenyum senang.
"Terus sama bang yogi gimana? Sekarang kok jarang telpon?" Tanya Rani.
"Dia lagi sibuk untuk ujian naik pangkat, lebih banyak kirim pesan sekarang dari pada telpon" jawab Mela.
"Terus lo sendiri gimana sama big bos? Dari tadi nanyain kita mulu" tanya Mela.
"Heheheh...aku sama beliau masih seperti biasa tidak ada yang berubah" ucap Rani tersenyum.
"Ngapain?" Tanya Rani.
"Ya main aja gitu, ngobrol sama kita, cerita-cerita seperti waktu ada bang Andi" ucap Mela.
"Gak usahlah, lebih baik begini, gak perlulah kita terlalu dekat sama mereka, cukup sama yang udah pulang aja" ucap Rani.
"Kok gitu buk?" Tanya Dewi.
"Ya gimana ya, kita seperlunya aja sama mereka, gak usah terlalu dekat, gak baik buat kesehatan" ucap Rani.
"Memangnya mereka apa kok gak baik buat kesehatan" tanya Dewi kembali.
__ADS_1
"Ahhh... udahlah capek sama kalian, kalo kalian mau ngobrol sama mereka silahkan" ucap Rani beranjak pergi.
Mela dan Dewi saling menatap heran dengan sikap Rani yang tidak seperti biasanya.
"Si Rani kenapa jadi sewot?" Tanya Mela.
"Entah, mungkin lagi PMS kali" jawab Dewi.
Sudah tidak ada lagi hari-hari seperti dulu, sekarang mereka menikmati hari-harinya masing-masing. Hari berlalu bulanpun berganti. Tidak terasa satu minggu lagi Rani dan teman-temannya akan berpisah. Setelah menyelesaikan tugas selama setahun akhirnya mereka akan berpisah dan enam bulan kemudian akan bertemu lagi jika lokasi PPG mereka ditempat dikampus yang sama.
"Sob,,, pokonya kita tempat saling komunikasi ya, jangan lupain kenangan kita disini" ucap Dewi.
"Tapi kita gak akan ketemu lagi say" ucap Mela sedih.
"Gampang, gak ketemu dunia nyata bisa ketemu dunia maya yang penting jaringan ada" ucap Putra.
"Kira-kira diantara kita siapa yang nikah duluan?" Tanya Adam.
"Kalo itu mah gak usah ditanya, udah pasti yang udah punya tunangan duluan yang nikah" ucap Mela.
"Eitsss... jangan salah, jodoh gak ada yang tau, siapa tau begitu pulang, elo dah ditunggu sama jodoh lo dirmh" ucap Rani.
"Ihhh... nyumpahin lo buk?" Ucap Mela.
"Bagus dong kalo kejadian" ucap Rani sambil tertawa.
Mereka kembali menikmati hari-hari menjelang kepulangan mereka dengan penuh suka cita. Para guru, murid serta orang-orang diperbatasan yang selama ini mereka temui akan menjadi kenangan terindah untuk mereka kenang sepanjang hidup.
__ADS_1