
Subuh...
📩 BM
"Bangun dek, udah subuh."
Tidak dibalas....
📩 BM
"Hari ini ada kesekolah?"
Tidak dibalas....
📩 BM
"Abang sayang adk."
Tidak dibalas....
Rani benar-benar mengabaikannya kali ini. Entah apa yang merasuki pikirannya. Telpon dari BM juga tidak diangkat.
Dengan wajah yang masih mode kesal, Rani melajukan kembali motornya kesekolah. Berharap kesalnya akan hilang dengan suasana sekolah, melihat tingakah para muridnya, bergosip ria dengan sesama guru honor senasip seperjuangan seakan menjadi penyembuh segala kekesalan dalam hati Rani saat ini.
"Pagi-pagi muka dah seperti kain belum disetrika." Ledek buk Susi seorang guru honor yang 2 tahun lebih tua dari Rani.
"Hahaha...kusut karena anggaran belum cair."
Hp Rani dari tadi dipasang mode hening jadi tidak ada yang tau ada telpon atau sms masuk.
"Buk Rani, bapak kepala sekolah tanya ibu tuh, beliau telpon ke Hp ibu tapi gak diangkat, ibu gak bawa Hp?" Tanya bapak wakil kepala sekolah yang baru masuk.
Mendengar perkataan bapak wakil kepala, Rani langsung merubah mode Hpnya kembali, dan benar saja, telpon dari kepala sekolah langsung masuk.
Setelah menerima arahan dari kepala sekolah Rani langsung mengecek beberapa dokumen dilapto sekolah, saat tengah sibuk didepan laptop dering Hp kembali berbunyi. Karena berpikir itu kepala sekolah, tampa melihat Rani langsung menjawab telponya.
Rani_
"Ya pak, ini lagi saya cek filenya."
BM_
"Lagi sibuk ya?"
Degggg....
"Suara itu." Batin Rani terkejut ternyata bukan kepala sekolah.
Rani_
"Eh maaf, lagi sibuk."
Tuttttt....
Baru sebentar mematikan, Hpnya kembari berdering.
Tinggg.....
Rani_
"Apalagi sih, kan Rani udah bilang lagi sibuk, bisa gak sih jangan ganggu dulu, bikin kesal aja pagi-pagi."
Tuttttt.....
Tampa mendengar siapa yang menelpon, Rani langsung mematikan Hpnya. Belum semenit Hpnya kembali berdering.
Tinggg....
Rani_
"Eh bang, kalo abang nyebelin seperti ini jangan harap aku mau nikah sama abang, heran, belum jadi suami aja nyebelinnya seperti ini apalagi dah jadi suami. Jangan telpon aku lagi."
Tuttttt.....
Lagi-lagi Hp dimatikan secara sepihak tampa mendengar jawaban dari sipenelpon. Benar saja, setelah itu Hp Rani tidak berdering lagi.
Masih serius didepan laptop, tiba-tiba bapak wakil kepala masuk bersama guru-guru lain, ternyata sudah jam istirahat.
"Buk Rani, bapak kepala sekolah menelpon ibu mau tanya file bukan mau ngajak ibu nikah." Ucap bapak wakil kepala sekolah.
"Hahhh....." Rani yang menyadari telah membuat kesalahan dengan cepat memeriksa Hpnya kembali.
Dan benar saja, yang menelpon tadi adalah bapak kepala sekolah.
"Pak, tolong bilangin ke bapak kepala ya, filenya udah siap." Pinta Rani sambil nyengir kuda.
Tidak berapa lama bapak kepala sekolah datang, dengan muka datar tampa senyum. Rani yang menyadari akan kesalahannya hanya bisa diam tidak berani menatap sibapak yang kalau tersenyum sangat manis mirip aktor India.
__ADS_1
"Buk Rani bagaimana? Apa filenya sudah siap?" Tanya pak kepala.
"Udah pak, ini sudah saya copy dalam flas disk."
"Jadi ibuk dah ada yang ngajak nikah ya?" Tanya bapak kepala sekolah kali ini penuh dengan senyum ingin tau.
Mendengar pertanyaan itu, guru-guru lain akhirnya jadi ikut menatap kearah Rani menunggu jawaban.
"Hehehehe...rahasia pak..." jawab Rani cengengesan.
Hal yang paling memalukan adalah ketika bapak kepala sekolah bercerita ria dengan dewan guru tentang apa yang terjadi tadi. Dan setelah itu, muncullah petuah-petuah tidak terduga dari para tetua disekolah itu. Sebagai orang yang paling muda, Rani hanya mendengar diikuti senyum.
Hari ini terasa melelahkan, Rani yang baru tiba dirumahnya segera berganti pakaian sampai dering ponsel kembali berbunyi.
Tingggg....
Rani_
"Hallo, assalamualaikum."
Affan_
"Walaikumsalam, apa kabar dek? Kok gak pernah hubungi abang?"
Rani_
"Baik bang, abang sendiri kenapa gak pernah hubungi Rani?"
Affan_
"Abang baru selesai pendidikan, adk dimana nih?"
Rani_
"Dirumah bang."
Affan_
"Gimana sama Andi? Abang lihat gak ada kemajuan."
Rani_
"Kenapa abang tanya sama Rani? Harusnya abang tanya sama bang Andi, laki-laki yang maju, perempuan mah nunggu?"
Affan_
"Andi sibuk banget kayaknya, dia juga lagi ngurus usahanya disini, mungkin belum sempat kesana."
Rani_
Affan_
"Dia itu udah sukses sekarang, biarpun cuman tentara tapi dia ada bisnis juga, udah punya rumah sendiri, kendaran sendiri, cuma istri aja yang belum."
Rani_
"Ouh... mungkin dia cari harta dulu yang banyak, habis itu baru cari istri."
Affan_
"Kan dah ada adk, ngapain dicari lagi."
Rani_
"Hmmmm...tau ah.. gelapppp."
Affan_
"Kok gelap? Kan lagi siang? Matahari kemana?"
Rani_
"Hahahahaha...garing."
Affan_
"Hehehehehe...udah dulu ya, abang mau apel siang, nanti kalo ketemu Andi, abang salamin."
Rani_
"Jangan disalamin, di bungkus aja kirim ke Aceh."
Affan_
"Boleh juga, nanti ya, kamu tunggu aja paketnya."
Rani_
__ADS_1
"Hahahah...."
Affan_
"Assalamualaikum."
Rani_
"Walaikumsalam."
Tutttt.....
"Ternyata bukan hanya pangkat yang kau kejar bang, okelah kalo begitu, biarkan waktu yang menentukan kemana hati ini akan berlabuh." Batin Rani seakan menyiratkan kekecewaan terhadap Andi.
Lelah memikirkan semuanya sendiri, kemudian Rani mengirim pesan ke Putra. Hanya dia teman dekat yang mengetahui keadaannya.
📩 Rani
"Kapan ada waktu, ketemuan yok?"
📩 Putra
"Kalo bua elo, kapan aja oke."
📩 Rani
"Hahahha...besok jam 9 ditempat biasa gimana?"
📩 BM
"Oke,,,jangan jam 9, setengah 10 ya."
📩 Rani
"Oke, dan on time."
📩 Putra
"Makanya aku undurin dikit...heheheh."
Keesokan harinya...
Sebuah warung kopi dipinggir kampus menjadi pilihan mereka. Bukan hanya kopinya yang enak, mie disini juga sangat enak.
"Jadi ada apa nih, tiba-tiba ngajak ketemu?" Tanya Putra.
"Gak ada, rindu aja sama loe."
"Kalo mau bohong pake alasan yang logis dikit, sejak kapan aku dirindukan sama elo yang gak jelas?"
"Gue jelas kok Put, jenis kelamin perempuan dari lahir sampe sekarang gak berubah."
"Hahahahah...gimana bang Andi ada kabar?"
"To the point banget..."
"La iyalah, kan cuma gue saksi hidup hubungan kalian yang gak jelas seperti isi kepala kalian yang sama gak jelasnya."
"Hehehehe...tau aja. Bang Affan kemeren ada telpon gue, dia baru selesai pendidikan katanya, entah iya, gue mah iyain aja. Orang jauh, mau dia jujur atau bohong kan sama aja."
"Kenapa gak hubungin Mela? Diakan disana?"
"Eh iya, akh... kok lupa ya sama tu anak?"
"Elo sih, banyakan cadangan."
"Gak banyak, cuma 1."
"Nah kan, itu ngaku, siapa? Jangan bilang kenalan di Fb?"
"Hehehehe...iya... mamanya udah kerumah gue tau."
"Wahhhh...serius tuh, eh, loe jangan mainin anak orang, kualat lo nanti. Sekarang loe lupain bang Andi, loe jalanin tuh sama bang Fb."
"Bang Mas, Put namanya, bukan bang Fb."
"Katanya orang Aceh, kok namanya Mas?"
"Masriz."
"Jadi kapan nikah?"
"Belom tau, kemaren mamanya cuman mau lihat gue aja, cocok gak jadi mantu, kalo gak cocok ya dia cari lain."
"Terus bang Mas bilang apa? Loe gak nanya gimana pendapat maknya setelah lihat loe?"
"Gue gak nanya, lagi kesal gue sama dia, bayangin aja orang tuanya kerumah gue, dia gak kasih tau apa-apa, giliran dah sampe rumah gue, baru dia telpon gue suruh pulang, untung kegiatan gue dah kelar, coba belum gimana gue pulang."
__ADS_1
"Sengaja tuh, biasanya kan orang datang mendadak gak ngasih kabar gitu maksudnya ingin melihat yang sesungguhnya, bukan yang dibuat-buat."
"Gak tau lah, kita lihat aja perkembangannya."