
Mereka masih asik berbincang dengan sesekali tertawa. Sementara dipos, Pratu Yoga sedang termenung ditemani segelas kopi. Tiba-tiba getaran Hp membuyarkan lamunan Pratu Yoga.
Sebuah pesan masuk.
Ibu_
"Ini no Hpnya 0813xxxxxxxx, namanya Melati, segera hubungi dia, ibunya bilang dia sekarang lagi di Kalimantan."
Pratu Yogi tidak membalas pesan ibunya. Dia melihat nomor dan nama sekilas kemudian menyimpan dikontak Hpnya. Pratu Yogi sangat terkejut ketika menyimpan nomor tersebut keluar notifikasi dari Hp bahwa nomor tersebut sudah tersimpan sebelumnya. Setelah diperiksa ternyata nomor itu adalah nomor Melati yang dia kenal.
Pratu Yogi menghela nafasnya kemudian mencoba menelpon Melati.
Pratu Yogi_
"Assalamualaikum Mela..."
Mela_
"Walaikumsalam bang yogi, tumben telpon ada apa bang? Kemari aja bang lagi rame nih."
Pratu Yogi_
"Gak ada apa-apa sih, udah dulu ya?"
Mela_
"Eh tunggu dulu, abang udah tau ya kalo Rani udah punya tunangan makanya abang gak pernah kemari lagi?"
Pratu Yogi_
"Iya, kamu sendiri?"
Mela_
"Kami semua baru tau nih, kalo Danru baru gal datang antar seserahan mana mungkin kami tau, lagian si Rani nih pinter banget dia nutupinnya sama kami, abang kesinilah, jangan karena Rani abang jadi lupain kami."
Pratu Yogi_
"Iya... besok-besok abang kesana, udah ya."
Mela_
"Oke..."
"Huffffttt....dunia ini ternyata sempit..." gumam Pratu Yogi.
__ADS_1
Sementara diruang tamu, mereka menatap Mela penuh tanya.
"Kenapa tiba-tiba bang Yogi telpon elo buk?" Tanya Dewi.
"Entah,,, mungkin dia iseng aja atau lagi kesepian karena ditinggal kawin sama Rani." ucap Mela meledek
"Jadi benar Yogi suka sama kamu dek?" Tanya Affan mulai memprovokasi kembali.
"Iya bang, mereka romantis banget malah, bang Yogi tuh udah ganteng, perhatian lagi." ucap Dewi.
Mendengar mereka terus memuji Pratu Yogi membuat Andi kesal, Affan yang menyadari merasa tertantang mengerjainya lagi.
"Kamu sendiri gimana dek? Ada rasa gak sama Yogi?" Affan kembali memprovokasi suasana.
"Iya Ran, kami juga penasaran gimana perasaanmu sama bang Yogi? Elo kan gak pernah cerita sama kita." ucap Mela.
Rani mulai bingung menjawabnya, Andi ikut-ikutan menatapnya, Affan tersenyum penuh kemenangan karena berhasil memperkeruh suasana.
"Sudah malam, sebaiknya abang pulang, kami mau tidur." ucap Rani mengalihkan pembicaraan.
"Eh, gak bisa gitu Ran, kami kan mau dengar, lagian tunangan elo gak ada disini jadi gak papa, bang Affan pun gak ember mulutnya, gimana lo ada rasa gak sama bang Yogi, waktu lo sakit aja bang Yogi sangat perhatian, masak lo gak ada rasa sedikitpun." selidik Melati.
Semua mata menatapnya sekarang, mereka menunggu jawaban.
"Oke, karena kalian memaksa, aku memang ada rasa sama bang Yogi, dia ganteng, penuh perhatian dan kasih sayang, tulus, wanita mana yang gak jatuh hati." ucap Rani percaya diri.
Affan yang mendengar tertawa keras sampai yang lain menatapnya.
"Kamu tuh dek, kalo tunangan kamu dengar habis kamu." ucap Affan santai.
Rani yang mendengar ucapan Affan menatap Andi sekilas dan benar saja, tatapan Andi kali ini sangat menyeramkan.
"Ya udah, sekarang kamu pake cincinnya, jangan mikir Yogi lagi, besok kalian kepos ya!, bantu masak, abang mau Rani masak makanan Aceh, kangen masakan sana, malamnya kita bakar-bakar gitu, acara perpisahan kecil-kecilanlah."
"Oke bang, kalo soal makan kami paling depan, soal perang abang duluan." ucap Dewi diiringi tawa.
Mereka akhirnya kembali ketempat masing-masing, sementara Rani dengan segera mendapat telpon dari Andi.
"Siapa yang telpon Ran?" Tanye Mela
"Siapa lagi, sang tunangan lah." ucap Dewi.
Rani mengambil Hp keluar dari kamar dan duduk diruang tamu kembali.
Rani_
__ADS_1
"Assalamualaikum..."
Andi_
"Walaikumsalam."
Rani_
"Kenapa bang?"
Andi_
"Didepan abang berani kamu ya?"
Rani_
"Bagus dong, dari pada main belakang."
Andi_
"Kamu jangan macam-macam dek, satu pos udah tau kamu tunangan abang, termasuk Yogi."
Rani_
"Orang desa, kepala suku, kepala desa kenapa gak sekalian abang umumin?"
Andi_
"Kamu nantangin abang ya? Awas kamu."
Rani_
"Kok ngancam?"
Andi_
"Lihat aja besok."
Rani_
"Terserah aja, udah ya ngantuk nih, Assalamualaikum."
Tuttttt
Rani langsung menutup telponnya dengan kesal. Dia langsung tidur tampa memikirkan apa yang Andi bilang.
__ADS_1