Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
S2...10


__ADS_3

Hai....Readers tercinta...


Berhubung S2nya mau tamat, aku minta pendapat kalian, kira-kira endingnya nanti kalian mau cerita yang sebenarnya dari kisah ini atau yang dibelokkan alias tidak sesuai dengan aslinya.


Aku tunggu jawaban kalian yahhh...


---------------------


Sebulan berlalu begitu cepat, saat ini Rani tengah menikmati mie diwarung favoritnya sambil menunggu Putra.


"Mie kok makan mie?" Ucap Putra yang baru datang.


"Maksudnya?"


"Lha badan loe aja udah kayak mie sekarang makan mie lagi, harusnya loe tuh makan yang bergizi biar sedikit berisi, kan loe mau kawin."


"Udah ah, males ngomong itu, lagian kalo emang dia gak suka sama badan gue ya udaj putusin aja, ngapain ribet, toh gue gak rugi juga."


"Loe kok gampang emosian sekarang kenapa?"


"Gak ada, cuman males aja gue ngebahas kawin. Oh ya, loe dah dipanggil belum kekampus? Kok gue gak ada kabar ya?"


"Gak tau juga, dengar-dengar sih kampusnya bermasalah."


"Oh ya, masalah apa?"


"Entah, kalo gak salah perizinan."


"Mmmm...eh gue mau cerita, kemaren waktu pulang dari sana, gue kenalan sama cowo dalam bus, rupanya calon ustad gitu, terus minta no Hp gue, ya loe kan tau gue, dah pastilah gue kasih. Nah, habis itu dia telpon gue beberapa kali, sampai akhirnya ngajakin serius."


"Eh, loe dah punya tunangan, gak boleh terima ajakan orang lain, dosa loe.


"Ihhhh...dengar dulu, belum habis nih, main potong-potong aja dah kayak tukang sembelih ayam. Dia udah bilang nih niatnya sama gue, tapi, dia langsung bilang kalo dia gak mau punya istri pekerja apapun itu. Ya, mendengar itu langsung aja aku tolak, lagian memang aku gak niat mau nerima dia.


"Loe tuh memang gak cocok sama ustad, secara pikiran elo tuh idealis, agak kebarat-baratan, loe juga gak cocok sama bang Andi karena sama-sama teguh pendirian. Allah udah milih memang jodoh loe BM. Kalo gue lihat sekilas di FB, orangnya welcome dan humble banget. Sekarang loe gak usah aneh-aneh deh, terima aja jodoh yang Allah pilih buat loe, insya Allah itu yang terbaik.


"Put, photo yok!"


Ceklekkk...


"Eh, jangan loe posting ya? Nanti gue dijauhin sama cewe-cewe."


"Bagus nih, udah gue posting, mau lihat reaksi BM."


"With You."


"Eh, nanti bang BM marah loe posting gitu."


"Baguslah, gue mau lihat dia ada rasa apa sama gue."


"Cari masalah loe nih, bukannya bersyukur dapat laki lempeng gitu."


"Kita kan perlu lihat juga seperti apa dia."


"Tau ah, loe bikin pusing."


Tidak lama setelag itu, ada pesan masuk ke Hp Rani.


📩 BM


"Lagi ngapain dek?"


"Nah kan, langsung nanya, jawab apa loe?"


"Jawab apa ya enaknya?"


"Tau ah, urusan loe tuh, gue gak ikutan."


📩 Rani


"Lagi makan mie."


"Udah kubalas nih." Ucap Rani menyodorkan Hpnya pada Putra.


📩 BM_


"Sama teman ya?"


"Eh, lihat nih, dia tanya gini, maunya kan dia tanya "sama siapa?"


"Tandanya dia percaya sama loe, hadeuhhh... mimpi apa gue bisa punya teman kayak loe."


"Gue baik Put, biarpun muka gue pas-pasan, tapi hati gue kan baik." Ucap Rani sendu.


"Iya, gue percaya kok, oh ya, ada kabar dari bang Andi?"

__ADS_1


"Gak ada Put, dia kemana ya? Apa dia marah gara-gara gue tunangan."


"Tugas mungkin, lagian salah dia sendiri, udah aku ajak bareng dari Bandung kemari, eh dianya malah banyak alasan."


"Tapi gue sayang Put sama dia, dia tuh cinta pertama gue, entah kenapa susah lupainnya."


"Itu karena loe belum menjalani hubungan sama yang lain, nanti kalo loe dah nikah, yakin gue, pelan-pelan pasti lupa sama dia."


"Gue sendiri belum yakin sama perasaan gue ke BM, gimana ya nanti wakti gue nikah? Secara baru kenal, dah tunangan, terus tempo setahun kedepan bakal nikah, hadeuuuhhh."


"Santai aja, nikmati pelan-pelan sambil berdoa sama Allah agar hati loe terbuka untuk dia, Allah maha membolak-balik hati hambanya, bukan tidak mungkin nanti malah loe yang bisa lepas dari BM, lagian diakan ganteng."


"Hahahahaha...ayam broiler."


"Ayam broiler?"


"Dia putih kayak ayam broiler Puputtttt."


"Baguslah, kalo nanti kalian punya anak pasti cantik, putih ikut bapaknya, kalo ikut elo, gak jelas, kuning bukan, hitam bukan, pucat iya."


"Ihhhh...menghina, awas loe dapat yang kayak gue, tau rasa."


"Hehehehe...maaf deh..."


Eh...kawan-kawan sependeritaan komen."


Adam 📲 "Ternyata kalian makin mesra dibelakang kami."


Dewi 📲 "Hati-hati calon suami mengintai."


Mela 📲 "Wahhh...ada yang patah hati nih."


"Nih anak, tumben muncul, aku bales yah?"


Rani 📲 "Adam, jangan laporin Pak RT ya?, Dewiiii, udah sah???, Mela, S loe baru jadi Persit, coba jadi ibu Negara, dah gak main Fb lagi kayaknya. Miss you all."


"Gue ikut komen juga biar rame."


Putra 📲 "Andai loe semua tau, gue hanya tukang dengar curhatan yang gak jelas aja, untung dibayarin makan, kalo gak mana mau gue jauh-jauh ketemu nih anak."


"Ihhhh...loe kok gitu komennya, gak asik, nanti kalo BM baca, ketahuan dong kalo kita cuma teman."


"Yah, mau loe gue jadi selingkuhan loe gitu? Ooogahhhh."


Andi 📲 "Rindu sama kamu sayang."


"Wah, parah nih, loe hapus gih, nanti BM baca komennya."


"Udah, tenang aja, gue suka nih."


Adam 📲 "Sama kami gak rindu bang."


Andi 📲 "Iya, kangen juga sama kalian, apa kabar?"


Adam 📲 "Baik bang, alhandulillah."


Dewi 📲 "Alhamdulillah bang."


Mela 📲 "enak ya di Samarinda?"


Putra 📲 "Alhamdulillah Aceh aman terkendali bang."


Mela 📲 "Yang punya postingan kemana?"


"Kok gak loe balas?" Tanya Putra.


"Gak lah, malas."


"Bukannya loe suka bang Andi merespon?"


"Kenapa harus di Fb? Kalo memang dia punya waktu kenapa gak hubungin gue?"


"Mungkin dia segan, karena loe dah punya tunangan."


"Entahlah, malas aku nanggapinnya."


"Pulang yok!" Ajak Rani.


"Loe duluan, gue bentar lagi, nunggu orang nih."


"Siapa? Awewe ya?"


"Mau tau aja loe, mau ketemu penjual sapi."


"Buat?"

__ADS_1


"Yaelah, bentar lagi Meugang Raniiii, gue mau jual daging waktu Meugang."


"Ouhh...oke kalo gitu, gue duluan ya!"


"Oke."


Malam menjelang, Rani lagi membaca kumpulan cerpen yang dihadiahi oleh seorang penulis Aceh yang bernama Musmarwan Abdullah, buku antalogi beliau sebelumnya menjadi pilihan Rani saat mengerjakan skripsi yang saat itu Rani memilih membuat skripsi sastra inggris, padahal kuliahnya jurusan pendidikan bahasa inggris.


Dering ponsel menghentikan kegiatan bacanya.


Tingggg....


Rani_


"Hallo, assalamualaikum."


BM_


"Walaikumsalam, ngapain dek?"


Rani_


"Lagi baca cerpen, abang sendiri?"


BM_


"Baru selesai makan, adk udah makan?"


Rani_


"Udah tadi."


BM_


"Oh ya, besok abang kesana ya?"


Rani_


"Hahhhh...ngapain?"


BM_


"Mau main aja, kenapa? Gak boleh ya?"


Rani_


"Boleh sih, cuma aneh aja, terkesan mendadak."


BM_


"Gak lah, sambil jalan-jalan, hilangin suntuk."


Rani_


"Hmmmm...ya udah kalo gitu, adk tunggu besok dirumah."


BM_


"Ya udah, sekarang abang mau keluar cari kopi dulu."


Rani_


"Perasaan selama ini abang selalu keluar cari kopi."


BM_


"Yah, lain mau kemana lagi, disini orang laki lebih senang duduk diwarung kopi."


Rani_


"Ouh, ya udah kalo gitu, adk mau lanjutin baca lagi."


BM_


"Iya, assalamualaikum."


Rani_


"Walaikumsalam."


Tuttttt.....


-----------------


*Meugang adalah sebuah tradisi di Aceh 2 hari menjelang dimulainya puasa ramadhan, 2 hari sebelum hari raya idul fitri dan 2 hari sebelum idul adha. pada saat meugang, setiap rumah akan memasak daging sapi, kerbau, domba ataupun kambing sebagai bentuk menyambut hari besar.

__ADS_1


__ADS_2