Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Mela & Yogi...


__ADS_3

Dua bulan kemudian...


Komunikasi Andi dan Rani masih seperti biasa, begitu juga dengan teman-temannya. Walaupun mereka terpisah pulau tapi huhungan mereka tetap terjalin harmonis, bahkan mereka sering menghabiskan waktunya didunia maya bersama. Seperti hari ini, Rani sedang mengobrol santai di obrolan FBnya.


Mela \= "sob,,,besok calon gue kerumah sama keluarganya"


Rani \= "selamat ya buk, akhirnya dilamar juga"


Mela \= "lo gimana sama bang andi?"


Rani\= "masih seperti biasa"


Mela\= "yang laen mana? Kok gak nongol?"


Rani \= "entah, eh,,, gimana sama bang Yogi?"


Mela \= "aku dah cerita sama bang Yogi dan dia kasih selamat aja gitu"


Rani \= "cuman gitu aja?"


Mela \= "iya, eh buk, gue off duluan ya, mau beres-beres dulu"


Rani \= "yups... salam buat keluarga"


Mela \= "sip"


Perbincangan mereka berakhir, tapi Rani masih betah mengotak-atik akun FBnya, tampak Andi sudah mengunggah vidio dan photo-photo saat mereka bersama. Disana juga ada photo-photo malam perpisahan mereka dulu.


Keesokan harinya...


Bandung...


Dikediaman Melati, semua keluarga tengah berkumpul menunggu kedatangan keluarga calon suami Mela yang juga sahabat dari ayah Mela. Sementara dikamar, Mela duduk didepan meja rias sambil menatap dirinya dicermin.


"Ya Allah, apa ini jalan jodoh hamba? Apa lelaki ini jodoh yang engkau kirim untuk hamba?, ya Allah, ikhlaskan hati ini untuk menerimanya" Mela membatin sendiri dan tampa sadar ibunya sudah berada dibelakang sambil memegang pundak anaknya.


"Apa yang kamu pikirkan nak?, maafkan kami karena mengambil keputusan ini sepihak, kami hanya ingin yang terbaik untuk anak kami, yakinlah tidak ada orang tua yang menyeret anaknya ke neraka" ucap Bunda Mela.


Mendengar ucapan ibunya, Mela hanya tersenyum kecil, hatinya tidak bisa berdusta untuk pura-pura bahagia dengan perjodohan ini.


"Sudah siap? Ayo, keluarga calon suamimu sudah datang" ucap Bunda Mela kembali sambil mengankat bahu anaknya untuk berdiri.


Akhirnya, kedua keluarga telah berkumpul, karena baru pertemuan keluarga jadi tidak ada tamu lain yang hadir.

__ADS_1


Mela diperkenalkan dengan kedua orang tua calon suaminya, dia mencium tangan kedua orang tua tersebut. Mela melihat sekilas kearah tamu yang duduk didepannya.


"Mana cowo itu?, jangan-jangan dia kabur? Ahhh... baguslah kalo gitu" batin Mela dengan sedikit tersenyum.


"Assalamualaikum" ucap seseorang dari luar membuat semua mata menatap kearah pintu masuk.


"Bang Yogi" ucap Mela yang langsung menghampirinya.


Mela menarik tangan Pratu Yogi supaya mengikutinya keluar, sementara orang tua mereka tersenyum senang dengan kejutan yang direncanakan oleh anak lelakinya.


"Bang Yogi ngapain kemari?" Tanya Mela


"Jadi abang gak boleh kerumah kamu?"


"Bukannya gak boleh, tapi waktunya gak tepat, kan Mela dah bilang hari ini keluarga calon suami Mela mau datang, tuh didalam orang tuanya, anaknya gak ada, mungkin dia kabur"


"Kamu senang kalo calon kamu kabur?"


"Alhamdulliah wasyukurillah"


"Jadi abang udah datang masak gak langsung pulang?, kasih minum dulu napa? Haus nih"


"Ihhh... abang ini ada-ada aja"


"Kalo calon kamu kabur, abang aja yang gantiin gimana?"


"Ini buat kamu" Pratu Yogi menyerahkan satu buket bunga untuk Mela.


"Yok masuk" ucap Pratu Yogi menggenggam tangan Mela menuju rumah.


"Yang ditunggu datang juga, dari mana aja?" Tanya Ayah Pratu Yogi.


"Beli bunga dulu Yah" ucap Yogi.


Pratu Yogi menyalami kedua orang tua Mela, sementara Mela hanya menatap Pratu Yogi penuh tanya.


"Tampan banget anakmu" ucap Ayah Mela


"Iyalah, bapaknya siapa dulu" ucapa Ayah Yogi terkekeh.


"Jangan ditatap terus dong nak, kamu salim dulu calon suami kamu" ucap Bunda Mela tersenyum.


Mela dengan rasa kikuk bercampur tidak percaya dengan yang terjadi didepannya saat ini berusaha melangkah menghampiri Pratu Yogi yang sudah berdiri menghadapnya.

__ADS_1


Mela menyalami tangan Pratu Yogi dengan perasaan campur aduk, jantungnya berdetak sangat kencang, saat menyentuh tangan Pratu Yogi hatinya ikut kacau, entah apa yang terjadi padanya hari ini.


Mereka kembali duduk, kali ini Mela berhadapan langsung dengan Pratu Yogi.


"Kita langsung ke intinya saja ya?" Ucap Ayah Pratu Yogi.


"Kami datang kemari ingin melamar Melati menjadi istri anak kami Yogi Pratama, bagaiman apa Mela apa kamu mau?" Tanya Ayah Pratu Yogi.


"Gimana sayang" tanya Bunda Mela.


Mela menatap bundanya sekejap kemudian tersenyum.


"Iya, mela mau" ucap Mela menatap Pratu Yogi sekilas kemudian menunduk malu.


Orang tua mereka tersenyum senang, akhirnya mereka jadi besan.


Akhirnya, Pratu Yogi menyematkan cincin dijari manis Mela disambut haru oleh kedua orang tua.


Kedua orang tua meninggalkan mereka berdua diruang tamu, sedangkan para orang tua memilih duduk di belakang dekat kolam ikan.


"Abang kenapa jadi ikut-ikut Rani, pake rahasia-rahasian?, sekarang apa Mela juga yang terakhir tau ini?" Ucap Mela.


"Hehehe,,, gak ada yang tau, abang mau kasih kejutan aja"


"Abang berhasil sampe gak bisa bilang apa-apa Mela"


"Ngambek tapi cantik" ucap Pratu Yogi membuat Mela tersipu.


"Jadi dari kapan abang tau?" Tanya Mela kembali.


"Saat Danru baru kerumah kalian sama bang Andi"


"Ouh,,, yang abang telpon Mela itu?"


"Hmmm.."


Pratu Yogi beranjak dari duduknya dan tiba-tiba duduk didekat Mela. Pratu Yogi mengeluarkan Hpnya dan menunjukkan vidio yang dulu direkam oleh Melati saat malam perpisahan mereka.


"Ini?" Ucap Mela.


"Iya, ini buat kamu" jawab Pratu Yogi.


Mela kembali terdiam, Pratu Yogi sangat dekat dengannya saat ini, apalagi penampilannya kali ini sangat tampan dari sebelumnya.

__ADS_1


"Kita photo yok" ajak Pratu Yogi.


Tampa aba-aba, Pratu Yogi langsung menghidupkan kamera diponselnya. Cukup banyak photo yang diambil. Jantung Mela berdetak kencang saat ini. Sulit mengungkapkan rasa dihati Melati mengingat jodoh yang dia harapkan kabur malah menjadi jodoh yang diinginkan.


__ADS_2