Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Menghadapimu Lagi...


__ADS_3

Rani yang sudah ditruk duduk ditengah, dia tidak menyadari siapa yang jadi supir, sementara Pratu Dimas duduk disamping kirinya dekat dengan jendela.


"Gak enak bang ya gak ada bang Yogi?" ucap Rani sambil bersandar menghadap Pratu Dimas.


"Kenapa? tiap hari juga kamu ketemu? kalian pacaran ya?" tanya Pratu Dimas


"Hehehehe.... ada dehhh rahasia." jawab Rani sambil tersenyum.


"Dulu kalian cuman berdua didepan, ngapain aja waktu itu?" tanya Pratu Dimas sambil tersenyum menggoda Rani.


"Gak ngapa-ngapain cuman tidur." jawab Rani.


"Ouh iya abang lupa waktu itu kan kamu kayak zombie?" jawab Pratu Yogi sambil tertawa.


"Hahahah."... Ranipun memilih tidur sambil memeluk beruangnya.


Tiba-tiba truk berhenti, Andi yang dari tadi diam turun dari truk menuju kekiri.


"Pratu Dimas, ambil alih ya?" ucap Andi


Rani sangat terkejut begitu tau orang yang dari tadi disampingnya adalah Andi, dan kini Andi sudah duduk disamping Rani sementara Pratu Dimas menjadi supir. Rani membalikkan badannya kembali kearah Pratu Dimas.


"Kenapa dek, kamu gak mau ngomong sama abang?" ucap Andi.

__ADS_1


Pratu Dimas yang melihat mereka ikut penasaran dengan sikap keduanya.


"Rani itu cinta pertama saya Dim waktu saya tugas ke Aceh. Dulu dia masih SMP, kami masih sering komunikasi bahkan saya sudah ngajak dia nikah sebelum dia kemari." ucap Andi yang menyadari kalo Pratu Dimas memendam banyak pertanyaan.


"Dia selama ini menutupi jati dirinya sama saya, dia berbohong sama kita semua, dia pura-pura gak kenal sama saya, kamu bisa bayangin Dim gimana perasaan kamu digituin sama orang yang kamu sayang, kamu nanti-nantikan untuk bertemu, tapi giliran ketemu dia malah pura-pura gak kenal sama kamu? sakit gak hati kamu?" tanya Andi


Rani dan Andi hanya diam saja karena tidak tau harus bilang apa, Andi seperti meluapkan kekesalannya saat ini. Rani melihat Dimas sekali lalu memilih menutup matanya. Dia tidak mau berdebat lagi karena senua sudah berakhir baginya. Andi hanya masa lalu.


Andi bertambah kesal saat tau Rani mengabaikannya bahkan membelakanginya.


"Kamu lihat Dim, dia bahkan gak merasa bersalah bahkan meminta maaf saja tidak." ucap Andi kembali.


Andi berusaha memancing Rani untuk membantahnya, dengan begitu Rani akan bisa diajak bicara.


"Siap Dan, tapi saya juga bingung mau jawab gimana karena rumit menurut saya." ucap Pratu Dimas


Rani masih menutup matanya tapi dia mendengar sangat jelas pembicaraan mereka.


"Bahkan sekarang dia mengabaikan saya dengan pura-pura tidur, kamu tau Dim kenapa? karena orang salah saat merasa dirinya memang salah dia tidak akan membantah atau mencari pembenaran." ucap Andi kembali tapi rasanya pancingan Andi tampak sia-sia.


Rani sedikitpun tidak menanggapi Andi, Rani masih tetap menutup mata, sampai akhirnya suara Hpnya membuat Rani terpaksa mengangkat. Belum sempat diangkat, Hpnya langsung direbut Andi.


"Hmmm,,, abang bicara dari tadi kamu acuhkan, giliran Yogi yang telpon cepat banget kamu bangun." ucap Andi saat melihat nama Yogi diHp Rani.

__ADS_1


"Bang balikin." pinta Rani.


"Hallo Yogi, bagaimana situasi pos." ucap Andi


Pratu Yogi merasa terkejut saat mendengar suara Danru yang mengangkat panggilannya.


"Gimana dek? kamu mau bicara sama Yogi? kalo kamu masih ngantuk tidur aja lagi seperti tadi." ucap Andi dengan nada mengejek.


"Nih, bicaralah biar abang pegang Hpnya" ucap Andi kembali.


Andi tidak memberikan Hp, dia malah menyalakan pengeras suara.


"Iya bang ini Rani, kenapa bang?" tanya Rani


"Gak ada, abang pikir mau ngobrol sama kamu, kalo kamu tidur ya udah lanjutin aja, udah dulu ya." ucap Pratu Yogi yang merasa tidak enak karena ada Danru disamping Rani.


"Iya bang, nanti kalo udah sampe Rani kabarin ya." jawab Rani.


Telpon berakhir tapi tidak dengan Andi, bukannya mengembalikan Hp Rani, Andi malah membuka Hp Rani mengotak-atik tampa izin dari yang punya. Dimas yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Danrunya bertingkah. Sementara Rani memilih tidak peduli karena percuma saja menurutnya.


"Kenapa abang bertingkah seperti ini? abang lupa saat ini abang pacaran sama Melati temanku, sikap abang seperti ini membuat Rani merasa sedang selingkuh dengan pacar teman sendiri." ucap Rani yang menatap Andi sedang asik melihat isi Hpnya.


Andi tidak mempedulikan Rani kali ini, Andi berniat membalas sikap Rani yang tidak memperdulikanya. Andi mencoba photo selfi dirinya. Dia bermain game sambil tertawa sendiri. Rani yang menyadari Andi sedang membalas sikapnya tadi hanya bisa menarik nafas.

__ADS_1


__ADS_2