Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Hari H....


__ADS_3

**Dear... Reader tercintaa...


Tinggalin jejak ya kalo udah baca,,,


Kasih jempol dan komentarnya selalu ditunggu...


"""Biar aku makin sayang"""


Happy Reading**...


‐--------------------------


Pagi ini suasana berbeda dari sebelumnya. Sebentar lagi Andi akan berangkat kembali kemarkas pusat di Balikpapan. Rani dan teman-temannya sudah berdiri didepan melepas kepulangan mereka.


"Abang pamit ya, jaga diri kalian, kalo perlu apa-apa kalian bisa minta tolong sama anggota disini" ucap Andi menyalami mereka satu persatu.


"Semoga kita cepat bertemu lagi" ucap Andi saat menjabat tangan Rani yang dibalas dengan senyum.


Pratu Yogi dan yang lainnya juga ikut menyalami mereka.


"Jaga diri kalian ya,,, semoga kita bisa ketemu lagi" ucap Pratu Yogi sebelum menjabat tangan dengan mereka.


Diluar dugaan, saat menjabat tangan Melati, Pratu Yogi langsung menarik Mela kepelukannya, semua yang melihat ikut membelalakkan mata tak percaya termasuk Mela.


"Insya Allah, kita akan ketemu lagi, jangan nakal, jangan cepat tergoda sama anggota baru" bisik Pratu Yogi saat memeluk Mela.


Setelah berbisik, Pratu Yogi tersenyum ke arah Mela sambil mengusap kepalanya sebentar. Saat Melati hanyut dalam pelukan Pratu Yogi, tiba-tiba Andi menarik Rani kebelakang truk.


Dengan gerak cepat Andi menarik Rani kepelukannya.


"Jangan nakal ya? Nanti kalo abang telpon kamu angkat, kalo abang gak sibuk abang usahaiin telpon kamu ya..." ucap Andi melepaskan pelukannya dan mencium kening Rani sebentar.


Tindakan mereka ternyata terlihat oleh teman-teman Rani kecuali Melati. Adam menyikut lengan Putra, sementara Putra hanya tersenyum.


"Nanti aku cerita" ucap Putra yang mendapat tatapan aneh dari Adam.


Mereka akhirnya berangkat, tidak ada air mata atau raut kesedihan. Entah mengapa perpisahan mereka terkesan biasa saja. Atau mereka sedang menyimpannya didalam hati.

__ADS_1


Mereka kembali kerumah dengan pikiran masing-masing. Adam dengan apa yang dilihat tadi, Mela dengan pelukan tiba-tiba dari bang Yogi, sementara yang lain malah memikirkan pelukan bang Yogi ke Mela yang sangat mengejutkan.


Hari sudah siang, truk berhenti didepan warung makan biasa.


"Eh, ini yang kemaren sama calon istrinya kan?" Tanya ibu penjaga warung tersenyum.


"Iya buk, Saya Andi" ucap Andi menjulurkan tangannya.


"Hari ini si neng gak ikut?" Tanyanya ibu itu kembali.


"Tidak buk, kami sudah selesai tugas, calin istri saya masih beberapa bulan lagi tugasnya"


"Ouh gitu,,, ibu doain semoga cepat ketemu lagi sama calonnya" ucap Ibu penjaga warung setelah itu berlalu pergi.


Mereka melanjutkan makannya, sementara dirumah dinas, Melati tengah diintrogasi oleh teman-temannya.


"Bener sob, gua juga gak ngerti kenapa tiba-tiba bang Yogi meluk gua" ucap Melati.


"Beberapa hari ini memang bang Yogi agak berbeda sama Melati" ucap Rani.


"Terus lo buk tadi dipeluk...." ucap Adam yang belum selesai langsung dibekap mulutnya oleh Putra.


"Udah ya, kami pulang dulu" ucap Putra menarik tangan Adam.


"Mereka kenapa ya?" Tanya Mela kembali melihat Adam dan Putra tiba-tiba pergi.


"Entahlah, aku mau makan, lapar" ucap Rani berlalu pergi meninggalkan Mela.


Dirumah sebelah, Adam dikejutkan dengan cerita Putra tentang hubungan Andi dan Rani.


"Wahhhh,,, gak nyangka, kalian rahasian ini dari aku" ucap Putra.


"Dewi juga baru kemaren tau, jadi lo tutup tuh mulut rapat-rapat, jangan sampe merusak pertemanan kita, apalagi mereka serumah, bayangin aja kalo ketahuan apa jadinya mereka" ucap Putra.


"Iya, kita juga gak bisa salahin Rani karena Rani memang masih ada hubungan dengan bang Andi sebelum sama Melati" ucap Adam kembali.


"Ya makanya, diam-diam aja" ucap Putra meninggalkan Adam yang masih tampak belum percaya dengan apa yang didengar.

__ADS_1


Dikamar rumah sebelah, para gadis tengah menikmati siang dengan tidur-tiduran. Tiba-tiba Hp milik Melati berbunyi.


"eh,, bang Yogi sms" ucap Mela kepada teman-temannya.


"cepat baca" ucap Dewi


"udah makan dek?"


"pendek amat" ucap Dewi.


"tentara memang gitu, to the point" ucap Rani.


"taulah yang sudah pengalaman" ucap Mela meledek Rani yang diledekin malah menghela nafas kesal.


"eh tunggu, kenapa bang Yogi sms lo gitu? aneh deh" ucap Dewi curiga.


"kan sudah kubilang, beberapa hari ini sikap bang Yogi ke Mela itu berubah, kalian aja gak sadar" ucap Rani.


"iya sih..." ucap Mela.


"loe sih buk, gak peka" ucap Rani.


"tapi kenapa ya? kalo aku mikir dia suka sama aku entar kalian bilang aku kepedean" ucap Mela.


"gak ada yang bilang lo kepedean, kalo aku gak salah nilai, bang Yogi memang sepertinya mau pendekatan sama elo" ucap Rani.


"bukannya bang Yogi suka sama elo?" tanya Mela pada Rani.


"yahhh,,, dia itu udah mundur jauh-jauh hari waktu tau aku dah punya tunangan" ucap Rani.


"ouhhh,,, pantes dia seperti menghindar dari elo" ucap Mela.


"ahhh,,,telat kalian" ucap Rani.


"eh,,,, gimana kami gak telat, lo aja gak kasih tau sama kami, masih ada lagi gak yang elo sembunyiin dari kami?" tanya Mela.


"tau ah... gelap, udah ya, ngantuk" ucap Rani menutup mukanya.

__ADS_1


Rani tidak mau menjawab pertanyaan terakhir temannya itu, karena memang masih ada yang dia rahasiakan dari Mela.


__ADS_2