Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Bertemu Lagi...


__ADS_3

****Haiii... Readers tercinta...


Bab ini aku buatnya tengah malam...


begitu banyak kata yang bermain diotak


author... jadi kalo gak dikeluarin bisa bikin susah tidur...


so... Author tunggu Like, komen and vote nya juga ya,,,


"""""biar aku makin sayang**"""""


--------------------‐-----


Perjalanan panjang akhirnya berakhir diibukota provinsi. Mereka menginap semalam disini sebelum esok paginya akan kembali terbang kedaerah masing-masing. Saat ini mereka tengah berbaring dikamar setelah tadi makan malam bersama diruang bawah.


Tingggg.....ting.....


Rani_


"Hallo, Assalamualaikum"


Andi_


"Walaikumsalam, kamu sudah sampai dek?"


Rani_


"Maaf lupa ngabarin, iya nih udah sampe?"


Andi_


"Kalian nginap dimana?"


Rani_


"Diwisma dinas pendidikan"


Andi_


"Abang bentar lagi sampai, kita ketemu dulu ya?"


Rani_


"Iya"


Andi_


"Nanti abang telpon kalo udah sampai ya"


Rani_


"Iya, eh bang bentar, titip makanan boleh?"


Andi_


"Mau apa?"


Rani_


"Roti aja, takutnya lapar tengah malam"


Andi_


"Itu aja?"


Rani_


"Iya itu aja, ya udah Rani tutup ya?, Assalamualaikum"


Tuttttt....


Sementara didalam mobil Andi tampak mencari alamat yang diberikan Rani padanya. Kali ini Andi tidak datang sendiri, dia mengajak temannya yang dulu menjadi abang angkat Rani sekaligus pacar teman Rani waktu SMP.


"Gimana bang dah dapat?" Tanya Dodik yang masih fokus menyetir.


"Udah, tapi kita mampir ke supermarket dulu, Rani titip roti" ucap Andi.


"Oke"


Setelah membeli roti, mereka akhirnya sampai juga didepan gedung yang dituju.


"Selamat malam pak" sapa Andi pada satpam yang berjaga didepan.


"Malam pak, ada yang bisa dibantu?" Tanya pak satpam kembali.


"Saya mau ketemu tunangan saya yang baru datang dari daerah perbatasan" ucap Andi.


"Dengan nama siapa pak?" Tanya pak satpam kembali

__ADS_1


"Rani pak" jawab Andi.


"Boleh saya minta KTPnya?" Ucap pak satpam


Andipun menyerahkan KTAnya.


"Ouhh... dari yonif Raxxxx ya?" Tanya pak satpam begitu melihat KTA Andi.


"Iya pak"


"Sebentar saya hubungi dulu" ucap pak satpam yang terlihat menelpon seseorang.


Para gadis yang tengah asik berbincang dikamar dikejutkan dengan suara telpon kamar berbunyi.


Mela_


"Hallo"


Pak satpam_


"Saya satpam dibawah, ibu Raninya ada?"


Mela_


"Sebentar pak"


Melatipun memberikan telponnya ke Rani.


Rani_


"Iya pak, saya Rani"


Pak satpam_


"Ini buk, dibawah ada tamu ibu namanya Andi katanya tunangan ibu"


Rani_


"Oh iya pak, sebentar saya turun, terima kasih pak"


Tutttt....


"Kenapa buk?" Tanya Mela


"Tadi aku pesan Roti, bentar ya aku ambil dulu" ucap Rani langsung pergi.


"Cepat banget sampenya?" Ucap Rani membuat mereka menoleh dan tersenyum.


Mereka saling berjabat tangan, dan tampa Rani duga, Andi langsung memeluknya.


"Abang kangen kamu" ucap Andi sambil melepas pelukannya.


"Wah... saya jadi obat nyamuk nih" ucap Dodik kemudian memecahkan suasana.


"Hehehe... sampe lupa, dek kamu masih ingat sama abang ini kan?" Tanya Andi.


"Hmmm,,, dari bentuk mata dan senyumnya sih seperti bang Dodik ya?" Ucap Rani ragu.


"Kamu tuh ya, segitu hafalnya sama bang Dodik" ucap Andi kesal yang diketawain oleh Dodik.


"Iyalah, dia aja dulu sempat ngirim aku kartu lebaran, emang abang gak pernah kirim apa-apa, katanya sayang tapi melayang" balas Rani.


"Udah, kalian ini masih aja ngungkit masa lalu, gimana kamu dek, sehat?" Tanya Dodik.


"Alhamdulillah bang, kok gak ngajak istri?" Tanya Rani.


"Susah, ada anak kecil, yang penting abang dah jumpa sama kamu, nanti kalo kamu udah nikah abang kenalin sama istri abang, makanya kalian cepat nikah, sayang tuh Andi dapat predikat jomblo terus" ucap Dodik.


"Kita lihat nanti bang, semua sudah ada yang ngatur" ucap Rani.


"Dek, gak bisa ya kalo kamu gak ikut pulang? Ijin aja gitu gimana?" Tanya Andi.


"Gak bisa bang, kami tanggungan pemerintah sekarang, pulang pergi sudah diatur jadi memang gak bisa pake alasan apa-apa" ucap Rani memberi pengertian.


"Kamu cepatin aja ikut pelatihannya gimana?" Tanya Andi.


"Gak bisa gitu abang sayang, semua ada prosedurnya" ucap Rani.


"Jadi nanti dimana pelatihanya dek?" Tanya Dodik.


"Belum tau bang, nanti kampusnya ditetapkan juga sama panitia" ucap Rani.


"Kalian pasangan aneh, jumpa sebentar, pisah, jumpa lagi sebentar, pisah, ini jumpa lagi sebentar terus besok dah pisah lagi, aduhhhh" ucap Dodik tertawa.


"Hehehe... iya juga bang ya?" Ucap Rani tertawa.


Andi yang dari tadi memegang tanga Rani sesekali dia mengabadikan momen itu diHpnya.


"Gak panas tuh tangan dipegang terus?" Tanya Dodik.

__ADS_1


"Iya nih, lepasin kenapa bang?" Ucap Rani.


"Biarin aja sayang, kapan lagi, besok kita dah pisah, entah kapan bisa jumpa lagi" ucap Andi.


Disaat asik berbincang, karena menunggu Rani yang belum juga kembali, Mela dan Dewi ikut menyusul kebawah. Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Andi ada disana.


"Rani..." panggil Mela


Rani langsung menarik tangannya.


"Eh kalian" ucap Rani gelagapan.


"Mereka teman kamu dek" tanya Dodik.


"Iya bang, tapi lain daerah" ucap Rani.


Rani pun mengenalkan Dodik pada mereka.


"Jadi ini tunangan lo buk?" Tanya Mela yang membuat semua orang terkejut.


Rani yang ditanya pun gelagapan.


"Hehehe... kenapa kurang ganteng ya?" Tanya Dodik mengisyaratkan kalo dia memang tunangan Rani.


"Enggak kok bang, abang cukup manis" ucap Mela.


"Terima kasih" ucap Dodik tersenyum.


"Ya udah kami balik kamar ya?" Ucap Mela


"Iya" jawab Rani.


Sepeninggalan Mela dan dewi, Rani menarik nafasnya.


"Hampir aja" ucap Rani menghela nafasnya.


"Dia belum tau?" Tanya Dodik


"Belum, abang kok tau?" Selidik Rani.


"Abang yang bilang" ucap Andi kembali menggenggam tangan Rani.


"Cincinya dipake terus ya?" Pinta Andi


" iya"


Sudah jam 10 malam, mereka akhirnya pamit. Rani ikut mengantar sampai kedepan.


"Besok abang ikut kebandara ya?" Ucap Andi


"Jangan, nanti ada yang lihat" jawab Rani


"Tenang, abang tau caranya" ucap Andi kembali.


"Ya udah terserah abang aja" jawab Rani.


Saat hendak naik ke mobil, Andi kembali menghampiri Rani dan langsung memeluknya kembali. Tidak lama setelah itu sebuah ciuman juga mendarat dikeningnya.


Rani mematung kaget dengan yang Andi lakukan karena disana juga ada pak satpam.


"Maaf pak, belum siap pisah nih" ucap Andi tersenyum.


"Iya, tidak apa-apa, saya ngerti" ucap Pak satpam tersenyum.


Setelah beberapa saat, Rani kembali masuk kekamar, dan ternyata kedua temannya belum juga tidur.


"Ada yang mau roti?" Ucap Rani.


"Yang dibeliin roti sama yayang..." ucap Dewi.


"Kepala lo peyang" ucap Mela.


"Eh, Ran, tunangan lo manis juga ya?" Ucap Mela.


"Nih coklat manis" jawab Rani


"Tapi kok dia gak duduk dekat lo sih buk? Ini malah bang Andi yang duduk disamping lo" ucap Mela penasaran.


Rani yang mendapat pertanyaan diluar dugaan melirik kearah Dewi sekilas.


"Memang harus ya? Ada peraturan resmi gitu?" Ucap Rani


"Ya elah... kan apa tuh namanya, aku juga lupa. Seharusny menurut aku nih, dia disamping lo bukan didepan lo" ucap Mela.


"Klo didepan lebih puas dia lihat gue yang cantik berseri bagai bulang purnama" ucap Rani penuh gaya.


"Udah ah, kita tidur yok, besok perjalanan panjang" ucap Dewi yang diangguki oleh yang lainnya.


Akhirnya mereka terlelap dengan mimpi masing-masing...

__ADS_1


__ADS_2