Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
S2...8


__ADS_3

Hai....Readers tercinta ❤❤❤❤❤


Semoga tetap suka yah sama cerita aku...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian jika sudah membaca, cuma itu yang bikin Author yang gak jelas ini semangat nulis.


Komen kalian selalu kutunggu dengan setia, kalo kalian ada saran dan kritik, Author yang gak jelas ini selalu menerima dengan mata terbuka.


So, komen yang banyak...


Like yang banyak...


Vote yang banyak, kalo kalian berkenan...


Thank quuu... Readers...❤❤❤


---------------------------


Malam hari dikediaman Rani...


Seperti biasa setelah makan malam, keluarga berkumpul sambil menonton tv atau sesekali terlibat obrolan ringan, berbeda dari biasanya, malam ini keluarga tersebut tengah terlibat obrolan serius.


"Jadi kapan pastinya mau kemari?" Tanya Ibu.


"Belum tau bu, nanti dikabari lagi." Jawab Rani.


"Jangan sampai pergi seperti kemarin, kita gak ada persiapan."


"Iya, udah Rani bilang, katanya 2 hari sebelum pergi akan dikabarin."


"Mas kawinnya gimana? Udah ditanya?"


"Rani bilang 50 gram emas."


"Kenapa banya sekali, 30 gram aja, malu minta banyak-banyak, lain kita orang kaya boleh minta segitu."


"Dianya aja gak protes bu."


"Dia memang gak protes, tapi orang tuanya pasti mikir kenapa kamu mintanya segitu."


"Jadi gimana?"


"Nanti bilang sama dia, gak usah 50, 30 aja."


"40 ya bu?"


"Terserah kamu aja lah, tapi jangan 50."


"Iya, nanti Rani bilang."


"Nanti kalo memang jadi, kita undang beberapa kerabat dekat aja, jangan terlalu banyak." Ucap Ayah yang dari tadi diam.


"Iya, acara kecil-kecilan aja."


Orang tua masih berdiskusi tentang acara lamaran anak mereka, sedangkan sang anak sudah berlalu ke kamarnya.


📩 Rani


"Bang, ibu bilang mas kawinnya gak usah 50, 40 aja, terus pastinya kapan kemari?"


Sesaat kemudian, BM langsung menelponnya.


Tinggg....


Rani_


"Hallo, assalamualaikum?"


BM_


"Walaikumsalam, kenapa dek?"


Rani_


"Ibu bilang kebanyakan segitu, jadi disuruh kurangi."


BM_


"Hahahaha...padahal mama abang juga bilang gitu sama abang, tapi belum sempat bilang ke adk, jadi udah oke nih 40? Atau mau turun lagi?"


Rani_

__ADS_1


"Yeee...enak disitu gak enak disini. Kenapa gak sekalian aja seperangkat alat shalat?"


BM_


"Boleh juga tuh kalo adk mau?"


Rani_


"Maunya abang ya?"


BM_


"Ya gak lah, ngapain nih malam minggu?"


Rani_


"Gak ada, seperti biasa dirumah aja, kemana mau pergi malam-malam, abang sendiri?"


BM_


"Abang dirumah, palingan ngopi bentar lagi, mau ngajak adk juga jauh, gimana ya?"


Rani_


"Ya gak gimana-gimana."


BM_


"Udah makan?"


Rani_


"Udah, makan kan untuk hidup."


BM_


"Tumben benar."


Rani_


"Heheheh..."


BM_


Rani_


"Oke, assalamualaikum."


BM_


"Walaikumsalam."


Tuttttttt...


"Mas kawin selesai, sekarang bang Andi." Gumam Rani.


Rani mengirim pesan kepada Andi.


📩 Rani


"Minggu depan Rani mau dilamar."


Sudah satu jam setelah pesan itu dikirim tapi belum mendapat respon dari Andi. Hingga akhirnya Rani memilih tidur.


Keesokan paginya....


Hari minggu bagi Rani sama seperti hari-hari lainnya, tidak ada hal yang istimewa karena dia lebih suka menghabiskan waktunya dirumah. Sampai siang menjelang, Rani kembali menikmati tidur siangnya.


Tingggg....


Dering ponselnya berbunyi.


Rani_


"Hallo, assalamualaikum."


Andi_


"Walaikumsalam, benar kah dek yang kamu sms tadi malam?"


Rani_

__ADS_1


"Iya."


Andi_


"Abang gak nyangka, semua pacar abang nikah duluan, abang pikir kamu mau tunggu abang."


Rani_


"Adk kan udah bilang ke abang, jemput adk, bila perlu kita ketemu ditengah-tengah, tapi abang gak mau."


Andi_


"Bukan gak mau dek, tapi abang belum bisa sekarang."


Rani_


"Adk gak bisa bilang apa-apa lagi kalo gitu, padahal kalo abang mau jemput, sekarang juga adk ikut abang."


Andi_


"Jadi adk mau nikah sama laki-laki itu? Adk cinta sama dia? Terus perasaan adk sama abang selama ini gimana?"


Rani_


"Cinta bisa lahir karena terbiasa, adk gak bisa bilang apa-apa, tapi setidaknya adk telah mengambil keputusan yang Insya Allah terbaik untuk hidup adk kelak."


Andi_


"Kalo itu keputusan kamu, abang gak bisa buat apa-apa, abang harap kamu bahagia, dan abang tunggu kamu janda."


Rani_


"Semoga abang juga bahagia, bisa bertemu dengan gadis yang lebih baik dari adk."


Andi_


"Tidak ada yang seperti kamu, adk cinta pertama abang."


Rani_


"Tapi sepertinya cinta abang tidak membuat abang nekat kemari untuk melamar adk."


Andi_


"Itulah kesalahan abang, karena abang gak bisa kesana sekarang."


Rani_


"Maafin adk, karena adk gak bisa nunggu abang."


Andi_


"Ya sudah kalo gitu, semoga kamu bahagia, abang tetap sayang kamu.


Rani_


"Makasih, semoga abang bahagia. Assalamualaikum."


Andi_


"Walaikumsalam."


Tuttttttt.....


 


Hari H...


Semua kerabat dekat sudah berdatangan kerumah, Rani juga sudah siap. Mendadak dilamar membuat semua kerabat terkejut, apalagi Rani selama ini jarang keluar rumah, apalagi calon suaminya ternyata orang jauh. Semua kerabat ikut bertanya dimana mereka bertemu.


Rani berbohong pada semuanya dengan mengatakan kalau mereka bertemu dikenalkan teman, tidak mungkin bilang ke mereka kalau bertemu di Facebook. Tapi, mengingat Fb sendiri adalah ajang pertemanan, jadi Rani tidak bisa dibilang bohong, karena pertemanan Facebooklah yang membuat mereka saling kenal.


Keluarga BM akhirnya tiba. Ibu Rani yang dari tadi gelisah, jarak tempuh sekitar 6 jam, tentu akan membuat pikiran seorang ibu yang sensitif berpikir macam-macam. Beberapa kali ibunya meminta Rani untuk mengghubungi BM sekedar bertanya sudah sampai mana.


Begitu mereka tiba, ada rasa lega diwajah ibu Rani. Dan acara lamaranpun terjadi. Jangan harap suasanya seperti di sinetron karena ini justru sebaliknya. Lamaran terjadi antara dua keluarga, BM hadir disana. Sementara Rani malah didapur. Tidak ada pemasangan cincin dari calon suami ke jari manis calon istri, karena disini, cincin dari keluarga calon suami hanya diserahkan ke keluarga calon istri.


Rani baru keluar saat keluarga BM mau pamit pulang, saat itulah dia bersalaman dengan calon bapak dan ibu mertua, calon kakak ipar dan suaminya, serta BM. "Hahahah." Rasanya ingin tertawa keras dengan semua kejadian ini. Pada akhirnya, lamaran selesai dengan tenggat waktu setahun kemudian baru menikah, disertai perjanjian jika suatu hari pertunangan ini batal, maka, cincin tunangan ini dikembalikan.


Saat itu, yang ada dipikiran Rani adalah, dia sendiri yang akan membatalkan pertunangannya karena masih berharap sama Andi.


Sekarang Rani resmi menjadi tunangan Masriz. Lelaki yang tampa sengaja ditemui di Facebook. Lelaki yang Rani anggap pelarian saat sosok Andi menghilang. Lelaki yang diabaikan sesuka hati dan sekarang malah menjadi tunangannya, dan setahun kemudian entah apa yang akan Rani lakukan untuk membuat pertunangan ini putus.

__ADS_1


Dengan sifatnya yang moody, tentu saja lelaki yang menghadapinya harus ekstra sabar. Dan Rani tentu akan melihat sejauh mana kesabaran seorang BM untuk menghadapinya.


__ADS_2