Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Jodoh Mereka...


__ADS_3

Setelah makan malam kedua keluarga kembali membahas kelanjutan hubungan Mela dan Pratu Yogi.


"Menurut aku, kita gak perlu buat acara tunangan lagi, bagaimana kalo kita langsung tentuin tanggal pernikahan?" Ucap Ayah Yogi.


"Iya langsung nikah aja, kalo tanggalnya tanyakan sama Yogi kapan dia bisa cuti? Kalo Mela memang lagi gak ada kegiatan sekarang" ucap Ayah Mela.


"Yogi harus bawa Mela menghadap dulu ke bataliyon Yah" ucap Pratu Yogi.


"Jadi kapan mau berangkat?" Tanya Ayah Mela.


"Rencana lusa Yah, karena Yogi kemaren ijin 3 hari" ucap Pratu Yogi.


"Ya sudah, Mela besok siap-siap, lusa udah harus berangkat" ucap Ayah Mela.


"Iya Yah" ucap Mela singkat.


Akhirnya mereka sepakat bulan depan akan melaksanakan pernikahan untuk Pratu Yogi dan Melati.


Melati lebih banyak diam, karena semuanya terjadi begitu tiba-tiba dan yang tidak disangka olehnya adalah calon suaminya orang yang selama ini didekatnya, menelponnya, bahkan mengirimkan pesan untuknnya. Sungguh ini diluar dugaan.


"Abang pulang dulu ya, besok siap-siap, nanti abang kabari lagi kalo ada apa-apa" ucap Pratu Yogi berjalan paling belakang, sambil menggenggam tangan Mela.


"Iya" jawab Mela singka.


"Udah yok, nanti lanjut lagi ngobrolnya kalo udah nikah" ucap Ayah Pratu Yogi.


Mela kemudian mencium tangan kedua calon mertuanya dan tidak lupa pula calon suaminya.


Setelah kepulangan mereka, Mela yang dari tadi sudah tidak tahan ingin cerita ke teman-temannya langsung masuk kekamar.


Orang pertama yang dia hubungi adalah Rani, tapi yang keluar dilayar "menunggu".


"Ahhh.... pasti lagi telponan sama bang Andi" gumam Mela. Kemudian menelpon Dewi dan lagi-lagi "menunggu".


"Ihhh.... yang ini juga pasti lagi sama Akhi Mesir" gumam Mela kembali.


Mela merebahkan tubuhnya diranjang sambil memejamkan mata sejenak sambil kembali membayangkan Pratu Yogi yang sangat tampan tadi. Tampa disadari Bundanya memerhatikan dari balik pintu.


Tok....tok....


"Bunda boleh masuk" ucap Bunda.


"Eh, masuk aja Bun, ngapain pake ijin"


"Bunda perhatikan dari tadi kamu agak diam, kenapa?"

__ADS_1


"Gara-gara Bunda nih, kenapa gak bilang kalo bang Yogi itu calon Mela"


"Bunda kan gak kenal juga nak, baru ini Bunda lihat, kalo ngobrol cuman beberapa kali aja lewat telpon"


"Makasih ya Bun"


"Lho kenapa bilang makasih?"


"Makasih aja karena udah pilihin lelaki terbaik untuk Mela, Mela senang Bun"


"Iya, Kami juga senang kalo anak kami bahagia, tapi gak lama lagi kamu bakal jauh lagi dari kami"


"Ihhh... jangan ngomong gitu, Mela jadi sedih, kemaren Mela setahun didaerah orang bunda biasa aja"


"Itukan lain, ini kamu akan ikut suami seumur hidup, jadi beda rasanya, udah ah, kamu istirahat, Bunda juga mau istirahat dulu ya"


"Siap Bun"


"Taulah yang mau jadi istri tentara"


"Hehehe"


Malam itupun berlalu dengan rasa yang bercampur aduk dihati Mela.


------------------


Rani_


"Hallo, Assalamualaikum, kenapa Mel semalam telpon?"


Mela_


"Ah,,, elo pada capek ku telpon semuanya menunggu, eh... tumben cepet bangun lo buk, ah gak penting, ada yang lebih penting nih, loe tau siapa cowo yang dijodohin sama gue,,,, ternyata oh ternyata bang Yogi"


Rani_


"Whattt... dunia sempit banget ya? Wuihhh... seneng dong lo akhirnya tuh jodoh dapat yang cakep"


Mela_


"Bukan senang lagi, perasaan gue campur aduk, dah dia kemaren ganteng banget lagi, nih gue salam dia aja sampe mau copot nih jantung, gue bahagia banget nih buk sekarang, oh ya besok gue ke Balikpapan mau nikah kantor dulu, bulan depan baru nikah negara.


Rani_


"Selamat ya,,, aku seneng dengarnya, semoga lancar sampai hari H.

__ADS_1


Mela_


"Lo kapan buk? Cepetan nyusul biar gue ada kawan disana"


Rani_


"Gue belum tau lagi nih, ortu dirumah juga belum gue kasih tau, nantilah aku pikir-pikir dulu"


Mela_


"Ah... banyakin mikirnya lo buk, nanti bang Andi diambil orang baru lo nyesel"


Rani_


"Berarti bukan jodoh gue, gampang kan?, udah hubungin Dewi?"


Mela_


"Tadi malam dia lagi ngobrol ma Akhinya deh, jadi entar lagi mungkin aku telpon, aku juga mau beres-beres buat besok berangkat, nanti kalo aku jumpa bang Andi aku salamin ya?"


Rani_


"Hehehehe... terserah engkau sajalah, ya udah aku tutup ya, mau makan dulu"


Mela_


"Oke...."


Tutttttttt....


Setelah mengakhiri percakapan dengan Mela, Rani sejenak berpikir akan hubungannya dengan Andi. Dia kembali melihat cincin yang tersemat dijari manisnya.


"Seperti apa akhir hubungan kita?" Gumam Rani.


______________


**Dear Readers...


Author gak minta macam- macam


cuman minta 2 macam...


like dan komen


biar Author tambah semangat nulisnya...

__ADS_1


di kotaku lagi hujan badai jadi kami gak bisa kemana-mana, letaknya juga dipesisir pantai


jadi nulis aja kerjanya dirumah**...


__ADS_2