Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Perdebatan Bersyarat...


__ADS_3

Akhirnya sidang yang ditunggu-tunggu datang juga. Hari penentuan untuk mempertanggung jawabkan apa yang selama ini ditulis.



Untuk hari sepenting ini Rani sudah ditemani sama kawan-kawannya yang setia menyemangati. Setengah hari berlalu, sidangpun berakhir dan yudisiumnya akan diselenggarakan besok pagi. Setelah mekan siang bersama kawan-kawannya, Rani kembali kerumahnya dengan perasaan lega, mengingat apa yang terjadi diruang sidang membuatnya senyum-senyum sendiri. Bagaimana tidak, biasanya disidang penguji akan jadi sangat killer tapi untuk Rani semua jadi kebalikan.


Rani yang susah mengendalikan emosi ditambah dengan suasana sidang yang horror membuat dia lost control, sehingga baru ditanya satu pertanyaan dia sudah melotot dan seperti mau berperang dengan dosennya. Beruntung sang dosen tidak jantungan melihat Rani dengan mata melotot kepadanya serasa bagai harimau meu menerkam mangsa.


Setelah sampai dirumah, Rani merebahkan badannya untuk merengganggkan syaraf-syaraf sehabis pertempuram diruang sidang tadi. tidak lama hpnya berbunyi.


Andi_


"Assalamualaikum...ngapain dek?"


Rani_


"Walaikumsalam... baru pulang bang, hari ini sidang skripsi, maaf tadi gak sempat kabari abang."


Andi_


"Iya gak papa, jd gimana sidangnya?"


Rani_


"Alhamdulillah lancar, besok pengumumannya."


Andi_


"Wisudanya kapan?"

__ADS_1


Rani_


"Belum tau lagi, mungkin bulan april tahun depan, tapi ijazah dah bisa ambil bulan depan."


Andi_


"Gak usah tunggu wisuda, kamu ambil ijazah aja nanti lamar kerja disini biar abang cariin kerka disini."


Rani_


"Yachhh... Rani kan udah bilang gak mau kesana kalo gal abg jemput."


Andi_


"Gak apa-apa kamu kesini dulu biar urus syarat-syaratnya dulu disini, disini nanti banyak tes yang harus kamu jalani tes kesehatan sampe tes keperawanan."


Rani_


Andi_


"Iya, tes itu untuk mengecek masih perawan atau tidak, tapi kalo abg bilang sama dokternya kalo udah abg coblos duluan kamu gak dites lagi."


Rani_


"Hahhh... gitu ya? terus kalo laki-laki dites juga gak? masih perjaka atau tidak?, gak adil donk masak perempuannya aja yang dites laki-lakinya gak. Rani sih oke-oke aja karena Rani masih, nah sekarang abang masih perjaka gak? itu yang penting, Rani gak mau dapat bekas orang."


Andi_


"Syaratnya memang perempuan aja dek, lakinya gak."

__ADS_1


Rani_


"Gak mau kalo giti, enak aja. tapi jujur abang masih perjaka apa tidak?"


Andi_


"Hahahah... kamu aneh, ya masihlah, kalopun tidak emang bisa dibedain?"


Rani_


"Ya bisalah kita kerumah sakit periksa sama dokter, hahahhaha....."


Andi_


"Hahahaha...kamu aneh dek... aduhhhh... susah jg ngomong sama kamu. ya udah kamu istirahat jaga punya abg baik-baik."


Rani_


"Makanya,,, jangan macam-macam, ratu debat jangan diajak berdebat jangankan kalah seimbang pun gak mau."


Andi_


"Udah ya, abg mau apel siang dulu, assalamualikum."


Rani_


"Walaikumsalam."


"Persyaratan kok aneh, dia mau kita sempurna, dia sendiri belum tentu sempurna." gumam Rani

__ADS_1


Yudisium sudah selesai dan pesertanya lulus semua, Rani mendapat nilai sangat memuaskan dan suara riuh digedung aula kampus sangat menggema dimana mereka merayakan kelulusannya hasil dari perjuangan beberapa bulan terakhir, terbayar sudah semua rasa lelah kemarin.


Bulan depan tepat akhir tahun 2010 mereka akan mendapat ijazahnya dan bulan April 2011 mereka akan melaksanakan wisuda. Tidak menunggu sampai wisuda, Rani yang sudah mendapatkan ijazah sudah mulai mencoba mencari sekolah untuk menjadi tenaga honorer.


__ADS_2