Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Hati yang Lain...


__ADS_3

Mereka kembali jam 9 malam setelah makan dan keliling sebentar. Saat semuanya sudah ke barak masing-masing. Rani yang dari tadi pikirannya kacau dari tadi seolah tenggelam dalam pikirannya sendiri. Tiba-tiba Rani kaget waktu tangannya ada yang menarik dari belakang.


"Eh... kenapa bang?" tanya Rani


"Dari tadi abang panggil kamu gak nyahut jadi abang tarik tangan kamu, maaf ya?" jawab Pratu Yogi


"Ouhh,,, ada apa abg panggil Rani? tanya Rani kembali


"Emm,,, ada yang mau abg omongin, duduk sini dulu yok, bentar aja baru jam 9." pinta Pratu Yogi


"Yaa udah,,, mau ngomong apa? kok serius banget?" jawab Rani sambil duduk didekat barak.


"Yang dibilang Dimas tadi benar, abang memang lagi dekatin kamu, abang suka sama kamu, sifat kamu apa adanya gak jaim itu yang bikin abang pengen dekat kamu, mau jadi calon istri abang? ya memang gak sekarang sih karena abg juga harus pendidikan lagi biar cepat naik pangkat, kamu juga masih terikat tugas kan?" Pratu Yogi menjelaskan maksudnya panjang lebar.

__ADS_1


"Rani belum tau bang, Rani bingung mau jawab apa." jawab Rani kembali. Saat hatinya sekarang hancur bagaimana dia bisa menjalin hati dengan yang lain.


"Kamu pikir aja dulu dek, gak usah buru-buru juga, abang gak maksa kamu jawab sekarang kok, ya penting abang sudah mengutarakan isi hati abang, ya sudah kamu masuk gih, tidur besok pagi-pagi kita belanja terus langsung balik sampai disana mungkin malam." jawa Pratu Yogi sambil berdiri.


Rani kembali masuk kedalam barak, malam ini rasanya ingin sekali teriak tapi tak sanggup, sesaat mau merebahkan badan hp milik Melati berbunyi.


"Eitssss,,, siapa tu kok tumben ada yang call? jangan bilang itu Danru?" tanya Dewi


"Hehehe... iya, bentar ya gue keluar mau ngomong dulu sama big boss." jawab Melati


"Sejak kapan dia jadian sama bang Andi kok kita gak tau ya?" tanya Dewi


"Gak taulah Wi,, tidur terus udah malam ini besok kita mesti bangun pagi-pagi." jawab Rani yang merasa malas membahas tentang Andi.

__ADS_1


"Eh... bentar deh kamu kok jadi lain sih? ada apa? emang benar kalo Pratu Yogi nembak kamu?" selidik Dewi yang merasa penasaran.


"Iya barusan dia nembak, tapi aku belum ngasih jawaban, bingung mau jawab apa, udahlah Wi aku mau tidur capek banget nih badan." Rani mengakhiri jawabannya karena memang raganya dan hatinya malam ini benar-benar hancur.


Azan subuh telah berkumandang, Rani yang belum tidur dari semalam merasa berat untuk keluar, tapi Putra dan Adam sudah memanggil mereka untuk bersiap karena setelah subuh mereka langsung belanja.


Rani yang sudah siap langsung keluar, kawan-kawannya begitu kaget saat melihat muka Rani yang pucat seperti zombie.


"Eh,,, buk kenapa lo?" tanya Adam


"Biasa aja lihatnya, gak tidur nih dari semalam, gak lihat apa dah kayak zombie gini." jawab Rani dengan sempoyongan


"Lo habis nangis ya? kok mata lo bengkak?" tanya Adam kembali

__ADS_1


"Gak kenapa-kenapa Adammmm, yok ah nanti telat sampai kampung." jawab Rani sambil berlalu menuju truk.


Pratu Yogi yang sudah siap ditruknya juga ikut memperhatikan Rani yang tampak pucat, melihat Rani yang tidak seperti biasanya dan terkesan malas bicara membuat Pratu Yogi enggan bertanya.


__ADS_2