
Jam 12 siang...
"Kenapa abang mengoles madu?" tanya Putra
"Bibirnya kering banget, madu juga bagus buat demam, ini madu asli dari hutan disini." jawab Pratu Yogi.
"Abang suka sama Rani?" tanya Putra Kembali
"Kalo iya kenapa? apa kamu juga menyukainya?" jawab Pratu Yogi
"Enggak lah, kami ini satu daerah jadi saya berasa sodara sama dia harus saling menjaga karena kami akan pulang kedaerah kami lagi." jawab Putra.
"Saya memang suka sama dia, sayang sama dia bahkan saya sudah mengungkapkan perasaan sama dia, tapi sepertinya hati Rani sudah ada yang mengisi." jawab Pratu Yogi.
"Dia sudah ngasih jawaban bang?" tanya Putra
"Belum, saya tidak mau memaksa, biarkan seperti ini aja, saya hanya bisa kasih perhatian seperti ini sebagai bentuk rasa sayang saya sama dia." jawab Pratu Yogi sambil meghela nafas.
Merasa ada yang manis dimulutnya, Rani menggeliat pelan badannya yang lemah sambil mencoba membuka matanya pelan-pelan. Bibirnya terus mengecap manis madu seperti bayi. Pratu Yogi dan Putra pun tersenyum melihat tingkahnya.
"Selamat siang putri tidur." ucap Pratu Yogi sambil mengambil handuk dikepala Rani.
"Jam berapa bang?" tanya Rani
"Jam 12 siang, gimana udah enakan?" tanya Pratu Yogi?
"Kok abang sama Putra disini?" Rani balik tanya melihat dua laki-laki dikamarnya sambil berusaha bangun.
__ADS_1
"Kami jagain lo, yang lain dah kesekolah." jawab Putra.
Rani yang terus berusaha bangun tiba-tiba Pratu yogi menahannya.
"Mau kemana?" tanya Pratu Yogi
"Mau kekamar mandi bang." jawab Rani sambil berusaha bangun.
"Sini pegang lengan abang, Putra bantuin sebelah sana." pinta Pratu Yogi
"Gak papa bang, Rani sanggup kok." jawab Rani pelan
Rani tidak bisa menolak karena saat bangun badannya merasa sangat lemah, akhirnya mau tidak mau harus dipapah sama Pratu Yogi dan putra.
"Airnya dingin banget, Putra minta air hangat boleh?" pinta Rani
"Iya bang." jawab Rani singkat.
Selesai dikamar mandi Rani kembali dipapah kekamar, dia berniat mengganti bajunya tapi dia bingung harus bilang gimana.
"Dek, baju kamu yang mana? tanya Pratu Yogi yang membuat mereka kaget.
"Kok diam? kamu harus ganti baju." ucap Pratu Yogi kembali
"Yang itu bang." jawab Rani singkat
Rani dan Putra sangat terkejut melihat apa yang diambil oleh Pratu Yogi. Sepasang baju serta dalamannya.
__ADS_1
"Ini punya kamu kan? pake sekarang kami keluar dulu." perintah Pratu Yogi tampa rasa canggung sedikitpun.
Merekapun keluar kamar menunggu Rani mengganti pakaiannya. Pratu Yogi kembali kedapur menyiapkan bubur untuk Rani. Putra yang melihat merasa takjub atas apa yang dilakukan Pratu Yogi.
Beberapa menit kemudian...
Tok...tok...tok...
"Dek udah siap?" tanya Pratu Yogi
"Udah bang." jawab Rani dari dalam
Mereka kembali masuk kekamar Rani, Putra dari tadi hanya melihat apa yang Pratu Yogi lakukan.
"Ini abang buat bubur, makan ya?" ucap Pratu Yogi
Rani tidak berpikir kalo Pratu Yogi akan menyuapinya, Putra yang melihatpun tidak kalah kaget. Rani melihat kearah Putra sementara yang dilihat hanya tersenyum geleng-geleng kepala.
Tampa sepengetahuan Rani dan Pratu Yogi, Putra diam-diam merekam semua yang dilakukan Pratu Yogi. Dari Rani yang belum sadar sampai sekarang saat Rani lagi disuapin.
"Jadi pengen punya pacarrrr..." rengek Putra sambil memeluk guling.
"Jangan pacaran kalo udah siap nikahin aja biar enak mau ngapain aja dah halal, daripada gini dekat tapi gak bisa diapain." ucap Pratu Yogi yang membuat Putra tertawa.
"Udah bang ya, Rani udah kenyang." ucap Rani
"Baru setengah dek, kamu makan yang banyak dikit kenapa biar badanmu gak kurus gini." ucap Pratu Yogi
__ADS_1
"Dia kebanyakan makan hati bang makanya kurus terus badannya, entah apa yang dipikirin." seloroh Putra.