
Seminggu berlalu setelah terakhir kali Andi berbicara dengan ayah Rani. Tidak ada kelanjutan setelahnya. Andi tidak memberi kabar apapun begitu juga dengan Rani yang tidak bertanya apapun pada Andi.
Rani adalah gadis yang memegang teguh pendiriannya. Prinsipnya seakan menjadi hukuman mutlak untuk dirinya sendiri. Hidupnya jauh dari kata masalah atau membangkang pada hal-hal yang dia anggap sesuai dengan logikanya.
Bagi Rani logikanya lebih utama dari pada perasaannya, hal itu pula yang membuatnya dari dulu beranggapan kalau seorang pria sangat mencintai wanitanya maka pria tersebut akan memperjuangkan sekuat tenaga.
Ada beberapa temannya yang menikah dengan tentara yang dulu bertugas didaerahnya. Sang tentara datang melamar kerumah sigadis secara baik-baik sampai akhirnya si gadis dibawa kedaerah tugas suaminya.
Salah satu teman kuliah Rani dulu malah rumahnya sangat jauh dari kota, jika masa konflik dulu desanya selalu jadi ajang pertempuran antara tentara dan para gerilyawan. Tapi karena cinta yang besar dari si tentara yang sedia menunggunya sampai dia selesai kuliah. Sampai tiba waktunya, sang tentara datang menjemput sigadis didesanya dengan sedikit was-was tentunya.
Begitulah perjuangan sang tentara demi pujaan hati yang telah ditunggu sejak lama. Itu juga yang Rani inginkan, Andi datang bertemu dengan keluarganya tampa rasa takut atau khawatir karena letak rumah Rani yang berada dikota dengan keadaan yang cukup ramai.
Tapi sepertinya Andi memang tidak berniat untuk datang kesini. Entahlah, saat ini Rani telah memasrahkan jalan jodohnya sama yang kuasa. Rani lebih banyak menghabiskan waktunya didepan komputer dikamarnya. Seperti yang dilakukan saat ini, mendengarkan lagu-lagu kesukaannya dikomputer sambil pikiran menerawang entah kemana.
Ting......
Panggilan masuk dari Melati.
Rani_
"Hallo, assalamualaikum"
Mela_
"Walaikumsalam,,, ngapain buk?"
Rani_
"Gak ada, santai aja dikamar, gimana dah beres?"
Mela_
"Gak tau nih, kayaknya payah diundurin, tapi tes akunya dah beres, besok balik Bandung, oh ya, bang Andi ada telpon loe?"
Rani_
"Enggak, kenapa?"
Mela_
"Jadi loe belum tau dong, bang Andi lusa berangkat ke Papua, tugas darurat, kan lagi ada kerusuhan disana?"
Rani_
"Dia gak bilang apa-apa tuh, terus bang Yogi gimana?"
Mela_
__ADS_1
"Lha elu, kalo Danrunya pergi anggotanya juga ikutlah"
Rani_
"Jadi acara kalian gimana?"
Mela_
"Ya diundur, tadi aku juga dah ngomong ke orang rumah, mau gimana lagi resiko nikah sama tentara harus siap ditinggal kapan aja, orang ini lagi sibuk ngurus keberangkatan mereka jadi mungkin bang Andi gak sempat hubungin elo, loe liat aja beritanya diTV".
Rani_
"Ouh... berarti besok lo balik Bandung?"
Mela_
"Iya, ngapain lagi gue disini bang Yogi juga mau pergi, eh udah dulu ya aku mau siap-siap"
Rani_
"Iya, hati-hati, assalamualaikum"
Mela_
"Walaikumsalam"
Setelah percakapannya dengan Melati, Rani kembali berpikir tentang hubunganya dengan Andi.
Setelah bergelut dengan pemikirannya yang tidak jelas, akhirnya, Rani mengirim Andi sebuah pesan.
"Assalamualaikum,,, semoga Allah SWT selalu menjaga abang kemanapun abang pergi, selalu ada abang disetiap doa Rani"
Tidak banyak yang Rani tulis dipesannya, mengingat Andi begitu sibuk mempersiapkan keberangkatannya, Rani tidak ingin membahas apapun yang menambah pikiran Andi. Tampa diduga ternyata Andi malah menelpon.
Ting.....
Rani_
"Hallo, assalamualaikum"
Andi_
"Walaikumsalam, apa kabar dek? Kamu udah tau ya abang mau ke Papua?"
Rani_
"Kabar Rani baik, allhamdulillah, iya tadi Mela kasih tau katanya lusa berangkat ya?"
__ADS_1
Andi_
"Iya, tugas darurat makanya abang sibuk terus gak bisa hubungin kamu kemaren-kemaren, doain abang ya, lumayan parah disana"
Rani_
"Insya Allah, Rani selalu doain abang. Abang hati-hati disana, perbanyak doa ya!"
Andi_
"Iya sayang, kamu juga baik-baik disana tunggu abang ya, 6 bulan lagi baru selesai disana, nanti kalo ada sinyal abang hubungin kamu itupun kalo keadaannya kondusif"
Rani_
"Iya, yang penting abang fokus dan hati-hati aja disana, kalo gak bisa hubungin Rani gak papa juga, Rani ngerti"
Andi_
"Ya sudah, abang tutup dulu ya, besok pagi-pagi ada latihan lagi persiapan kesana, assalamualaikum"
Rani_
"Walaikumsalam"
Tutttt......
Baru sesaat Rani menutup telponnya, terdengar suara ayahnya yang memanggil dari luar.
"Udah tidur?" Tanya ayah Rani.
"Belum Yah"
"Jadi dia kemari?"
"Lusa dia ke Papua Yah, tugas darurat disana selama 6 bulan"
"Oh ya, ada diberita, ayah lihat parah, bilang sama dia hati-hati. Jadi mengenai yang Ayah minta gak ada jawaban?"
"Rani gak tanya Yah, dia lagi sibuk persiapan kesana, nanti aja kalo dia dah pulang baru kita bahas lagi"
"Jadi mau sampe kapan tunggu dia, kamu ini kan perempuan, kalo dia enak, biar tua bisa dapat perempuan muda, kalo perempuan kan beda"
"Rani masih PPG Yah, belum boleh nikah juga"
"Tapi kalo nanti ada yang lamar kerumah gimana?"
"Lihat nanti Ayahhhh... jodoh ditangan Allah" ucap Rani mengakhiri percakapan dengan Ayahnya.
__ADS_1
Rani tidak mau memikirkan apa yang ayahnya bilang, karena dia tidak merasa menunggu Andi dikarenakan Rani masih harus mengikuti PPG beberapa bulan lagi dan masih belum boleh menikah sampai menyelesaikan PPGnya.