Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Berdebat...


__ADS_3

Like...


Komen...


Vote....


Thank quuuu....


---------------------------


Pesta telah usai jam 3 sore, atas permintaan Melati dan suaminya semua teman-teman mereka termasuk Andi ikut ke hotel.


"Geng,,, seperti janji gue, selesai acara gue akan bawa kalian keliling Bandung sama bang Yogi." Ucap Mela.


"Gak papa lagi Mel, loe kan baru nikah, kita ngerti kok, lagian loe harus habisin waktu berdua, masak habis nikah loe sama kita-kita." Ucap Adam.


"Itulah baiknya laki gue yang ganteng ini, dia yang mau selama kalian masih disini kita nikmatin waktu bersama, kalo sama bang Yogi, kedepannya terus bersama, kalo sama kalian kan gak bisa, kalian akan pulang, dan kita gak tau apa bisa ketemu lagi." Ucap Mela sedih.


Para gadis-gadis ini pun berpelukan, mengingat mereka memang susah untuk ketemu lagi.


"Dewi, maafin gue ya, loe nikah gue gak bisa datang, tapi gue tetap kirim kado kok, loe tenang aja, Putra sama Adam juga ya, makasih dah banyak bantuin gue, walaupun gue nanti gak bisa datang waktu loe pada nikah, Rani juga kapan loe nyusul kita ke Kaltim? Bang Andi nikahin sekarang aja kenapa? Biar sekalian pulang kesana?"


"Enak aja loe suruh nikahin, emang gue dah gak punya mak bapak apa? Gak mau gue jadi anak durhaka." Sahut Rani.


"Bukan gitu Rani sayang,,, maksud gue, loe sama bang Andi pulang ke Aceh bareng, nikah terus balik ke Kaltim, gampangkan?" Jawab Mela.


"Kalo ngomong sih mudah, eksekusinya mah susahhh." Ucap Rani.


"Ah,,, emang dasar kalian aja lambat, dulu aja semangat 45 pake acara rahasia-rahasian dari gue."


"Udah jangan dibahas lagi, kita pulang yok." Ajak Putra.


"Eh kok pulang, kan udah gue bilang kita mau nikmatin waktu bersama sekarang." Ucap Mela.


"Eh buk, loe kira kami gak capek apa? Kami mau pulang, mandi, habis itu molor bentar." Ucap Adam.


"Udah, loe istirahat aja dulu, pasti capek tadi berdiri terus, lagian bang Yogi juga pasti mau tidur bentar, persiapan untuk nanti malam, ya kan bang?" Ucap Putra.


"Hehehe... tau aja." Jawab Praka Yogi tersenyum.


Mereka akhirnya kembali, Andi juga kembali kerumah Praka Yogi.


Diperjalanan pulang, Putra yang dati tadi kepikiran ucapan Melati akhirnya meluapkan pikirannya.


"Ran, maaf kalo gue ikut campur, tapi apa yang dibilang Mela tadi ada benernya juga, kalo bang Andi was-was kesana sendiri mending ikut kita sekalian insya Allah aman sampe rumah loe." Ucap Putra.


"Iya, gue setuju tuh ma Putra." Ucap Adam diangguki juga oleh Dewi.


"Hmmm... taulah, seakan berat langkahnya ke rumah gue, mungkin memang ini pertanda kita gak jodoh, aku juga udah mau balikin cincin ini tadi tapi dianya gak mau, dia suruh aku tunggu selesai pendidikan."


"Jadi elo gimana buk? Mau lo tunggu dia kemungkinan tahun depan? Kalo sampe dia selesaipun dia gak bisa ngasih kepastian apa gak rugi elo nunggu dia?" Tanya Dewi.


"Gaklah, aku gak akan nunggu dia, selama ini juga aku tetap membuka diri untuk kenalan sama yang lain, aku kan realistis orangnya, yang pasti-pasti aja ngapain dibuat ribet sama yang gak pasti."


"Padahal dari pada dia habisin cutinya ke Bandung, lebih baik dia cuti ke Aceh, tapi memang benar kayak loe bilang Ran, langkahnya memang berat kesana." Ucap Putra.


"Udahlah gak usah dipikirin, nikmatin aja liburan kita sebentar lagi, setelah ini kita gak akan ketemu lagi." Ucap Rani.


"Tapi kita masih bisa jumpa Rani." Ucap Putra.

__ADS_1


"Insya Allah, kitakan satu kabupaten." Ucap Rani tersenyum.


Akhirnya mereka sampai dirumah Mela, beberapa kerabat masih disana.


Sementara itu, sepasang penganten baru tengah terlibat perbincangan serius.


"Bang, boleh ya?" Tanya Mela pelan


"Boleh, apa sih yang enggak buat kamu."


"Makasih abang sayang, dah gak tahan nih."


"Iya,,, Mela duluan ya, abang mau kekamar mandi dulu.


"Iya, ngantuknya dah gak nahan nih."


(Apa yang kalian harapkan? Adegan 21+? Maaf ya karena kalian harus kecewa.... hahahahha).


----------------------------


Malam menjelang...


Dirumah Mela kini hanya tinggal sahabatnya yang sedang asik berbincang dengan orang tua Mela setelah beristirahat sebentar tadi sore.


Mereka semua terlihat tertawa lepas dengan sesekali melempar candaan. Sampai akhirnya mereka dikejutkan dengan dering telpon dari sipenganten baru.


"Putra, Hp loe bunyi tuh." Ucap Adam.


"Eh, ini orang udah punya laki masih telpon laki lain." Ucap Putra saat melihat nama diHpnya.


"Mela nak ya?" Tanya Bunda.


"Siapa lagi Bun, bentar ya Putra angkat." Jawab Putra.


Putra_


Mela_


"Eh,,, gak nafsu gue ma loe ya, gue nelpon aja nongki dicafe."


Putra_


"Bang Yogi ikut juga kan?"


Mela_


"Ikutlah, mana mau dia jauh dari gue yang cantik jelita tiada tara ini."


Putra_


"Bentar gue tanya yang lain."


"Geng, Mela ajak ke cafe gimana?"


"Udah pergi aja, kalian kan gak lama lagi disini." Ucap Bunda.


Putra_


"Kirim alamatnya!"

__ADS_1


Mela_


"Oke"


Tuttttt


"Nih anak dah kawin juga, bukan kasih salam dulu kek baru tutup." Gerutu Putra.


Mereka bersiap sebentar kemudian melaju ke cafe seperti alamat yang Mela kasih. Sampai disana rupanya tidak hanya mereka berdua melainkan bertiga, Andi juga ikut bersam mereka.


"Lho,,, ada bang Andi juga?, dah lama bang?" Tanya Putra.


"Baru 5 menit." Jawab Andi.


"Opss,,, bang Andi dah waktunya pindah." Ucap Mela diiringi tatapan tajam dari yang lain.


"Apa bang Andi mau pacaran didekat kami? Naik keatas gih, diatas suasananya lebih romantis." Ucap Mela kembali.


"Disini aja seru-seruan bareng kalian." Ucap Rani.


"Yok dek, keatas!" Ucap Andi menarik tangan Rani.


Setelah Andi membawa Rani, para sahabat lansung duduk meminta penjelasan Mela.


"Ini rencana loe kan Mel?" Tanya Adam.


"Hehehehe.... tau aja." Jawab Mela cengengesan.


"Gue bantu kondisikan aja. Udah santai aja sambil bantu doa." Ucap Mela kembali.


Sementara dilantai atas, sepasang kekasih masih larut dalam pikiran masing-masing. Tidak banyak yang diperdebatkan, karena sepertinya memang tidak ada titik temu.


Sampai dering Hp Rani membuyarkan lamunan keduanya.


Rani melihat nama dilayar Hpnya.


"Siapa?" Tanya Andi.


"Kenalan di FB."


"Cowo?"


"Iya."


"Orang mana?"


"Aceh."


"Sepertinya kamu sudah punya calon lain."


"Cuma kenalan gak lebih."


"Pantes kamu terkesan tidak semangat dengan hubungan kita, ternyata kamu sendiri udah mencari jalan lain."


"Rani perempuan, sudah sepatutnya abang yang lebih berusaha, Rani menunggu abang sampai sekarang Rani masih berharap sama hubungan kita, tapi sampai kapan?"


"Kalo gitu ikut abang ke Kaltim, abang pasti nikahin kamu."


"Luar biasa, kata-kata abang seakan aku cewe apaan."

__ADS_1


"Kan abang udah bilang dari dulu kalo kamu kesana kita pasti menikah."


"Jadi udah dipastiin nih ya? Karena aku gak kesana berarti abang gak akan nikahin aku?


__ADS_2