Abang Tentara, Tembak Aku!!!

Abang Tentara, Tembak Aku!!!
Jalan Lain...


__ADS_3

Siang yang sangat terik, sambil terus berjalan mereka akhirnya sampai juga dirumah.


"Rasanya pengen yang dingin-dingin nih, es kelapa muda, jus jerus dan masih banyak lagi." ucap Dewi sambil membaringkan tubuhnya.


"Panas-panas gini gak boleh minum es gak baik buat kesehatan." jawab Rani


"Jadi gimana donk pengen nih kalo udah kena es brasa hilang hausnya." jawab Dewi kembali.


"Adammmmm....Putraaaaa... ngapain?" tanya Rani yang melihat mereka didepan pos.


"Mau petik kelapa muda, kalian mau?" jawab Adam


"Mauuuu,,,, tunggu ya kami kesitu" jawab Rani


Mereka pun bergegas mendatangi Adam dan Putra yang lagi memetik kelapa muda.


"Gimana udah baikan?" tanya Pratu Yogi datang dari belakang membuat Rani kaget.


"Hehehehe...udah bang." jawab Rani singkat sambil cengengesan karena malu mengingat kejadian kemaren.


"Itu barang-barang belanjaan udah gak mau ya?" tanya Pratu Yogi kembali sambil tersenyum.

__ADS_1


"Eh iya lupa,,, mana bang barangnya biar Rani bawa pulang." jawab Rani sambil tersenyum.


"Nanti aja biar sekalian abang bantuin." jawab Pratu Yogi kembali sambil tersenyum kearah Rani.


Sosok yang tidak diharapkan akhirnya muncul. Andi datang dan duduk didekat Melati yang duduk disebelah Rani. Hal yang ingin dihindari harus dia lihat sendiri setiap saat.


"Bang, hari ini gak ada piket masak?" tanya Rani sama Pratu Yogi. Rani berharap bisa pergi menghindari suasana yang akan bikin hatinya kembali remuk.


"Gak ada, hari ini jadwal Prada Edo, kenapa?" tanya Pratu Yogi kembali


"Gak ada suka aja kalo bisa masak sama-sama, ketawa-ketawa, seru-seruan bareng bikin hidup tampa beban rasanya." jawab Rani.


"Ya udah mau kedapur? biar bisa seru-seruan disana sekalian liatin Prada Edo masak." ajak Pratu Yogi


"Mau berapa buah? 2 cukup?" tanya Pratu Yogi sambil mengambil kelapa muda


"Hehehehe... iya cukup" jawab Rani sambil tersenyum


"Eh... mau kemana kalian?" tanya Melati


"Kedapur mau ngerumpi bebas." seloroh Rani

__ADS_1


"Taulah yang lagi pacaran, maunya berdua yang lain nyamuk." seloroh Dewi.


"Siapa yang pacaran Dewiiii kalo mau yok ikut kita duduk didapur rame-rame dari pada disitu jadi obat nyamuk." jawab Rani yang menunjuk kearah melati.


"Iya... lupa... ikut deh kalo gitu." jawab Dewi sambil berlalu mengikuti Rani.


Merekapun tertawa bersama dibelakang sambil meminum kelapa muda yang tadi dipetik. Saat inilah Rani merasa sedikit terobati hatinya karena berada disamping orang-orang ramai, tertawa lepas rasanya sungguh membahagiakan.


Hari sudah ashar, mereka kembali kerumah. Rani dibantu Pratu Yogi berjalan dibelakang sambil membawa barang belanjaan Rani yang tertinggal.


"Besok-besok jangan seperti itu lagi ya?, kamu harus kuat apapun yang sedang kamu hadapi, jangan berubah tetaplah ceria, nikmatilah setiap detik kehidupan yang Allah kasih, syukurilah dengan begitu kamu tidak perlu merasa terbebani oleh masalah yang menghampiri." ucap Pratu Yogi


"Hehehehe... makasih ya untuk kemaren." ucap Rani sambik tersenyum.


"Abang gak suka lihat kamu kayak kemaren, seakan hidupmu sudah berakhir padahal masih banyak yang belum kamu gapai, eh... kamu malah nyerah duluan." ucap Pratu Yogi kembali.


"Eitsss... siapa yang nyerah, hari ini Rani sudah berjanji untuk menatap kedepan dan terus menggapai cita-cita gak mau lagi terpuruk seperti kemaren." ucap Rani penuh semangat.


"Baguslah kalo gitu, abang juga mau lihat seberapa tangguh kamu menempuh hidup kedepan?" jawab Pratu Yogi kembali.


"Ok, Rani akan buktikan sama abang kalo Rani tangguh." jawab Rani penuh percaya diri.

__ADS_1


"Iya abang percaya, abang lihat nanti, ini barang disini aja ya, abang mau pulang dulu." jawab Pratu Yogi


"Ok, thank que brother..." dibalas Rani dengan penuh senyum.


__ADS_2