
Dear.... Readers
Like, komen dan votenya yah...
Happy Reading....
------------------------------------
Resepsi masih berlansung, tamu dari Praka Yogi juga banyak yang hadir. Mereka kompak menggunakan seragam militer. Rani masih menikmati pestanya dengan berbincang bersama para teman.
Tampa disadari seseorang sudah berdiri dibelakangnya dengan penampilan yang sangat tampan lengkap dengan seragam. Teman-temannya yang menyadari siapa sosok pria tersebut langsung terdiam.
"Kalian kenapa kok kompak diemnya?" Tanya Rani tampa menyadari siapa yang berdiri dibelakangnya.
"Ehemmm..."
Andi mengusap kepala Rani dan mencium sekilas langsung duduk dan Rani yang lagi minum langsung tersedak melihat pria disampingnya.
"Bang Andi..."
"Apa kabar kalian? Lama tidak ketemu?" Ucap Andi pada semuanya.
"Baik bang, abang kok gak ngasih kabar mau datang?" Tanya Putra.
"Sengaja, buat kejutan dan sepertinya berhasil."
"Temani abang kasih selamat buat penganten dulu yok!" Andi mengajak Rani dan dibalas dengan anggukan kepala.
Andi menaruh tangan Rani dilengannya kemudian berjalan menuju pelaminan. Diatas pelaminan, sepasang suami istri sedang tersenyum bahagia melihat pasangan yang sedang mendekati mereka.
"Yeee...akhirnya kalian ketemu, aku senang banget lihatnya, bang Andi jangan pulang dulu ya, Rani masih lama disini." Ucap Mela diatas pelaminan yanv dibalas senyuman oleh Andi.
"Selamat ya Praka Yogi, Mela semoga kalian bahagia sampai tua." Ucap Andi sambil menyalamin keduanya.
"Buk Danru gak mau kasih selamat kekami?" Ledek Mela.
"Ouh tentu... Selamat menikmati malam pertama ya Buk Yogi, awas jangan besar-besar jeritnya, mendesah aja." Ucap Rani yang membuat kedua laki-laki beserta Mela melirik kearahnya.
"Ups....salah ya,,, hahahaha... udah bang yok turun." Ucap Rani kembali.
"Eh tunggu, kita photo dulu." Ucap Praka Yogi.
Mereka photo bersama, setelahnya mereka langsung menyalami orang tua Mela.
"Lho nak, ini siapa?" Tanya Bunda Mela saat mereka akan bersalaman.
"Ini Danru ma, mantan Mela dulu dan ternyata tunangan Rani." Ucap Mela dari belakang lalu kembali lagi ke samping Praka Yogi.
"Kita seri." Bisik Mela sebelum berlalu.
__ADS_1
"Ouh ini orangnya. Semoga cepat nyusul Mela ya." Ucap Bunda.
"Mohon doanya Buk." Ucap Andi lalu turun dari pelaminan.
Mereka kembali bergabung dengan teman-teman Rani. Dan perdebatan keduanyapun terjadi disaksikan para sahabat.
"Dari mana kamu tau soal tadi?" Tanya Andi.
"Soal apa?"
"Yang kamu katakan sama Mela."
"Yang mana?"
"Mendesah, menjerit."
"Ouh itu, semua juga tau, kami kan sudah dewasa taulah gitu dikit-dikit."
"Kalian juga taukan?" Tanya Rani pada para sahabat yang dibalas dengan gelengan kepala.
"Tuh, mereka aja gak tau."
"Jadi sekarang mesti gimana? Itu aja aja pun diperdebatkan? Abang udah makan? Makan dulu gih biar otak sama perut bisa mikir jernih."
"Kamu tuh yang gak jernih mikirnya."
"Ini diminum dulu biar kepala dingin, malu dilihat orang kalian berdebat hal yang gak penting." Ucap Putra lalu kembali pergi.
Dan benar saja keduanya menghabiskan jus tersebut.
"Abang lapar, tapi abang masih kangen kamu."
"Mau makan apa? Biar Rani ambilin?"
"Beneran?"
"Iya."
"Gak usah deh, abang ambil sendiri aja, bentar ya?" Ucap Andi berlalu mengambil makanan.
Saat Andi sedang menikmati makannya sambil ditemani Rani. Putra dan Dewi sudah diatas panggung untuk menyumbangkan sebuah lagu yang dipilih dari Naff.
"Saya Putra temannya Mela ingin mempersembahkan lagu ini untuk Mela dan bang Yogi semoga sakinah, mawaddah, warrahmah. Dan lagu ini juga saya persembahkan untuk salah satu teman kami yang Insya Allah akan segera menyusul Mela dan bang Yogi. Bang Andi, Rani kalian yang duduk dimeja no 3, ini lagu buat kalian." Ucap Putra diiringi tepuk tangan dari para tamu.
Akhirnya 'ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya 'ku menemukanmu
__ADS_1
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkaulah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti kusanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku
Akhirnya 'ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Ku berharap engkaulah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti kusanding dirimu (kusanding dirimu)
Miliki aku dengan segala kelemahanku (segala kelemahanku)
Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)
Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku ('tuk mencintaiku)
Jika nanti kusanding dirimu (kusanding dirimu)
Miliki aku dengan segala kelemahanku (segala kelemahanku)
Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)
Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku ('tuk mencintaiku)
Akhirnya 'ku menemukanmu
Mendengar namanya disebut, sontak keduanya juga ikut menatap kearah panggung, sementara beberapa tamu juga ikut menatap mereka yang duduk dimeja no 3.
__ADS_1