
Melihat banyak yang antusias mengungkap isi hati, Affan yang dari tadi menjadi penonton berubah jadi pembawa acara.
"Mohon perhatian semuanya, mari kita lanjutkan acara mengungkap isi hati bisa dengan lagu atau kata-kata seperti tadi, jadi sekarang siapa yang ada uneg-uneg silahkan berdiri" ucap Affan yang kembali duduk.
Rani yang dari tadi merasa sedikit perih hatinya melihat Pratu Yogi dan Mela sangat dekat malam ini, mengangkat tangannya tiba-tiba, membuat semua menatapnya yang sudah berdiri.
"Lagu ini mewakili perasaan saya untuk seseorang yang selama saya terpuruk dia selalu ada, bahkan ketika tunangan saya pacaran dengan gadis lain, lelaki ini menjadi sandaran saya, saat saya rapuh, sakit, dia menjadikan saya satu-satunya yang dia perhatikan. Dan saat saya melihatnya dekat dengan yang lain hati saya merasa perih, maaf kalo saya serakah, tapi bagaimanapun dia telah menempati ruang yang lain dihati saya" ucapan Rani berakhir dengan sebuah lagu yang dinyanyikan.
Bila kulihat awan di birunya langit
berarak searah tiupan angin pagi
hatiku slalu bertanya kemanakah mereka lalu pergi nanti
kala ku pandang ombak di birunya laut
berkejar-kejaran tak henti sepanjang waktu
apakah yang mereka cari sesampainya di pantai pasir
begitu adanya diriku dan dirimu
seiring bersama memadu kisah kasih
selalu ada saja tanya akankah semua berakhir indah
kau bagai awan yang berarak di langit biru
ku bagai ombak berkejaran di lautan
yang seolah dapat berpadu
di cakrawala senja
Kenyataannya kini jauhlah adanya
jarak antara kita terlalu berarti
kau melayang tinggi disana dan aku mengharapkanmu disini
begitu adanya diriku dan dirimu
seiring bersama memadu kisah kasih
selalu ada saja tanya akankah semua berakhir indah
kau bagai awan yang berarak di langit biru
ku bagai ombak berkejaran di lautan
yang seolah dapat berpadu
di cakrawala senja
Kenyataannya kini jauhlah adanya
jarak antara kita terlalu berarti
kau melayang tinggi disana dan aku mengharapkanmu disini
begitu adanya diriku dan dirimu
seiring bersama memadu kisah kasih
selalu ada saja tanya akankah semua berakhir indah
kau bagai awan yang berarak di langit biru
ku bagai ombak berkejaran di lautan
yang seolah dapat berpadu
di cakrawala senja
Semua kembali bertepuk tangan riuh, Rani kembali ketempat duduknya.
"Rani kenapa ya? Itu sepertinya lagu buat abang" ucap Mela pada Pratu Yogi.
__ADS_1
Pratu Yogi melirik Rani sekilas, Rani hanya menunduk menatap jagung ditangannya.
"Apa kamu juga mencintai Yogi dek?" Tanya Andi.
"Hah...?" Tanya Rani menatap Andi.
Rani kembali diam, sementara ada beberapa tentara yang kembali bernyanyi.
"Benar kamu dijodohin dek?" Tanya Pratu Yogi pada Mela.
"Iya bang, tapi Mela belum tau orangnya, karena baru-baru ini Mela dihubungin sama Bunda, padahal Mela dah nolak, tapi Bunda tetap maksa, katanya disuruh kenalan dulu, kami pun gak harus nikah cepat-cepat karena cowo itu mau lanjut sekolah lagi" jawab Mela.
Pratu Yogi tersenyum mendengar jawaban Mela.
"Ya udah ikutin aja kemauan Bunda, lagian gak langsung nikah berarti kamu masih punya waktu buat kenalan sama dia" ucap Pratu Yogi.
"Katanya Bunda udah kasih no Hp Mela ke orang tuanya biar kami bisa komunikasi, eh... dah satu minggu tuh cowo gak hubungin juga bang, Mela yakin dia juga gak setuju sama perjodohan ini, dia juga pasti udah punya pacar sendiri, ya kan bang?"
"Belum tentu juga dek, kamu ikutin aja, kalo dia gak hubungin ya udah, kamu hidup seperti biasa aja, ngapain mikirin perjodohan yang belum tentu pasti, jodoh gak akan kemana, yakin aja" ucap Pratu Yogi yang dibalas senyum oleh Melati.
"Andai kamu tau orangnya sekarang disamping kamu" batin Pratu Yogi.
"Rani kita nyanyi yok" ajak Melati
"Hah... lagu apa?" Tanya Rani terkejut
"Babang samson,,,kenangan terindah" ucap Mela sambil berdiri.
Rani menghampiri Mela.
"Lagu buat siapa?" Tanya Rani
"Lagu ini untuk semua yang memiliki kenangan terindah, bang Yogi mainkan gitarnya"
Pratu Yogi segera memetik gitarnya.
Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang t'lah hilang darimu
Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu
Darimu 'ku temukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati
Yeah hu- hu hu
Bila yang tertulis untuk ku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan 'ku jadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidup mu
Yang t'lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah
Oh-ho ho-ooohhh.
Ohh- ohh
Bila yang tertulis untuk ku
Adalah yang terbaik untukmu
__ADS_1
Kan ku jadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidup ku
Namun takkan mudah bagi ku
Meninggalkan jejak hidup mu
Yang t'lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan 'ku jadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang t'lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah
Setelah puas bernyanyi mereka kembali ketempat masing-masing. Tampa disangka, tiba-tiba Andi berdiri.
"Mohon perhatiannya semua, ada yang mau saya sampaikan kepada seseorang yang sangat istimewa dalam hidup saya" ucap Andi sambil mengarahkan telunjuknya ke Affan yang sedang merekamnya.
"Sayang, terima kasih mau memaafkan kesalahan abang, mau kembali kepada abang walau abang sudah menyakiti hati kamu, membuat kamu menahan sakit sendiri, sekali lagi maafin semua kesalahan abang, saat dulu abang tidak mengabari kamu, tidak membalas surat kamu, tidak peduli sama kamu bahkan abang sering mengacuhkan kamu. Kamu tau susahnya abang kamu diamkan, tersiksanya abang menahan godaan setan saat abang dekat dengan kamu, saat wajahmu hanya berjarak 10 centi dari abang, sungguh saat itu jiwa lelaki abang berontak, tapi abang tahan karena abang menghargai prinsip kamu, teguhnya pendirian kamu yang tidak ingin disentuh sebelum halal, karena itu pula abang berusaha sekuat tenaga memperjuangkan kamu, semoga kamu secepatnya jadi istri abang, abang sayang kamu" ucap Andi disambut tepuk tangan riuh dari semua yang mendengar.
"Wow... bang Andi, mengungkap cinta didepan kita, kalo cewenya dengar pasti senang banget hatinya" ucap Dewi.
"eh...tunggu... tadi bang Andi bilang jaraknya 10 centi, telunjuk kita 10 centi, semana dekatnya, bang Yogi lihat kemari" ucap Mela.
Melapun mengukur jaraknya dengan Pratu Yogi menggunakan telunjuk, yang lain pun ikut melihat tingkah mereka, dan saat asik mengukur jarak, mereka beradu pandang, Mela merasa jantungnya berdetak cepat karena jarak mereka sangat dekat.
"woi... kalian ngapain?" tanya Adam
Mela langsung merubah pandangannya, sedangkan Pratu Yogi tersenyum kecil melihat tingkah Mela.
"eh, dekat banget, itu kayak di film-film ya? kalo di film kalo udah dekat gitu pasti selanjutnya ada adegan ciuman" ucap Adam tertawa.
Mereka semua melihat kearah Adam yang tertawa. Adampun langsung diam.
"pantes bang Andi bilang tadi menahan godaan setan, mungkin itu maksudnya" ucap Dewi.
"hahahaha... kalian ada-ada aja" ucap Pratu Yogi tertawa kecil.
Andi yang sudah duduk disamping Rani dikejutkan dengan pertanyaan Rani.
"buat siapa?" tanya Rani sengaja pura-pura gak tau.
"buat calon istri abang yang dingin" ucap Andi tersenyum.
"es dong"
"iya es, tapi orangnya gak seputih es"
"ihhhh... menghina, kawin aja sama mayat biar putih seperti es" ucap Rani kesal.
"hahaha...hantu dong"
"ihh.... kok jadi bahas itu sih" ucap Rani mulai takut.
"kamu yang mulai"
"ya udah ganti topik"
"besok abang udah mulai sibuk beres-beres, lusa pagi kami berangkat, ahhhh.... abang masuh pengen dekat kamu" bisik Andi.
"ya udah gak usah pulang"
"hehehe... iya ya,,, abang gak usah pulang aja, tapi gak bisa, kayaknya baru kali ini ada prajurit yang gak mau pulang dari tempat tugas" ucap Andi.
__ADS_1
"iya, karena si prajurit ada maunya"
Andipun tertawa mendengar ucapan Rani.