Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
10. Pernikahan Yang Tak Di Inginkan


__ADS_3

Alfi melirik sekilas kearah khaira ia terlihat sangat benci kepada khaira 'semua ini gara-gara dia awas saja kalau sampai pernikahan ini benar-benar terjadi akan ku buat hidup nya seperti dalam neraka ' gumam Alfi dalam hati ia tersenyum licik saat melihat ke arah khaira dan pada saat sekilas pandangan mereka bertemu.


*********


" Ma, pa, Ayah, mama, Alfi boleh minta ijin bicara sama khaira sebentar? " Pertanyaan Alfi pada orang tua mereka membuat khaira menaik kan sebelah alisnya seolah bertanya 'apa yang ingin dia bicarakan? '


" silahkan, kami paham pasti ada banyak hal yang mesti kalian bicarakan" ucap Ayah khaira sambil melihat ke arah khaira dan Alfi secara bergantian.


" Makasih Ayah, khaira bisa ikut saya keluar sebentar ada beberapa hal yang ingin saya katakan" ucap Alfi pada khaira menampakkan senyum nya dan berbicara sebaik mungkin pada khaira.


Khaira hanya melihat Alfi sekilas kemudian ia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. lalu Alfi berjalan keluar menuju halaman depan rumah khaira dan di ikuti khaira dibelakang nya.


sesampai nya di di halaman depan rumah khaira Alfi menghentikan langkah nya dibawah pohon besar yang ada di sana. ia membalikkan badan nya menghadap khaira,dan mulai mengatakan semua yang ada dalam fikiran nya, ia melihat khaira dari atas sampai bawah seperti seseorang yang sedang mendeteksi sesuatu yang ada pada diri khaira. khaira merasa risih dengan tatapan Alfi yang seperti itu.


" kamu ngapain sih lihat aku kaya gitu?", ucap khaira karna meresa risih dengan tatapan Alfi pada nya.


Namun Alfi tak bergeming ia masih saja sibuk menelusuri dengan matanya seluruh tubuh khairan.


"kamu mau ngomong apa ngajak aku kesini buruan bicara nya aku mau kedapur ni " Alfi masih tetap diam tak bicara, khaira langsung membalikkan badan nya menghadap ke pintu menuju ke arah dapur.


" loe punya pacar? " pertanyaan yang di lontarkan Alfi membuat Alfi mengangkat sebelah alis nya dan membalikkan badan nya menghadap ke arah Alfi.


" apa maksud abang tanya seperti itu? " tanya balik khaira ia tak menjawab pertanyaan yang di lontar kan Alfi.


" gue kan calon suami loe jadi wajar kan bertanya loe punya pacar atau tidak" jawab Alfi dengan menampakkan senyum jahat nya.


khaira menghela nafas nya kasar lalu menjawab pertanyaan yang di lontarkan Alfi padanya.


" Aku tidak pernah pacaran" jawaban yang di berikan khaira membuat alfi melongo dan sontak ia tertawa.


"kenapa malah tertawa?" khaira bingung mengapa Alfi malah tertawa dan dia tidak suka cara Alfi tertawa seperti itu padanya.


"habis loe tuh lucu banget, mana ada orang yang ngak pacaran jaman sekarang " ucap Alfi ia kembali tertawa melihat ekspresi wajah khaira.


" ngak percaya ya udah aku ngak perduli " khaira hendak membalikkan badan nya namun Alfi segera menahan nya.


" etsss.. tunggu dulu gue belum selesai bicara nya" ucap Alfi pada khaira dan khaira menatap ke arah Alfi.


" apa lagi yang ingin di bicara kan kalau hanya ingin menanyakan aku punya pacar atau tidak aku mau pergi ngak penting banget membahas masalah ini" ucap khaira seraya melipatkan tangan nya di atas perutnya,pandangannya dialihkan ke arah jalanan yang di penuhi oleh kendaraan yang berlalu lalang.


walau pun berada di desa namun kondisi jalanan disana cukup rame sehingga desa itu tidak terlalu terasa sepi.


" Oke kali ini gue serius " Alfi tersenyum saat melihat khaira menatap serius ke arah nya. khaira tidak bicara ia ingin mendengar apa yang selanjutnya akan dibicarakan Alfi.


" loe beneran ngak pernah pacaran?" pertanyaan yang dilontarkan Alfi membuat khaira mengangkat sebelah alis nya merasa tak mengerti arah pembicaraan Alfi yang sebenar nya.


Melihat tak ada tanggapan dari khaira Alfi kembali melanjutkan ucapan nya.


" itu artinya gue laki-laki pertama buat loe?" Alfi kembali tertawa saat melihat ekspresi khaira setelah mendengar apa yang ia katakan.


Khaira memutar mata nya malas mendengar ucapan Alfi, ia kembali membalikkan badan nya namun saat ia ingin melangkah lagi-lagi ucapan Alfi membuat langkah nya terhenti.


" loe pasti senang kan karna bisa menikah dengan gue? " khaira segera membalikkan badannya saat mendengat ucapan Alfi.


" Apa maksudmu? " tanya khaira pada Alfi saat ia sudah berhadapan dengan Alfi


" udahlah ngak usah sok polos deh, loe bilang aja kalau ini memang rencana loe kan, biar bisa nikah sama gue?" ucap Alfi sambil menatap tajam ke arah khaira.


" apaan sih siapa juga yang mau nikah sama situ? aku juga ogah kali" ucap khaira sambil memutar matanya malas.


khaira tak Terima jika Alfi menuduh nya yang merencanakan semua ini.


" hahahaha" Alfi tertawa getir mendengar ucapan khaira


" apa loe bilang tadi loe ogah nikah sama gue? loe dengar ya loe ngak usah sok-sokan ngak mau nikah sama gue karena banyak cewe-cewe yang mendekati gue? dan loe juga ngak usah kegeeran karna gue mau menikahi loe semua ini gue lakuin dengan terpaksa" ucap Alfi kepada khaira ia masih menatap tajam ke arah khaira.

__ADS_1


" dengar ya tuan Alfianda yang terhormat saya juga tak pernah menginginkan pernikahan ini, jika saya bisa saya akan menolak menikah dengan anda" ucap khaira ia juga menatap tajam ke arah Alfi.


Alfi menarik kasar tangan khaira untuk mendekat ke arah nya hingga khaira meringis kesakitan


"Gue menikahi loe karena terpaksa, jadi jangan pernah berharap banyak dengan pernikahan ini, karena suatu saat nanti loe pasti akan gue buang dari hidup gue" ucap Alfi kepada khaira, tatapan nya menyiratkan kebencian yang dalam pada khaira.


" kamu fikir aku mau menikah dengan mu?, meski pun seluruh wanita di dunia ini memimpikan berada di posisiku saat ini menjadi istri dari seorang Alfianda Rahman tapi tidak denganku, aku tidak sudi menikah dengan laki-laki seperti mu " ucap khaira dengan penuh emosi karena mendengar apa yang dikatakan Alfi padanya. khaira berusaha melepaskan cengkraman tangan Alfi pada lengan nya, namun Alfi mencengkram nya terlalu kuat hingga ia tak sanggup untuk melepaskan cengkraman tangantangan Alfi padanya.


" cuih... kamu dengar ini baik-baik ya (sambil menunjukkan jari telunjuk nya ke arah khaira) persiapkan diri dan juga mental mu karna sebentar lagi kamu akan merasakan hidup dalam neraka kehidupan, Aku akan membuat mu pergi dari hidupku tanpa aku harus meminta nya".ucap Alfi sambil menyunggingkan senyum jahat nya, ia melepaskan lengan khaira yang di cengkram oleh nya.


Lalu ia pergi meninggalkan khaira yang masih membatu karna ucapannya itu. khaira mencoba bersabar mendengar apa yang di katakan Alfi barusan. sejenak ia terfikir jika ia memang harus menyiapkan diri dan juga mental nya untuk menghadapi Alfi kedepannya. belum menikah aja ia bisa bersikap dan berkata kasar pada nya apalagi kalau sudah menikah ia pasti akan lebih leluasa untuk membuat hidup nya menderita.


Khaira menghapus air mata yang tanpa ia sadari telah jatuh membasahi pipi nya. menarik nafas nya dalam-dalam untuk menenangkan diri nya kemudian ia melangkah masuk menuju pintu yang terhubung ke arah dapur.


1 BULAN KEMUDIAN


Hari yang di tunggu-tunggu akhir nya datang juga bukan khaira dan Alfi yang menunggu ke datangan hari ini melainkan kedua orang tua mereka yang begitu menantikan nya.1 minggu yang lalu khairul ( kakak khaira ) telah resmi menikahi kekasih hatinya. dan untuk resepsinya akan diadakan bersama resepsi pernikahan Alfi dan khaira yang akan di langsungkan besok pagi.


Di sinilah mereka sekarang berada, didalam sebuah mesjid terbesar yang ada dikota khaira.


Di hadapan Alfi dan khaira telah ada penghulu, 2 orang saksi dan wali nikah nya yaitu ayah khaira sendiri. khaira dengan balutan hijab dan baju putih yang menutupi seluruh tubuh nya dan make up yang natural membuat dirinya semakin terlihat cantik, bahkan Alfi sempat terpana dengan kecantikan khaira saat pertama kali melihat nya. Namun karna ego nya yang terlalu tinggi ia mencoba menutupi semua kenyataan yang ia lihat.


Tak jauh berbeda dengan khaira Alfi juga sangat terlihat tampan dengan balutan jas yang senada dengan khaira tubuh nya yang memiliki tinggi sekitar 180 cm benar-benar membuat nya terlihat gagah dan tampan.


Khaira juga begitu kagum saat melihat Alfi yang begitu tampan, jantung nya berdetak kencang saat Alfi menatap ke arah nya.


Suara penghulu memecahkan keheningan yang ada disana.


" Bagaimana bapak-bapak, ibu-ibu apa acara nya bisa kita mulai?" tanya pak penghulu


" silahkan dimulai saja pak " jawab ayah Alfi


" Baik lah, bagaimana pengantin pria apa anda sudah siap" tanya pak penghulu pada Alfi.


" siap pak " jawab Alfi mantap


" ya saya siap pak " jawab khaira yang masih menundukkan kepalanya.


khaira tak berani memandang ke arah Alfi atau pada siapa pun yang ada disana karna saat ini ia benar-benar sedang gugup. begitu pun dengan Alfi dia juga tak kalah gugup nya dengan khaira. walau pun pernikahan ini sama-sama tak pernah di inginkan oleh mereka namun tetap saja mereka merasa gugup karna ini adalah pertama kali nya mereka berada dalam situasi seperti ini.


" silahkan pak memulai ijab kabul nya dan pengantin pria silahkan menjabad tangan ayah dari pengantin wanita selaku wali nikah." ucap pak penghulu pada ayah khaira. ayah khaira hanya menganggukkan kepalanya dan Alfi langsung menjabad tangan ayah khaira. lalu memulai dengan membaca basmallah.


" Bismillahirrahmanirrahim....... " ucap ayah khaira setelah ia menjabad tangan Alfi.


" Saya nikah kan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya Khaira Najwa Safira dengan mas kawin emas 24 karat seberat 24 gram dan sebuah cicin berlian di bayar tunai " ucap ayah khaira dengan tegas dan menghentakkan tangan nya di akhir kalimat akad yang di ucapkan nya.


" Saya Terima nikah dan kawin nya putri kandung bapak Khaira Najwa Safira dengan mas Kawin emas 24 karat seberat 24 gram dan sebuah cicin berlian di bayar tunai". ucap Alfi dengan suara lantang.


"Bagaimana para saksi SAH" tanya pak penghulu pada kedua saksi


SAH.....


SAH.....


( jawab kedua orang saksi)


SAH........


( jawab semua orang yang ada disana)


" Alhamdulilah.... " ucap pak penghulu dan dilanjutkan dengan membaca doa, semua orang yang ada disana pun merasa bersyukur karna akad nikah ini berjalan dengan lancar.


Air mata khaira jatuh pada saat semua orang mengucapkan kata SAH atas akad nikah yang baru saja terjadi. Kini dia sudah menjadi seorang istri tak ada hak lagi bagi nya untuk memikirkan laki-laki lain. terpaksa ia menguburkan perasaanya yang telah lama ia jaga untuk rizwan penantiannya pun kini telah berakhir.


dan kisah penantiannya yang panjang itu berakhir dengan sia-sia dengan kekecewaan dan juga air mata. walau pun ia merasa sesak di dada nya karna harus menghapus perasaan yang telah lama dijaga nya namun semua itu tetap harus ia lakukan demi kehidupan rumah tangga nya bersama Alfi.

__ADS_1


IKHLAS itulah satu kata yang ingin dicapai oleh khaira sangat mudah dalam mengucapkan nya namun begitu sulit untuk melakukan nya. Kini tiba saat nya ia memulai kisah cinta nya yang baru bersama Alfi yang beberapa menit lalu telah sah menjadi suami nya. khaira tau, Alfi dan dirinya sama-sama tak pernah saling mencintai, Namun ia berharap suatu saat nanti perasaan itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu.


" silahkan pengantin wanita mencium tangan suami nya dan pengantin laki-laki silahkan menyemat kan cincin pada istri nya. " ucap pak penghulu setelah selesai membacakan doa.


khaira segera duduk menghadap kearah Alfi lalu mencium punggung tangan kanan nya dan begitu pula setelah itu Alfi meraih tangan khaira, kemudian menyemat kan cincin bermata berlian itu di jari manis khaira. jantung khaira berdetak kencang saat Alfi meraih tangan kanan nya dan menyemat kan cincin di jari manis nya itu. khaira masih menundukkan kepala nya tanpa melihat ke arah khaira.


Sampai ia merasakan sebuah sentuhan lembut di keningnya membuat matanya terbelalak dan jantung nya seperti lari maraton. Alfi juga merasakan nya saat bibir lembut nya menyentuh kening khaira ia merasakan jantung nya seperti melompat dari tempat nya. khaira memejamkan mata nya menikmati sentuhan pertama yang di berikan Alfi dan untuk pertama kali nya ia merasa di sentuh sedekat ini oleh seorang laki-laki.


" ciee.. ciee.. cieee sabar kali ngak usah buru-buru" suara dari orang yang ada disana membuat mereka tersadar atas apa yang mereka lakukan seketika wajah kedua nya memerah dan langsung menjauhkan diri satu sama lain. melihat apa yang terjadi dari kedua pengantin baru itu sontak semuanya tertawa.


Setelah mereka mampu menetralkan detak jantung mereka, selanjutnya mereka membalikkan badan nya menghadap ke belakang menyalami kedua orang tua mereka.


" Ayah titip khaira sama kamu ya nak tolong jaga putri semata wayang ayah ini dengan baik dan tolong jangan kamu sakiti dia" ucap ayah khaira matanya berkaca-kaca saat mengingat kini putri semata wayang nya telah menjadi tanggung jawab laki-laki lain. begitu pun dengan khaira air mata nya mengalir deras saat mendengar ucapan ayah nya ia langsung menghambur kepelukan ayah nya itu.


" ia yah saya akan berusaha menjaga nya dengan baik" ucap Alfi pada ayah khaira sambil menatap istri dan ayah mertua nya itu yang berpelukan.


begitu pun selanjut nya mereka menyalami orang tua mereka yang lainnya di susul dengan para tamu yang mengucapkan selamat untuk mereka.


Silvia datang menghampiri khaira dan Alfi sesampainya disana ia langsung memeluk khaira seraya mengucapkan selamat padanya.


" selamat ya Khaira, akhir nya kamu menikah juga semoga kalian jadi keluarga yang samawa, (ucap Silvia kemudian ia melepas pelukan nya dan tersenyum).eum...apa lagi kamu nikah nya sama babang Alfi yang tampan ini" ucap Silvia sambil tersenyum ke arah Alfi, khaira memutar mata nya jengah saat mendengar lagi-lagi silvia menyebut Alfi dengan sebutan 'Babang tampan'.


" iya makasih atas doa nya semoga nanti kamu sama rizki juga akan menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah." ucap khaira sambil memegang tangan Silvia.


"Aminnn...aku ngak nyangka kamu lebih dulu menikah dari pada aku padahal aku yang lebih dulu merancang nya eh malah kamu duluan yang temuin bapak penghulu" lanjut nya lagi sambil tertawa kecil. khaira juga ikut tertawa mendengar perkataan Silvia jodoh memang tak bisa ditebak ia bisa datang kapan saja.


" oe ya satu lagi moga bisa cepat kasih aku ponakan " ucap Silvia seperti berbisik namun suara nya masih bisa di dengar oleh Alfi. khaira wajah nya sudah memerah sedangkan Alfi ia bersikap biasa saja saat mendengar ucapan dari Silvia.


" aku yakin deh kalau kalian punya anak pasti lucu banget apa lagi ayah nya seperti babang tampan ini" ucap Silvia sambil melirik ke arah Alfi, Alfi masih bersikap datar tak perduli apapun yang di katakan Silvia, silvia yang melihat ekspresi Alfi malahl terkekeh geli .


" apasih kamu ngak usah ngomong yang macam - macam ucap khaira.


" kamu ingat ngak apa yang aku bilang kemarin jangan terlalu membenci babang tampan bisa saja dia itu jodoh mu, nahh...sekarang kamu lihat kan dia benar-benar jadi jodoh kamu, ternyata Allah mengabulkan doa ku saat itu " bisik Silvia pada khaira sambil terkekeh. khaira hanya diam tidak mengatakan apapun lagi pada silvia.


" ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya, jangan lupa minggu depan datang ke acara nikahan aku, oe ya buat babang Alfi tampan juga ya hari kamis depan datang keacara nikahan aku" ucap Silvia sambil melihat kearah Alfi.


" ya tapi ngak bisa janji ya soal nya harus kerja " ucap Alfi pada silvia lalu tersenyum.


" 👌" Silvia hanya menjawab dengan simbol tangan nya lalu tersenyum ke arah Alfi dan khaira dan berlalu meninggalkan mereka.


Tak lama kemudian khairul dan istrinya menghampiri khaira.


" selamat ya dek semoga jadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. " ucap Sarah (istri khairul) sambil tersenyum ke arah khaira.


"Amiiinn... makasih kak atas doa nya kakak sama abang khairul semoga juga akan selalu menjadi keluarga yang samawa".ucap khaira ia juga tersenyum ke arah Sarah. lalu giliran khairul yang menghampiri Sarah.


" selamat ya dek atas pernikahan nya abang pasti selalu doa'in yang terbaik buat kamu sama Alfi" ucap khairul sambil mengelus kepala khaira dengan tersenyum ke arah nya.


Khaira langsung memeluk khairul dan menangis di pelukan nya, khairul membalas pelukan khaira dan mengelus punggung nya yang bergetar, semua orang menatap hari kearah kakak beradik itu.


" makasih ya bang selama ini abang udah baik sama adek, adek juga akan selalu mendoakan yang terbaik untuk abang...hiks...hiks.." ucap khaira sambil terisak lalu melepaskan pelukan nya,


" ia sama-sama semua abang pasti akan mendoakan yang terbaik untuk adik nya apa lagi kamu adik abang satu-satunya. " ucap khairul iya menangkup kan wajah khaira dengan kedua telapak tangannya dan tersenyum ke arah khaira.


khaira menatap kearah Khairul dengan mata basah nya.


" abang janji ya sama adek ngak akan berubah sekali pun sekarang abah udah nikah tapi abang jangan pernah berubah harus tetap jadi abang yang seperti dulu. " ucap khaira masih menatap Khairul dengan mata basahnya.


khairul tertawa mendengar apa yang dikatakan khaira ternyata adik nya itu masih tetap manja meskipun sekarang sudah menjadi istri orang.


" khiara abang janji akan tetap jadi abang yang seperti dulu buat khaira tapi sekarang ada Alfi di samping khaira ( sambil melirik kearah Alfi dan tersenyum) dia yang lebih berhak atas khaira jadi turuti apapun katanya selama itu benar dan tidak menyimpang dari agama" ucap Alfi pada khaira. khaira hanya menganggukkan kepalanya mendengar apa yang di katakan Khairul.


lalu Khairul dan istri nya pergi meninggalkan khaira dan Alfi. setelah menyalami semua tamu khaira dan Alfi juga di susul keluarga Alfi dan khaira menuju ketempat wisata yang memiliki pemandangan yang indah untuk melakukan foto prewedding.


mereka sengaja melakukan prewed setelah akad nikah agar kalau mereka berpose dengan pose yang saling bersentuhan sudah tidak ada masalah lagi.

__ADS_1


>*>*>*>*>*>*>***


__ADS_2