Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Pengalaman Pertama


__ADS_3

*** Beruntung nya diriku selalu kau jadikan yang pertama


Kau selalu menjaga diri mu meski ku tak selalu berada di samping mu ***


🌻 Alfianda Rahman 🌻


🌸 🌸 🌸 🌸 🌸


-


" Ceklekk...... "


Alfi yang ingin beranjak pergi, kembali menghentikan langkah nya dan menatap ke arah pintu kamar mandi yang terbuka.


DEG


Alfi terpana melihat khaira keluar dengan pakaian yang tak pernah melekat pada tubuh nya. Baju yang panjang nya selutut, dan juga lengan yang hanya menutupi bagian atas bahu khaira, membuat diri nya seperti bukan khaira yang ia kenal.


Alfi menelan ludah nya kasar, saat mata nya menyusuri dengan teliti tubuh khaira dari kepala sampai ujung kaki nya. CANTIK satu kata yang bisa ia gambarkan saat melihat penampilan khaira saat ini.


Alfi dapat melihat bentuk lekuk tubuh khaira, meski tidak terlalu jelas karna baju yang di pakai khaira tidak terlalu tipis.


Khaira yang melihat Alfi menatap nya dengan tatapan seperti itu merasa tidak nyaman.


Jujur saja memakai pakaian yang seperti ini saja membuat diri nya merasa risih karna baru kali ini ia menggunakan pakaian seperti itu, apalagi saat melihat tatapan Alfi yang seperti itu, membuat ia semakin merasa tidak nyaman.


" Ekhem..... "


Khaira sengaja berdehem untuk mengalihkan perhatian Alfi pada nya, dan benar saja Alfi langsung menatap ke arah khaira saat mendengar deheman nya.


" Kenapa lihat aku seperti itu ? Memang nya Ada yang aneh dengan penampilan ku? ".


Tanya khaira saat Alfi sudah menoleh ke arah nya. Khaira melangkahkan kaki nya menuju ke meja rias, ia menatap pantulan diri nya di cermin.


" Kamu dapat dari mana pakaian seperti itu ? " Alfi malah balik bertanya Tanpa menjawab terlebih dahulu pertanyaan khaira.


Khaira yang mendengar pertanyaan Alfi ia kembali mengalihkan pandangan nya ke arah Alfi.


" Memang nya kenapa? Ada yang salah sama baju nya ? " Tanya khaira ia kembali menatap pantulan diri nya di cermin.


" Ya aneh lah kamu pake baju kurang bahan gitu, memang nya kamu dapat dari mana tuh baju " Alfi berbicara dan menatap datar ke arah khaira.


" Aku jelek ya pake baju kaya gini ? " Tanya khaira sambil menatap ke arah Alfi.


Alfi hanya diam menatap ke arah khaira sambil mengamati khaira dari atas sampai bawah kaki nya.


" Cantikk... "


Ucap Alfi dengan suara yang agak mengecil, namun khaira masih bisa menangkap apa yang di ucapkan alfi.

__ADS_1


" Hah....abang ngomong apa barusan ?" Tanya khaira sambil menatap ke arah Alfi dengan menaikkan sebelah alis nya.


" Aku bilang kamu cantik pake baju itu, Tapi jangan pake di depan laki-laki lain, awas aja kalau kamu berani "


Ucap Alfi datar lalu ia melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Khaira menatap punggung Alfi yang menghilang di balik pintu kamar mandi yang sudah tertutup. Ia tersenyum saat mengingat apa yang baru saja di ucap Alfi.


" Cantikk... "


Ucap khaira mengulangi ucapan Alfi tadi, sambil tersenyum. Khaira lalu mendudukkan diri nya di depan meja rias, sambil menyisir rambut nya.


tak lama Alfi keluar dari kamar mandi, ia sudah menggantikan baju nya dengan pakaian tidur.


Alfi terpaku saat melihat khaira yang sedang menyisir rambut nya terlihat begitu cantik, rambut hitam sepanjang punggung dan sedikit bergelombang terlihat begitu indah.


Alfi mengalihkan pandangan nya ke arah lain saat khaira menatap ke arah nya, yang masih berdiri di ambang pintu kamar mandi.


Khaira menatap bingung ke arah Alfi yang sejak tadi masih berdiri di ambang pintu kamar mandi dan menatap ke arah nya tanpa berkedip.


" Abang ngapain masih berdiri di situ ? " Tanya khaira saat ia melihat Alfi yang masih berdiri di tempat nya.


" I.. Ini juga mau jalan kok.... " Jawab Alfi, ia hanya melirik sekilas ke arah khaira lalu melangkah kan kaki nya menuju ke arah tempat tidur


Alfi duduk di pinggir tempat tidur yang berdekatan dengan khaira. Ia tak henti-henti nya menatap ke arah khaira. Khaira yang menatap pantulan diri nya dan Alfi di cermin, merasa aneh karna Alfi masih saja menatap ke arah nya.


Sebenar nya Alfi ingin berbicara pada khaira namun ia merasa sangat gugup untuk membuka suara nya, Alfi *** kedua tangan nya ia berusaha mengusir rasa gugup yang ada pada diri nya.


" Khaira.... "


Khaira yang mendengar Alfi memanggil nama nya langsung mengalihkan pandangan nya ke arah Alfi.


" Ya.... " Jawab khaira singkat sambil menatap ke arah Alfi yang kini juga menatap nya.


Khaira mengernyitkan dahi nya saat Alfi mengenggam tangan kanan nya. Ia meletakkan sisir yang masih berada di tangan nya ke atas meja, kemudian duduk berhadapan dengan alfi.


Alfi mengangkat tangan nya mengelus rambut panjang khaira. Khaira hanya tersenyum menanggapi perlakuan Alfi pada nya.


Alfi kembali mengenggam kedua tangan khaira dan menatap ke arah nya.


" Khaira..... "


Khaira hanya diam menatap ke arah Alfi ia ingin mendengar apa yang akan di ucapkan Alfi selanjut nya.


" Bolehkan jika malam ini aku..... "


Alfi tak lagi melanjutkan ucapan nya, ia berharap khaira dapat memahami apa yang di inginkan nya. Khaira hanya diam menatap ke arah Alfi mencoba mencerna apa maksud ucapan Alfi.


" Khaira kamu ngertikan apa maksud ucapan ku itu ?? " Alfi kembali bertanya saat khaira tak menjawab pertanyaan nya.

__ADS_1


" Gimana ??? " Tanya Alfi tanpa mengalihkan pandangan nya dari khaira.


Khaira hanya tersenyum lalu menundukkan kepala nya, ia juga membalas genggaman tangan Alfi.


Senyuman terlihat jelas di bibir Alfi saat melihat khaira yang menundukkan kepala nya dan membalas genggaman tangan nya, ia mengerti jika sikap yang di tunjukan khaira itu berarti khaira menyetujui permintaan nya.


Alfi bangkit dari duduk nya ia membawa khaira menuju ke atas tempat tidur dan mendudukkan nya di sana.


Alfi menatap lekat ke arah khaira yang masih menundukkan kepala nya, di angkat nya kepala khaira menatap ke arah nya dengan jari telunjuk. Ia menatap bola mata hitam milik khaira yang kini juga menatap ke arah nya.


" Kenapa....? "


Khaira hanya tersenyum dan megelengkan kepala nya saat mendengar pertanyaan Alfi.


Alfi menghembus nafas nya kasar saat khaira hanya megelengkan kepala nya sebagai jawaban atas pertanyaan nya itu.


Alfi menyentuh kedua pundak khaira sedangkan pandangan nya tak pernah terlepas dari wajah cantik istri nya itu.


" Jika kamu belum siap aku ngak akan maksa kamu, aku ingin semua berdasarkan keikhlasan mu bukan karena paksaan ku "


Ucap Alfi pandangan nya masih menatap kedua mata khaira. Khaira tersenyum mendengar ucapan Alfi, ia meraih kedua tangan Alfi yang ada di pundak nya lalu mengenggam nya.


" Aku ikhlas, karna itu memang kewajiban ku dan itu merupakan hak mu sebagai suami ku " Khaira menghentikan sejenak ucapan nya.


" Jangan ragu untuk melakukan sesuatu yang benar, niatkan segala sesuatu itu karna Allah dan lakukanlah sesuai dengan anjuran nya"


Ucap khaira senyuman nya masih mengembang di bibir manis nya.


" Kamu yakin ?? " Tanya Alfi memastikan jika khaira tidak merasa terpaksa untuk menyerahkan diri nya pada alfi.


Lagi-lagi khaira hanya tersenyum mendengar pertanyaan Alfi sambil menatap ke arah nya, Alfi juga ikut tersenyum ketika melihat senyuman yang di ukirkan khaira untuk nya.


Alfi menangkup kan kedua pipi khaira sambil menatap lekat kedua bola mata khaira. Setelah membacakan doa secara perlahan-lahan Alfi mendekatkan wajah nya pada khaira. DAN..............


-


💞 💞 💞 💞 💞 💞


-


Happy Reading


Berikan like dan komentar nya sebagai bentuk dukungan readers pada author 🙏😊


-


Salam Author


-

__ADS_1


Ety Salmila


__ADS_2