
*** Kita Tak Pernah Tahu Jalan Takdir Yang Mesti Kita Lalui •••
Tapi Percaya Lah Setiap Takdir Yang Telah Di Gariskan Itu Merupakan Yang Terbaik Dari Pada Yang telah Kita Harapkan ***
••• Khaira Najwa Safira •••
💗 💗 💗 💗 💗
khaira segera menuju ke ruangan nya dan melanjutkan pekerjaan nya yang belum terselesaikan.
Saat khaira sedang menjahit tiba-tiba handphone nya berdering. di raih nya handphone tersebut dan tertera nama ibu Annisa di layar HP nya. Khaira segera menghubungkan panggilan tersebut dengan menekan kan tombol hijau yang ada di sana.
" Assalamu'alaikum..... " sapa khaira setelah telepon tersebut terhubung.
" Waalaikum salam....gimana jadi ngak kita bertemu hari ini? " tanya bu Annisa pada Khaira.
" jadi bu, gimana kalau kita bertemu nya jam 10 soal nya saya mesti menyelesaikan pekerjaan saya dulu, ngak apa-apa kan bu ?.
" oh tentu saja tidak masalah, tapi nanti kalau kerjaan kamu sudah selesai langsung hubungi saya ya, nanti saya akan segera datang ke Kafe Warkop " ujar bu Annisa.
" baik bu nanti saya akan hubungi ibu " ucap Khaira, ia begitu senang karna ibu Annisa mau bersikap baik pada nya.
" ya sudah kalau begitu, selamat bekerja kembali... Assalamualaikum..... " ucap bu Annisa yang di akhiri dengan salam.
" Waalaikumsalam.... " jawab Khaira sambil tersenyum. lalu sambungan telpon pun terputus.
Khaira kembali meletakkan HP nya di atas meja lalu melanjutkan pekerjaan nya.
•••••••••••••
Di sisi lain Alfi mengendarai motor nya menuju pulang ke rumah mama nya, setelah ia mengantar Khaira ketempat kerja nya.
Sesampai nya di sana ia segera masuk kedalam rumah dan berlalu ke kamar nya. Alfi membersihkan dirinya di kamar mandi lalu menggantikan pakaian nya dengan pakain yang lebih santai.
Alfi melangkah kan kaki nya menuju ke balkon kamar nya. hari masih cukup pagi, ia bisa melihat susana sekitar lingkungan rumah nya, dan juga jalanan yang di penuhi oleh kendaraan yang berlalu - lalang.
Diraih nya handphone yang ada di saku celana nya, lalu menghubungi telpon rumah yang terdapat di ruang tamu.
Kriingg.... kriinggg......
BI siti yang mendengar suara telepon rumah langsung berjalan ke arah ruang tamu untuk mengangkat nya. baru saja ia ingin mengucapkan salam tapi sudah terdengar suara Alfi.
" bi tolong Antarkan saya kopi hitam dan bawa ke kamar saya " ucap Alfi saat sambungan telepon sudah terhubung.
" Baik... nanti akan bibi antarkan " ujar BI siti. hanya itu perbincangan mereka setelah itu Alfi langsung mematikan telpon nya kembali.
BI siti segera bergegas ke dapur untuk membuat kan kopi untuk alfi, lalu membawa nya ke kamar alfi.
Alfi yang sedang duduk di balkon kamar nya, tiba-tiba ia teringat sesuatu. hari ini ia ada janji bertemu dengan Elisa di kafe warkop, tempat mereka biasa nya bertemu.
Alfi mencoba menghubungi Elisa, namun Elisa tidak menjawab telpon nya. sudah tiga kali ia mencoba menghubungi Elisa namun tetap tak ada jawaban dari nya.
Akhir nya Alfi memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Elisa.
••• Isi Pesan Alfi •••
" lisa... aku mau kita ketemu di kafe warkop, karna ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu ".
Tak lama kemudian Elisa pun membalas pesan yang di kirimkan Alfi.
••• Elisa •••
"Aku ngak bisa, lagi ada acara keluarga, nanti aja ya kita ketemuan nya ".
••• Alfi •••
" Sebentar aja lis ini penting banget "
Itulah pesan terakhir Alfi karna setelah itu Elisa tak lagi membalas pesan nya. Alfi mencoba kembali menghubungi Elisa, saat Elisa tak lagi membalas pesan nya. Namun yang terdengar bukan suara Elisa melainkan suara operator.
Alfi menatap layar HP nya, ia bingung mengapa Elisa malah me non-aktifkan handphone nya. Sikap Elisa juga berubah sejak semalam Elisa bersikap acuh pada nya.
" Apa Elisa marah ya ? tapi karna apa? perasaan gue tidak melakukan kesalahan apa pun sama dia ? sikap nya beda benget biasa nya ia paling antusias jika gue mengajak nya bertemu seperti ini. tapi hari ini kenapa kesan nya ia begitu acuh seolah tak perduli dengan ajakan gue ? "
Gumam Alfi dalam hati, Alfi mengacak rambut nya frustasi. memikirkan mengapa sikap Elisa berubah pada nya.
Jika Elisa tidak mau berteman dengan nya gimana cara nya ia menyelesaikan masalah nya dengan Elisa? gimana cara nya ia memutuskan hubungan nya dengan Elisa ?.
" Nak Alfi ini kopi nya bibi Taruh di atas meja ya " ucap BI siti seraya meletakkan kopi Alfi di atas meja yang ada di balkon kamar nya.
Alfi menolehkan pandangan nya ke arah belakang saat mendengar suara BI siti.
" iya.... makasih bi " ucap Alfi sambil menatap ke arah bisa siti.
" sama-sama nakal, bibi permisi mau kembali ke dapur karna ada pekerjaan yang mesti bibi selesaikan " ucap bi siti seraya membungkuk kan sedikit badan nya..
Alfi hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban. bi siti pun pergi meninggalkan Alfi yang masih berada di balkon kamar nya.
Saat bi siti sudah berlalu pergi Khaira melangkah kan kaki nya menuju ke kursi yang ada di sana. ia duduk di kursi tersebut sambil menikmati kopi yang v
__ADS_1
di bawakan oleh bi siti.
Ketika Alfi sedang menikmati kopi nya sambil menikmati angin pagi di balkon kamar nya, tiba-tiba HP nya berdering Khaira segera meraih dan melihat siapa yang menghubungi nya.
Tertera nama agus di sana, agus juga termasuk teman terdekat Alfi selain zaki, mereka bersahabat baik sejak mereka masih duduk di bangku SMA, hingga ke perguruan tinggi.
Agus juga mengetahui jika Alfi sudah menikah dengan Khaira, karna ia bersama istri nya juga turut hadir pada acara resepsi pernikahan Alfi. begitu pun soal hubungan nya dengan Elisa.
Alfi segera mengangkat telepon dari agus. dan mendekatkan benda pipih itu di telinga nya, baru saja ia ingin berbicara tapi sudah lebih dulu terdengar suara agus yang menyapa nya.
" Assalamualaikum.... broe apa kabar udah lama banget kita ngak ketemu " Alfi langsung menjauhkan HP dari telinganya saat mendengar suara agus yang seperti berteriak, membuat telinga nya terasa berdengung.
Alfi meletakkan HP nya di depan mulut nya, ia juga melakukan hal yang sama berbicara dengan suara keras pada agus.
" loe bisa ngak sih ngak usah teriak-teriak ? gue ngak budeg kali " ucap Alfi dengan ketus, lalu kembali menempelkan benda pipih itu di telinga nya.
" hehehe..... sorry, sorry..... gue lagi senang banget nih, jadi nya gue terlalu bersemangat saat berbicara dengan loe " ucap agus sambil cengengesan.
" loe mah senang ngak senang suara loe tetap segede itu, heran gue kok citra betah hidup dengan loe, yang ngomong nya pake teriak-teriak, bisa merusak gendang telinga orang yang mendengar nya. "
ucap Alfi dengan kesal, begitu lah agus yang kalau ngomong selalu dengan suara yang keras membuat telinga berdengung jika mendengar nya.
" iya. . iya... maaf, oh ya loe kerja ngak hari ini ? " tanya Agus pada Khaira kali ini ia sedikit mengecilkan suara nya.
" ngak ada gue habis pulang kerja, semalam gue lembur " jawab Alfi. ia kembali menyeruput sisa kopi nya.
" gimana kalau kita bertemu di tempat biasa ? udah lama kan kita ngak bertemu semenjak loe nikah ? " ucap agus lagi. Alfi mencoba memikirkan ajakan Agus.
" ia juga sih dari pada diam di rumah sendirian mending keluar bareng agus " gumam nya dalam hati.
" boleh, jam berapa ? " ucap Alfi setelah ia memikirkan ajakan agus pada nya.
" sekarang aja gimana ? sekalian loe ajak si zaki juga biar lebih rame " ucap Agus, Alfi mengangguk kan kepala nya mendengar ucapan agus..
" OKe... nanti gue hubungi dia " ucap Alfi.
" ya udah gue tunggu kalian di kafe biasa ya.....Assalamu'alaikum..." Ucap agus yang di akhiri dengan salam.
" Waalaikum salam " Alfi menjawab salam dari agus dan mematikan sambungan telepon nya.
Setelah selesai berbicara dengan agus, Alfi langsung menghubungi zaki untuk mengajak nya berkumpul bersama diri nya dan agus. Dan zaki pun menyetujui nya.
Alfi kembali masuk kedalam kamar nya menggantikan celana panjang selutut yang ia pakai, dengan celana jins berwarna hitam, juga kaos oblong berwarna abu-abu.
ia segera ke luar kamar dan meraih kunci mobil nya lalu berlalu menuju ke kafe tempat mereka janjian.
◾ ◾ ◾ ◾ ◾
" Tok.... to.. tokk... "
" Masuk "
Khaira yang mendengar suara Riska dari dalam langsung membuka pintu dan melangkah ke dalam ruangan.
" ada perlu apa kamu ke ruangan saya " tanya Riska saat melihat Khaira yang melangkah mendekati nya.
" Saya dan Azkia minta izin mau keluar sebentar, ngak lama kok bu, nanti begitu urusan kami selesai kami akan segera kembali kesini " ucap Khaira seraya menundukkan kepala nya.
" baiklah.... tapi jangan lama-lama, karna saya lihat masih banyak pekerjaan yang belum kamu selesaikan " ucap Riska sambil menatap ke arah Khaira yang kini menunduk di depan nya.
" baik bu, kami pasti akan segera kembali, kalau begitu saya permisi dulu " ucap Khaira, Riska hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.
Khaira langsung keluar dari ruangan Riska, ia melangkah kan kaki nya ke ruang pemasaran, yang terdapat di arah depan butik dimana Azkia berada.
Sesampai nya di sana ia melihat Azkia yang sedang menyusun beberapa pakaian hasil jahitan Khaira.
" Kia... " Azkia menolehkan pandangan nya ke arah Khaira saat Khaira memanggilnya.
" ikut saya sebentar ke kafe warkop " ucap Khaira pada azkia, Azkia hanya menganggukkan kepala nya, tanpa bertanya apa tujuan mereka ke sana.
Mereka lalu keluar butik, Azkia mengambil motor nya yang ada di tempat parkir. setelah itu Khaira naik di jok belakang motor Azkia dan Azkia pun melajukan motor nya meninggalkan butik Riska menuju ke Kafe warkop.
◾ ◾ ◾ ◾ ◾
Alfi baru saja sampai di Kafe Warkop tempat Alfi dan kedua teman nya akan berkumpul.
Baru saja ia ingin melangkah masuk kedalam kafe, langkah nya sudah di hentikan oleh suara seorang wanita.
" Alfiiii...... " Alfi menolehkan pandangan nya ke arah belakang dan senyuman nya mengembang saat melihat wanita yang tadi memanggil nya.
" Bunda Ani " ucap Alfi saat melihat wanita paruh baya itu melangkah mendekati nya.
" Alfi... udah lama banget kita ngak ketemu nak, sejak menikah kamu ngak pernah lagi datang ke rumah bunda "
ucap wanita paruh baya tersebut yang tak lain adalah ibu Annisa yang juga akan bertemu dengan Khaira di kafe itu .
" Maaf Bun, Alfi sibuk banget akhir-akhir ini, kerjaan juga padat banget bunda pasti tahukan? karna zaki juga satu penerbangan dengan Alfi. " ucap Alfi seraya menatap bunda Annisa.
" iya bunda ngerti, memang akhir-akhir ini zaki lebih sering melakukan penerbangan dari pada di rumah, karna itu bunda agak sedikit khawatir sama zaki, ia terlalu sibuk bekerja sampai lupa mencari pendamping hidup nya.
__ADS_1
Kamu tahu Al ? sampai sekarang belum ada satu wanita pun yang ia kenalkan sama bunda, pada hal usia nya sudah 25 tahun sudah sepantas nya kan ia menikah? kamu aja udah nikah "
Cerocos bunda Nisa panjang lebar, Zaki adalah putra satu-satunya bunda Annisa. zaki berteman baik dengan Alfi, bahkan tak jarang Alfi menginap atau pun berkunjung ke rumah zaki, karna itu tak heran jika bunda Annisa juga begitu dekat dengan Alfi.
ia sudah mengangap Alfi seperti putra nya sendiri. Bagi nya Alfi dan zaki adalah putra kesayangan nya, ia tak pernah membeda-bedakan antara zaki dan Alfi.
" Mungkin belum waktu nya Bun, Alfi yakin suatu saat nanti Zaki pasti menemukan pendamping hidup nya, yang baik, dapat menjadi istri dan menantu yang baik buat bunda " ujar Alfi seraya tersenyum ke arah bunda Annisa.
" Aminnn.... semoga saja Zaki secepat nya menemukan pendamping hidup nya, bunda udah ngak sabar pengen punya menantu " ucap bunda Annisa sambil tersenyum ke arah Alfi.
" Bunda kan memang sudah punya menantu Bun, memang nya bunda tidak menganggap istri Alfi sebagai menantu bunda ya " ucap Alfi dengan ekspresi yang pura-pura merajuk.
" Loh kok kamu ngomong nya gitu ? bunda kan sayang sama kamu, kamu sudah bunda anggap seperti anak kandung bunda sendiri, jadi tentu saja istri kamu juga menantu bunda, hanya saja bunda ingin melihat zaki menikah secepat nya. wajarkan seorang ibu yang ingin melihat anak nya menikah ? "
ucap bunda Annisa sambil menatap lekat ke arah Alfi yang masih menunjukan ekspresi merajuk nya.
" Heumm.... " Alfi hanya bergumam mendengar ucapan bunda Annisa. ia memang cukup manja dengan bunda Annisa sehingga hal seperti itu sudah biasa bagi nya.
" oh ya.... bunda minta maaf kemarin tidak sempat datang ke acara nikahan kamu sama resepsi, bunda dapat telepon dari bibi cika di kampung kata nya nenek sakit keras, karna itu bunda harus pulang kampung untuk melihat ke adaan nenek "
Bunda Annisa memang tidak menghadiri pernikahan dan resepsi pernikahan Alfi, jadi wajar saja jika ia tidak mengenal Khaira, karna mereka belum pernah bertemu dan Alfi juga belum pernah membawa Khaira ke rumah zaki.
" ia ngak apa-apa Bun, Zaki juga udah cerita sama Alfi. sekarang gimana keadaan nenek apa udah baikan ? " tanya Alfi ia masih menatap ke arah Bunda Annisa.
" Alhamdulillah sekarang keadaan nya sudah semakin membaik dan sekarang nenek tinggal sama bunda " ucap bunda Annisa sambil menorehkan senyum nya.
" Alhamdulillah.... ya udah nanti kapan-kapan Alfi akan datang kerumah bunda, sekalian nanti Alfi ajak Khaira biar bunda bisa kenalan dengan nya " ucap Alfi ia juga tersenyum ke arah bunda Annisa.
" Nah gitu dong... jangan lama-lama ya Bunda udah ngak sabar pengen kenalan sama istri mu itu " ucap bunda Annisa terlihat raut bahagia di wajah nya, saat mendengar Alfi akan membawa istri nya ke rumah.
" iya bunda Insya Allah " ucap Alfi ia juga ikut tersenyum melihat raut wajah bahagia bunda Annisa.
" Alfi....kaya nya bunda udah punya calon buat zaki " ucapan bunda Annisa membuat Alfi mengernyitkan dahi nya.
" Maksud bunda ? " tanya zaki sambil menatap bingung g ke arah bunda Annisa.
" Bunda mau jodohin Zaki sama seseorang " ucap bunda Annisa, ia menatap lekat ke arah Alfi, sambil tersenyum membayang kan wajah cantik, wanita yang ingin ia jodohkan dengan putra nya itu.
" Bunda yakin mau jodohin zaki ? " Alfi kembali bertanya pada bunda Annisa berusaha meyakin kan nya.
Bukan nya ia tak mau jika zaki di jodohkan dengan pilihan bunda nya, hanya saja ia sangat hafal bagaimana sifat zaki, ia pasti akan menolak mentah-mentah permintaan bunda nya itu, tanpa ia melihat terlebih dahulu wanita yang di pilihkan bunda nya.
" Bunda yakin Al , dia gadis yang baik, dan juga pekerja keras, bunda baru bertemu dia sekali waktu bunda mengambil jahitan bunda, dia bekerja sebagai desainer dan juga penjahit ".
Bunda Annisa menghentikan sejenak ucapan nya. setelah cukup lama terdiam ia kembali melanjutkan ucapan nya.
" Bunda bisa melihat ada ketulusan dalam diri nya, dia wanita berhijab yang menutupi tubuh nya dengan pakaian Muslimah. Wanita seperti itu akan menjadi penyejuk hati bagi seorang suami saat memandang nya. jika ia mau bunda jodohkan dengan Zaki bunda pasti sangat bahagia bisa mendapat kan menantu sebaik dia "
Ucapan bunda Annisa memberikan sebuah hantaman keras di dada nya, entah mengapa ia merasa wanita yang di ceritakan bunda Annisa sama persis seperti istri nya.
Namun ia mencoba menepis semua fikiran nya itu, mana mungkin wanita yang ingin di jodohkan bunda Annisa dengan zaki adalah Khaira istri nya.
" Alfi kok kamu diam aja? kamu ngak kenapa-napa kan ? " ia sedikit khawatir saat melihat Alfi yang hanya terdiam tanpa menanggapi ucapan nya.
" ngak... ngak Bun, Alfi ngga kenapa-napa kok " ucap Alfi ia memaksa kan senyum nya pada bunda Annisa.
" ke bunda fikir terjadi apa-apa sama kamu sampai diam seperti itu " ucap bunda Annisa ia masih menatap lekat wajah Alfi berusaha memastikan jika Alfi memang baik-baik saja.
" Ngak Bun, Alfi beneran ngak kenapa-napa tadi Alfi lagi kepikiran soal kerjaan " ucap Alfi berbohong, ia berusaha meyakinkan bunda Annisa.
" Ya udah kalau gitu bunda masuk dulu ya karna soal nya bunda bentar lagi mau bertemu sama calon mantu " ucap bunda Annisa sambil terkekeh. Alfi hanya tersenyum simpul sambil mengangguk kan kepala nya, mendengar ucapan bunda Annisa.
Bunda Annisa pun melangkah masuk ke dalam kafe, meninggalkan Alfi yang masih menerka-nerka siapa wanita yang akan di jodoh kan dengan zaki.
-
🙏 🙏 🙏 🙏 🙏
-
Happy Reading....
Hy readers Siapa ya kira-kira wanita yang akan di jodohkan Bunda Annisa dengan Zaki ???
Nantikan episode selanjut nya y !!!
Mlm ini author up satu episode dulu ya besok akan author up lagi episode selanjutnya 😊
Jangan lupa like dan komentar yang lebih banyak sebagai bentuk dukungan readers pada author... 🙏
Silahkan memberikan kritik dan saran nya juga, karna hal itu dapat membantu author untuk memperbaiki kekurangan novel ini 😊😘
-
Terima Kasih 🙏
-
Salam Author
__ADS_1
-
Ety Salmila