Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Menunggu Dia Kembali


__ADS_3

*** Tak Pernah Kah Kau Memikirkan Aku Yang Bertahan Untuk Menanti Kedatanganmu...


Engkau Datang Dan Pergi Sesuka Hatimu


Tanpa Kau Fikir kan Bagaimana Perasaanku Haruskah Aku yang Selalu Bertahan Menunggu mu Yang Tak Kunjung Datang?***


💔 💔 💔


Suara alarm yang berasal dari HP khaira


membuat 2 manusia yang masih berada di


alam mimpi nya terbangun.


Alfi membuka matanya, dilihat nya kearah


sofa, sepertinya khaira belum bangun karna


masih terlihat sedang tertidur di sofa.


Alfi terkekeh saat melihat bagaimana


keadaan khaira saat ini, Khaira membalut kan


tubuh nya dengan selimut seperti


kepompong membuat nya terlihat begitu


menggemaskan.


Khaira menggerakkan badan nya membuka


matanya secara perlahan dan saat ia menoleh


ke arah Tempat tidur dilihat nya Alfi yang kini


menatap kearahnya khaira langsung merubah


posisi nya menjadi duduk.


" ngapain liat-liat ? " ucap khaira ketus.


" emang nya ada larangan seorang


suami dilarang melihat istri nya " ucap Alfi


sambil menatap kearah khaira.


Khaira yang mendengar ucapan Alfi


memutar mata nya malas lalu bangkit dari


duduk nya dan bergegas kekamar mandi


untuk membersihkan diri nya.


Alfi menatap kearah khaira yang berlalu


meninggalkan nya ke kamar mandi.


15 menit kemudian khaira keluar dengan


wajah nya yang terlihat lebih frase.


Setelah khaira keluar, Alfi meraih handuk di


sangkutan pakaian lalu berjalan ke arah


kamar mandi.


12 menit berlalu Alfi keluar dari kamar mandi,


saat ia membuka pintu dilihat nya khaira yang


sudah memakai mukena. Alfi langsung


berjalan kearah khaira untuk melaksanakan


shalat subuh berjamaah.


Setelah selesai shalat Alfi berjalan kearah


lemari mengambil seragam pilot nya yang


berwarna putih lalu bergegas ke kamar mandi


untuk memakai nya.


Setelah selesai ia keluar dari kamar mandi


khaira yang melihat suami nya keluar dari


kamar mandi dengan seragam pilot sedikit


terpana karna saat ini Alfi terlihat lebih


tampan.


" Ngapain liat-liat ? " ucap Alfi dengan ketus


meniru cara khaira tadi berbicara pada nya.


" emang ada larangan seorang istri dilarang


Melihat suami nya " ucap khaira ia juga


meniru gaya Alfi berbicara pada nya.


" cuihh... ngak kreatif banget sih, main copy


kata-kata orang " ucap Alfi sambil menatap


sinis ke arah khaira.


" hey situ ngak nyadar ya?, kan situ duluan


yang tadi copy kata-kata saya " ucap khaira


ketus.


" Terserah gue lah mulut- mulut gue,


Jadi terserah gue dong mau bilang apa "


Ucap Alfi ia masih menatap sinis ke arah


khaira.

__ADS_1


" udah lah aku malas berdebat dengan kamu


mending sekarang kita keluar " .ucap khaira


Akhirnya Alfi dan khaira pun keluar menuju


ruang makan.


Sesampai nya disana ternyata seluruh


keluarga Alfi sudah menunggu kedatangan


mereka, disana ada mama, papa, zuhdi,


zuhra (kakak alfi), hendra ( suami kakaknya)


dan si Imut irfan dan indah ( keponakan alfi).


Setelah khaira duduk di meja makan


Mereka langsung menyantap makan paginya.


Setelah selesai makan khaira mengantar Alfi


hingga ke depan pintu depan.


" Hati-hati dijalan " ucap khaira sambil


menyalami alfi.


" Heumm... " Alfi Hanya bergumam lalu


berlalu pergi dengan menggunakan motor


matic nya.


Setelah Alfi berlalu pergi khaira kembali


masuk kedalam rumah dan menuju ke


arah dapur menemui mama Alfi.


" Ma... " khaira memanggil mama Alfi saat ia


sudah sampai di meja makan. disana hanya


tersisa mama Alfi karna semua orang sudah


pergi melaksanakan kegiatannya


masing-masing. zuhra dan suami nya sudah


kembali ke rumah mereka.


Sedangkan zuhdi ia sudah berangkat kuliah


sebelum Alfi berangkat kerja tadi.


" khaira bantu ya ma " ucap khaira lagi pada mama Alfi.


" ngak usah kamu ke kamar aja, istirahat


sana kamu pasti cape kan karna acara kemaren "


ucap mama Alfi sambil terus mengumpulkan piring kotor di atas meja.


ucap khaira sambil membantu mama Alfi membereskan piring kotor.


" ya udah terserah kamu " ucap mama Alfi.


Akhirnya khaira membantu mama Alfi mencuci piring kotor di dapur


dan memasak makanan untuk makan siang.


Hari sudah menunjukkan pukul 13:00 setelah memasak untuk makan siang khaira


bergegas kekamar membersihkan dirinya lalu melaksanakan shalat zuhur.


Setelah selesai shalat zuhur khaira keluar kamar nya dan menuju ke meja makan untuk


Makan siang.


Waktu terasa berlalu terlalu cepat kini Waktu


sudah menunjukan pukul 18:50 Wib khaira


baru saja selesai melaksanakan shalat magrib.


Diraih nya HP nya yang ada di Nakas dekat tempat tidur untuk menghubungi Alfi.


" tutt... tutt.. tuttt.... " suara getaran yang terdengar, sudah dua kali khaira


menghubungi Alfi namun Alfi tak kunjung menjawabnya, hingga pada deringan ketiga


baru terdengar suara dari sebrang sana.


" Hallo!! " terdengar suara seseorang dari sebrang sana namun bukan suara Alfi


Melainkan suara seorang wanita.


" i.. iya halo maaf ini dengan siapa ya? " tanya khaira dengan hati-hati.


" loh kok malah situ yang nanya gue siapa, harusnya kan gue yang nanya situ Siapa?" ucap perempuan itu dengan masa ketus.


" sebelum nya saya minta maaf, sebelum nya saya mau nanya apa benar ini yang saya hubungi nomor Alfi? " tanya khaira hati-hati.


" ya benar ini HP nya Alfi memang nya loe siapa ngapain loe telpon dia malam-malam gini " tanya perempuan itu pada khaira dengan suara ketus.


" saya ada keperluan sama Alfi sekarang Alfi nya mana? " tanya khaira dengan nada lembut.


" dia lagi sibuk ngak bisa diganggu jangan hubungi dia lagi.. ..tut.. tut..tut " ucap perempuan itu lalu ia mematikan telpon nya.


" Alfi sebenarnya lagi dimana dan terus siapa perempuan yang jawab telpon ku tadi ".ucap khaira pada dirinya sendiri.


Ia begitu gelisah memikirkan keberadaan Alfi saat ini. khaira melihat jam di dinding kamar


sudah menunjukan hampir jam 9 malam. namun Alfi belum pulang juga.


Akhirnya khaira memutuskan untuk melaksanakan shalat 'isya terlebih dahulu agar hati nya juga lebih tenang.


setelah selesai shalat khaira berdoa untuk


keselamatan suami nya itu. setelah


membereskan segala perlengkapan shalat


khaira keluar dari kamar nya untuk menunggu Alfi pulang di ruang tamu.

__ADS_1


khaira saat ini sedang berada diruang tamu, ia


masih terus mencoba menghubungi Alfi


sudah lebih dari lima kali ia mencoba menelpon Alfi namun lagi-lagi suara operator yang menjawab telpon nya.


ia semakin gelisah saat mengingat telpon nya yang di jawab oleh seorang wanita.


hati nya masih terus bertanya-tanya siapa wanita itu.


Khaira kembali mencoba menelpon Alfi lagi dan kali ini telpon nya terjawab dan bukan suara wanita yang terdengar namun suara Alfi.


" Ada apa? " tanya Alfi saat telpon nya tersambung.


tanpa basa-basi Alfi berbicara pada nya dengan suara yang ketus.


khaira sempat tertegun saat mendengar suara Alfi yang seperti berteriak padanya dari balik telpon tersebut.


" Abang dimana? " tanya khaira lembut ia bangkit dari duduk nya berusaha menenangkan fikiran nya.


" Bukan urusan loe" Lagi-lagi Alfi menjawab pertanyaan khaira dengan ketus dan disertai bentaran.


" ya jelas ini menjadi urusan ku karna kamu suami ku,


istri mana yang bisa bersikap tenang saat suami nya sudah menjelang tengah malam belum pulang juga "


ucap khaira kali ini ia berbicara sedikit keras ia tak habis pikir mengapa Alfi bersikap seperti itu padanya seolah ia tak perduli dengan perasaan khaira yang mencemaskan dirinya.


" loe ngak perlu tau gue lagi ada dimana dan jangan bersikap seolah-olah loe seperti istri pada umum nya, yang selalu mengkhawatirkan suaminya.


karna kita menikah tanpa rasa cinta jadi loe ngak perlu sok perhatian sama gue,


gue juga ngak butuh semua perhatian loe itu, NGERTi...dan satu lagi jangan hubungi gue lagi karna gue lagi sibuk " ucap Alfi dengan nada yang membentak.


" Ntut.. tut... tutut... "


Baru saja khaira ingin berbicara tapi Alfi sudah lebih dulu mematikan telpon nya.


Setetes butiran bening mengalir di pipi khaira lagi-lagi semua itu karna perkataan kasar yang dilontarkan Alfi padanya.


khaira menarik nafas nya dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan untuk menenangkan dirinya.


Sudah ber jam-jam khaira menunggu Alfi pulang bahkan menelpon nya berulang kali


dan kini yang di dapat kan nya hanya lah suara bentakan dari Alfi.


khaira mendudukkan kembali tubuh nya di atas sofa ia masih tetap ingin menunggu alfi pulang, saat ini waktu sudah menunjukan pukul 12: 00 malam.


karna kelelahan menunggu Alfi pulang akhirnya khaira tertidur di sofa.


Hampir dua jam khaira tertidur di sofa tiba-tiba pintu utama terbuka suara derap kaki seseorang melangkah mendekati sofa tempat khaira tertidur.


" kak.. kak khaira... " terdengar suara seorang laki-laki memanggil namanya.


khaira yang mendengar seseorang memanggil namanya berusaha mengumpulkan kesadaran nya untuk melihat siapa yang memanggil nama nya.


" kak...kak khaira " panggil laki-laki itu lagi khaira menolehkan pandangan nya ke arah laki-laki itu.


" zuhdi " ucap khaira saat ia melihat zuhdi yang berdiri disamping nya, khaira merubah posisi nya menjadi duduk.


" Kakak ngapain tidur disini? " tanya zuhdi seraya duduk di Kursi yang berada di dekat khaira.


" kakak lagi nunggu bang Alfi pulang " ucap khaira sambil mengucek matanya yang masih terasa lengket karna habis bangun tidur.


Meskipun zuhdi dan khaira seumuran tapi zuhdi tetap memanggil khaira dengan panggilan kakak untuk menghormati nya sebagai istri dari kakak laki-laki nya Alfi.


" huuffff... "


Alfi menghela nafas nya kasar


" ngak usah di tunggu kak bang Alfi ngak bakal pulang "


khaira kaget saat mendengar penuturan dari zuhdi


" loh kenapa? " tanya khaira bingung


" abang pasti nginap di kosan teman nya " jawab Alfi sambil menatap ke arah khaira


" kosan teman? siapa teman nya itu cowok apa cewe?" tanya khaira alfi yang melihat reaksi khaira merasa bingung kenapa reaksi khaira sampai seperti itu.


"kakak kenapa sih kok panik gitu? teman nya cowok lah ya kali bang Alfi tidur di kosan cewe " jawab zuhdi sambil terkekeh, ia menaik kan sebelah alis nya menatap heran ke arah khaira.


" memang nya kenapa kalau bang Alfi tidur dikosan temannya? " tanya zuhdi menyelidik


" oe ngak kenapa-napa kok " jawab khaira memaksakan senyum nya.


" kamu tau dari mana bang Alfi tidur di kosan teman nya apa bang Alfi ada kasih tau kamu? " tanya khaira lagi.


" bang Alfi ngak kasih tau aku tapi biasa nya kalau ngak pulang ya tidur di kosan temannya. " ucap zuhdi sambil melihat ke arah khaira.


" tapi kamu kenapa bisa se yakin itu? " tanya khaira lagi ia juga menatap ke arah zuhdi.


" ya karna biasa nya bang Alfi pulang ke rumah paling telat jam 01:00 pagi, dan sekarang sudah hampir jam 2 pagi itu arti nya ia tidur di tempat teman nya.


Khaira hanya mengangguk - ngangukkan kepala nya saat mendengar penuturan zuhdi.


ia bersyukur jika suami nya baik-baik saja, namun ada sedikit rasa kecewa karna suami nya tidak pulang, mungkinkah suaminya todak pulang karna tak ingin bertemu dengan nya atau.. au.. u.. karna wanita di telpon tadi.


khaira menggelengkan kepala nya mencoba menghilangkan pikiran buruk tentang suaminya itu, iya tak ingin menuduh suami nya yang bukan-bukan tanpa ada bukti nya.


" kak... kakak kenapa " tanya zuhdi pada khaira saat ia melihat khaira meng geleng - geleng kan kepala nya.


khaira yang mendengar suara zuhdi langsung menghentikan apa yang sedang ia lakukan itu lalu ia menoleh ke arah zuhdi


" eh tidak apa-apa, kakak hanya merasa masih mengantuk " jawab khaira sambil cengengesan.


" oe, kalau gitu mending sekarang kakak tidur di kamar aja, ngak usah mikirin bang Alfi yang ngak pulang karna aku yakin ia baik-baik saja palingan sekarang ia lagi tidur dikosan teman nya " ucap zuhdi sambil tersenyum ke arah khaira.


" eum.. seperti nya apa yang kamu bilang ada benar nya juga bang Alfi pasti baik-baik saja " ucap khaira sambil menghembuskan nafas nya kasar,


masih tersisa kesedihan dihati nya saat ia menanti kepulangan suaminya namun harus berakhir dengan ke kecewaan.


" ya udah kalau gitu kakak ke kamar dulu ya mau tidur masih ngantuk soal nya " ucap khaira seraya ia bangkit dari duduk nya.


" ya silahkan " jawab zuhdi sambil tersenyum, khaira membalas senyum zuhdi lalu berlalu menuju ke kamar nya dilantai dua.


setelah khaira pergi zuhdi juga meninggalkan ruang tamu menuju ke kamar nya.


Khaira yang sudah sampai di depan pintu kamar membuka pintu nya secara perlahan lalu masuk dan menggunci pintu kamar.


ia berjalan ke arah tempat tidur untuk mengambil bantal karena ia malam ini tetap akan tidur di sofa walau pun tak ada Alfi disana.


saat ia ingin mengambil bantal ia melihat ke sisi kanan tempat tidur dimana Alfi semalam menempati nya.


lagi - lagi ia merasa sedih saat mengingat Alfi yang tak pulang ke rumah, apalagi saat ia memikirkan tentang suara wanita yang tadi mengangkat telpon Alfi membuat seribu fikiran buruk bersarang di kepala nya.


khaira berjalan kearah lemari setelah ia mengambil bantal, untuk mengambil selimut yang semalam di pakai nya, lalu berjalan ke arah sofa dan membaringkan tubuh nya disana.

__ADS_1


🖤 🖤 🖤 🖤


__ADS_2