Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Sepenggal Kisah Zaki Dan Azkia


__ADS_3

*** Ternyata Benar Apa Yang Mereka Katakan Jika Cinta Itu Bisa Datang Setelah Kita Hidup Bersama •••


Aku Baru menyadari Jika Kamu Adalah Makhluk Yang Di Kirim Kan Allah Untuk Melengkapi Hidupku***


••• Zaki & Azkia •••


- 🌿 🌿 🌿 🌿 🌿


Mereka kemudian kembali menyantap makanan nya sesekali melihat pemandangan yang indah di atas pelaminan. setelah selesai makan khaira dan Alfi berpamitan kepada Elisa dan rizwan kemudian mereka segera kembali ke rumah.


Mereka juga sempat bertemu Azkia dan zaki yang hadir di acara pernikahan rizwan dan Elisa.


" Al udah lama loe..... " tanya zaki saat ia melihat khaira dan Alfi yang baru saja menyelesaikan makan nya.


" lumayan..... malah sekarang kita mau pulang..... " ucap Alfi sambil menatap ke arah zaki dan Azkia.


" loh.... kok cepat banget pulang nya? nanti aja ya...!!! kita pulang bareng-bareng nanti... " Ucap zaki pada Alfi.


" kita udah lama banget berada di sini, loe kalau mau ucapin selamat pada Elisa udah sono aja, mumpung mereka masih berada di atas pelaminan " Ucap Alfi ia sejenak menatap ke arah pelaminan lalu kembali melihat ke arah zaki dan azkia.


" memang nya loe udah ucapin selamat sama Elisa dan suami nya...?? " tanya Alfi sambil mentap ke arah Alfi dan khaira secara bergantian.


" Gue kan udah bilang kalau gue sama khaira udah lama disini dan itu artinya gue udah ngucapin selamat sama mereka... " Ucap Alfi dengan memperlihatkan wajah datar nya.


" Loe Nangis ngak pas loe ngucapin selamat sama Elisa...? " tanya Alfi lagi dengan memicingkan mata nya ke arah Alfi


" Hah.... pertanyaan loe aneh banget ngapain coba gue nangis cuma buat ngucapin selamat pada elisa.....? " Alfi menatap bingung ke arah Zaki.


" ya.... karna Elisa kan mantan loe siapa tau aja loe nangis pas ngucapin selamat pada Elisa seperti pada vidio yang lagi viral itu..... " ucapan Zaki sontak membuat azkia berusaha menahan tawa nya, sedangkan khaira yang mendengar ucapan Zaki bukan nya marah tapi ia malah tertawa dengan begitu lepas.


pikiran nya berkelana mengingat saat ia melihat vidio yang lagi viral di sosmed karna nangis saat datang ke acara pernikahan mantan nya.


Alfi menolehkan pandangan nya ke arah khaira saat mendengar suara tawa khaira.


" Nih.... anak malah ketawa lagi bikin orang tambah kesal aja... " gumam Alfi dalam hati ia menatap kesal ke arah khaira yang masih tertawa karna ucapan Zaki.


" udahlah Jadi malas gue lama-lama disini, loe kalau mau ketawa... ketawa aja sampai puas ngak usah ngikutin gue nanti pulang nya jalan kaki aja.... " Ucap Alfi pada khaira, lalu ia melangkahkan kaki nya meninggalkan zaki, azkia dan juga khaira.


" Kalau gitu aku pulang dulu ya, sampai jumpa assalamualaikum..... " Ucap khaira sambil tersenyum ke arah zaki dan azkia.


" Waalaikumsalam...... " Jawab azkia dan zaki secara bersamaan.


lalu ia pun menyusul Alfi yang sudah melangkah sedikit jauh darinya.


Zaki yang melihat tingkah Alfi malah terkekeh geli baru kali ini ia melihat tingkah Alfi yang begitu sensi hanya karna ucapan nya.

__ADS_1


Biasa nya apa pun yang di ucapkan zaki, jika itu bukan hal yang penting Alfi akan menganggap nya sabagai sebuah lelucon tanpa menanggapi ucapan nya, tapi kali ini ia jadi begitu sensi.


Apa mungkin karna saat ini khaira lagi hamil ya.... tapi bukan nya biasa nya sifat sensitif itu terjadi pada ibu hamil bukan pada calon ayah bayi yang di kandung.


Zaki menggelengkan kepala nya saat melihat sikap Alfi yang begitu aneh menurutnya. Zaki memang mengetahui kalau khaira sedang mengandung karna azkia sudah memberi tahu kan pada nya tentang kehamilan khaira.


" Abang kenapa kok senyum-senyum sendiri....? " tanya azkia setelah lama terdiam mengamati zaki yang senyum-senyum ngak jelas.


Zaki menolehkan pandangan nya ke arah azkia saat mendengar pertanyaan azkia.


" ngak kenapa-napa....lucu aja lihat tingkah Alfi kaya gitu baru kali ini aku melihat nya, apa mungkin karna khaira lagi hamil ya makanya Alfi sesensitif itu "


zaki menghentikan ucapan nya sejenak sambil mengamati khaira dan Alfi yang kini berjalan beriringan menuju ke luar gedung.


" Tapi bukan nya sifat sensi itu biasanya terjadi pada ibu hamil bukan sama ayah calon bayi yang dikandung....? " tanya Zaki ia mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran nya.


" Mungkin aja hal itu bisa terjadi...." Zaki yang mendengar ucapan azkia kembali menatap ke arah azkia.


" Kenapa? apa alasan nya coba....?" tanya zaki dengan menaikkan sebelah alis nya.


" Ya...alasan nya karna kehamilan seorang wanita itu memiliki efek yang berbeda-beda, biasa nya jika seorang istri lagi hamil suami juga bisa terkena imbas nya, seperti mual-mual ngidam dan sebagainya bahkan mungkin wanita yang sedang mengandung sama sekali tidak merasa kan hal seperti itu ".


Zaki tersenyum sambil mengamati wajah Cantik Azkia. membuat azkia jadi salah tingkah karna mendapat tatapan seperti itu dari zaki.


" Aku kapan bisa merasakan hal seperti itu....? " Zaki malah menanyakan hal yang sama sekali tidak ada hubungan nya dengan ajakan azkia untuk mengucapakan selamat pada Elisa.


" Hahhh.... maksud nya....? " tanya azkia ia menatap bingung ke arah Alfi.


" Ya aku kapan bisa merasakan apa yang di rasakan Alfi saat ini " tanya zaki lagi sambil tersenyum ke arah azkia.


Azkia menundukkan pandangan nya saat merasakan sesuatu yang menyentuh bagian perut nya seketika wajah nya memerah saat melihat tangan zaki yang kini mengelus perut rata nya.


Ia mencoba mendongakkan kepala nya menatap ke arah zaki, wajah nya semakin memerah saat ia melihat zaki yang kini tersenyum menggoda dan mengedipkan sebelah matanya.


Azkia yang mengerti akan maksud ucapan zaki langsung menundukkan wajah nya kembali karna malu dan menjauhkan tangan Alfi dari perut datar nya, dengan senyum yang mencoba di tahan nya.


Melihat reaksi yang di tunjukan azkia zaki malah terkekeh geli.


" Duhhh.... gemeshh.... nya istri ku ini.... " Ucap zaki dengan sedikit manja dan menoel-noel pipi azkia yang sudah memerah.


" apasih ahhh..... ayo kita temui Elisa dan rizwan habis itu kita pulang.... " Ucap azkia tanpa menatap ke arah zaki.


Zaki semakin terkekeh melihat raut wajah malu-malu yang di tunjukan azkia


" ya udah ayo kita kesana....." Ucap zaki, lalu ia melingkarkan tangan nya di pinggang azkia.

__ADS_1


" Nanti kalau ada tanda-tanda nya kamu bilang ya sama aku biar kita langsung ke rumah sakit....? " Ucap zaki sambil tersenyum ke arah azkia.


" Tanda-tanda apa ? " tanya azkia dengan menatap bingung ke arah zaki.


" Tanda-tanda jika kita akan segera memiliki baby yang mungil..... " ucapan zaki membuat azkia tersenyum bahagia.


ia begitu senang karna sekarang zaki sudah menerima kehadiran dirinya sebagai seorang istri apalagi zaki yang begitu mengharapkan diri nya segera mengandung membuat ia semakin bahagia.


" Insya Allah.... kita doa kan saja Semoga Allah segera memberi kita kepercayaan untuk memiliki seorang anak... " ucap azkia dengan menatap ke arah zaki.


" Aminnnn..... " ucap zaki ia juga menatap ke arah azkia.


setelahnya itu mereka segera menuju ke arah pelaminan untuk mengucapkan selamat pada Elisa dan rizwan. kemudian mereka menyantap hidangan yang sudah tersedia di sana setelah itu mereka langsung pulang kerumah nya.


Hubungan azkia dan zaki semakin membaik meski mereka baru menikah hampir 1 bulan lebih, setelah 2 minggu usia pernikahan mereka zaki mulai melihat jika azkia adalah wanita yang baik dan istri yang dapat mengerti diri nya, ia tak sama dengan mantan nya yang dulu pernah menghianati nya.


Azkia selalu diam dan menunduk jika zaki sedang marah dan mengamuk pada nya. tanpa marah dan dendam azkia tetap melayani zaki dengan baik meski zaki telah bersikap dan berkata-kata kasar pada nya.


Azkia selalu menyiapkan kebutuhan zaki pakaian kerja dan juga sarapan pagi sebelum zaki berangkat kerja, setiap pagi ia melakukan nya sendiri meski mereka tinggal di rumah bunda Annisa tapi azkia selalu meminta pada bunda Annisa agar dirinya yang mengerjakan pekerjaan rumah.


Hal itulah yang membuat zaki luluh pada azkia sikap baik nya dan tak pernah membantah perkataan nya membuat ia secara perlahan-lahan mulai membuka hati untuk azkia.


Azkia pun begitu tak dapat ia pungkiri jika dirinya kini telah jatuh cinta pada suami nya yang begitu tampan. Awal nya azkia berfikir jika zaki adalah laki-laki yang tempramen melihat perkataan dan perlakuannya yang kasar.


Namun seiring berjalan nya waktu ia dapat melihat jika zaki adalah laki-laki yang penuh kelembutan mungkin di awal pernikahan nya zaki belum bisa menerima azkia sebagai istrinya.


Tapi kini hubungan mereka sudah semakin membaik layak nya pasangan suami istri lainnya dan mereka sudah menerima jika mereka kini telah terikat dalam sebuah ikatan suci .


-


🍁 🍁 🍁 🍁 🍁


Happy Reading.....


Nantikan episode selanjutnya ya yang bakalan lebih seru lagi....


Terima kasih buat semua yang sudah memberikan like, komentar dan vote nya... 🙏😊


-


Salam Author


-


Ety Salmila

__ADS_1


__ADS_2