Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Jodoh Pilihan Bunda


__ADS_3

*** Engkau Adalah Penyejuk Jiwa Ku


Tetap Lah Disini Jangan Pernah Engkau Pergi•••


Harapan Ku Adalah Hidup Bahagia Bersama Mu


Meraih Semua Impian Yang Telah Ku Rangkai Dalam Ingatan Ku ***


••• Alfianda Rahman •••


💞 💞 💞 💞 💞


" Bunda "


Semua pandangan tertuju pada asal suara, tak terkecuali khaira.


DEG


Khaira begitu kaget saat melihat tiga orang laki-laki yang kini berada di dekat mereka. Dan salah satu diantara ketiga laki-laki tersebut sangat di kenal nya.


" Bang Alfi " Gumam Khaira hingga hanya ia yang bisa mendengar nya.


Begitu pun Alfi ia juga kaget saat melihat khaira sedang bersama bunda Annisa, Sesaat mereka saling memandang hingga suara bunda Annisa memutuskan kontak mata antara mereka berdua.


" Zaki... Kamu kok ada di sini ? " Tanya bunda Annisa saat melihat putra semata wayang nya itu.


" Zaki tadi habis Kumpul bareng Alfi dan Agus, bunda ngapain ke sini ? " Tanya Zaki ia mengalihkan pandangan nya ke arah khaira dan Azkia.


" Zaki sini deh bunda mau kenalin kamu sama seseorang " Ucap bunda Annisa sambil menampakkan senyum kegirangan nya, ia bangkit dari duduk nya di ikuti oleh khaira dan Azkia yang juga ikut berdiri .


" Ada apa sih bun? " Tanya Zaki ia masih berdiri di tempat nya tanpa beranjak.


" Sini deh..... " Ucap bunda Annisa sambil menarik tangan zaki agar mendekati nya.


Dengan langkah lunglai zaki melangkah mendekati bunda Annisa dan berdiri di samping nya.


" Sayang kenalin ini Nama nya khaira dan ini Azkia asisten khaira " Ucap bunda Annisa memperkenalkan khaira dan Azkia pada zaki.


Zaki hanya menatap sekilas ke arah khaira lalu pandangan nya, teralihkan pada Azkia yang kini berdiri tepat di samping nya.


Sesaat pandangan mereka bertemu, Azkia langsung menundukkan pandangan nya saat pandangan nya dan Zaki bertemu. Begitu pun dengan Zaki ia langsung mengalihkan pandangan nya kembali menatap ke arah bunda Annisa.


" Ini maksud nya apa bun ? " Tanya Zaki ia merasa aneh dengan sikap bunda nya yang terlihat begitu antusias saat memperkenalkan nya pada Khaira dan Azkia.


" Zaki...khaira ini seorang di sainer, bunda suka banget sama dia, kamu mau ngak bunda jodohin sama Khaira? "


Ucapan bunda Annisa membuat semua orang yang ada di meja itu membelalak kan mata, tak terkecuali Alfi.


Alfi berusaha menahan amarah nya, saat mendengar ucapan bunda Annisa, ingin rasa nya ia berteriak jika khaira adalah ISTRI-NYA.


Zaki menelan ludah nya kasar mendengar ucapan bunda nya itu, di lirik nya Alfi yang kini muka nya sudah memerah karna menahan amarah nya.


" Zaki... Gimana kamu mau ngak nikah sama khaira? " Zaki kembali menolehkan pandangan nya pada bunda Annisa, setelah ia menatap sekilas ke arah khaira yang sedang menunduk.


" NGAKkkk....." Suara lantang itu bukan berasal dari Zaki melain kan Alfi.


Semua mata tertuju pada nya saat mendengar suara Alfi yang lantang hingga menggema di seluruh ruangan kafe itu.


Bunda Annisa menatap bingung ke Arah Alfi. Baru kali ini ia melihat Alfi berbicara selantang itu di depan nya.


Apalagi muka nya yang memerah seolah sedang menahan amarah nya membuat bunda Annisa semakin bingung.

__ADS_1


" Kenapa nak apa kamu tidak mau melihat Zaki menikah ? Bukan kah kamu sudah menganggap Zaki seperti Saudara kamu sendiri ? Lalu kenapa kamu tidak setuju Zaki menikah dengan Khaira "


Ucap bunda Annisa mata nya berkaca-kaca, ia tak percaya jika Alfi bisa berbicara Selantang itu.


Alfi yang melihat mata bunda Annisa yang berkaca-kaca, merasa jadi serba salah, ia menjadi geram tidak tahu bagaimana cara nya menjelaskan pada bunda Annisa jika khaira adalah istri nya.


Bunda Annisa melangkah kan kaki nya mendekati Alfi yang kini hanya terdiam.


" Nak kenapa coba kamu bilang sama bunda apa masalah nya ?? " Tanya bunda Annisa sambil menatap ke arah Alfi.


" Kenapa kamu tidak setuju Zaki menikah dengan khaira? " Tanya bunda Annisa lagi saat ia tak mendapatkan jawaban dari Alfi.


" Bunda.... " Ucap Alfi lirih, ia mengalihkan pandangan nya ke arah khaira yang masih saja menunduk. Rasa nya ia tak mampu melanjutkan kata-kata nya.


" Bunda.....sebenar nya " Alfi menelan ludah nya kasar ia menatap ke arah bunda Annisa.


" Sebenar nya apa nak? Apa Kamu sudah kenal sebelum nya sama khaira ? " Tanya bunda Annisa lagi ia semakin bingung melihat gelagat Alfi yang terlihat aneh.


" Alfi kenapa kamu diam aja nak? Ayo jawab pertanyaan bunda ! " Bunda Annisa masih menatap lekat wajah Alfi yang kini malah menundukkan pandangan nya.


" Khaira istri Alfi bunda "


Deg


Bunda Annisa terdiam setelah mendengar ucapan Alfi, seolah ia tak percaya dengan apa yang baru saja di dengar nya. Ia mengalihkan pandangan nya berusaha mencari kepastian dari khaira.


" Khaira..... " Khaira yang sedang menunduk langsung mengangkat kepala nya menatap ke arah bunda Annisa.


" Apa yang dikatakan bang Alfi memang benar, saya sudah menikah bu " Ucap khaira ia menatap ke arah bunda Annisa yang malah menampakkan ekspresi bingung nya.


" Loh... Bukan nya tadi kamu bilang tidak punya pacar " Tanya bunda Annisa pandangan nya masih tertuju ke arah khaira.


Alfi yang mendengar ucapan bunda Annisa membelalak kan mata nya ia menatap tajam ke arah khaira seolah meminta penjelasan dari nya.


Suami mana yang tak emosi mendengar istri nya tidak mengakui nya sebagai suami nya di depan orang lain.


Khaira menelan ludah nya kasar, mendengar pertanyaan Alfi dan tatapan mata nya.


" Saya sebelum nya minta maaf bu, sebenar nya saya tidak bermaksud untuk mengatakan jika saya belum punya pasangan, sebenar nya tadi saya ingin melanjutkan ucapan saya tapi ibu sudah lebih dulu menyela nya "


Khaira menundukkan kepala nya karna merasa bersalah, harus nya tadi ia langsung mengatakan pada bu Annisa kalau dia sudah menikah, sehingga masalah tidak akan serumit ini.


" Bu saya minta maaf, bang Alfi khaira minta maaf sungguh tak ada niat sedikit pun untuk tidak mengakui bang Alfi sebagai suami khaira di depan orang lain "


Ucap khaira ia mengalihkan pandangan nya ke arah Alfi yang kini masih menatap ke arah nya.


" Hufff..... "


Alfi menghembus nafas nya kasar saat mendengar ucapan khaira, kali ini ia mencoba mempercayai khaira karna ia tak ingin hubungan nya dengan khaira semakin memburuk karna masalah ini.


Bu Annisa hanya bisa terdiam, ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun saat ia mengetahui jika khaira sudah menikah, dan bahkan suami nya itu adalah sahabat putra nya yang sudah ia anggap seperti putra nya sendiri .


" Bunda..... Alfi mohon bunda tolong maafkan khaira, mungkin tadi ia tidak bermaksud untuk menutupi status nya sebagai seorang istri ".


Bunda Annisa menolehkan pandangan nya ke arah Alfi yang kini juga menatap ke arah nya. Setelah lama terdiam menatap ke arah Alfi, bunda Annisa menorehkan senyum nya pada Alfi.


" Untuk apa memaafkan khaira dia kan tidak salah, di sini bunda lah yang bersalah karna bunda yang menyela ucapan nya tadi "


Ucap bunda Annisa sambil menundukkan kepala nya.


" Bu ibu jangan ngomong seperti itu, ini bukan salah bu Annisa, semua nya hanya lah sebuah kesalahan pahaman, jadi tidak ada yang patut di salahkan ".

__ADS_1


Ucap khaira ia melangkah kan kaki nya mendekati bunda Annisa dan Alfi. Berdiri di sebelah suami nya sekilas ia tersenyum pada Alfi, lalu ia kembali menatap ke arah bunda Annisa.


" Benar apa yang di katakan khaira, ini bukan salah bunda lagi pula semua masalah nya sudah selesaikan? Jadi tidak perlu kita memperpanjang masalah ini "


Ucap Alfi ia berusaha menampakkan senyum nya pada bunda Annisa.


" Heum.... Iya... Sebenarnya bunda hanya sedikit tidak percaya, saat mengetahui kenyataan kalau khaira itu istri kamu, pada hal tadi nya bunda sangat berharap khaira bisa menikah dengan Zaki dan menjadi menantu kesayangan bunda ".


Ucap bunda Annisa, ia menampakkan wajah kecewa, sambil menundukkan kepala nya.


" Siapa bilang khaira bukan menantu bunda?, Alfi sudah menganggap bunda seperti ibu Alfi sendiri, itu arti nya khaira juga menantu bunda karna dia kan istri Alfi "


Ucap Alfi dengan ucapan lembut, ia masih mengamati bunda Annisa yang menunduk kan Kepala nya.


" Iya benar tuh kata Alfi, lagian bunda ngapain sih pake jodoh - jodohin Zaki, Zaki bisa mencari pasangan Zaki sendiri bunda, ngak perlu bunda jodoh - jodohin zaki.


Apalagi bunda jodohin zaki tanpa menyelidik dulu seperti apa wanita yang akan bunda jodohin sama zaki.


Jadi nya gini kan ? Masa bunda mau nikahin zaki sama wanita bersuami, apa lagi suami nya itu Alfi sahabat zaki yang sudah mami anggap seperti anak bunda sendiri "


Ucap zaki kesal mulut nya tanpa henti berkomat - kamit entah apa yang di ucapkan nya itu.


" Iya maaf habis nya bunda suka banget sama karakter khaira, dia itu termasuk kriteria menantu idaman bunda, lagian kamu juga ngak pernah kenalin bunda sama pacar kamu, jadi nya bunda cari calon mantu sendiri deh "


Ucap bunda Annisa, kali ini ia terkekeh geli saat mengingat kelajuan konyol nya yang ingin menikah kan zaki denga khaira, wanita yang sudah bersuami, dan lebih parah nya lagi suami nya itu adalah sahabat baik anak nya.


" Bu Annisa saya juga sangat senang bisa berkenalan dengan ibu, saya tidak masalah jika ibu mau menganggap saya sebagai menantu ibu, bahkan hal itu menjadi suatu ke hormatan untuk saya, tapi ingat saya ini istri nya Alfi bukan zaki "


Ucap khaira sambil tersenyum, ia melingkar kan tangan nya di lengan Alfi tanpa merasa canggung meski di depan banyak orang.


Alfi yang mendapati perlakuan manis khaira dengan melingkarkan tangan pada lengan nya juga ikut tersenyum, selama mereka menikah baru kali ini khaira menggandeng kan tangan nya saat di depan umum.


Bu Annisa yang melihat kemesraan khaira dan Alfi juga ikut merasa bahagia, meski pun khaira tidak menjadi istri zaki, tapi setidak nya ia adalah istri dari Alfi, sehingga ia masih bisa menganggap khaira sebagai menantu nya.


" Aduhh.... Bunda senang deh lihat kalian semesra ini... " Ucap bunda Annisa sambil tersenyum menatap Alfi dan khaira.


" Tapi bunda juga sedih gagal deh bunda menjadikan khaira sebagai menantu " Ucap bunda Annisa dengan wajah yang di buat sesedih mungkin.


" Bu... Ibu jangan sedih dong... Khaira kan udah bilang kalau khaira mau jadi menantu ibu tapi sebagai istri nya Alfi " Ucap khaira ia melepaskan tangan nya dari lengan Alfi dan melangkah lebih dekat dengan bunda Annisa.


" Tapi kamu jangan panggil ibu dong.... Panggil nya bunda Sama seperti Alfi dia juga manggil dengan sebutan bunda " Ucap bu Annisa sambil menatap lekat wajah khaira.


" Baiklah khaira mau manggil ibu dengan sebutan bunda " Ucap khaira sambil tersenyum, membuat bunda Annisa juga mengembangkan senyum nya.


" Oh ya.... Bunda kalau mau cepat punya mantu khaira punya calon nih buat di jadiin calon istri zaki " Ucap khaira senyuman nya masih mengembang di bibir manis nya.


" Oh ya ? Memang nya siapa orang nya ?? " Tanya bunda Annisa ia menatap bingung ke arah khaira. Khaira semakin tersenyum saat mendengar pertanyaan bunda Annisa.


" Dia adalah....... "


💞 💞 💞 💞 💞


Hayooo.... Siapa nih kira-kira calon yang di tunjukan khaira untuk zaki ???


Nantikan episode selanjut nya ya !!!!


Berikan like dan komentar yang lebih banyak lagi, nanti akan author usahakan up 2x dalam sehari 😊


-


Salam Author

__ADS_1


-


Ety Salmila


__ADS_2