Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
6. Perdebatan Khaira & Alfi


__ADS_3

Lalu ia menoleh ke arah laki-laki yang ada di hadapannya itu sesaat ia tercengang saat menyadari siapa yang telah bertabrakan dengannya.


" Dia kaannn??? "


" Dia kan Alfianda pemain volly terbaik itu " gumam khaira dalam hati


Khaira terdiam melihat laki-laki yang ada dihadapan nya '' benar-benar tampan '' gumam nya lagi


Khaira dan Alfi saling berpandangan sejenak sampai akhir nya, Alfi membuat khaira yang sedang melamun kembali tersadar


" Hey kalau jalan liat-liat dong " Ucap laki-laki itu seraya melepaskan genggaman tangannya dari tangan khaira


" Astagfirullah apa yang aku fikirkan tentang laki-laki ini " ucap khaira dalam hati


" Hey malah bengong lagi bukannya minta maaf kek " Ucap Alfi yang melihat khaira masih terdiam


" eh...eum.. i.. iya saya minta maaf bang, saya ngak sengaja tadi " khaira meminta maaf pada Alfi sambil menundukkan kepala nya


" Heum..ya udah ngak papa gue juga minta maaf... tadi gue juga ngak liat loe, lagian salah loe sih tiba-tiba muncul bikin orang kaget aja " ucap Alfi sambil menatap ka arah khaira yang masih menunduk


" ii.. iya bang sekali lagi saya minta maaf " ucap khaira lagi


" Heummm " Alfi hanya menjawab permintaan maaf khaira dengan gumaman nya.


Sesaat kemudian khaira tersadar bahwa ada sesuatu yang hilang dari dirinya. ia mengangkat wajah nya dan mencoba mengingat apa yang hilang darinya. beberapa detik kemudian matanya terbelalak saat menyadari apa yang hilang darinya.


" Astagfirullah, H..H...HP aku mana? "tanya khaira sambil melihat kebawah dan membungkukkan badan nya berusaha mencari benda pipih nya yang hilang itu,


ia begitu panik ketika menyadari benda berharga nya itu tak lagi ada di tangan nya.


Pasal nya, jika benda pipih nya itu tak ditemukan lagi bisa di pastikan ia tak kan bisa mendapat penggantinya karna kakak laki-laki nya itu takkan mau membelikan nya yang baru,karna sudah dua kali kakak nya membelikan nya HP baru.


Pertama kakak nya membelikan HP untuk nya pada saat ia masih duduk di bangku kelas 2 SMA dan beberapa bulan lalu ia kembali dibelikan HP yang baru karna HP lamanya sudah rusak dan sekarang HP nya itu malah hilang. meskipun setengah harga dari HP itu adalah uang hasil tabungannya tetap saja sisa nya itu di tambahkan oleh kakak nya.


Khaira masih terus mencari HP nya yang hilang di dekat ia berdiri di sana banyak di tumbuhi rumput-rumputan yang masih kecil sehingga ia agak sulit mencari nya ditambah lagi tempat itu sedikit gelap semakin menghambat pencariannya itu. Alfi yang merasa bingung melihat khaira yang celingak - celinguk ke arah bawah seperti sedang mencari sesutu lantas bertanya kepada khaira


" loe lagi ngapain, nyari kodok? "tanya Alfi sambil terkekeh


Mendengar pertanyaan Alfi khaira menoleh kearah Alfi


" enak aja bilang nyari kodok aku ini lagi cari HP ku yang hilang karna jatuh tadi, bantu cari napa ini malah ketawa, semua ini juga gara-gara kamu tadi nabrak aku jadi nya HP ku kan hilang " ucap khaira kepada Alfi kemudian ia kembali menoleh ke bawah mencari HP nya yang hilang


" lah kenapa jadi Salah gue ? salah loe sendiri lah jadi orang ceroboh banget " ucap Alfi lagi mata nya menatap ke Sekitar luar lapangan yang di tempati banyak para pedangang


" kalau ngak mau bantu ngak usah sewot mending pergi sana "ucap khaira merasa kesal dengan ocehan Alfi


saat ia sedang mencari HP nya yang hilang itu tak sengaja ia melihat ke arah sepatu Alfi matanya terbelalak saat menyadari benda yang di cari nya ada di bawah sepatu Alfi


" Astagfirullaahhh " teriak khaira,matanya berkaca-kaca menyaksikan HP nya yang naas dibawah kaki Alfi


Alfi langsung menoleh ke arah Khaira saat mendengar teriakan khaira. suara nya lumayan keras untung saja suara musik yang masih terdengar dari dalam lapangan membuat suara nya tak terdengar oleh orang lain bisa berabe kalau semua orang mendengar teriakannya itu


" eh kenapa loe ngak papa kan " tanya Alfi panik ia takut terjadi apa-apa pada khaira.


bukan ia sok perduli pada khaira tapi ia hanya perduli pada dirinya sendiri, karna saat ini ia sedang bersama khaira tentu saja ia juga akan ikut terseret dalam masalah Khaira jika terjadi sesuatu padanya.


" abang nanya ngak da apa-apa tuh tengok di bawah kaki mu ada apa? " ucap Khaira dengan nada sedikit keras.

__ADS_1


Dengan tampang bodoh nya Alfi melihat kearah kakinya dan mendapati benda yang dicari khaira ada dibawah kaki nya ia segera mengangkat kaki nya dari benda pipih tersebut dan melihat benda itu sudah hancur karna terinjak oleh nya.


"Maaf maaf gue tidak sengaja menginjak nya saat gue mau nolongin loe yang hampir jatuh tadi " ucap Alfi sambil menatap benda pipih yang sudah hancur itu.


Khaira lalu mengambil HP nya yang sudah hancur bahkan sudah tak bisa dinyalakan lagi.


" maaf maaf enak aja cuma minta maaf ganti rugi lah liat ni HP aku sampai hancur gini " ucap khaira dengan ketus sambil menunjuk kan HP nya ke arah alfi


" iya kan ngak sengaja ini juga gara-gara nolongin loe kan kalau gue ngak nolongin loe jidat loe yang besar itu makin tambah besar" ucap Alfi sambil menunjukkan jidat khaira dan terkekeh


" enak aja main katain jidat orang besar mata mu rabun ya tak bisa membedakan mana jidat yang besar mana jidat yang pipih ?" ucap khaira kesal


" Pipih apaan udah kayak lapangan bola " ucap Alfi lagi kali ini ia tertawa sedikit keras. khaira memandang kesal kearah alfi


"aaahhhh diam "teriak khaira sesaat Alfi menghentikan tawa nya karna mendengar teriakan khaira


"kenapa jadi bahas masalah jidad sih ini HP aku yang rusak pokok nya harus ganti " ucap khaira sambil melototkan matanya kearah Alfi. Alfi bergidik ngeri mendapati sorotan mata khaira seperti Macan yang siap menerkam mangsanya


" gue ngak mau " balas Alfi sambil mengarahkan pandangan kepada orang yang berlalu-lalang di sekitar mereka


" pokok nya harus mau " ucap khaira sambil menatap kearah Alfi


" Kalau gue tetap ngak mau loe mau apa? " tanya Alfi seraya melipat tangan nya di depan dada.


"kalau kamu ngak mau tanggung jawab aku akan teriak dan bilang pada semua orang di sini kalau kamu sudah bersikap kurang ajar padaku" ucap khaira sambil tersenyum sinis ia yakin kali ini Alfi pasti akan membayar ganti rugi


" hehehe " Alfi tertawa getir mendengar perkataan khaira


"Kamu fikir mereka akan percaya sama omongan kamu? bagaimana mereka bisa percaya kalau kamu ngak punya bukti apa-apa? " tanya Alfi dengan senyuman sinis nya


" HP ini akan menjadi bukti kalau kamu udah berbuat tidak baik denganku aku bisa menjadikannya alasan dan aku yakin mereka pasti akan percaya dengan omonganku saat melihat benda ini " jawab khaira dengan tersenyum licik


Alfi merasa geram mendengar jawaban yang di berikan khaira, ia sudah mengepalkan tangannya di udara siap untuk mendaratkan nya dipipi mulus khaira.


Namun ia kembali mengurungkan niat nya ia ingat di mana dia sekarang berada tak mungkin ia melakukan hal konyol itu imagenya akan hancur hanya karna seorang gadis tengil seperti khaira SANGAT MEMALUKAN fikir Alfi


ia menarik nafas nya dalam berusaha menahan emosi nya dan menurunkan tangan nya yang masih terkepal di udara.


" Ok gue akan tanggung jawab dan memperbaiki HP loe yang rusak itu" ucap Alfi kemudian, ia menyerah tak ingin berdebat lagi dengan khaira.


Khaira tersenyum senang mendengar pernyataan alfi


" beneran? " tanya khaira sambil tersenyum


" iya " jawab Alfi sambil memutar bola matanya malas


" berapa biaya untuk memperbaiki kerusakan HP loe itu " tanya Alfi


" apa perbaiki? " tanya khaira. Alfi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban 'iya'.


"Aku ngak mau kalau cuma di perbaiki" ucap khaira


Alfi terkejut mendengar apa yang di katakan khaira


" terus loe mau gimana tadi Teriak-teriak minta ganti rugi sekarang giliran guenya mau loe malah bilang ngak mau TRUSS MAU LOE APA? " tanya Alfi dengan menekankan kata-kata tersebut


" beli yang baru lah " ucap khaira santai

__ADS_1


" loe gila ya mau morotin gue ? HP loe itu rusak nya ngak terlalu parah masih bisa di perbaiki ini malah minta yang baru enak banget hidup loe" ucap Alfi dengan penuh emosi


" ngak parah apa nya kamu ngak liat bentuknya udah bukan seperti HP lagi? " tanya khaira.


Alfi menatap ke arah HP khaira yang bentuk nya benar-benar hancur ia juga ngak yakin masih bisa diperbaiki tuh hp. tapi gengsi nya itu terlalu besar ia tak mau mengalah pada khaira.


" kalau loe ngak mau Terima gue perbaiki ya udah gue ngak akan tanggung jawab, loe perbaiki sendiri tuh hp atau kalau loe mau yang baru beli aja sendiri gue ngak mau beliin loe hp baru " ucap Alfi tetap pada pendiriannya.


" Fuuhhhh.. "


Khaira melepas nafas nya kasar ia benar-benar lelah berdebat dengan Alfi tampang nya sih boleh tampan tapi mulut nya selalu bikin orang jengkel, lebih baik ia mengalah saja dari pada perdebatan ini tak habis-habis yang ada nanti dia pulang tengah malam


" Ok terserah lah aku malas berdebat denganmu" ucap khaira sambil melihat ke arah silvia yang tak jauh dari tempat mereka berada, ternyata silvia sudah berdiri dari tadi disana, namun dia tak mencoba melerai perdebatan sahabat nya itu iya hanya menyaksikannya dari jauh.


silvia sempat terkejut saat melihat sahabat nya sedang bertengkar dengan seorang laki-laki, awalnya ia ingin mendekati khaira dan menolong nya, tapi langkah nya terhenti saat melihat laki-laki yang bersama khaira,bahkan matanya sudah melotot saat menyadari siapa laki-laki tersebut.


" Mana hp loe sini biar gue bawa nanti gue perbaiki disana " ucap Alfi sambil menadahkan tangannya


" kamu mau bawa pulang hp saya " tanya khaira sambil menatap Alfi


" ya iyalah kan katanya mau di perbaiki kalau gue ngak bawa gimana caranya gue perbaiki hp loe? " ucap Alfi


" tapi aku minta jaminan nya, gimana setelah hp ini kamu perbaiki terus kamu jual, aku ngak mau aku bekerja keras untuk membeli ini dan sekarang aku harus kehilangannya begitu saja?" ucap khaira ia masih menatap ke arah Alfi


" jaminan apalagi sih udahlah siniin hp loe gue bakal perbaiki semua nya loe tenang aja gue pasti balikin tuh hp loe kalau udah jadi, lagian tuh HP ngak seberapa harganya dengan HP yang gue pake " ucap Alfi pada khaira ia juga menatap ke arah khaira.


" Sombong banget jadi orang, gimana caranya gue percaya kalau loe ngak kasih jaminan apa-apa? " tanya khaira lagi


" loe jangan pancing-pancing emosi gue ya, lebih baik loe kasih hp loe ke gue soal nya gue mau pulang, perjalanan gue 3 jam lebih dari sini untuk sampai kerumah loe mah enak dekat pulang dari sini langsung bisa tidur, lah gue sampai rumah belum tentu bisa tidur karna harus berangkat kerja besok. " ucap Alfi panjang lebar


" kamu tau dari mana kalau rumah saya dekat? "pertanyaan konyol yang dilontarkan khaira semakin membuat emosi Alfi memuncak


" ya tau lah teman loe parkir motor nya disitu ( sambil menunjukkan dengan dagu nya) itu khusus parkir untuk penduduk desa ini, lagian loe ngapain sih tanya gituan ngak penting banget mending sini deh hp loe terus pulang udah malam masak anak gadis pulang larut malam " ucap Alfi yang akhir kalimat nya jadi ceramah. hehehe


" khaira ayo!! mending loe kasih aja tuh hp sama babang Alfi tampan (sambil tersenyum kearah Alfi ) terus kita pulang deh gue udah ngantuk mau tidur " terdengar suara Silvia dari tempat ia berdiri seperti nya dia jengah melihat perdebatan sahabat nya itu.


" tuh dengarkan teman loe mau pulang mending loe pulang deh dari pada bikin gue emosi" ucap Alfi pada khaira sedangkan khaira hanya diam tak menggubris ucapan Alfi


" lah malah diam udah sono pulang " ucap Alfi lagi karna tidak mendapat respon dari khaira


" iya iya iya aku pulang sewot banget sih udah kayak mak-mak aja" ucap khaira dengan nada malas


" loe bilang apa barusan " tanya Alfi berusaha menahan amarah nya karna mendengar ucapan khaira


" ngak ada apa-apa, ni hp nya"


menyerahkan hp pada Alfi dan diterima oleh nya" awas saja kalau sampai kamu ngak kembaliin hp aku? " ucap khaira dengan nada mengancam lalu pergi ke arah silvia.


Alfi hanya menatap kepergian khaira tanpa perduli dengan ancaman yang di berikan khaira.


Khaira duduk di belakang sedangkan silvia yang mengemudi ia sempat menatap ke arah Alfi sekilas yang masih berdiri di tempat nya sebelum kendaraan itu berlalu meninggalkan lapangan voli tersebut.


"Dasar cewe aneh" ucap Alfi menggidikkan bahu nya lalu masuk kedalam mobil dan pergi meninggal kan lapangan tersebut.


 


\\\\\\\\*

__ADS_1


 


__ADS_2