
*** Hadiah Terindah Yang Kau Berikan Akan Menjadi Sebuah Kenangan Yang Takkan Kulupakan, Aku Seolah Tak Percaya Saat Kabar Bahagia Itu Hadir Di Di Hari Bahagia ku ***
••• Alfianda Rahman •••
💕 💕 💕 💕 💕
Alfi yang mendengar ocehan khaira memutar mata nya malas secara perlahan ia mengeluarkan isi nya sebuah kertas yang berukuran panjang. Alfi membaca dengan begitu detail setiap angka yang tertulis di sana sampai pada satu kata yang membuat mata nya terbelalak.
" PO-SI-TIF.....?? "
Alfi mendongakkan kepala nya menatap ke arah khaira yang kini tersenyum padanya.
" Yank... in... ini... Maksud nya kamu... "
Alfi begitu gugup melanjutkan ucapan nya kepala nya berkecamuk di penuhi oleh berbagai pertanyaan mengenai hasil pemeriksaan rumah sakit yang ia Terima.
" Kamu.... kamu hamil.....? " Akhir nya walau dengan sedikit gugup Alfi bisa melontarkan pertanyaan itu pada khaira.
Khaira yang mendengar ucapan Alfi tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
Alfi meraih tangan khaira dan mengenggam nya.
" Yank.... ini beneran kamu ngak bohong kan? kamu yakin hasil pemeriksaan nya ngak salah lagi seperti waktu itu....? "
Tanya Alfi ia menatap khaira dengan tatapan yang tak dapat di artikan antara bahagia dan juga bingung yang kini dirasakan nya.
Alfi menatap mata khaira berusaha mencari jawaban dari nya, ia sangat bahagia jika kabar yang ia dapatkan ini adalah nyata, karna itu Alfi takut jika hasil pemeriksaan nya salah dan akan membuat dirinya kecewa.
" itu hasil nya benar sayang kemarin aku pergi kerumah sakit dan memeriksakan nya... " Jawab khaira masih dengan senyum yang merekah.
<<• • FLASHBACK ON • •<<<
Siang itu khaira baru saja melaksanakan shalat zuhur di ruangan nya. tiba-tiba saat ia ingin bangkit dari sajadah dan membereskan peralatan shalat ia merasakan pusing. perannya juga tak menentu perut nya terasa seperti di aduk dan ingin memuntahkan isi nya.
Khaira melepaskan mukena yang masih melekat pada nya lalu berlari kearah toilet dan mengeluarkan cairan kuning.
" Hoek...hoeeekkk......"
berulang kali Khaira memuntahkan nya padahal ia belum makan siang karna seperti biasa khaira baru akan makan setelah selesai shalat zuhur.
" Hoeekkk..... Hoekkkk....... "
Khaira memegang kepala nya yang terasa berdenyut di tetapnya bayangan wajah nya di cermin yang kini terlihat begitu pucat.
" Aku kenapa ya akhir-akhir ini sering sekali mual dan muntah-muntah...?, perasaan aku ngak makan yang aneh aneh..? ".
__ADS_1
Tanya khaira pada dirinya sendiri ia masih menatap bayangan wajah nya di cermin. Lagi-lagi khaira merasa mual dan kembali memuntahkan cairan berwarna kuning di wastafel toilet.
" hoekk... Hoeekk... hoeeekk.... "
" Ya Allah.... ada apa dengan ku kenapa kepala ku sakit banget...?, lebih baik aku kerumah sakit untuk memeriksa nya takut nya aku mengidap penyakit yang berbahaya.. "
Khaira pun keluar dari dalam toilet dengan langkah pelan karna rasa sakit di kepalanya yang tak kunjung menghilang.
" Aku ngak mungkin pergi sendirian kesana, ngak sanggup rasanya jika harus nyetir sendiri ke rumah sakit "
Khaira yang sudah berada di meja nya meraih handphone yang ia letakkan di ats meja lalu menghubungi seseorang.
" Assalamualaikum.... azkia kamu keruangan ku sekarang.... " ucap khaira pada azkia saat sambungan telpon nya terhubung.
" Baik bu saya akan segera kesana.... " ucap Azkia di seberang sana.
Khaira pun mematikan telpon nya dan duduk di kursi seraya memijit kening nya untuk menghilangkan rasa sakit di kepala nya.
Tak lama terdengar pintu ruangan nya yang di ketuk.
" Tuokk..... tok.. tokkkk... "
Khaira menatap sekilas ke arah pintu saat mendengar suara pintu tersebut.
Pintu itu pun terbuka dan tampaklah seorang wanita muda yang berpakaian islami, dia adalah azkia.
Azkia melangkah masuk keruangan khaira dan menghampirinya.
" Assalamualaikum bu... apa ada yang bisa saya bantu..?? " tanya azkia saat ia sudah berdiri tepat di hadapan azkia.
" Kia apa kamu bisa nyetir...? " tanya khaira sambil menatap ke arah azkia.
" Alhamdulillah bisa bu, memang nya kenapa ? " tanya azkia dengan menaikkan sebelah alisnya.
" Tolong antarkan saya kerumah sakit, saya lagi ngak enak badan " ucap khaira sambil memijat halus kening nya.
" ibu sakit.... memang nya ibu sakit apa...? " Tanya azkia ia sedikit panik saat khaira mengajak nya ke rumah sakit, apalagi saat melihat wajah pucat khaira.
" Saya juga ngak tau kepala saya pusing banget maka nya saya mau memeriksa keadaan saya "
" baiklah kalau begitu, mari bu saya bantu memapah... " ucap azkia ia memegang lengan khaira untuk membantu nya berdiri.
Khaira pun bangkit dari duduk nya ia meraih tas yang ada di atas meja, lalu berjalan keluar dengan di bantu oleh azkia.
Saat berada di ruang pemasaran semua karyawan yang ada di sana begitu panik saat melihat Khaira yang di papah oleh azkia.
__ADS_1
" astagfirullah...... azkia apa yang terjadi dengan bu khaira kenapa kamu memapah nya...? " tanya seorang karyawan wanita bernama fitri.
" buk khaira lagi kurang enak badan kepala nya pusing jadi saya mau mengantarkan nya kerumah sakit, kamu tolong jagain butik nanti saya akan kembali kesini setelah urusan saya selesai... " ucap azkia yang di anggukkan kepala oleh fitri.
Azkia terus memapah khaira hingga sampai di mobil khaira. ia membuka kan pintu mobil penumpang untuk khaira dan menuntun nya masuk kedalam. setelah itu azkia sedikit berlari menuju ke sisi pengemudi.
Setelah sampai di dalam mobil azkia langsung melajukan mobil dengan kecepatan rata-rata.
Di perjalanan Azkia tak henti-henti nya menoleh ke arah khaira, terlihat raut wajah kecemasan yang begitu kentara di wajah azkia, saat ia melihat khaira yang semakin pucat.
" Khaira gimana keadaan kamu apa kepalanya masih pusing...? " tanya azkia pada khaira, ia tak lagi menggunakan embel-embel ibu jika mereka sedang berdua dan di luar butik.
" lumayan... kamu bawa mobil nya jangan terlalu kencang bisa-bisa saya muntah disini " Ucap khaira saat ia melihat azkia yang menambah kecepatan mobil nya.
Azkia yang mendengar ucapan khaira menurunkan kecepatan mobil nya dengan kecepatan sedang.
" Khaira sebaik nya kamu hubungi bang Alfi supaya ia tau kalau kamu mau ke rumah sakit "
Khaira menolehkan pandangan nya ke arah azkia saat mendengar ucapan nya itu.
" ngak usah kasih tau bang Alfi kalau kita kerumah sakit, nanti dia malah khawatir lagi, kita kan kesana cuma mau memeriksa keadaan aku doang lagian aku yakin aku pasti ngak kenapa-kenapa "
Ucap khaira masih dengan menatap ke arah Azkia.
" Tapi bang alfi harus tetap tau khaira, dia kan suami kamu "
" Kia tolong jangan kasih tau bang alfi dia kan lagi kerja nanti malah menganggu pekerjaan nya " ucap khaira dengan tatapan memohon.
Azkia menghembus nafas nya kasar saat melihat tatapan memohon Khaira.
" Heumm........ Baiklah aku janji ngak akan kasih tau bang alfi " Setelah itu azkia dan khaira sama-sama diam, dan azkia hanya memfokuskan diri nya pada jalanan.
Butuh waktu sekitar 30 menit untuk bisa sampai di ' Rumah Sakit Harapan Sehat ' jarak nya lumayan jauh dari butik khaira.
🌿 🌿 🌿 🌿 🌿
Happy Reading.....
Berikan like dan komentar nya agar author makin semangat untuk meng up kelanjutan episode nya.
-
Salam Author
Ety Salmila
__ADS_1