
*** *Tak Henti-henti nya Aku Mengucapkan Syukur Atas Segala Kebahagiaan Yang Allah Berikan Pada ku •••
Kebahagiaan Yang Tak Terhingga Dan Harta Yang Paling Berharga •••
Menjadi Tanggung Jawab Dan Ujian Terbesar Dalam Hidup ku ***
••• Alfianda Rahman** •••
🌿 A 🌿 L 🌿 R 🌿 A 🌿
Sebelum meninggalkan pusat perbelanjaan itu, khaira terlebih dahulu mengirimkan pesan pada Alfi.
>> *Isi Pesan Khaira <<
" Assalamualaikum sayang*...... "
Tak ada balasan dari Alfi, bahkan Alfi tak membaca pesan yang dikirimkan nya, khaira kembali mengirimkan pesan nya pada Alfi .
" Temui aku di kafe biasa ada sesuatu yang ingin aku bicarakan "
Lagi-lagi tak ada balasan dari Alfi , khaira memasukkan ponsel nya kedalam tas lalu melajukan mobil nya ke arah butik.
◾ ◾ ◾ ◾ ◾
Tiing.... Tiiingg.......
Alfi yang sedang mengerjakan beberapa file mengalihkan pandangan nya ke arah ponsel nya yang berbunyi.
Di raih nya HP yang berada di atas meja kerja nya, ia membaca pesan yang tadi dikirimkan khaira pada nya.
>> MY Wife <<
" *Assalamu'alaikum Sayang....... "
" Temui aku di kafe biasa ada sesuatu yang ingin aku bicarakan* "
Alfi mengernyitkan dahi nya bingung, mengapa khaira tiba-tiba mengajak dirinya bertemu di luar, jika ia ingin membicarakan hal yang penting dirumah juga bisa bahkan itu akan terasa lebih nyaman untuk membahas masalah privasi mereka.
Karna merasa sedikit penasaran apa yang akan dibicarakan khaira pada nya Alfi memutuskan untuk membalas pesan khaira Setelah ia membaca pesan tersebut.
Khaira baru saja memarkirkan mobil nya di depan butik saat menerima notifikasi pesan masuk dari ponsel nya. ia meraih ponsel tersebut dan tersenyum saat menerima balasan pesan dari Alfi.
>> MY Husband <<
" *Waalaikumsalam...... "
" Kapan...? "
" Kalau sekarang aku ngak bisa lagi banyak kerjaan* "
khaira yang sudah membaca pesan dari Alfi kembali membalas pesan yang dikirimkan Alfi.
" Nanti malam setelah shalat 'isya...😊 "
Tak lama Alfi kembali membalas nya.
" Oke... "
Khaira tersenyum senang meski balasan Alfi hanya lah satu kata yang begitu singkat.
Khaira keluar dari dalam mobil dan kembali masuk kedalam butik nya, ia melangkahkan kaki keruangan pribadi nya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang tertunda.
Tanpa terasa hari sudah bergantian malam, dan disinilah sekarang khaira berada di kafe dimana ia telah berjanji untuk bertemu Alfi disana. Setelah melaksanakan shalat 'isya khaira langsung bersiap-siap untuk pergi bertemu dengan Alfi.
Khaira duduk dengan menopang kepala nya, pandangan nya ia arah kan ke arah jalanan dengan kepala yang sedikit miring. mata nya menatap jalanan kota yang begitu ramai dan lampu-lampu yang menyala menjadi suatu keindahan saat kita memandang nya.
Khaira memilih tempat duduk yang berdekatan dengan dinding kafe yang terbuat dari kaca, itu merupakan tempat favorit nya setiap ia datang ke kafe itu, karna di sana ia bisa melihat jalanan kota yang di penuhi oleh banyak nya kendaraan.
Khaira melihat jam tangan yang melekat pada pergelangan nya sudah hampir setengah jam ia menunggu kedatangan Alfi, Namun Alfi tak kunjung datang.
Bahkan pelayanan kafe sudah berulang kali datang kemeja nya untuk menanyai pesanan nya. Namun khaira selalu menolak karna ia ingin memesan makanan setelah Alfi tiba disana.
" dimana sih tuh orang udah jam segini belum juga datang " ucap khaira dengan nada kesal, sebenar nya ia sudah berniat untuk pulang karna Alfi tak kunjung menemui nya.
Namun niat nya itu selalu ia urungkan karna ia berfikir jika Alfi pasti akan datang kesana.
" Asalamualaikum.... "
khaira menolehkan pandangan nya ke arah belakang saat mendengar seseorang mengucapkan salam.
__ADS_1
" Hufff...... "
" waalaikumsalam.... akhir nya datang juga lama banget sih datang nya ? " cerocos khaira pada laki-laki yang tak lain adalah Alfi.
" Maaf tadi aku lagi banyak kerjaan.... " Alfi mendudukkan dirinya di kursi yang ada di depan khaira.
" loh....kamu belum pesan makanan? " tanya Alfi saat ia melihat meja yang mereka tempati masih rapi tanpa satu gelas pun disana.
" belum.... aku tunggu abang datang makanya belum pesan apapun " jawab khaira acuh sambil memalingkan wajah nya ke arah jalanan.
" huff... lain kali kalau kamu lapar kamu pesan aja makanan nya ngak usah nungguin aku "
Alfi menatap khaira yang kini masih setia menatap ke arah jalanan.
" ya udah sekarang kamu mau pesan apa? " tanya Alfi saat ia tak mendapatkan tanggapan apa pun dari istrinya itu.
" Es Coklat... " jawab khaira singkat pandangan nya masih terarahkan ke arah yang sama.
" Es Coklat....? " Alfi kembali mengulang pesanan yang di ucapkan khaira dan menatapnya dengan tatapan yang tak dapat di artikan, khaira kembali menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.
" iya aku pesan es coklat, memang nya kenapa? " tanya khaira pada Alfi ia tak mengerti mengapa Alfi menatap nya seperti itu.
" kamu ngak boleh minum es ini sudah malam dan ngak baik buat kesehatan kamu, aku akan pesan teh hangat itu lebih baik untuk mu "
Baru saja Alfi ingin melambaikan tangan nya untuk memanggil seorang pelayan wanita, namun ia menghentikan gerakan tangan nya saat ia mendengar ucapan khaira.
" Kopi susu..... "
Alfi langsung menolehkan pandangan nya menatap ke arah khaira.
" Pesan kopi susu aja ya aku ngak mau minum teh.... " ucap khaira dengan memperlihatkan wajah Memelasnya.
Alfi yang melihat khaira yang memperlihatkan wajah Memelas menghembus nafas nya kasar, Namun sesaat kemudian ia menganggukkan kepala nya dan membuat khaira menarik sudut bibirnya hingga membentuk haris melengkung.
Alfi kembali mengangkat tangan nya untuk memanggil seorang pelayan, tak lama seorang pelayan oun datang menghampiri meja mereka.
" Mau pesan apa pak ? " tanya pelayan itu dengan penuh ke sopanan.
" Saya pesan kopi hitam dan kopi susu 1..." ucap Alfi sambil menatap ke arah pelayan itu.
" Baik Pak tunggu sebentar kami akan segera mengantarkan nya "
" Kamu mau ngomong apa sampai ngajak aku ketemuan di sini ? " tanya Alfi setelah pelayan itu berlalu meninggalkan mereka.
" Nanti aja kalau pesanan nya udah datang.... " jawab khaira ia menatap Alfi sekilas lalu pandangan nya ia arahkan ke arah jalanan.
" Apa bedanya nanti dan sekarang? udahlah jangan buang-buang waktu kamu katakan saja apa yang ingin kamu katakan !!! "
Ucap Alfi Masih dengan menatap ke arah khaira. Khaira yang mendengar ucapan Alfi hanya diam tanpa menjawab nya bahkan ia sama sekali tak menoleh ke arah Alfi.
" Huffff...... " Alfi menghembus nafas nya kasar karna tak mendapat tanggapan dari khaira. ia menyenderkan tubuh nya di sandaran kursi sambil menunggu pesanan nya itu datang.
Setelah menunggu 5 menit lebih akhirnya pesanan mereka pun datang. pelayan itu menakutkan dua cangkir kopi di ats meja.
" Selamat Menikmati.... " setelah mengucapkan kata-kata itu pelayan tersebut pun pergi dan kembali melanjutkan tugas nya.
" Sekarang katakan apa yang ingin kamu bicarakan " ucap Alfi datar sambil menegakkan tubuhnya dan pandangan nya tetap terarahkan ke arah khaira.
Khaira juga mencari posisi duduk yang nyaman untuk memulai apa yang ingin ia bicarakan dengan Alfi. ia terus bergerak sampai ia menemukan posisi duduk yang pas bagi nya.
" eum.... sebelum nya aku minta maaf.... " ucap khaira sebenar nya ia juga bingung harus memulai dari mana untuk membicarakan berbagai hal yang ingin ia sampaikan pada Alfi.
" Maaf...? untuk apa ? " tanya Alfi, ia menaikkan alisnya tak mengerti mengapa khaira meminta maaf pada nya.
" Aku sudah tau apa yang membuat abang marah pada ku tadi pagi " khaira menghentikan ucapan nya sejenak.
" Aku minta maaf karna sudah melupakan hari yang begitu penting bagi abang, tapi sungguh aku tidak bermaksud melupakan nya " ucap khaira dengan wajah penuh penyesalan.
" Ya iyalah kamu melupakan hari ulang tahun aku karna aku memang ngak terlalu penting bagi kamu kan? " ucap Alfi datar sambil menatap Khaira dengan tatapan sinis.
" Loh... kok ngomong nya gitu? tentu saja abang penting bagi ku, kamu suami ku dan aku sayang sama kamu, tolong lah jangan marah lagi... " Ucap khaira ia berusaha membujuk Alfi dan menyentuh dan mengenggam tangan Alfi.
Alfi hanya diam tak menanggapi lagi ucapan khaira ia memilih mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
" Hufff......"
Khaira menghembus nafas nya kasar saat ia melihat Alfi mengacuhkan dirinya. lalu khaira pun mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang.
" Happy Bert's Day My Husband....semoga panjang umur, sehat selalu, tetap menjadi suami yang baik dan calon papa yang akan mendidik anak-anak nya dengan didikan yang terbaik ".
__ADS_1
Ucap khaira seraya menyodorkan kotak yang di bungkus dengan kertas kado itu kehadapan Alfi. Alfi yang mendengar ucapan khaira sontak ia langsung mengalihkan pandangan nya ke arah khaira.
Namun, Alfi bukan nya menerima kado yang di berikan khaira tapi dia malah lebih fokus dengan perkataan terakhir khaira.
" Calon Papa ?, Maksud nya....??? " tanya Alfi berusaha memastikan ucapan khaira, Dan Alfi berharap jika ucapan khaira merupakan kabar bahagia untuk nya.
" Bang di buka dong kado nya..... " Ucap khaira tanpa menjawab pertanyaan Alfi.
" Khaira aku tanya apa maksud ucapan kamu barusan " tanya Alfi kali ini ia berkata sedikit lebih tegas.
" buka dulu Kado nya baru aku akan menjelaskan nya ".
Alfi mendengus kesal, diraihnya kado yang ada di tangan khaira lalu membuka kan nya.
ia mengernyitkan dahi nya saat melihat isi kado yang di berikan khaira. terdapat Baju, Sarung, Sajadah dan peci disana. dan juga sebuah jam tangan yang tersimpan di dalam kotak kecil.
Alfi mengambil jam tangan tersebut dan membuka kotak kotak nya ia pun memakaikan nya di lengan dengan senyuman yang mengembang. ia sangat suka dengan jam tangan yang di berikan khaira.
" Kamu tau ngak kenapa aku memberikan itu untuk mu ....? "
Khaira membuka suara nya setelah lama terdiam mengamati Alfi yang tersenyum seraya memakai jam tangan pemberian nya.
Alfi yang mendengar suara khaira mengalihkan pandangan ke arah khaira, ia menatap bingung mengapa khaira menanyakan hal itu pada nya, seraya menggelengkan kepala nya.
" Aku sengaja memberikan nya untuk mu, agar kamu selalu mengingat Allah di setiap waktu dan dimana pun kamu berada, Jika kamu mampu untuk mencintai Allah maka aku yakin kamu tahu di mana harus menempati ku di hati mu, dan jika kamu kamu selalu mengingat Allah aku juga yakin kamu juga akan selalu mengingat aku yang selalu menanti kan kamu kembali ".
Alfi hanya diam berusaha mencerna kata-kata yang di ucapkan khaira. Namun ia tersadar dari lamunan nya saat mendengar ucapan khaira selanjut nya.
" Aku masih punya satu kado lagi untuk mu... " ucap khaira dengan senyum yang mengembang.
Alfi hanya diam menatap ke arah khaira, ia mengernyitkan dahi nya saat khaira menyodorkan nya sebuah amplop berwarna putih.
" Apa itu....? " tanya Alfi ia hanya menatap kertas yang masih berada di tangan khaira.
" maka nya ambil biar kamu tau....." ucap khaira ia memindahkan amplop yang ada di tangan nya ke tangan Alfi.
Alfi pun menerima amplop itu, mata nya terbelalak saat melihat tulisan yang ada di sana.
" RUMAH SAKIT HARAPAN SEHAT.... " Alfi langsung mengalihkan pandangan nya ke arah Alfi setelah ia membaca tulisan yang tertera di sana.
" Yankk.... ini dari rumah sakit..? Kamu Sakit...?? memang nya kamu sakit apa yankk...? kenapa kamu kasih aku amplop ini....? "
Alfi menghujani khaira dengan berbagai pertanyaan hingga khaira di buat pusing karna pertanyaan nya itu.
ia begitu khawatir takut terjadi sesuatu dengan istri nya itu.
" Siapa. yang sakit sihhh.....? " tanya khaira ia menatap geram ke arah Alfi.
" lah kalau kamu ngak sakit terus ini apa.....? kok bisa ada amplop dari rumah sakit...? "
Khaira yang mendengar ucapan Alfi memutar mata nya malas.
" Makanya di buka dulu tuh amplop, terus baca apa isinya, habis itu baru nanya kalau ngak ada yang kamu ngertiin tentang tulisan yang ada di sana. jangan asal cerocos aja tanpa tau isi yang ada di dalam nya ".
ucap khaira sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
Alfi yang mendengar ocehan khaira memutar mata nya malas secara perlahan ia mengeluarkan isi nya sebuah kertas yang berukuran panjang. Alfi membaca dengan begitu detail setiap angka yang tertulis di sana sampai pada satu kata yang membuat mata nya terbelalak.
" PO-SI-TIF.....?? "
_
💞 💞 💞 💞 💞
Happy Reading....
Nantikan episode selanjutnya berikan like dan dukungan nya juga agar author makin semangat meng up episode selanjutnya. 🙏😊
-
Terima Kasih🙏😊
-
Salam Author
-
ETY Salmila
__ADS_1