
**** Aku Mencoba Percaya Dengan Apa Yang Kamu Katakan ••••
Namun, Naluri ku menolak untuk Mempercayai Nya ••••
Haruskah Aku Percaya Dengan Sesuatu Yang Aku Yakini Tak Sesuai Dengan Kenyataan.?? ****
••• Khaira Najwa Safira •••
💘 💘 💘 💘 💘
" yakin apa yang kamu ucap kan itu? " ucap khaira memastikan jika apa yang dikatakan Alfi itu sesuai dengan apa yang ada di hatinya. Alfi menganggukkan kepala nya.
" lalu siapa wanita yang ada di foto itu? "
" GLeeb.... "
Alfi menelan ludah nya kasar saat khaira lagi-lagi menanyakan soal foto nya dengan Elisa.
" gue kan udah bilang dia hanya teman kerja ngak lebih " ucap Alfi berusaha menutupi kegugupan nya pada khaira.
" yakin hanya sekedar teman? jika ada apa-apa diantara kalian lebih baik kamu jujur sama aku, jangan sampai ketika nanti aku tahu aku tak kan bisa menerima nya, dan bisa saja tak kan ada kata maaf bagi mu "
Ucap khaira ia mengamati wajah Alfi yang terlihat begitu tegang saat mendengar ucapan nya.
" gue ngak ada hubungan apapun sama dia, gue kan udah janji ngak akan bikin loe kecewa " ucap Alfi berusaha meyakinkan khaira.
" tapi bagaimana jika apa yang kamu katakan saat ini tidak sesuai dengan kenyataan? bagaimana jika nanti aku lebih memilih pergi di saat kamu membuat aku kecewa "
" DEG "
Lagi-lagi ucapan khaira membuat Alfi membisu, ada rasa sakit menyelinap di hati nya saat ia mengingat jika seandai nya khaira benar-benar meninggalkan nya saat mengetahui hubungannya dengan Elisa.
ia tak rela jika khaira pergi dari hidup nya apalagi jika nanti setelah mereka berpisah khaira memilih kembali dengan rizwan.
Arrrggghhh.......membayang kan nya saja membuat hati nya terasa semakin panas apalagi saat semua nya benar-benar terjadi, pasti ia tak kan bisa menerima jika khaira kembali bersama laki-laki tengil seperti rizwan.
" gue ngak akan membiarkan loe pergi dari hidup gue sampai kapan pun. karna....karna gue sayang sama loe gue ngak mau kehilangan loe " ucap Alfi ia mengenggam erat tangan khaira seolah ia tak ingin melepas kan nya.
" Hah... Kamu bilang apa barusan? " khaira merasa kaget saat mendengar apa yang di ucapkan Alfi. ia berusaha memastikan jika ia tadi tidak salah dengar.
" GUE MENCINTAI LOE KHAIRA NAJWA SAFIRA " ucap Alfi ia menekan kan setiap kata yang mengungkapkan perasaan nya.
Saat ini Alfi memang sudah mencintai khaira bahkan mungkin cinta nya pada Elisa sudah mulai menghilang.
" kamu serius, ngak bohongkan? tolong jangan pernah bermain-main dengan perasaan jangan katakan kamu mencintai ku jika seandai nya aku belum ada di hatimu, aku tak ingin kecewa apalagi saat nanti aku tahu ada yang lain di hatimu. aku takkan pernah bisa menerima nya ".
Khaira menatap ke arah Alfi meminta penjelasan dari apa yang baru saja di ungkapkan nya.
" saat ini gue berbicara yang sejujur nya, gue benar-benar cinta sama loe, gue ngak mau kehilangan loe " ucap Alfi tangan nya masih mengenggam erat tangan khaira.
" Kamu bilang kamu cinta sama aku, tapi kamu juga bilang jika kamu tidak cemburu saat Aku dekat dengan laki-laki lain, kamu hanya marah karna aku ini istri mu dan kamu takut jika reputasi mu hancur kalau sampai teman-teman mu melihat aku dekat dengan laki-laki lain, makanya kamu marah saat aku bertemu dengan rizwan, iya kan ? "
Khaira sengaja berkata seperti itu karna ingin melihat reaksi Alfi. ia berusaha menahan tawa nya saat melihat muka Alfi yang memerah karna menahan rasa kesal nya pada khaira.
Alfi menjauhkan tangan nya yang mengenggam tangan khaira dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
__ADS_1
" justru karna gue cemburu makanya gue marah saat loe dekat dengan laki-laki lain, kalau bukan karna cemburu ngapain juga gue perduli in loe saat loe dengan dengan laki-laki lain.
apalagi laki-laki itu rizwan cowo yang pernah loe taksir bahkan ganteng nya pun tak seberapa dengan gue, tapi loe lebih cinta sama dia dibandingkan gue, bahkan di saat kita udah nikah pun loe masih saja suka sama tu cowo tengil "
ucap Alfi meng gebu- gebu ia merasa kesal bila sudah membahas masalah rizwan dengan khaira.
" heum..... kata nya tadi ngak cemburu tapi sekarang malah marah-marah ngak jelas, "
ucap khaira sambil melirik ke arah Alfi yang menatap tajam ke arah nya. Alfi menoleh ke arah khaira saat mendengar ucapan khaira
" ya tadi gue bilang gitu karna gue kan belum bilang kalau gue suka sama loe, ya kali tiba-tiba gue bilang kalau gue cemburu kalau loe dekat sama yang lain " ucap Alfi ia membuang pandangan nya ke arah lain, ia masih terlihat begitu kesal pada khaira.
" lagian loe ngapain sih dekat-dekat sama tu cowo tengil " ucap nya lagi ia masih enggan menatap ke arah khaira.
" Aisss...jangan ngomong gitu lah gimana pun juga dia kan teman aku, dia itu baik orang nya, mau nolongin aku buat cari kerjaaan " ucap khaira, sambil tersenyum karna melihat Alfi yang semakin kesal pada nya.
" sekali-kali ngak papa kan bikin suami kesal kapan lagi coba bisa lihat wajah Alfi yang lagi kesal + cemburu , hahaha " gumam khaira dalam hati sebisa mungkin ia menahan tawa nya.
" loe ya, orang lagi kesal juga malah di panas - panasin dengan memuji dia, loe mau bikin gue naik darah ya? " ucap Alfi iya menatap tajam ke arah khaira, khaira yang mendapat tatapan tajam dari Alfi langsung membuang pandangan nya ke arah lain.
" iya maaf ngak lagi deh, kita ngak usah bahas masalah rizwan lagi, mending kita bahas masa depan kita " ucap khaira ia kembali menatap ke arah Alfi dan tersenyum pada nya.
" heumm.... benar apa yang loe bilang ngak penting juga kita berantem cuma gara - gara dia ". ucap Alfi sambil membalas senyuman khaira. selanjutnya hanya keheningan di antara mereka.
" kamu belum jawab pertanyaan ku tadi loh.. " ujar khaira setelah mereka sama-sama terdiam.
khaira menatap ke arah Alfi begitu pun dengan Alfi yang menoleh ke arah nya.
" pertanyaan yang mana? " tanya Alfi bingung sambil menaikkan sebelah alis nya.
" tadi aku tanya sama kamu siapa wanita yang ada di foto itu ? "
Alfi terdiam saat lagi-lagi khaira menanyakan soal fotonya dengan Elisa.
" loe ngapain sih bahas masalah itu lagi gue kan udah jawab tadi kalau kita cuma temenan " ujar Alfi sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain. ia berusaha mengalihkan pembicaraan nya mengenai foto nya dengan Elisa.
" yakin hanya temenan ? " khaira kembali memastikan ucapan Alfi, karna ia merasakan jika ada sesuatu yang di sembunyikan Alfi dari nya.
" iya " jawab Alfi malas.
" tapi gue ngak yakin " ujar khaira yang membuat Alfi kembali menoleh padanya.
" kenapa loe bisa ngak yakin kalau gue cuma temanan sama dia, gue aja percaya dan yakin kalau loe juga cuma temenan sama dia, kenapa loe enggak " ucap Alfi sambil menaikkan sebelah alis nya.
" kalau aku sama rizwan memang ngak ada apa-apa jadi kamu percaya atau enggak tetap saja hubungan ku dengan dia hanya sebatas teman " ujar khaira ia menoleh kan pandangan nya ke arah lain.
" gue juga gitu, ngak ada hubungan apa pun antara gue sama Elisa kita cuma temenan ngak lebih jadi loe harus percaya juga sama gue " ucap Alfi ia masih menatap ke arah khaira.
" ngak bisa " ucapan khaira kembali membuat Alfi tambah bingung saat mendengar jika khaira tak percaya pada nya.
" kenapa ngak bisa? apa alasan nya coba? " tanya Alfi.
" karna naluri ku berkata jika ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku "
" DEG "
__ADS_1
Alfi merasakan jantung nya yang kembali berdetak cepat, ia takut jika sampai khaira mengetahui hubungan nya dan akan meninggalkan nya seperti yang telah ia katakan.
" Loe percaya banget sama naluri loe, naluri loe itu salah gue ngak ada hubungan apa pun sama dia " ujar Alfi berusaha bersikap tenang.
" terkadang Naluri seorang istri itu sangat kuat terhadap suami nya, ia bisa saja merasakan jika ada sesuatu yang di sembunyikan suami nya, dan sekarang itulah yang aku rasakan, jangan kamu sembunyikan apa pun dari ku tolong katakan dengan jujur!
Atau aku akan mencari tahu nya sendiri, dan jika nanti aku tahu kamu punya hubungan dengan dia, aku akan lebih memilih pergi dari pada bertahan dalam rumah tangga yang penuh kebohongan seperti ini . "
ucapan khaira membuat Alfi kembali terdiam, ia bingung apa yang harus di lakukan nya harus kah ia mengatakan yang sejujur - jujur nya sama khaira, soal hubungan nya dengan Elisa, ia menundukan kepala nya tak berani menatap ke arah khaira
" Ayo katakan yang sejujur nya aku akan coba menerima apapun kenyataan nya, hal yang paling menyakitkan namun nyata itu lebih baik, dari pada kebahagiaan yang di dasar kan atas kebohongan "
ucap khaira ia menatap ke arah Alfi, Alfi mengarah kan pandangan nya ke arah khaira.
" jawab pertanyaan ku itu dengan jujur aku benci yang nama nya kebohongan dan penghianatan "
ucap khaira lagi saat ia tak melihat respon dari Alfi.
" ada hubungan apa dengan wanita itu, JAWAB... " khaira menegaskan kata - kata nya.
" GLeeb... "
Alfi menelan ludah nya kasar, kata-kata yang dilontarkan khaira dengan penuh ketegasan Membuat Alfi yang dilanda ketakutan kini semakin cemas dan ragu untuk mengatakan yang sejujur nya pada khaira.
" Apa kamu ngak akan marah jika aku berkata jujur " ucap Alfi kemudian setelah lama terdiam dan berusaha menetralkan kegugupan nya itu.
" aku tidak tahu karna aku belum mendengar jawaban mu itu " jawab khaira datar ia menatap ke arah Alfi yang terlihat begitu gugup, bahkan wajah nya benar-benar terlihat tegang.
" wajah mu kenapa bisa setegang itu apa jangan-jangan memang ada sesuatu antara kamu dengan wanita itu " ucap khaira dengan tatapan menyelidik.
ia bagaikan seorang polisi yang menginterogasi penjahat yang tertangkap basah. ini adalah hal yang sama di rasakan alfi saat ia dan khaira di tangkap oleh warga kampung khaira, gugup dan dilanda kecemasan.
" JAWAB kenapa dari tadi cuma diam saja " khaira kembali mengatakan kata-kata nya dengan penuh ketegasan, membuat Alfi gelagapan untuk menanggapi nya.
" GLeeb... "
Alfi kembali menelan ludah nya yang terasa bagaikan Duri, sangat sulit untuk ia telan.
Alfi kembali memandang ke arah khaira, ia menarik dan membuang nafas nya berulang kali untuk menenangkan diri nya.
" khaira " khaira menatap pada Alfi, menunggu laki-laki itu melanjutkan kata-kata nya.
" Khaira gue mau bilang sebenar nya gue sama dia.... " Alfi merasa begitu berat untuk melanjutkan kata-kata nya, apa lagi saat menatap tatapan khaira yang penuh dengan tatapan menyelidik.
" Sebenarnya gue sama dia • • • • •
❓❓❓❓❓
Sebenar nya apa hayooo ?????
Bagi yang penasaran besok akan saya lanjutkan lagi ya,,,hehehe...
jangan lupa baca episode selanjut nya, besok akan saya usaha kan untuk up lebih dari 1 bab seperti hari ini.😊 Terima kasih...
Salam Author
__ADS_1
Ety Salmila