
Sesampai nya di butik khaira segera bergegas masuk ke dalam butik beberapa karyawan yang melihat nya pun menyapa dan menyambut khaira dengan ramah begitu pun khaira membalas sapaan mereka dengan tak kalah ramah.
Khaira segera berjalan masuk kedalam ruangan nya sesampai nya disana seperti biasa ia meminta agar azkia menyerahkan hasil penjualan butik nya.
" Azkia tolong bawakan laporan hasil penjualan minggu ini " ucap khaira pada azkia di telpon.
" Baik bu saya akan mempersiapkan nya " ucap azkia. kemudian sambungan telpon kedua nya pun terputus.
Khaira mengambil beberapa lembar kertas putih dan juga pencil untuk mendesain sebuah baju, kali ini ia akan mendesain pakaian laki-laki karna di butik nya tak hanya para wanita yang begitu suka dengan hasil karya nya tapi juga dari kaum pria banyak yang meminta khaira untuk mendesain pakaian mereka.
Khaira begitu fokus menggambar setiap bagian dari baju tersebut tak lama terdengar suara pintu yang di ketuk.
" Tok... toktok... tok.... "
" Masuk ! " ucap khaira tanpa mendongakkan kepala nya.
Pintu ruangan khaira pun terbuka dan tampak lah azkia yang melangkah dengan anggun nya ke arah khaira.
" ini bu laporan nya " ucap khaira seraya meletakkan beberapa berkas di atas meja khaira.
" Terima kasih, kamu silahkan duduk dulu " ucap khaira ia menatap sekilas kearah azkia.
Azkia pun menuruti permintaan khaira ia mendudukkan diri nya di kursi yang ada di hadapan khaira.
Kemudian Khaira mengambil berkas yang di bawakan azkia dan memeriksa nya. sejenak ruangan itu hening saat khaira dengan teliti memeriksa setiap tulisan dan angka yang ada di kertas berukuran A4 itu.
" Alhamdulillah.... penjualan kita minggu ini semakin meningkat dari minggu lalu " ucap khaira setelah ia selesai memeriksa laporan yang di ajukan azkia pada nya.
Khaira menatap ke arah azkia dan tersenyum pada nya azkia pun ikut tersenyum pada khaira.
" iya bu alhamdulillah.... bahkan ada beberapa pelanggan yang meminta untuk di buatkan desain baju keluarga untuk acara peresmian pernikahan anak mereka " ucap Azkia ia pada khaira.
" Kapan mereka akan mengambilnya ? " tanya khaira masih dengan menatap ke arah Azkia.
" Bulan depan bu... bahkan mereka sudah menyerahkan uang buka nya " ucap Azkia seraya menyerahkan sebuah Amplop coklat kepada khaira.
Khaira mengambil amplop tersebut dan membuka nya dilihat nya terdapat beberapa lembar uang di dalam amplop tersebut.
" Berapa pasang yang mereka minta ? " tanya khaira lagi ia kembali menolehkan pandangan nya ke arah Azkia.
__ADS_1
"eum.... 12 pasang bu, 6 baju perempuan dan 6 lagi untuk baju cowok, ini ukuran baju nya " Azkia menyerahkan sebuah kertas putih yang bertuliskan ukuran baju yang harus di jahit oleh khaira.
" Oke baik lah saya akan usaha kan untuk mendesain baju nya dan menyelesaikannya tepat waktu saya juga mohon agar kamu membantu saya untuk menjahit baju nya, kalau untuk desain nya biar saya saja yang mendesain " ucap Khaira pada Azkia namun Azkia malah menundukkan pandangan nya dari khaira.
" Azkia kamu kenapa kok diam aja ? apa kamu keberatan untuk membantu saya ? " tanya khaira pada Azkia saat tak mendapat respon dari nya.
" eum.... bukan begitu bu saya sama sekali tak keberatan untuk membantu ibu menyelesaikan pekerjaan ini " Azkia menghentikan ucapan nya sejenak menarik nafas nya dalam mencoba mencari kata yang tepat untuk menyampaikan hal yang begitu penting pada khaira.
" sebenar nya ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada ibu " ucap Azkia seraya menatap lekat ke arah khaira.
" Apa itu ? " tanya khaira dengan rasa penasaran yang memuncak.
" Sebelum nya saya minta maaf bu seperti nya saya harus mengundurkan diri dari pekerjaan ini " ucapan Azkia membuat khaira melebarkan kedua mata nya.
" APA ??? kamu mau mengundurkan diri ? kenapa ? apa kamu marah karna selama 2 minggu ini saya tidak masuk kerja dan malah menyerahkan semua urusan pekerjaan sama kamu ? " tanya khaira dengan pertanyaan yang tanpa jeda membuat Azkia jadi gelagapan untuk menanggapi nya.
" bu....bu.... bukan itu bu, bukan karena saya marah sama ibu karna ibu menyerahkan urusan butik pada saya selama ibu tidak masuk kerja atau apapun itu, tapi.....memang ada hal yang membuat saya harus berhenti kerja " ucap Azkia berusaha menjelaskan.
Khaira tak menimpali ucapan Azkia ia masih menunggu kelanjutan ucapan dari asisten sekaligus sahabatnya itu.
" Saya Hamil bu !!! "
" iya serius masa aku bohong ?? itulah sebab nya aku harus berhenti kerja, dokter mengatakan jika kandungan ku masih terlalu lemah aku mesti banyak beristirahat dan tidak boleh bekerja sampai kandungan ku cukup kuat untuk aku kembali bekerja. " ucap Azkia menjelaskan.
" Alhamdulillah.... aku senang mendengar jika kamu sedang mengandung dan jika memang itu alasan kamu untuk berhenti kerja aku tidak bisa menahan nya karna aku juga mengerti posisi kamu saat ini " ucap khaira dengan menampilkan senyuman bahagia nya.
" Berapa usia nya ? " tanya khaira lagi ia masih menatap ke arah khaira dengan senyuman yang mengembang.
" 1 Bulan..... akhir-akhir ini aku sering banget mual dan bahkan aku jarang makan karna rasa mual itu belum lagi zaki yang begitu posesif membuat aku makin tambah pusing memikirkan tingkah nya "
Khaira terkekeh saat mendengar ucapan Azkia.
" itu hal yang biasa mual, ngak bisa tidur, pusing, ngak nafsu makan itu merupakan hal yang wajar bagi ibu yang sedang hamil muda dulu aku juga begitu pas awalan kehamilan ku tapi seiring bertambah nya usia kandungan hal itu akan semakin berkurang "
Khaira menghentikan sejenak ucapan nya setelah itu ia kembali berbicara.
" kalau untuk zaki itu hal yang wajar diakan suami kamu tentu saja dia khawatir sama kamu apalagi kamu sedang mengandung anak nya " ucap khaira sedang kan azkia hanya diam tanpa menanggapi ucapan khaira.
" Tapi dia itu terlalu berlebihan aku jadi malas bertemu dengan dia " ucap Azkia dengan memanyunkan bibir nya.
__ADS_1
" memang nya kamu ngak bakalan kangen kalau ngak ketemu sama dia ? " goda khaira yang membuat pipi Azkia seketika memerah.
Khaira malah terkekeh melihat raut wajah Azkia yang memerah.
" argghh.... udahlah aku mau keruangan ku dulu ini surat pengunduran diri ku " ucap Azkia seraya menyodorkan sebuah amplop putih pada khaira.
Azkia pun menerima amplop tersebut, saat azkia ingin bangkit dari duduk nya khaira kembali bersuara.
" oh ya aku minta tolong sama kamu, tolong carikan aku pengganti kamu sebagai asisten ku, soal nya kalau ngak ada yang menggantikan kamu siapa yang akan membantuku menyelesaikan pekerjaan ku yang begitu banyak ? belum lagi sebentar lagi aku akan melahirkan tentu aku membutuhkan seseorang yang dapat di percaya untuk mengantikan aku saat aku cuti nanti "
Ucap khaira panjang lebar, azkia tampak diam seperti sedang memikirkan sesuatu mengenai permintaan khaira.
setelah lama terdiam ia pun kembali bersuara
" eum.... bagaimana jika Fitria yang menjadi asisten baru mu ? " ucap Azkia memberi usulan nya.
Khaira terdiam mencoba menimbang dan mencari tau wanita bernama Fitria yang di maksud Azkia.
" maksud kamu Fitria yang bekerja dibagian pemasaran ? " tanya khaira memastikan apa yang ada dalam pikiran nya. Azkia pun mengangguk membenarkan ucapan khaira.
" Apa dia bisa di percaya ? " tanya khaira kembali lagi karna belum merasa yakin dengan usulan Azkia.
" Tentu saja dia dapat di percaya, Fitria gadis yang baik, jujur dan pendiam tapi otak nya lumayan cerdas, kalau untuk mendesain dia memang tidak bisa tapi kalau soal menjahit hasil jahitan nya lumayan bagus, aku pernah meminta dia untuk membantu ku menyelesaikan sebuah dres dan hasil nya cukup memuaskan "
Khaira seperti menimbang-nimbang setelah mendengar penjelasan Azkia mengenai Fitria karyawan nya yang bekerja dibagian pemasaran.
" yasudah nanti aku akan mencoba mempertimbangkan nya " ucap khaira pada azkia, azkia pun menganggukkan kepala nya mendengar ucapan khaira.
Kemudian ia berpamitan pada khaira untuk kembali ke ruangan nya, meski ia sudah menyerahkan surat pengunduran diri pada khaira tapi ia tetap harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang menjadi tanggung jawab nya.
🎋 🎋 🎋 🎋 🎋
Happy Reading.....
Nantikan kelanjutan episode nya dan jangan lupa berikan like vote dan komentar yang lebih banyak 🙏😊
Salam Author
-
__ADS_1
Ety Salmila