Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Awal Penderitaan


__ADS_3

***Ku tinggalkan dan kulupakan cinta pertamaku untuk dirimu namun teganya kau mengkhianati ku hanya untuk dirinya...


Dan hancur nya hati ku saat kau tak lagi percaya padaku..***


💘 💘 💘 💘


Sudah dua bulan semenjak kepulangan Alfi ke kota, ia tak pernah menghubungi khaira walau hanya sekali pun. jika khaira yang menghubungi Alfi, Alfi selalu menolak panggilan nya dan tak menjawab nya walau telah berulang kali khaira menghubungi nya.


Seperti pagi ini khaira sudah lebih dari lima kali menghubungi Alfi tapi Alfi tak pernah menjawab telpon dari nya.


" tut... tut... tutt... "


lagi-lagi suara operator yang ia dengar, khaira mencoba untuk menghubungi Alfi lagi dan kali ini terjawab.


" Tutt... tut... tutt... "


" ya ada apa? " terdengar suara Alfi di sebrang sana.


" abang kenapa susah kali di hubungi? "tanya khaira tanpa basa-basi.


" lagi sibuk " jawab Alfi datar.


" sesibuk itu kah sampai menjawab telpon ku saja tidak bisa " ucap khaira.


" aku banyak kerjaan lagian ngapain loe telpon gue? " tanya Alfi lagi masih dengan suara datar.


" salah kah seorang istri menelpon suami nya? " khaira menjawab pertanyaan Alfi dengan bertanya balik pada Alfi.


" udahlah gue kan udah bilang ngak usah sok perhatian sama gue" ucap Alfi dengan suara ketus. belum sempat khaira berbicara terdengar suara seorang wanita di seberang sana.


" sayang kamu lagi telpon sama siapa kok lama banget telpon nya "


" tut.... tut.. tutt.... "


Alfi langsung mematikan telpon nya saat mendengar wanita itu memanggil nama nya. khaira menjauh kan HP nya ketika mendengar suara sambungan telpon terputus.


" aku seperti nya mendengar suara wanita memanggil nama Alfi dengan panggilan sayang, sebenar nya siapa wanita itu? " tanya khaira dalam hati.


Khaira mencoba menghubungi Alfi lagi panggilan pertama nya di tolak oleh Alfi dan saat ia mencoba menghubungi Alfi lagi HP nya malah mati.


khaira menjadi tambah gelisah ia mencemaskan apa yang dilakukan Alfi selama ini hingga ia sangat sulit untuk dihubungi. khaira mencoba mengirim pesan kepada Alfi berharap ia akan membaca nya.


••• Isi Pesan Dari Khaira •••


" tolong jemput aku besok, mama meminta aku agar pulang kesana "


tadi pagi mama Alfi menelpon khaira meminta nya agar segera kembali ke kota.


tak ada balasan pesan yang dikirim khaira bahkan di react pun tidak oleh alfi, khaira mencoba menenankan fikiran nya membaringkan diri nya di atas tempat tidur hingga ia terlelap .


" Tiingg.. "


suara pesan masuk


khaira terbangun Saat mendengar HP berbunyi, ia tersenyum ketika melihat ada pesan masuk dari alfi.


••• Isi Pesan Dari Alfi •••


" bersiap-siaplah besok gue akan jemput loe jam 10 pagi "


hanya itu pesan yang di kirim Alfi sangat singkat namun ia cukup bahagia karna Alfi besok pagi akan menjemput nya.


khaira segera membereskan barang-barang nya untuk di bawa kesana. saat khaira sedang membereskan barang-barang nya terdengar suara ketukan pintu dari luar.


" tokk... tok.. tok.. "


suara ketukan pintu dari luar membuat khaira menoleh padanya.


" masuk aja ma ngak dikunci " ucap khaira dari dalam, khaira tentu saja tau kalau itu mama nya karna mereka hanya tinggal berdua di rumah, kalau ayah khaira Saat ini masih berada di ladang.


begitulah pekerjaan Ayah khaira seorang petani yang menggarap sawah untuk makanan sehari-hari. ada rasa sedih di hati khaira saat melihat ayah nya yang tidak muda lagi masih harus bekerja untuk kehidupan sehari-hari.


awal nya khaira ingin bekerja untuk membantu ayah nya memenuhi kebutuhan keluarga, tapi karna saat ini khaira sudah menikah ia harus mendapat izin terlebih dahulu dari Alfi.


" dek kamu lagi ngapain kok beres-beres? " tanya mama khaira saat ia telah membuka pintu kamar dan melihat khaira yang sedang memasukkan pakaian nya ke dalam koper.


" besok bang Alfi jemput khaira untuk balik ke kota ma " ucap khaira sambil menatap sekilas kearah khaira lalu kembali melanjutkan aktifitas nya itu.


" besok? kok ngak bilang-bilang dulu sama mama kalau mau ke kota besok? " tanya mama khaira lagi kini ia melangkah mendekati khaira.


" Maaf ma tadi mama Alfi telpon ia minta khaira agar pulang ke sana besok " ucap khaira kini ia sudah selesai membereskan semua persiapan nya.


" yah kalau kamu pulang kesana mama bakal sendirian dong " ucap mama sedih.


khaira yang melihat mama nya sedih mendekati nya dan memeluk mama nya.


" khaira janji khaira bakal sering - sering pulang ke sini " ucap khaira dalam pelukan mama nya.


" dek sekarang kamu udah nikah mama sama ayah tidak ada hak lagi bagi kami untuk melarang mu ikut dengan suami mu, karna sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab nya. mama hanya berpesan jaga diri kamu baik-baik disana, bersikap lah dengan baik pada siapa pun " ucap mama khaira.


khaira menangis dalam pelukan mama nya sebenar nya ia juga merasa berat jika ia harus pergi meninggalkan ayah dan mama nya, namun apalah daya sekarang ia sudah jadi istri orang dan sudah menjadi kewajiban nya untuk ikut kemana pun suami nya pergi.


💦 💦 💦


<~ Keesokan Paginya ~>


khaira sudah siap untuk ikut suami nya ke kota hanya tinggal menunggu laki-laki itu datang menjemput nya.


pukul 10: 15 pagi Alfi sampai di rumah khaira, setelah berbincang-bincang cukup lama akhir nya mereka memutuskan untuk segera memulai perjalanan nya ke kota.


" ma, ayah khaira pergi dulu ya, jaga kesehatan insya Allah setiap bulan nya khaira pasti akan kembali kesini untuk mengunjungi mama sama ayah " ucap khaira pada kedua orang tua nya.


" iya hati-hati ya dijalan kamu juga jaga kesehatan mu dan patuhi apa pun yang suami mu katakan " ucap ayah khaira pada khaira yang di jawab dengan anggukan kepala nya.


setelah berpamitan pada kedua orang tua khaira mereka pun memulai perjalanan nya berlalu meninggal kan tempat kelahiran khaira.

__ADS_1


di dalam perjalanan khaira hanya diam ia masih memikirkan keadaan orang tua nya yang kini hanya tinggal berdua.


suara adzan yang berkumandang membuat Alfi dan khaira menghentikan perjalanan nya sejenak untuk melaksanakan shalat zuhur. setelah selesai shalat mereka kembali melanjutkan perjalanan nya hingga mereka tiba di rumah Alfi pukul 14:40.


setiba nya disana ia disambut Hangat oleh mama Alfi yang sudah menunggu kedatangan mereka. setelah berbincang-bincang sejenak khaira berlalu ke kamar nya untuk istirahat.


◾◾◾◾


Setelah shalat magrib dan makanan malam khaira kembali ke kamar mereka sesampai nya dikamar Alfi dan khaira berbincang-bincang ringan.


" kalau misal nya Aku mau kerja abang kasih izin ngak buat aku " ucapan khaira membuat alfi menaikkan alis nya.


" untuk apa loe kerja memang nya ngak cukup uang bulanan yang gue kasih buat loe? " tanya Alfi sambil menatap ke arah khaira.


Alfi selalu memberikan nafkah berupa materi kepada khaira setiap bulan nya, namun tidak dengan nafkah batin, hati nya seolah beku untuk memberikan nafkah batin kepada khaira meski pun hanya sedikit kasih sayang untuk khaira.


" bukan gitu aku hanya mau membantu mama dan ayah memenuhi kebutuhan keluarga " ucap khaira ia juga menatap ke arah Alfi yang kini menatap nya.


" kasih aja uang bulanan yang gue kasih untuk loe, nanti akan gue tambah kan lagi jumlah nya jika loe mau " ucap Alfi kini ia mengalihkan pandangan nya ke layar HP yang sejak tadi di pegang nya.


" ngak usah, aku pengen memberi uang pada mama dan ayah dari hasil jerit payah ku sendiri " ucap khaira lagi, ia bangkit dari duduk nya beralih ke arah koper yang berisi baju nya, lalu memindahkannya satu persatu ke dalam lemari.


" ya udah terserah loe, kalau memang loe mau kerja gue ngak akan ngelarang loe buat kerja " ucap Alfi sambil bangkit dari duduk nya.


" gue mau pergi malam ini loe tidur aja di kasur karna mungkin gue ngak pulang malam ini " ucapan Alfi membuat khaira yang sedang memindahkan baju nya menghentikan kegiatan nya dan beralih menatap ke arah Alfi yang sedang melangkah ke luar.


" memang nya abang mau kemana kenapa ngak pulang? " Alfi hanya melirik sekilas ke arah khaira saat mendengar pertanyaan nya, namun bukan nya menjawab Alfi malah melanjutkan langkah nya meninggalkan khaira yang masih di liputi seribu pertanyaan.


setelah selesai shalat 'isya khaira segera membaringkan tubuh nya di atas ranjang, menyelimuti tubuh nya dengan selimut tebal yang ada disana. entah kenapa ia merasa sejak di perjalanan menuju ke sini ia merasa tidak enak badan. dan kini ia merasa sangat kedinginan, kepalanya juga terasa pusing.


💧💧💧💧 💧


Malam telah berlalu kini mulai terdengar suara adzan yang berkumandang dan suara ayam yang berkokok menandakan pagi akan segera datang.


khaira membuka mata nya dilihat nya tempat tidur yang berada di sebelah nya kosong dan rapi menanda kan jika Alfi semalam memang tidak pulang.


khaira masih bertanya-tanya kemana Alfi pergi semalam sampai ia tak pulang. khaira tak ingin berlarut-larut memikirkan kepergian Alfi ia memutuskan untuk bangun menuju ke kamar mandi membersihkan dirinya dan shalat subuh.


usai shalat subuh khaira melantunkan beberapa ayat suci Al-Quran. tanpa ia menyadari jika Alfi sudah pulang dari tadi dan mengamati diri nya yang sedang mengaji. ada kedamaian di hati Alfi saat mendengar khaira mengaji, suara yang indah membuat ayat-ayat yang ia lantunkan terasa Damai di relung jiwanya.


" sadaqalla hul'azim.... "


ucap khaira setelah ia selesai membacakan beberapa ayat al-quran. ia menutup al-quran tersebut dan meletakkan nya di atas nakas.


khaira masih belum menyadari keberadaan Alfi di sana, setelah selesai menyimpan peralatan shalat pada tempat nya khaira melangkah kan kaki nya ingin menuju keluar kamar, namun langkah nya terhenti saat melihat Alfi yang duduk di atas ranjang sambil terus menatap ke arah nya.


" loh abang kapan pulang? " tanya khaira pada Alfi sambil menaikkan sebelah alis nya.


" udah dari kemarin gie pulang kesini bareng loe lagi, emang nya loe lupa kalau kita pulang bareng kemarin" jawab nya asal, menatap kearah khaira sambil tersenyum.


" apa sih orang nanya serius juga " ucap khaira sambil memutar mata nya malas.


" lagian abang semalam kemana kenapa ngak pulang? " tanya khaira lagi.


" oe kenapa ngak bilang kalau lembur bikin orang khawatir aja " ucap khaira lagi.


" kenapa gue harus ngelapor dulu sama loe kalau gue mau lembur? lagian semalam loe ngak nungguin gue pulang kan? "


khaira hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


" bagus kalau gitu " ucap Alfi lalu berlalu pergi menuju ke kamar mandi.


khaira menunggu Alfi selesai mandi agar mereka bisa keluar bersama-sama. ia duduk di sofa dimana biasa nya ia tidur. setelah Alfi selesai mandi mereka bergegas ke luar kamar menuju ke lantai bawah.


Saat mereka turun seperti biasa seluruh keluarga telah berkumpul, namun kali ini sedikit berbeda tidak ada kakak zuhra dan suami nya serta kedua anak nya yang menggemaskan.


mereka duduk dimeja makan khaira yang keadaan nya belum membaik merasa mual saat mencium bau makanan di atas meja.


" ya udah sekarang kita mulai saja makan pagi nya, Alfi kamu tolong pimpin doa nya " ucap mama Alfi yang di jawab dengan anggukan oleh Alfi.


setelah selesai membaca doa satu persatu mereka yang ada di meja makan mengisi makanan nya kedalam piring. setelah mama, papa dan zuhdi telah mengisi piring nya, kini giliran khaira yang akan mengisi piring Alfi yang masih kosong.


khaira mengambil nasi dan lauk-pauk kedalam piring Alfi setelah setelah selesai ia mengambil untuk dirinya sendiri.


suapan pertama khaira berhasil menelan makanan nya walau dengan susah payah, namun pada suapan ke dua ia sudah tak bisa menelan nya lagi. khaira berlari ke arah kamar mandi sambil menutup mulut nya.


semua orang yang ada disana saling memandang satu sama lain saat melihat khaira berlari meninggalkan meja makan menuju ke kamar mandi.


mama Alfi langsung bangun dari duduk nya menyusul khaira ke kamar mandi untuk melihat ke adaan khaira.


sesampai nya di sana ia mengetuk pintu kamar mandi untuk menanyakan apakah khaira baik-baik saja.


" tok.. tok.. tokkk..... "


" khaira apa kamu baik - baik saja nak ?"


tanya mama Alfi namun tak ada jawaban dari khaira, tak berapa lama Alfi dan papa nya menyusul khaira dan mama Alfi ke kamar mandi.


" bagaimana ma keadaan khaira ? "


bukan Alfi yang bertanya seperti itu melainkan papa nya yang ada di samping alfi, sedangkan laki-laki itu berdiri dengan santai nya tanpa memperdulikan keadaan khaira.


sebenar nya ia juga merasa cemas saat melihat wajah pucat khaira sejak kemarin ketika mereka baru sampai di rumah Alfi. namun ego nya yang terlalu besar dapat mengalahkan akal sehat nya sehingga ia mengabaikan keadaan khaira yang terlihat tidak baik-baik saja.


khaira keluar dari kamar mandi dengan wajah nya yang pucat.


" sayang kamu ngak papa kan nak muka kamu kenapa bisa seputar itu, apa yang terjadi sama kamu? " tanya mama Alfi.


" ngak tau ma tapi dari kemarin khaira merasa kurang enak badan terus juga sedikit mual mungkin khaira lagi masuk angin " jawab khaira dengan suara lemah.


" apa tadi kamu bilang ngak enak badan, pusing, mual-mual? " tanya mama Alfi ia mulai tersenyum saat menanyakan hal itu pada khaira.


Senyum nya semakin mengembang saat mendapat anggukan kepala dari khaira, mama Alfi menatap ke arah papa Alfi sambil tersenyum dan menaik - turunkan alisnya, sejenak papa Alfi terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu,


Namun kemudian senyum nya mengembang saat ia mengetahui apa yang sedang difikirkan istri nya hingga ia tersenyum.

__ADS_1


lalu mama Alfi menatap ke arah Alfi dan khaira secara bergantian.


" mama sama papa kenapa senyum-senyum gitu? " tanya Alfi pada mama nya sambil menaikkan sebelah alisnya.


" hehehe... mama lagi senang aja "


ucapan mama nya membuat Alfi bingung kenapa mama nya begitu bahagia, tadi ia sangat cemas saat melihat ke adaan khaira, tapi sekarang malah tersenyum.


" senang kenapa bukan nya tadi mama begitu cemas sama keadaan khaira tapi kenapa sekarang malah bahagia " ucap Alfi lagi ia menatap ke arah mama nya yang masih mengembangkan senyum.


" tunggu sebentar ya ada sesuatu yang ingin mama lakukan, kalian jangan kemana-mana sampai mama kembali lagi " ucap mama Alfi sambil berlalu pergi menuju ke arah kamar nya.


ketiga orang yang ada di sana saling memandang satu sama lain. khaira kembali masuk ke kamar mandi saat ia merasakan perut nya kembali bergejolak. kini papa Alfi yang malah mengembangkan senyum. Alfi mengedikkan bahu nya saat melihat papa nya tersenyum merasa aneh dengan sikap kedua orang tua nya.


sudah 20 menit berlalu namun mama Alfi belum juga kembali menemui mereka bahkan khaira sudah berulang kali bolak-balik kamar mandi untuk mengeluarkan isi perut nya.


Alfi merasa jengah menunggu mama nya datang, akhir nya ia memutuskan untuk kembali kekamar nya, baru saja Alfi membalikkan badan nya mama nya datang berlari dari arah pintu utama rumah nya ke arah mereka.


Alfi mengernyit kan dahi nya saat melihat mama nya datang dari arah pintu depan "


" bukan kah tadi mama lari ke arah kamar kenapa sekarang malah datang dari pintu depan? " gumam Alfi dalam hati.


" nih kamu coba ini !! " ucap mama khaira sambil menyodorkan kantong plastik ke arah khaira.


" memang nya ini apa ma? " tanya khaira pada mama Alfi, ia mengambil kantong plastik tersebut dan membolak-balikkan kantong tersebut tanpa melihat isi nya.


" eum... itu... itu isi nya..... " mama Alfi menghentikan ucapan nya hingga membuat Alfi merasa geram.


" itu apa ma? memang nya apa isi kantong plastik yang mama bawa itu? " Alfi bertanya selembut mungkin untuk menutupi rasa geram nya.


" itu isi nya tespack " ucapan mama Alfi membuat mata Alfi dan khaira sama-sama melebar.


" APAAA... " ucap Alfi dan khaira bersamaan. mama Alfi memundurkan kepala nya kebelakang saat melihat reaksi dari kedua orang dihadapan nya.


" untuk apa mama memberikan itu pada khaira " kali ini Alfi berbicara agak sedikit keras.


" ya untuk cek keadaan khaira lah tadikan dia mual-mual dan biasa nya kalau mual-mual itu tan... " belum selesai mama nya berbicara Alfi sudah lebih dulu menyelanya.


" ngak bakal ada tanda apa pun ma, khaira hanya masuk angin doang karna perjalanan yang jauh seperti kemarin, di tambah lagi cuaca yang tidak menentu seperti ini membuat orang mudah terserang penyakit " ucap Alfi menyela ucapan mama nya.


" kita ngak bakal tau hasil nya kalau tidak mau dicoba siap tau nanti hasil nya positif, udah khaira sekarang kamu masuk ke kamar mandi dan lakukan tes nya ". ucap mama alfi sambil mendorong pelan tubuh khaira kedalam kamar mandi.


" ma khaira.... " ucapan khaira terhenti karna disela oleh mama alfi.


" udah kamu lakukan saja tes nya ngak usah takut, apapun hasinya mama sama papa pasti akan ikhlas menerima nya " ucap mama alfi sambil tersenyum ke arah khaira.


khaira menatap ke arah alfi tapi laki-laki itu malah memalingkan wajah nya ke arah lain. akhir nya khaira memutuskan untuk melakukan apa yang di minta mertua nya itu.


5 menit berlalu akhir nya khaira keluar dengan membawa benda pipih itu di tangan nya.


" gimana hasil nya nal positif kan? " tanya mama alfi pada khaira saat melihat khaira keluar dari kamar mandi.


" khaira belum lihat ma, mama aja yang lihat hasil nya " khaira menyerah kan benda pipih itu kepada mertua nya. ia sengaja tidak melihat hasil nya karna ia sudah tahu hasil nya tanpa harus melihat tanda yang ada di benda itu.


" Alhamdulilah pa positif " alfi dan khaira melebarkan mata nya saat mendengar apa yang di katakan mama alfi.


" NGAK MUNGKIN " ucap alfi dan khaira bersamaan


" loh kenapa ngak mungkin ini hasil nya beneran positif, selamat ya nak bentar lagi kamu akan jadi seorang ayah, dan kamu khaira akan menjadi seorang ibu "


Alfi merampas benda pipih di tangan mama nya, tanpa perduli apa yang di ucapkan mama nya. rahang nya mengeras saat melihat benda pipih tersebut yang memperlihatkan kan dua garis merah.


Alfi menatap tajam ke arah khaira diraih nya tangan khaira dan mencengkram pergelangan tangan nya kuat-kuat hingga khaira meringis kesakitan.


" katakan siapa ayah dari anak yang loe kandung itu, ayo katakan, KATAKAN KHAIRA !!!! " ucap Alfi dengan suara yang menggema diseluruh ruangan dan juga tatapan mata yang menyiratkan kilatan emosi.


Khaira hanya diam tak menjawab pertanyaan Alfi, mata nya terus mengeluarkan cairan bening yang membasahi pipi nya.


" kenapa loe diam aja ayo bicara, katakan siapa ayah dari bayi yang loe kandung itu " ucap Alfi lagi kini ia malah mencengkram rahang khaira memasak gadis itu untuk berbicara pada nya.


emosi telah menguasai diri nya, ia merasakan rasa sakit dan kecewa saat mengetahui istri nya mengandung benih dari orang lain, bahkan ia tak tahu siapa ayah dari anak yang di kandung istri nya itu.


kecewa itu lah yang kini ia rasakan, entah perasaan apa yang kini merasuki relung hati nya ia merasakan sesak di dada nya dan seolah ia tak rela jika istri nya itu menjadi milik orang lain. Mungkin kah kini ia sudah mulai mencintai khaira??


entah lah ia juga tak tahu namun jantung nya selalu berdetak kencang saat ia berdekatan dengan khaira. apa lagi Saat melihat tatapan matanya membuat Alfi tak bisa menahan gejolak dalam hati nya.


" jawab khaira JAWAB !!!, KAMU JANGAN DIAM SAJA, JAWAB PERTANYAAN GUE, ANAK SIAPA YANG ADA DALAM KANDUNGAN LOE ITU??? " tanya Alfi dengan nafas yang memburu menahan amarah dalam dirinya agar ia tak kelepasan.


tangan nya terus mencengkram rahanb khaira lebih kuat hingga membuat khaira tak sanggup menahan rasa sakit nya.


mama alfi yang melihat Alfi mulai bersikap kasar pada Alfi dan juga emosi yang telah menguasai nya berusah menenagkan nya.


" sudah nak lepas kan cengkraman mu itu kasian khaira dia sudah begitu kesakitan, jika ada masalah bicarakan baik-baik jangan dengan emosi " Alfi melepaskan cengkraman di lengan dan di rahang khaira saat ia mendengar ucapan mama nya.


" kenapa kamu begitu marah saat mengetahui khaira sedang hamil bukan nya harus nya kamu senang karna sebentar lagi kamu akan jadi seorang ayah " tanya mama alfi dengan suara lembut saat ia melihat alfi mulai terlihat lebih tenang.


" KARNA ANAK ITU BUKAN ANAK KU MA " ucap alfi dengan suara yang menggema di seluruh ruangan ia menatap tajam kearah khaira yang kini masih menangis.


mama alfi terkejut saat mendengar apa yang dikatakan alfi barusan.


" kenapa kamu seyakin itu, bisa saja kan itu anak mu ? " tanya nya lagi sambil mengamati wajah alfi yang memerah karna menahan amarah nya.


" BUKAN MA " jawab alfi


" BUKAN??? " mama alfi menatap alfi dengan penuh tanda tanya. alfi menunduk kan kepala nya lalu ia menjawab rasa penasaran mama nya itu.


" Karna Alfi Belum Pernah Menyentuh nya Sekali Pun Sejak Pertama Kali Kami Menikah "


DUARRrrr.....


DUARRrrr.....


DUARRrrr.....


💔 💔 💔 💔

__ADS_1


__ADS_2