Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Kebimbangan Alfi


__ADS_3

*** Dapatkah aku mencapai kehangatan sikap mu kembali, seperti dulu yang selalu kau berikan padaku ???


Salahkah bila ku mengharapkan kesempatan kedua dari mu ??? ***


••• Alfianda Rahman •••


💕 💕 💕 💕 💕


Bunda Annisa pun melangkah masuk ke dalam kafe, meninggalkan Alfi yang masih menerka-nerka siapa wanita yang akan di jodoh kan dengan zaki.


" Tiiiingg..... "


" Tiiiingg..... "


" Tiiiingg..... "


Suara pesan masuk dari HP nya membuyar kan lamunan Alfi. Di raih nya benda pipih itu yang ada di saku celana nya.


Ternyata Agus yang mengirimkan pesan pada nya.


••• Agus •••


Broe dimana loe? Udah sampai belum?


Gue sama Zaki udah nyampe ni


Buruan kemari kita ada di meja Nomor 8.


••••••••••


Alfi memasukkan HP nya kedalam saku celana nya setelah membaca pesan yang di kirimkan agus. Ia langsung melangkah kan kaki nya kedalam kafe menuju ke meja nomor 8 sesuai dengan pesan yang tadi di kirimkan agus.


Sesampai nya di sana ia melihat agus dan zaki yang sudah menunggu ke dagangan nya. ia langsung berjalan menghampiri kedua sahabat nya itu.


" Hy broe....akhir nya yang di tunggu - tunggu datang juga " Ucap agus saat melihat Alfi yang menghampiri diri nya dan zaki.


" Kemana aja loe kok lama banget kita udah tunggu loe dari tadi ? " Tanya zaki pada alfi. Alfi lalu duduk di salah satu kursi yang ada di sana.


" Sebenar nya gue udah nyampe dari tadi, tapi tadi pas mau masuk ke sini, gue ketemu sama bunda jadi nya gue ngobrol-ngobrol sama bunda "


Jawab Alfi, di atas meja sudah tersedia secangkir kopi yang sudah di pesan oleh Agus dan Zaki untuk nya. Alfi langsung meminum kopi nya itu.


" Maksud loe bunda gue ? " Zaki kembali bertanya pada Alfi sambil menatap bingung ke arah nya.


" Ya iyalah bunda loe, eh salah bunda kita, gue kan juga anak bunda " Ucap Alfi sambil tersenyum dan menarik turunkan alis nya ke arah Zaki.


Zaki memutar mata nya jengah, Sejak dulu Alfi tak mau menyebut bunda Annisa sebagai bunda Zaki pada hal memang benar kan itu ibu kandung Zaki.


" Ngapain bunda kesini? " Tanya Zaki lagi ia masih menatap ke arah Alfi dengan tatapan bingung. Alfi menggidikkan bahu nya tanda tak mengerti.


" Mana gue tauu... Tapi tadi bunda bilang, kalau bunda kesini mau ketemu calon mantu " Ucap Alfi ia juga menatap ke arah Zaki, Namun kini Alfi menampakkan senyum miring nya.


" Hah... Calon mantu ? " Zaki menaikkan sebelah alis nya karna ia tak mengerti dengan ucapan Alfi.


Alfi menganggukkan kepala nya sambil menatap ke arah Zaki dan masih memperlihatkan senyum yang sama.


" Maksud loe apa sih, calon mantu siapa ? " Tanya Zaki lagi karna Alfi tak kunjung menjawab nya.


" Ya calon mantu bunda lah " Ucap Alfi mulai terlihat kesal karna Zaki tak kunjung mengerti maksud ucapan nya.


" Jangan bilang kalau bunda mau ketemu calon istri kedua loe ya ? " Ucapan Zaki membuat Alfi menatap tajam ke arah nya.


" PLeetakkk..... "


Alfi menjitak kepala Zaki, karna tak Terima dengan apa yang baru saja di ucapkan zaki.


" Auw..... Loe apaan sih main jitak kepala orang seenak nya " Ucap Zaki sambil menatap kesal ke arah Alfi, tangan nya masih sibuk mengelus kepala nya yang terasa sakit akibat jitakan alfi.


" Salahin tuh mulut loe yang suka cerocos tanpa di saring terlebih dahulu " Ucap Alfi sambil menatap tajam ke arah zaki.


" Kenapa mulut gue yang di salahin, lagian siapa tau mungkin aja loe kenalin calon istri ke dua loe sama bunda gue, nanti pas loe nikah loe suruh bunda gue buat jadi orang tua loe, ya kan?? " Ucapan Zaki membuat Alfi semakin geram, Alfi semakin menatap tajam ke arah Zaki.


" Sekali lagi loe ngomong gue sumpal tuh mulut " Ucapan Alfi membuat nyali Zaki seketika menciut.


" STOP.....kalian ngak pernah berubah dari dulu kalau udah bertemu pasti berantem seperti ini. Ingat umur pak...


Ingat umur... Masak umur sudah 25 tahun tapi kelakuan masih seperti anak umur 5 tahun "


Ucapan Agus membuat Alfi dan Zaki terdiam, meski pandangan mata masih menatap tajam satu Sama lain.


" Lagian loe juga Alfi ngapain loe kenalin calon istri loe pada bunda Zaki loe kan udah nikah gimana perasaan istri loe nanti kalau sampai dia tau ? ".


Alfi menolehkan pandangan nya ke arah Agus saat mendengar ucapan laki-laki itu.


" Kok loe malah nuduh gue ? Gue ngak segila itu kali, ngapain juga gue kenalin calon istri gue sama bunda Annisa, yang ada gue kena semprot sama bunda karna mau menduakan istri gue "


Ucap Alfi ia menatap kesal pada Agus, bisa-bisa nya ia menuduh dirinya akan menikah lagi.


" Ya siapa tau aja kan loe punya niat buat nikah lagi, secara loe kan masih berhubungan sama si Elisa " Ucap Agus sambil menatap sinis ke arah Alfi.


" Nah itu dia masalah nya gue kesini mau cerita sama loe berdua soal permasalahan gue sama Elisa " Ucap Alfi sambil memandang Zaki dan Agus secara bergantian.


" Memang loe ada masalah apa sama Elisa ? " Tanya Agus sambil menatap Alfi dengan tatapan menyelidik.


" Loe natap gue gitu amat, kaya polisi yang lagi interogasi penjahat, biasa aja kali merinding gue lihat tatapan loe yang seperti itu " Ucap Alfi sambil mengidikkan bahu nya saat melihat tatapan Agus yang seperti ingin membunuh nya.


" Hufff....."

__ADS_1


Agus menghembus nafas nya kasar saat mendengar ucapan Alfi, ia merubah tatapan nya menjadi tatapan yang lebih natural.


" Oke sekarang loe cerita apa permasalahan loe sama Elisa? " Tanya Agus ia menatap alfi dengan tatapan yang lebih natural, walau tersirat rasa penasaran dari tatapan mata nya itu.


Alfi menarik nafas nya dalam - dalam lalu menghembus nya secara perlahan, ia menatap ke arah Agus dan mulai menceritakan permasalahan dengan Elisa.


" Jadi gini gue sudah menentukan pilihan gue kalau gue akan setia sama khaira, dan gue sudah mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan gue sama Elisa"


Alfi mengalihkan kan pandangan nya ke arah Zaki yang hanya terdiam tanpa memperhatikan apa yang di bicarakan dari tadi.


" Terus permasalahan nya apa ? " Alfi kembali menolehkan pandangan nya ke arah Agus saat mendengar pertanyaan dari Agus.


" Permasalahan nya adalah Elisa ngak mau gue ajak ketemuan, padahal biasa nya dia sangat senang kalau gue mau bertemu di luar dengan nya, tapi kali ini dia menolak untuk bertemu dengan gue alasan nya karna dia lagi ada urusan keluarga "


Ucap Alfi ia menghentikan ucapan nya sejenak, pusing memikirkan apa yang membuat Elisa bersikap acuh pada nya.


" Gue jadi bingung gimana cara nya gue ngomong sama dia untuk mengakhiri hubungan gue sama dia " Alfi melanjutkan cerita nya.


" Kalau Elisa ngak mau bertemu dengan loe, Ya loe tinggal telepon aja kali, terus loe bilang deh sama dia kalau loe mau putus dari dia, selesaikan masalah nya ? " Ucap Zaki dengan santai nya.


" Ngak segampang itu kali zak, kita bukan anak abg lagi yang pacaran nya masih main-main. Gue yakin Elisa menganggap serius dengan hubungan ini, karna waktu itu ia sempat nanya sama gue kapan gue mau melamar dia "


Alfi menghentikan ucapan nya, sejenak, lalu kembali melanjutkan ucapan nya saat ia merasa diri nya mulai tenang.


" Waktu itu gue sampai gelagapan tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan nya itu. Gue harus bertemu dengan dia dulu, bicara baik-baik sama dia, agar tidak terjadi kesalah pahaman dan gue sih berharap dia mau mengerti dan menerima ke putusan gue " Ucap Alfi mengakhiri penjelasan nya.


" Apa yang loe bilang benar Al loe harus bertemu dulu sama Elisa dan bicara baik-baik dengan nya, bagaimana pun juga ini pasti akan menyakitkan bagi Elisa "


Ucap Agus sambil mengamati wajah Alfi. Alfi hanya mengangguk - anggukkan kepala nya seraya menyeruput kopi pesanan nya.


" Tapi saran gue Al, loe harus segera mengakhiri hubungan loe Sama Elisa sebelum istri loe tahu, kalau sampai dia tau gue ngak bisa membayang kan apa yang akan terjadi ". Alfi dan Zaki saling bertukar pandang saat mendengar ucapan agus.


" Dia udah tahu kali " Bukan Alfi yang mengatakan itu melain kan Zaki. Agus melongo mendengar apa yang di katakan Zaki seolah tak percaya.


" Seriusan Al istri loe tau kalau loe selingkuh ? " Tanya agus yang langsung mendapat tatapan tajam dari Alfi.


" Loe sama Zaki sama saja kalau ngomong tanpa di saring dulu gue ngak selingkuh kali, gue kan pacaran sama Elisa sebelum gue nikah jadi gue ngak selingkuh lagi pula khaira juga tahu gue punya hubungan sama Elisa "


Agus yang mendengar ucapan Alfi melebarkan mata nya, ia menepuk jidad nya, tak mengerti dengan pemikiran sahabat nya itu antara bodoh atau O'on.


" Broe loe pacaran sama Elisa memang sebelum loe nikah sama khaira, tapi setelah loe menikahi khaira harus nya Loe putusin tuh si Elisa , kalau gini kan sama aja loe selingkuhin khaira "


Ucap Agus sambil menatap Alfi , Zaki terkekeh mendengar ucapan Agus dan melihat ekspresi Alfi yang meng garuk-garuk kan kepala nya.


" Maka nya kalau jatuh cinta pada banyak wanita boleh-boleh saja tapi ingat pada akhir nya kita harus memilih satu di antara mereka. Nah sekarang loe bingungkan gimana cara nya mengakhiri semua ini ? Maka nya jadi orang jangan RAKUS "


Ucap Zaki ia kembali terkekeh saat melihat raut kebingungan alfi dan tatapan tajam Alfi pada nya, begitu pun dengan agus ia juga ikut tertawa saat melihat ekspresi wajah Alfi .


" Oh ya broe..... Gue punya kabar bagus nih buat kalian berdua " Ucap Agus sambil memperlihatkan senyum nya yang mengembang.


" Kabar bagus apaan? " tanya Zaki seraya menatap bingung ke arah agus.


" Gue akan jadi seorang ayah " Ucap Agus senyum nya semakin mengembang hingga menampakkan lesung pipinya.


" Maksud loe citra hamil ? " Tanya Alfi sambil menatap Agus dengan tatapan tak percaya.


Agus yang mendapat pertanyaan Alfi ia mengangguk kegirangan.


" Berapa bulan ? " Kali ini Zaki yang berbicara ia juga menampakkan ekspresi yang sama seperti Alfi.


" 3 bulan " Agus masih menatap Alfi dan Zaki secara bergantian.


" Aduhhh.... Gue ngak nyangka loe bakalan jadi seorang ayah secepat ini " Ucap Alfi ia juga ikut bahagia men dengar apa yang di ucapkan Agus.


" Iya gue juga ikut bahagia mendengar nya, gue doa kan semoga semua nya lancar sampai persalinan " Ucap Zaki ia juga memperlihatkan senyum bahagia nya.


" Aminnn.... " Ucap Agus mengaminkan doa Zaki, Agus mengalihkan kembali pandangan nya ke arah Alfi.


" Oh ya Al loe gimana ? Udah ada tanda-tanda belum dari Khaira kalau loe juga bakalan punya baby? " Tanya Agus sambil menatap ke arah Alfi begitu pun dengan Zaki ia juga mengarahkan pandangan nya ke arah Alfi.


Alfi terdiam saat mendapat pertanyaan itu dari Agus, tidak tahu apa yang mesti di jawab nya.


" Boro-boro punya beby nyentuh pun juga belum " Tentu saja ucapan itu hanya mampu ia ucapkan dalam hati nya.


" Belum " Jawab Alfi seadanya nya, ia meraih cangkir yang ada di atas meja lalu meminum kopi nya.


" Sabar mungkin belum waktu nya, tapi gue doa kan loe bisa secepatnya di kasi momongan, pasti lucu kalau melihat anak-anak kita main bersama " jawab Agus ia tersenyum ke arah Alfi lalu ia juga meminum kopi nya.


Alfi hanya tersenyum kikuk mendengar penuturan Agus, ia hanya mampu terdiam tanpa bisa menjawab karna ia pun tidak tahu mungkin kah ia bisa memiliki seorang anak dari khaira atau tidak, mengingat hingga saat ini khaira masih saja menjauhi nya.


Zaki yang status nya JOMBLO hanya bisa diam mendengar perbincangan dua sahabat nya yang sudah memiliki pasangan masing-masing.


" Zaki......" Zaki menolehkan pandangan nya ke arah Agus saat laki-laki itu memanggil nama nya.


"gue Sama Alfi kan udah nikah, malah gue bentar lagi mau punya anak, Nah......loe kapan nikah nya ? " Pertanyaan Agus membuat Zaki terdiam ia memang belum memiliki calon pendamping hidup.


" Bentar lagi mungkin, soal nya bunda kan udah punya calon istri buat dia " Ucapan Alfi membuat Zaki mengalihkan pandangan nya ke arah Alfi


" Maksud loe apa ngomong gitu ? " Tanya Agus dengan nada ketus, ia menatap tajam ke arah Alfi.


" Tadi bunda bilang, bunda kesini mau ketemu sama calon mantu, dan calon mantu nya itu adalah calon I-S-TRI loe " Ucap Alfi sambil menakan kan kata terakhir nya dan menatap ke arah zaki.


Zaki membelalak kan mata nya mendengar ucapan Alfi. Seolah tak percaya dengan ucapan nya itu.


" Mana mungkin, Ngak percaya gue sama ucapan loe itu " Ucap Zaki seraya menyeruput kopi nya.


" Kalau loe ngak percaya sono loe tanya sama bunda " Ucap Alfi sambil melirik ke meja di mana bunda Annisa berada.

__ADS_1


" Ogah... " Ucap Zaki acuh, ia seolah tak perduli dengan ucapan Alfi, meski pun hati nya terus bertanya Siapa wanita yang ingin di temui bunda nya.


◾◾◾◾◾


Khaira dan Azkia baru saja sampai di Kafe warkop, ia segera melangkah masuk dan mencari keberadaan bunda Annisa.


Tak lama kemudian mata nya menangkap seorang wanita paruh baya yang duduk di meja yang berdekatan dengan dinding kafe yang terbuat dari kaca.


Khaira segera melangkahkan kaki nya mendekati meja tersebut di ikuti Azkia di belakang nya.


" Assalamualaikum.... Bu Annisa maaf saya terlambat karna ada banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan "


Ucap khaira ia menyalami tangan bunda Annisa begitu pun dengan Azkia ia juga melakukan hal yang sama.


" Tidak masalah saya juga baru sampai kok, ayo silahkan duduk dulu " Ucap bunda Annisa seraya mempersilahkan khaira dan Azkia untuk duduk.


Khaira duduk di kursi yang terletak di depan bunda Annisa sehingga posisi saat ini duduk dengan membelakangi meja Alfi dan Zaki.


Sedangkan Azkia ia duduk di tengah-tengah khaira dan bunda Annisa, sehingga wajah nya masih bisa di lihat oleh Alfi dan Zaki dari arah samping.


" kalian mau pesan apa ? " tanya bunda Annisa pada khaira dan Azkia sambil menyerahkan buku menu pada khaira.


" terserah ibu Annisa aja " jawab khaira seraya sambil tersenyum.


" baik lah kalau begitu " ucap bunda Annisa ia meletakkan kembali buku menu di atas meja lalu memanggil seorang waiters yang ada di sana.


waiters itu pun menghampiri meja mereka, bunda Annisa menyebutkan beberapa pesanan nya pada waiters yang kini berdiri di dekat nya. Setelah waiters itu pergi mereka mulai berbincang-bincang mengenai butik yang akan mereka bangun.


" Jadi gimana ? kapan kita mulai menjalankan rencana untuk membangunkan butik nya ? " tanya bunda Annisa seraya menatap khaira dan Azkia secara bergantian.


" Saya hanya mengikuti apa kata ibu Annisa, secara pribadi saya siap kapan pun kita mulai membuka usaha nya " jawab khaira ia menyunggingkan senyuman manis nya pada bunda Annisa.


" tapi mungkin untuk minggu ini saya belum bisa bu, karna saya masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan saya di yang belum terselesaikan " ucap khaira lagi, pandangan nya masih terabaikan ke arah bunda Annisa.


" Kalau begitu, bagaimana jika kita memulai nya minggu depan setelah kamu menyelesaikan pekerjaan mu " usul bunda Annisa, khaira mencoba mempertimbangkan usulan bunda Annisa.


" Saya setuju dengan usulan yang ibu berikan, karna mungkin dalam minggu ini saya sudah bisa menyelesaikan pekerjaan saya, jadi minggu depan kita bisa langsung mulai merancang nya "


ujar khaira sambil tersenyum. Bunda Annisa hanya mengangguk - anggukkan kepala nya mendengar ucapan khaira. lalu pandangan nya teralih kan pada Azkia yang sejak tadi hanya diam menyaksikan perbincangan nya dengan khaira.


" Gadis cantik ini siapa khaira ? " tanya bunda Annisa pandangan nya masih mengamati wajah cantik Azkia, yang membuat Azkia tersipu malu.


Khaira pun menolehkan pandangan nya ke arah Azkia, ia tersenyum saat melihat Azkia yang tersipu malu.


" Maaf Bu, saya sampai lupa memperkenalkan dia " ucap khaira sambil tersenyum kikuk ke arah bunda Annisa. bunda Annisa mengalihkan pandangan nya ke arah khaira sambil membalas senyuman khaira pada nya.


" oh ya kenalin Bu ini Nama nya Azkia Humairah, dia asisten pribadi saya, saya ingin mengajak nya bergabung bersama kita, untuk membantu kita membangun butik yang akan kita bangun.


Untuk kinerja nya....ibu tak perlu khawatir, karna saya bisa menjamin dia punya kualitas yang baik dalam bekerja, bahkan hasil jahitan nya pun juga cukup bagus ".


Ucap khaira memperkenalkan Azkia pada bunda Annisa, bunda Annisa hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan khaira.


" Bunda tidak masalah jika memang Azkia mau bergabung bersama kita, Karna bunda percaya kamu pasti sudah memilih orang yang tepat untuk berada di samping kamu, Tapi bunda berharap Azkia bisa menjaga kepercayaan yang khaira dan bunda berikan "


Ucap bunda Annisa ia menatap ke arah Azkia sambil menorehkan senyuman nya.


" Maaf Bu tapi saya tidak mengerti apa-apa dengan rencana ini karna ibu khaira belum menjelaskan apa pun pada saya " ucap Azkia sambil menundukkan kepala nya.


" Nanti saya akan menjelaskan semua nya sama kamu Azkia, tapi sekarang saya ingin tanya sama kamu, apa kamu masih mau menjadi asisten pribadi saya dan ikut membantu saya dalam membangun usaha butik saya dan bunda Annisa?.


Jika kamu masih mau bertahan di butik Riska Fashion saya juga tidak masalah, saya tidak akan memaksa kamu untuk ikut dengan saya karna semua keputusan ada di tangan kamu ".


Ucap khaira ia masih mengamati lekat wajah Azkia, khaira hanya tidak ingin memaksa seseorang untuk mengikuti ke hendak nya.


" Bukan begitu Bu maksud saya, saya tidak masalah untuk membantu ibu dan Bu Annisa untuk membangun usaha butik, karna ibu mempekerjakan saya secara pribadi dan yang menggaji saya pun ibu sendiri, pekerjaan saya sama sekali tidak ada sangkut paut nya dengan ibu Riska. hanya saja saya belum mengerti banyak soal butik ".


Ucap Azkia ia juga menatap ke arah khaira.


" kalau masalah butik nanti saya dan bu Annisa yang akan mengajarkan kamu tapi sekarang yang terpenting adalah kamu harus mau ngak kembali bekerja dengan saya " ucap khaira yang di akhiri dengan pertanyaan ia masih menatap ke arah Azkia.


" Tentu saja saya mau bu, saya senang bisa bekerja dengan bu khaira dan bu Annisa dan saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk butik ibu nanti nya " jawab Azkia sambil tersenyum ke arah khaira.


Begitu pun dengan khaira dan bunda Annisa mereka juga sama- sama tersenyum.


" Khaira kamu udah punya pacar belum ? " tanya bunda Annisa sambil tersenyum menatap ke arah khaira.


" eum..... saya tidak pacar bu, tapi saya su........ " belum sempat khaira menyelesaikan ucapan nya, bunda Annisa sudah lebih dulu memotong ucapan khaira.


" Bagus, kalau gitu kamu mau ngak saya jodohkan dengan anak saya ? " tanya bunda Annisa dengan begitu antusias nya, tanpa menyadari khaira yang kini terdiam karna ucapan nya.


" Bu sa...saya..... " Lagi-lagi bunda Annisa memotong ucapan nya.


" Saya mohon kamu mau ya menikah dengan anak saya, karna saya sangat menyukai kamu dan menginginkan kamu jadi menantu saya ".


Khaira semakin gelagapan mendengar permintaan bunda Annisa pada nya.


" Bu kita kan baru saja saling mengenal, kenapa ibu malah meminta saya untuk menikah dengan anak ibu ? " tanya khaira sambil menatap bingung, ia tidak tahu bagaimana cara nya ia menjelaskan sama bunda Annisa kalau dia sudah menikah.


" karna saya yakin kamu wanita yang baik khaira, saya yakin kamu adalah wanita yang tepat untuk mendampingi putra saya " ucap bunda Annisa sambil menatap penuh keyakinan pada khaira.


" bu sebenar nya saya...... " ucapan khaira kembali terhenti saat mendengar suara seseorang yang memanggil bunda Annisa.


" Bunda "


Semua pandangan tertuju pada asal suara, tak terkecuali khaira.


DEG

__ADS_1


🙏 🙏 🙏 🙏 🙏


__ADS_2