
Keesokan hari nya kedua orang tua Alfi datang ke kediaman khaira, tadi setelah salat subuh Alfi sudah memberi tahukan orang tuanya agar datang ke kediaman khaira.banyak hal yang mereka tanyakan, namun Alfi hanya mengatakan jika ini adalah hal yang sangat penting.Akhirnya kedua orang tua alfi memutuskan untuk pergi meski pun tanpa mengetahui tujuan kedatangan mereka.sekitar pukul 12:30 mereka sampai disana.
Sebuah mobil mewah berwarna hitam memasuki kediaman keluarga khaira. Alfi langsung keluar dari dalam rumah khaira saat melihat mobil yang dikenal nya memasuki halaman rumah.
Alfi langsung menghampiri dua orang yang baru saja turun dari mobilnya.
" papa , mama " sapa Alfi pada kedua dua orang itu.
Ya itu mama dan papa alfi yang baru saja datang dari kota besar, sesampai nya dihadapan orang tuanya ia langsung menyalami kedua orang tersebut,
" Alfi sebenarnya ada apa siih nak kamu menyuruh kami jauh-jauh datang kesini " tanya mama Alfi
" eum... nanti mama dan papa juga akan tau, tapi maaf mungkin kabar ini akan membuat mama dan papa kecewa " jawab Alfi
" Apa maksud kamu, jangan bilang kamu melakukan hal-hal yang menyimpang ?"tanya papa Alfi ia tak mengerti apa maksud putra nya itu.
Alfi hanya diam, ia tidak tahu apa yang mesti dikatakan nya pada kedua orang tua nya itu
" Alfi kenapa kamu diam saja ayo jawab pertanyaan papa mu itu" ucap mama Alfi.
" mama, papa pokok nya apa pun yang terjadi mama sama papa harus percaya sama Alfi ya " ucap Alfi pada mama dan papa nya sambil melihat silih berganti ke arah mama dan papa nya.
Kedua orang tua itu hanya diam tidak tahu apa yang telah dilakukan Alfi hingga ia harus datang jauh-jauh kemari. tiba-tiba ayah khaira keluar dari dalam rumah dan menghampiri mereka.
" ALFI... " panggil ayah khaira sambil melangkah ke arah Alfi dan orang tua nya.
Alfi langsung menoleh ke arah belakang saat mendengar seseorang memanggil nama nya.
" Ayah... " ucap Alfi saat melihat Ayah khaira berjalan mendekati nya.
mama dan papa Alfi saling pandang saat melihat seorang lelaki paruh baya memanggil nama Alfi dan mendekati nya.
"Ayah kenalin ini mama dan papa Alfi " ucap Alfi pada Ayah khaira saat laki-laki itu tiba di dekat mereka.
" Ma, pa kenalin ini Ayah khaira calon mertua Alfi " ucap Alfi pada kedua orang tua nya, Alfi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal dan mengecilkan suara nya pada saat mengucapkan kata ' calon mertua '. kedua orang tua Alfi tampak kaget saat mendengar apa yang di katakan oleh alfi.
" maksud nya? " tanya Ayah Alfi saat ia mulai bisa mengontrol detak jantung nya karna ke terkejutan itu.
" Mari kita masuk dulu kami akan menjelaskan nya di dalam " ucap Ayah khaira pada kedua orang tua Alfi yang masih di penuhi dengan tanda tanya atas ucapan alfi tadi.
kedua orang tua Alfi sesaat mereka saling pandang, namun kemudian mereka melihat kearah Alfi dan Ayah khaira lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang di ucapkan Ayah khaira, mereka pun akhirnya masuk kedalam rumah yang terlihat sederhana itu.
Hubungan Alfi dan Ayah khaira sudah semakin membaik setelah tadi pagi mereka saling berbicara dan menuntaskan kesalah pahaman itu.
<<>>
Saat itu Alfi menghampiri Ayah khaira yang sedang meminum kopi nya.
" Pak " Alfi memanggil Ayah khaira namun tak di jawab oleh nya. lalu Alfi duduk di dekat ayah khaira.
" ngapain kamu kesini? " tanya Ayah khaira datar
" saya ingin membahas masalah semalam pak" jawab alfi
" Apa yang ingin kamu bicara kan? " tanya Ayah khaira lagi masih dengan suara yang datar.
" bapak harus percaya kalau saya dan khaira tidak melakukan apapun pak, semua ini hanya kesalah pahaman saja" ucap Alfi seraya menatap ke arah Ayah khaira, ia berusaha meyakin kan nya dengan ucapan nya itu, sekilas Ayah khaira memandang kearah Alfi.
" saya tahu kalau kamu dan anak saya tidak melakukan apapun bahkan saya tidak percaya jika anak kesayangan saya tega melakukan hal serendah itu " ucap Ayah khaira, senyuman terbit dari bibir Alfi saat mendengar apa yang di ucapkan Ayah khaira.
" lalu kenapa bapak ingin menikah kan saya dengan khaira jika bapak memang yakin kalau kami tidak melakukan apapun? " pertanyaan yang dilontarkan Alfi membuat Ayah khaira menatap tajam ke arah nya.
__ADS_1
" kenapa kamu menanya kan hal itu? " Ayah khaira malah balik bertanya kepada Alfi tanpa menjawab pertanyaan darinya.
" karna saya dan khaira tidak saling mencintai pak dan saya rasa khaira juga tidak ingin menikah dengan saya karna siapa tahu mungkin khaira sudah memiliki kekasih yang di cintainya " ucap Alfi lagi ia tidak perduli jika Ayah khaira menatapnya dengan tatapan tajam, karna tujuan awal membicarakan hal ini pada Ayah khaira adalah untuk menggagalkan rencana pernikahan nya dengan khaira.
" maksud kamu apa ngomong gitu? kamu ingin membatalkan pernikahan ini? " tanya Ayah khaira suara nya sudah sedikit meninggi.
" bukan begitu pak maksud Sa... " belum selesai Alfi bicara Ayah khaira sudah lebih dulu menyelanya.
" Saya tau apa maksud kamu membicarakan hal ini dengan saya karna kamu ingin membatalkan pernikahan ini kan? " tanya Ayah khaira lagi suara nya masih meninggi.
Alfi kaget dan terdiam saat mendengar apa yang di ucapkan Ayah khaira, ' kenapa ia bisa tau? 'ucap Alfi dalam Hati. Alfi tak menyangka jika Ayah khaira bisa mengetahui maksud dirinya membicarakan kan masalah ini.
" pak saya minta maaf tapi saya han... "
Lagi-lagi Ayah khaira menyela perkataan Alfi.
"hanya apa ? bukan kah ini pilihan mu sendiri ?" Alfi hanya diam mendengar apa yang di ucapkan Ayah khaira.
"semalam kamu dengan yakin nya mengatakan kepada saya bahwa kamu akan menuruti apa pun permintaan saya tapi kenapa sekarang kamu malah mengingkari perkataan mu itu? " Alfi masih tetap diam namun kini pandangannya tertunduk.
" jika kamu memang laki-laki sejati kamu tidak akan mengingkari apa yang telah kamu ucap kan jadi jangan coba-coba menggagalkan pernikahan ini".ucap Ayah khaira lagi kemudian ia bangkit dari duduk nya. saat ia ingin melangkah tiba-tiba ia ingat sesuatu yang meski ia tanya kan pada Alfi.
" oh ya apa kamu sudah mengabarkan orang tua mu untuk datang kemari hari ini? " Alfi menatap pada Ayah khaira dan menjawab pertanyaannya itu.
" sudah pak, saya sudah bilang pada kedua orang tua saya dan mereka pasti akan datang, mungkin saja nanti siang mereka baru sampai kesini " jawab Alfi ia kembali menundukkan wajah nya.
" bagus lah kalau gitu...dan soal khaira kamu tidak perlu khawatir saya bisa pastikan tidak ada laki-laki yang dekat dengan nya " ucap Ayah khaira.
lagi-lagi Alfi hanya diam mendengar ucapan Ayah khaira ' sekarang tidak ada lagi alasan dan kesempatan untuk menggagalkan pernikahan ini ' gumam Alfi dalam hati.
lalu ayah khaira melangkah kan kaki nya ingin meninggalkan Alfi, baru beberapa langkah berjalan, ia kembali mehentikan langkah nya.
" Satu lagi jangan panggil saya Bapak saya tidak suka dengan panggilan mu itu " ucap Ayah Alfi tanpa membalikkan badan nya.
Alfi menaikkan sebelas alis nya merasa aneh dengan apa yang di Katalan Ayah khaira karna menurut nya panggilan nya itu wajar-wajar saja tidak ada yang berlebihan atau terkesan tidak sopan.
" panggil saja Ayah itu lebih baik dari pada kamu panggil saya bapak" ucap Ayah khaira lagi masih dalam posisi yang sama membelakangi Alfi.
" baik lah pak eh ayah... "ucap Alfi sambil menatap punggung Ayah khaira, ia malah merasa lebih aneh dengan panggilan nya itu.
lalu Ayah khaira kembali melanjutkan langkah nya meninggalkan Alfi yang masih berada pada posisi nya tadi.
< << F L A S H B A C K O N >>>
Saat mama dan papa alfi sudah masuk ke dalam rumah, mereka lalu duduk di ambar yang telah di sedia kan di ruang tamu. lalu khaira datang membawa minuman untuk orang tua Alfi,Ayah nya dan juga untuk alfi. mama Alfi tersenyum saat melihat khaira datang membawa minuman untuk mereka 'gadis yang sederhana' gumam nya dalam hati. khaira duduk si dekat Ayah nya setelah meletakkan minum untuk kedua orang tua Alfi, Ayah dan juga Alfi . tak lama kemudian mama khaira datang menyapa kedua orang tua Alfi lalu duduk di samping khaira.
" sebelum nya saya minta maaf Pak, buk karna sebenar nya saya lah yang meminta Alfi untuk mengatakan agar bapak dan ibu datang kemari " ucap Ayah khaira memulai perbincangan di antara mereka
" hahaha... tidak masalah pak kami senang bisa berkunjung kemari justru kami lah yang meminta maaf jika kedatangan kami merepotkan bapak dan keluarga " ucap papa Alfi kepada Ayah khaira sambil tersenyum.
" eum... sebelumnya perkenalkan saya ferdiansyah Rahman dan ini istri saya siti aisyah " ucap papa Alfi memperkenalkan dirinya.
" oh iya kenalkan juga saya khairil dan ini istri saya Syarifah dan ini putri saya satu-satunya nama nya khaira dia anak bungsu kami karna ia masih memiliki seorang kakak laki-laki nama nya khairul, bahkan Alfi dan khairul saling mengenal karna kebetulan putra kami juga seorang atlit voli " ucap Ayah khaira.
" jadi apa yang ingin anda cerita kan tentang anak-anak kita pak khairil" tanya papa Alfi to the point kepada Ayah khaira, kedua orang tua alfi begitu penasaran apa yang sebenar nya terjadi pada anak nya itu.
" biar kan Alfi yang menceritakan semua nya karena dia lebih tau bagaimana jalan cerita nya " jawab Ayah khaira sambil melirik ke arah Alfi.
" baik lah kalau begitu... Alfi tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi? " tanya papa Alfi pada Alfi.
" jadi sebenar nya gini ceritanyapa ma.... bla... bla... bla...bla...bla... " Alfi menceritakan semua apa yang terjadi pada khaira dan dirinya mulai dari awal mereka bertemu sampai mereka dibawa ke kantor balai desa.
Orang tua Alfi terdiam setelah mendengar apa yang di ceritakan Alfi mereka benar-benar tak menyangka jika putra nya itu akan mengalami hal seperti serumit ini.
__ADS_1
" kalau begitu tindakan apa yang ingin pak khairil ambil? " tanya papa Alfi kepada Ayah khaira.
" saya ingin menikah kan mereka berdua jika seandai nya bapak dan ibu setuju karna meskipun tidak terjadi apa-apa di antara mereka, tapi saya takut ini akan menjadi fitnah nantinya " ucap Ayah khaira.
Papa Alfi melirik ke arah Alfi ia melihat dari mata Alfi seolah ia memohon pada papa nya agar tidak menerima apa yang diminta oleh ayah khaira.
papa alfi menghembus nafas nya kasar ia merasa pusing apa yang terjadi pada Alfi dan bingung memikirkan tindakan apa yang akan di ambil olehnya. iya tidak ingin salah mengambil keputusan karna ini menyangkut masa depan Alfi.
ia mengarahkan pandangan nya ke arah mama Alfi seolah meminta pendapat nya namun mama Alfi hanya mengidikkan bahu nya tanda menyetujui apa pun keputusan yang akan diambil suami nya itu, sekali pun ia sangat suka Jika khaira menjadi menantu nya, karna dari pandangan mama Alfi khaira adalah gadis yang baik dan sangat pantas untuk bersanding dengan Alfi, namun segala keputusan ada pada papa Alfi ia akan menyetujui apa pun keputusan nya itu.
HENING itu lah yang terjadi diruangan itu sampai akhir nya papa Alfi kembali membuka suara. sekilas ia menoleh ke arah Alfi sebelum ia mengatakan keputusan nya itu dan ia melihat tatapan yang sama dari alfi, tatapan yang memohon agar ia tidak menyetujui permintaan Ayah khaira untuk menikah kan khaira dengan nya.
" saya sudah mengambil keputusan nya dan saya memutuskan...... " papa Alfi megantungkan ucapan nya ia menatap ke seluruh orang yang ada di ruangan itu termasuk kepada Alfi dan khaira yang terlihat begitu tegang. Papa Alfi tersenyum saat melihat khaira dan Alfi menapakkan ekspresi yang sama.
"saya setuju dengan apa yang pak khairil katakan, menikah kan mereka secepat mungkin "
DEG....
DEG....
DEG....
Apa yang di ucapkan papa alfi membuat jantung khaira dan Alfi seolah berhenti berdetak.
"Alhamdulilah " ucap Ayah khaira merasa lega setelah mendengar jawaban yang di berikan oleh papa alfi.
semua orang yang ada disana tersenyum bahagia termasuk mama Alfi karna ia sangat senang jika khaira yang
menjadi menantunya.
Khaira dan Alfi masih sama-sama terlihat kaget dengan apa yang di dengar barusan.khaira mencoba menerima apa pun keputusan dari papa alfi dan Ayah nya.
Saat mendengar jawaban yang di berikan oleh papa alfi jantung nya seperti berhenti berdetak, dalam keterkejutan nya itu yang terlintas dalam fikiran nya adalah Rizwan cinta pertama nya, ada sedikit kecewa di hati Khaira saat mengingat penantian panjang nya harus berakhir dengan sia - sia, Namun ia mencoba menepis rasa kecewa nya dan mencoba menerima apa yang telah di tentukan mungkin memang rizwan bukan lah jodoh nya.
sesuai dengan apa yang telah di tetap kan didalam hati, khaira akan berusaha mengikhlaskan semua penantian panjangnya meski pun rizwan bukan lah jodoh nya, khaira tak pernah menyesal karna telah menanti kedatangan rizwan selama bertahun-tahun, walau pada akhirnya semua itu harus berakhir. mungkin ini lah yang terbaik untuk nya pilihan Allah itu selau tepat, Allah selalu memberikan apa yang dibutuhkan hambanya bukan apa yang hambanya inginkan, yang terbaik bagi kita belum tentu itu yang terbaik bagi Allah.begitu lah yang difikirkan khaira berusaha menerima ikhlas jalan takdir cinta nya yang berliku.
Khaira menarik nafas nya dalam berusaha mehilangkan rasa sesak dihatinya, ia selalu berusaha untuk menerima jika seandainya ia akan menikah dengan Alfi,walau hatinya terluka karna menikah dengan orang yang tidak ia cintai .
Berbeda dengan khaira, Alfi malah tampak sangat frustasi saat mendengar jawaban papa nya itu, iya berusaha untuk mencari cara agar papa nya merubah keputusan yang telah di ambil.
" papa yakin dengan keputusan papa itu? " tanya Alfi pada papa nya ia tidak menyangka jika papa nya akan mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan pemikiran nya.
" iya papa yakin bahkan papa sangat yakin dengan keputusan papa " ucap papa alfi dan tersenyum semua orang yang ada disana juga ikut tersenyum mendengar jawaban yang di berikan pap alfi kecuali Alfi dan khaira mereka masih kalut pada pemikiran nya masing - masing.
" jadi kapan pernikahan ini akan kita langsungkan?"tanya papa alfi lagi.
" bagaimana jika satu bulan lagi? karna tiga minggu lagi khairul akan melangsungkan pernikahan dan kita bisa menikah kan mereka setelah satu minggu pernikahan khairul. nanti soal resepsi nya biar sekalian aja sama khairul." ucap Ayah khaira yang diangguki oleh papa alfi.
" Ok saya setuju apa yang pak khairil katakan kami juga akan melangsungkan resepsi nya di sana setelah satu minggu resepsi disini digelar" Alfi melebarkan mata nya saat mendengar apa yang di ucapkan papa nya.
' APA RESEPSI? semua teman-teman pasti akan tau soal pernikahan ini, mending kalau pengantin wanita nya cantik, nah ini?? ' gumam Alfi dalam hati, ia Bergidik ngeri ketika membayangkan reaksi teman-temannya saat melihat siapa yang dinikahinya.
"pa ngak usah pake resepsi deh, akad nikah aja jangan ada resepsi" ucap Alfi pada papa nya dengan ekspresi memelas.
"loh kenapa harus nya kamu senang karna teman-teman kamu akan tau kalau kamu udah nikah" ucap papa Alfi.
' justru karena aku ngak mau teman-teman aku tau kalau aku udah nikah pa' Gumam Alfi dalam hati
" pokok nya ngak ada bantahan resepsi akan tetap di adakan " ucapan papa Alfi membuat tubuh Alfi seketika melemah.
hancur sudah harapan nya untuk bersanding dengan kekasih impian nya. sedangkan khaira ia hanya diam tanpa menjawab sepatah kata pun.
Alfi melirik sekilas kearah khaira ia terlihat sangat benci kepada khaira 'semua ini gara-gara dia awas saja kalau sampai pernikahan ini benar-benar terjadi akan ku buat hidup nya seperti dalam neraka ' gumam Alfi dalam hati ia tersenyum licik saat melihat ke arah khaira dan pada saat sekilas pandangan mereka bertemu.
__ADS_1
>*>*>*>*>*>*>***