
*** Maafkan Diriku Yang Telah Melupakan Hari Yang Begitu Berharga Untuk mu, Namun kau harus tahu jika aku tak kan pernah melupakan mu dan cinta ku takkan pernah hilang di telan waktu •••
Ingatlah Allah Di Setiap Waktu Mu Karna Jika Kau Mengingat Nya Engkau Pun Akan Selalu Mengingat Diriku ***
••• Khaira Najwa Safira •••
🌿 🌿 🌿 🌿 🌿
Setelah membereskan bekas acara peresmian butik, khaira dan Alfi kembali kerumah mereka, begitu pun dengan bunda Annisa dan Azkia mereka juga pulang setelah di jemput oleh zaki.
🍁 🍁 🍁 🍁 🍁
Sudah satu minggu setelah peresmian butik, Khaira begitu di sibukkan dengan banyak nya pelanggan yang datang ke butik nya. bahkan tak sedikit dari mereka yang meminta khaira mendesain dan menjahitnya, hingga khaira merasa kualahan menghadapi keinginan para pelanggan nya.
Namun hal itu tak sedikit pun menyurutkan semangat nya untuk meneruskan usaha yang baru satu minggu itu di geluti nya.
Khaira masih sibuk mendesain beberapa desain baju yang diminta oleh para pelanggan nya.
Walau konsentrasi nya kini terbagi antara pekerjaan dan masalah nya dengan Alfi. khaira memijit kening nya karna kepala nya Terasa pusing memikirkan masalah yang terjadi di hidup nya.
Khaira meraih kalender yang ada di atas meja nya, untuk melihat tanggal berapa hari ini karna ia ingin memastikan apakah ada pelanggan yang ingin mengambil pesanan nya.
" Astagfirullah...... " ucap khaira sambil menepuk jidad nya. Saat ia melihat tanggal yang tertera di kalender tersebut.
" Aku baru ingat jika aku melupakan sesuatu yang paling penting " ucap khaira saat ia mengingat sesuatu yang telah di lupakan nya.
" Hari ini kan ulang tahun bang Alfi, Pantesan tadi pagi ia terlihat begitu marah karna aku melupakan sesuatu yang paling penting bagi nya ".
Ucap khaira saat ia mengingat jika diri nya telah melupakan hari yang begitu penting bagi suami nya.
<<< FLASHBACK ON <<<
Khaira mengerjakan matanya berulang kali berusaha menyesuaikan Penglihatan nya dengan cahaya lampu yang menyala.
ia menolehkan pandangan nya ke arah samping kanan nya dan dilihat nya Alfi yang sudah tak ada lagi di samping nya.
" Allaahu.....Akbar.... "
Khaira langsung merubah posisi tidur nya menjadi duduk dan menolehkan pandangan nya ke arah dimana mereka melaksanakan shalat, saat mendengar seseorang yang mengucapkan takbir.
Khaira mengernyit bingung, saat ia melihat Alfi yang ternyata sedang mengerjakan shalat dan sudah berada pada akhir shalat nya.
ia menatap bingung ke arah Alfi karna Alfi tak membangunkan dirinya untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah, biasanya Alfi selalu membangunkan khaira apabila ia terlambat bangun.
Namun pagi ini Alfi terlihat begitu acuh pada nya, bahkan sejak semalam Alfi seperti menjaga jarak dengan nya hingga ia tidur dengan membelakangi khaira.
" Assalamualaikum warahmatullah..... "
Ucap Alfi mengakhiri shalat nya dengan menolehkan kepala nya ke kanan dan kiri.
Setelah itu mata Alfi terarahkan ke arah khaira yang masih berada pada tempat nya, sambil menatap ke arah diri nya.
" Kenapa tidak membangunkan aku untuk shalat subuh ? " tanya khaira setelah lama terdiam menatap suami nya yang masih duduk di atas sajadah.
" Tadi kamu masih tidur aku ngak tega membangun kan kamu yang tidur dengan begitu pulas nya "
".......... "
Tak ada jawaban dari khaira ia hanya diam mengamati Alfi yang kini bangkit dari sajadah dan melepas peci putih yang melekat di atas kepala nya.
" Kamu ngak mau shalat ? dari tadi bengong aja, Udah sana mandi habis itu shalat "
Ujar Alfi ia melepaskan baju koko yang ia kenakan nya dan mengganti nya dengan pakaian kerja.
Khaira langsung bangkit dari tempat duduk dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Setelah itu ia melaksanakan shalat subuh sendirian.
Sejak hubungan nya dan Alfi membaik baru kali ini khaira melaksanakan shalat subuh sendirian kecuali, jika Alfi ada jadwal penerbangan atau ia sedang lembur.
Setelah selesai shalat khaira langsung menuju ke dapur untuk memasak sarapan pagi mereka.
" Abang.... ayo makan aku udah siapkan beberapa makanan kesukaan abang "
Ucap khaira saat ia melihat Alfi yang baru saja menuruni anak tangga dan sudah rapi dengan pakaian profesi nya.
Alfi melangkahkan kaki nya ke arah meja makan, ia melihat banyak makanan yang sudah di sediakan khaira di sana.
__ADS_1
Alfi mendudukkan diri nya di salah satu kursi yang ada di sana, mata nya sejenak memandang setiap makanan yang terhidang di atas meja, namun ia beralih mengambil cangkir yang berisi kopi.
Lalu Alfi pun meminum kopi nya, seteguk demi seteguk.
" Abang mau makan apa ? " Tanya khaira dengan selembut mungkin ia mengambil piring yang telah ia sediakan di atas meja.
Baru saja dirinya ingin menyendokkan nasi kedalam piring Alfi, tapi Alfi sudah lebih dulu bangkit dari duduk nya.
" Abang mau kemana ? " tanya khaira saat ia melihat Alfi yang sudah berdiri dengan membelakangi nya.
Alfi yang mendengar ucapan khaira kembali membalikkan badan nya menghadap ke arah khaira.
" Ya maun kerja lah, Kamu ngak lihat aku udah pakai pakain kerja ku ? "
Ucap Alfi dengan datar bahkan tatapan nya terhadap khaira terlihat begitu datar, tak seperti biasa nya yang selalu bersikap lembut pada khaira.
" iya aku tau kalau abang mau pergi kerja, tapi makan dulu aku udah masak banyak, aku juga masak makanan kesukaan abang " ucap khaira dengan senyum yang masih terpancar di wajah nya.
Alfi hanya melirik sekilas ke arah meja makan yang di penuhi oleh berbagai makanan kesukaan nya.
" Aku ngak lapar " jawab nya acuh dan menatap khaira dengan tatapan yang begitu datar.
" abang kan belum makan apa pun, tadi hanya minum setengah gelas kopi memang nya itu bisa kenyang "
Khaira melirik ke arah cangkir yang berisi kopi dan masih tersisa setengah cangkir karna Alfi hanya meminum setengah nya.
" ............. "
Alfi hanya diam mendengar ucapan khaira tanpa mengucap sepatah kata pun dan masih menatap khaira dengan tatapan datar.
" ayo duduk....makan dulu habis itu baru pergi kerja " ucap khaira sambil menaruh nasi kedalam piring putih yang sejak tadi berada di tangan nya.
" aku kan udah bilang kalau aku ngak lapar " ucap Alfi masih dengan suara yang datar namun kali ini ia terlihat lebih tegas.
" abang ayo dong makan, ngak baik loh pergi kerja dengan perut yang kosong, walau sedikit juga ngak masalah yang penting perut nya sudah terisi lagi pula aku udah masak banyak loh masa abang ngak mau makan sedikit pun "
Ucap khaira berusaha membujuk Alfi, Khaira meletakkan piring yang ada di tangan nya ke atas meja, lalu ia mendekati Alfi dan menarik lengan nya agar kembali duduk di kursi meja makan.
baru saja khaira menyentuh lengan Alfi namun Alfi sudah melepaskan tangan khaira dari lengan nya.
" Kamu ingat ngak hari ini hari apa ? " pertanyaan Alfi membuat khaira menaikkan sebelah alis nya.
" Hahh.... kamu tanya kenapa ? Kamu lupa hari ini hari apa ? " tanya Alfi sambil menatap khaira dengan menyiratkan wajah kesal nya.
" Aku ngak mungkin lupa lah aku masih waras lagi pula tadi aku kan udah bilang kalau hari ini hari senin, terus masalah nya dimana ? "
Tanya khaira karna tak mengerti mengapa Alfi terlihat begitu kesal pada nya.
" Hanya itu....? "
khaira menganggukkan kepala nya saat mendengar pertanyaan Alfi namun, wajah nya masih menyiratkan kebingungan karna tak mengerti kemana arah pembicaraan Alfi.
" Udahlah aku mau pergi kerja seperti nya aku memang tidak terlalu penting bagi mu " ucap Alfi sambil membalikkan badan nya kembali membelakangi khaira.
" loh kok malah pergi makan dulu, kita makan bareng ada sesuatu yang ingin aku bicara kan sama kamu ".
Alfi kembali menghentikan langkah nya saat mendengar ucapan khaira.
" Aku kan udah bilang kalau aku ngak lapar, jadi kalau kamu mau makan, makan aja sendiri dan apa pun yang ingin kamu ucapkan itu ngak penting bagiku ". Ucap Alfi acuh tanpa membalikkan badan nya ke arah khaira.
" Tapi aku kan udah masak banyak mana sanggup aku ngabisin semua makanan ini sendirian " Ucap Khaira kali ini suara nya terdengar sedikit lirih karna Alfi menolak untuk makan bersama nya.
" Kalau kamu ngak sanggup ngabisin nya sendirian kamu bisa kasih makanan itu ke bi Hanum atau pak sabbri, atau kalau mereka ngak mau kamu kasih aja sama orang-orang yang mau makan masakan kamu itu ".
Ucap Alfi dengan ketus lalu ia melangkahkan kaki nya meninggal kan khaira yang terdiam karna mendengar ucapan Alfi yang begitu menyakitkan bagi nya.
Setetes air mata jatuh di pipi khaira saat ia melihat punggung tegap itu meninggalkan nya tanpa menoleh sedetik pun ke arah diri nya.
Khaira menghapus air mata yang mengalir di pipi nya setelah ia mendengar ucapan Alfi. ia mendudukkan diri nya di atas kursi lalu melanjutkan sarapan nya walau tanpa ada selera sedikit pun dan makanan yang masuk kedalam mulut nya terasa begitu pahit .
>>> FLASHBACK OFF >>>
Khaira mengusap wajah nya saat ia mengingat Alfi yang terlihat begitu kesal pada nya, ketika Alfi berusaha mengingatkan diri nya tentang hari ulang tahun nya hari ini .
" Jadi bingung gimana cara menghadapi nya nanti mengingat bang Alfi yang terlihat begitu marah karna ia melupakan hari yang bersejarah bagi nya "
__ADS_1
" Hufffff........ "
Khaira menghembus nafas nya kasar ia menyenderkan tubuh nya di senderan kursi yang saat ini ia tempati.
" Tapi aku kasih kado apa ya untuk nya......? "
Tanya khaira pada dirinya sendiri, karna dalam ruangan nya itu hanya ada dirinya dan tumpukan - tumpukan kertas putih yang sebagian sudah dihiasi dengan berbagai model pakaian hasil desain nya.
" Udahlah aku pergi belanja aja, mungkin nanti aku akan tau apa yang ingin aku jadikan kado ulang tahun bang Alfi ".
Khaira meraih handphone genggam nya lalu mengontak atik hingga ia menemukan nama Azkia di kontak ponsel nya.
" Assalamualaikum.... " terdengar suara lembut di sebrang sana setelah telpon tersebut terhubung.
" Waalaikumsalam....Kia aku mau pergi sebentar aku minta kamu tolong jagain butik sebentar ya, nanti kalau ada pelanggan yang ingin mengambil pesanan nya kamu bisa hubungi aku "
Ucap khaira pada Azkia yang menjabat sebagai asisten pribadi nya.
" baik bu.... memang nya ibu mau pergi kemana ? " tanya Azkia kepada bos nya itu.
" Saya ada urusan sebentar, jadi tolong jaga butik kalau ada apa-apa hubungi saya "
" Baik bu...apa ada hal lain yang ingin ibu sampaikan? " kembali terdengar suara Azkia di seberang sana.
" tidak ada hanya itu saja, kalau begitu saya tutup telpon nya, Assalamualaikum.... "
" Waalaikum salam... " khaira mematikan ponsel nya setelah terdengar jawaban salam dari Azkia.
Setelah menutup telpon nya khaira langsung bersiap-siap untuk pergi ketempat perbelanjaan yang lumayan dekat dengan butik nya.
Iya pergi dengan mobil pemberian Alfi, yang di berikan oleh Alfi beberapa hari lalu sebagai ucapan selamat atas peresmian butik nya.
Kali ini khaira pergi tanpa menggunakan pak sabbri sebagai sopir nya, karna Alfi sudah mengajari khaira bagaimana cara mengendarai mobil.
Karna jarak antara butik dan tempat perbelanjaan tidak terlalu jauh, khaira bisa sampai ke tempat perbelanjaan itu hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Khaira berjalan menyusuri setiap toko yang tersusun rapi di pinggir jalan tersebut. Setelah hampir 3 toko yang ia lalui mata nya Tak sengaja terarahkan ke salah satu toko yang menjual berbagai pakaian islami untuk pria dan wanita.
Khaira melangkahkan kaki nya masuk kedalam butik tersebut menyusuri dan memilih setiap pakaian yang tersusun rapi di sana.
Hampir setengah jam khaira memilih berbagai hadiah yang akan di berikan nya pada Alfi. Dan Setelah mendapat kan apa yang dia cari, khaira pun memutuskan untuk kembali ke butik nya.
Sebelum meninggalkan pusat perbelanjaan itu, khaira terlebih dahulu mengirimkan pesan pada Alfi.
>> Isi Pesan Khaira <<
" Assalamualaikum sayang...... "
Tak ada balasan dari Alfi, bahkan Alfi tak membaca pesan yang dikirimkan nya, khaira kembali mengirimkan pesan nya pada Alfi .
" Temui aku di kafe biasa ada sesuatu yang ingin aku bicarakan "
Lagi-lagi tak ada balasan dari Alfi , khaira memasukkan ponsel nya kedalam tas lalu melajukan mobil nya ke arah butik.
-
-
💔 💔 💔 💔 💔
Happy Reading.....
-
Nantikan episode selanjutnya...
Berikan like dan komentar yang banyak agar author makin semangat untuk meng up setiap episode nya.
-
Terima Kasih 🙏😊
-
Salam Author
__ADS_1
-
Ety Salmila