Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Pulang Ke Rumah Mertua


__ADS_3

*** Aku bahagia saat sikap mu kini semakin baik padaku


Dan ku berharap takkan ada lagi air mata mau pun ke kecewaan yang ku rasakan ***


🔺 Khaira Najwa Safira 🔺


💕 💕 💕 💕 💕


Sepanjang jalan tak henti-henti nya khaira menggerutu kesal, namun Alfi hanya bersikap acuh seolah ia tak mendengar semua ocehan khaira.


Tak berapa lama akhir nya mereka sampai di rumah. Khaira segera turun dari motor dan masuk kedalam rumah mengambil beberapa pakaian yang akan ia bawa ke rumah mama Alfi.


Setelah selesai ia kembali keluar rumah, mengunci pintu lalu mereka segera pergi menuju rumah mama Alfi.


Motor yang dikendarai Alfi berhenti setelah mereka sampai di rumah mama Alfi.


Seorang laki-laki paruh baya bernama Nizam membuka pintu gerbang. Alfi kembali melajukan motor nya memasuki gerbang tersebut.


" Sayang...Aku pergi dulu ya baik-baik di sini kalau ada apa-apa langsung hubungi aku " Ucap Alfi sambil tersenyum ke arah khaira.


" Kamu bisa ngak sih ngomong nya ngak usah pake aku kamu, ngeri tau ngak dengar nya " Ucap khaira sambil membuang pandangan nya ke arah lain.


" Kamu gimana sih, aku ngomong aku kamu ngak boleh, di panggil sayang juga ngak mau, harus nya kamu itu senang karna aku bersikap baik, romantis, lah ini malah marah-marah"


Alfi merasa kesal pada khaira, tak tahu apa yang sebenar di inginkan khaira. Seperti nya apa pun yang dilakukan Alfi tetap salah di mata khaira.


" Kamu tuh yang aneh ngak ada angin, ngak ada hujan tiba-tiba jadi baik gini, pake jemput aku pulang kerja lagi, biasa nya kan kamu ngak perduli sama aku " Ucap khaira datar ia hanya melirik sekilas ke arah Alfi.


" Ya itu kan dulu sekarang aku udah berubah, aku kan udah janji akan jadi suami yang baik buat kamu, jadi wajar dong kalau aku rubah panggilan aku ke kamu " Ucap Alfi ia menatap lekat ke arah khaira yang kini membuang pandangan ke arah lain.


" Aku akan tetap memanggil kamu dengan panggilan sayang terserah kalau kamu ngak suka aku ngak perduli, semua itu kan terserah aku mau panggil kamu dengan sebutan apa. " Ucap Alfi ia juga membuang pandangan nya ke arah lain.


" Terserah " Ucap khaira acuh kemudian ia membalikkan badan nya ingin melangkah ke arah pintu masuk.


" Mau kemana ? "


Khaira menghentikan langkah nya saat mendengar suara Alfi.


" Mau masuk lah " Ucap khaira acuh tanpa membalik kan badan nya.


" Kok kamu masuk duluan aku kan belum pergi, sebagai istri yang baik, kamu harus nunggu aku pergi dulu baru deh setelah itu kamu masuk ke dalam "


Ucap Alfi lembut, dengan malas khaira kembali membalikkan badan nya berjalan ke arah Alfi yang masih duduk di atas motor nya.


Alfi tersenyum saat melihat khaira yang kembali berjalan ke arah nya.


" Udah, sekarang pergi aku mau masuk " Ucap khaira ia masih malas untuk menatap ke arah Alfi.


" Kamu ngusir aku ? " Tanya Alfi sambil menatap tajam ke arah khaira. Khaira yang melihat menatap tajam ke arah nya menghembus nafas nya kasar.


" Bukan ngusir tadi kata nya mau kerja ya udah sekarang mending pergi dari pada nanti telat " Ucap khaira sambil menatap ke arah Alfi.


" Aku akan pergi tapi sebelum i.. tu... " Alfi menghentikan ucapan nya ia menatap khaira sambil tersenyum penuh makna.


Khaira memperhatikan Alfi dengan seksama menunggu laki-laki itu melanjut kan kata-kata nya.


" Sini ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu " Ucap Alfi ia masih menampakkan senyuman yang sama.


" Kalau mau Ngomong, ngomong aja kali ngapain mesti deket- deket " Ucap khaira ia menatap curiga ke arah Alfi karna melihat senyuman Alfi.


" Aku ngak bisa ngomong karna kamu terlalu jauh " Ucap Alfi ia menatap ke arah khaira. Dengan malas khaira melangkah kan kaki nya lebih dekat dengan Alfi.


" Udah, sekarang mau ngomong apa? " Tanya khaira setelah ia berdiri tepat di samping Alfi, meski pun jarak mereka agak sedikit jauh.


" Masih jauh itu lebih dekat lagi " Ucap Alfi ia tersenyum miring ke arah khaira.


" Ngak mau, ini udah dekat kali " Ucap khaira sambil memutar mata nya malas.


" Ngak mau ? ya udah ngak jadi aku ngomong nya " Ucap Alfi ia menaikkan sebelah alis nya, sambil tersenyum miring .


Khaira berdecak kesal, berulang kali ia menghentak kan kaki nya di lantai, dengan terpaksa ia menuruti apa yang di minta Alfi, ia menggeser kan badan nya lebih dekat dengan Alfi.


" Udah, sekarang buruan ngomong, kalau ngak aku langsung masuk ke dalam, " Ucap khaira kesal, Alfi malah tersenyum saat melihat wajah kesal khaira.


" CUP "

__ADS_1


Khaira membelalak kan mata nya saat Alfi mengecup nya di pipi, ia menoleh kan pandangan nya ke arah Alfi, khaira makin jengkel saat melihat Alfi yang kini tersenyum dengan girang.


" iihhhh... Dasar cowok mesum " Ucap khaira ia terus memukul lengan Alfi sekuat tenaga nya untuk mengurangi kekesalan nya itu.


" Auw... auw... auw.... Cukup khaira " Alfi langsung mencekam tangan khaira hingga khaira berhenti memukul lengan nya.


" Stop...kalau kamu ngak berhenti memukul aku, akan aku pasti kan bukan hanya pipi mu yang akan aku kecup tapi juga si merah yang menggoda itu juga akan ku kecup " Ucap Alfi mata nya melirik ke arah bibir khaira.


Khaira mengikuti arah pandang khaira, sontak ia menyentuh bibir nya dengan tangan nya saat ia tau apa yang di maksud oleh Alfi.


Alfi tersenyum penuh kemenangan saat melihat khaira yang menyentuh bibir nya dan menatap tajam ke arah alfi.


" Dasar tukang mesum jangan-jangan kamu sama Elisa juga gitu ya suka cium-cium sembarangan, kalau beneran kotor dong pipi aku ini, ihhhh.... Ngak sudi aku di cium sama bibir mu yang suka nyosor itu "


Ucap khaira sambil menghapus bekas kecupan Alfi di pipi nya, hingga membuat pipi nya itu memerah. Mendengar ucapan khaira Alfi malah menyentil jidat khaira.


" Aduhhh.... Sakit tau ngak punya perasaan banget sih jadi orang " Ucap khaira ia mengelus jidat nya yang di sentil oleh Alfi.


" Kalau ngomong itu di jaga jangan asal ngeji plak, bibir ku masih suci kali, aku ngak sehina itu, kamu fikir aku ngak tau hukum agama sampai bersentuhan se ekstrim itu dengan perempuan yang bukan mahram.


lagian Elisa bukan perempuan murahan yang mau di cium oleh sembarang laki-laki, jangan kan cium aku sentuh tangan nya pun tak pernah "


Ucap Alfi sambil membuang pandangan nya ke arah lain.


" Tuh kan, belain aja terus, kamu selalu saja bikin akun kesal, kalau kamu berat buat ninggalin dia tinggalkan saja aku !! Kamu kan ngak sayang sama aku ".


Ucap khaira ketus, sambil memalingkan wajah nya ke arah lain, ia ngak suka kalau Alfi memuji Elisa di depan nya.


" Aku bukan nya belain dia semua yang aku omongin itu fakta " Alfi masih saja membicara Elisa membuat khaira semakin jengkel di buat nya.


" Terserah " Ucap khaira acuh, ia masih enggan menatap ke arah Alfi.


" Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya " Ucap Alfi sambil tersenyum ke arah khaira.


" CUP "


Lagi-lagi Alfi mengecup pipi khaira yang membuat khaira menatap tajam ke arah nya. Khaira berusaha menahan kekesalan nya pada Alfi.


" Kamu ngak mau balas mencium aku " Goda Alfi, yang lagi-lagi mendapat pelototan dari khaira. Alfi malah tertawa melihat ekspresi khaira yang seperti itu.


" Udah sana pergi mau sampai kapan di sini " Ucap khaira ketus pandangan nya masih terarahkan ke arah alfi.


" Aduhhh.....kok istri ku jadi galak begini ya, tapi ngak papa biar galak aku makin cinta sama kamu "


Ucap Alfi menggoda khaira sambil terkekeh . Khaira malah bersikap acuh seolah tak memperdulikan ucapan Alfi.


" Kamu ngak suka ya kalau aku kerja lembur ? " Tanya Alfi sambil menatap khaira.


" Tapi kamu suka kan bisa kerja lembur bareng Elisa ?" Khaira malah balik bertanya pada Alfi tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan alfi.


" Ya aku sih suka tapi lebih suka lagi kalau lembur nya bareng kamu " Ucap Alfi sambil tersenyum dan menaik turunkan alis nya.


" Maksud kamu apa ? Kamu mau ngajak aku ketempat kerja kamu ? Yang ada nanti aku di usir kalau pergi ke sana " Ucap khaira ia memalingkan wajah nya ke arah lain.


Alfi terkekeh mendengar ucapan khaira, mendengar kekehan Alfi khaira kembali mengalihkan pandangan nya ke arah Alfi.


" Kenapa ada yang salah ? " Tanya khaira ia masih tetap memperhatikan Alfi.


" Bukan di tempat kerja Sayang...


Ya kali aku ngajak kamu ke tempat kerja malam-malam gini " Ucap Alfi ia kembali terkekeh mengingat ucapan khaira.


" Terusss... " Tanya khaira sambil menaikkan sebelah alis nya.


" Di rumah lah sayang.... " Ucap Alfi dengan nada menggoda, membuat khaira bergidik ngeri.


" Kalau ngomong jangan ngaur ngapain bergadang kalau di rumah mending tidur " Ucap khaira acuh.


" Kita wujudkan ke inginan mama " Ucap Alfi, yang membuat khaira menatap nya dengan tatapan bingung.


" Sini biar aku bisikan " Ucap Alfi sambil menatap khaira dan tersenyum pada nya.


" Ngak mau nanti kamu malah nyari kesempatan lagi " Ucap khaira acuh, ia tak percaya dengan ucapan Alfi, yang ada nanti Alfi kembali melakukan hal yang sama saat tadi ia mendekati nya.


" Janji deh ngak bakalan macem-macem " Ucap Alfi sambil mengangkat dua jari nya dan membentuk seperti huruf V .

__ADS_1


Khaira akhir nya mendekati Alfi dan mata nya kembali melebar saat mendengar apa yang di bisik kan Alfi pada nya.


" Kasih mama cucu "


Muka khaira memerah saat mendengar apa yang baru saja di ucap kan Alfi, ia menatap tajam ke arah Alfi meski pun kini muka nya memerah.


Alfi malah tersenyum menggoda, sambil menaik turun kan alis nya membuat khaira jadi salah tingkah.


" Apa sih ? Ngak usah ngomong yang aneh-aneh deh, mending sekarang pergi kerja, tapi awas aja kalau sampai berani dekat-dekat sama Elisa "


Ucap khaira ia berusaha tak menanggapi apa yang baru saja di bisikan Alfi pada nya.


" Ya udah deh aku pergi dulu ya... Assalamualaikum.... " Ucap Alfi sambil tersenyum ke arah khaira.


" Waalaikum salam " Khaira menjawab salam Alfi tanpa menatap pada Alfi, karna di pastikan jika ia melihat ke arah Alfi, kekesalan nya itu akan makin bertambah jika melihat senyuman menyebalkan nya itu.


Alfi menyalakan motor nya lalu berjalan meninggalkan rumah mama nya dengan senyum yang mengembang.


" Hufff..... "


Khaira bernafas lega saat Alfi sudah meninggalkan rumah mama nya. Khaira menyentuh dada nya yang terasa berdetak tak karuan. jujur saja ia tak menyangka jika Alfi akan mengatakan hal seperti itu pada nya.


Khaira membalikkan badan nya melangkah ke arah pintu utama, lalu menekan bel, setelah beberapa kali menakan bel rumah akhir nya bi siti datang membuka kan pintu.


Ia sempat kaget saat melihat khaira yang tiba-tiba datang ke rumah mertua nya itu.


" Assalamualaikum bi " Ujar khaira saat melihat bi siti yang baru saja membuka kan pintu.


" Waalaikum salam.... Loh non kok tumben datang ke sini, sendirian aja nak Alfi mana ? " Ujar bi siti ia merasa heran karna setelah khaira dan Alfi pindah ke rumah mereka, baru kali ini khaira kembali pulang ke rumah mertua nya itu, apalagi dengan tidak terlihat nya Alfi di sana.


" Memang nya kenapa bi ngak boleh " Canda khaira seraya menatap ke arah bi siti.


" Maaf non bukan nya gitu maksud bibi, selama non sama nak Alfi pindah kerumah baru, baru kali ini non pulang ke sini lagi, oh ya nak Alfi mana ngak ikut ? , terus non pulang ke sini bareng siapa. " Ujar bi siti ia menundukkan kepala nya.


" bang Alfi lembur malam ini maka nya saya tadi di antar kan ke sini sama bang Alfi. sebenar nya Saya sama bang Alfi bukan nya ngak pulang bi, hanya saja kami memang lagi sibuk " .ujar khaira yang di anggukkan kepala oleh bisa siti.


"oh ya mama mana bi ? " Tanya khaira saat rumah itu terasa begitu sepi.


" Ibu Ada di kamar, lagi istirahat, mari masuk non " Ucap bi siti seraya mempersilahkan khaira masuk kedalam rumah.


Khaira melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah , di lihat nya rumah itu tak ada yang berubah masih sama seperti dua bulan yang lalu.


" Non mau minum Apa biar bibi buatkan " Tawar bi siti sambil menundukkan kepala nya sopan.


" Ngak usah bi saya mau ke kamar aja, nanti kalau mama bangun tolong bilangin ya kalau malam ini saya nginap di sini " Ucap khaira sambil menatap ke arah bi siti.


" Baik non, kalau gitu bibi permisi mau ke dapur " Ucap bi siti yang di anggukkan kepala oleh khaira.


Bi siti pun pergi menuju ke dapur begitu pun dengan khaira ia melangkah kan kaki nya menaiki tangga menuju ke kamar nya dan Alfi.


Saat sudah sampai di depan pintu kamar nya, Khaira membuka kan pintu kamar dan masuk kedalam nya. Pandangan nya ia arah kan ke seluruh kamar, ia senang karna akhir nya ia bisa kembali kesini tempat di mana dulu memberikan seribu kisah tentang perlakuan Alfi pada nya.


Sejak pertama kali ia masuk ke dalam rumah ini, baik atau buruk perlakuan Alfi pada nya semua nya masih teringat jelas dalam ingatan khaira.


Khaira melangkah kan kaki nya ke kamar mandi, setelah ia mengambil handuk nya, badan nya terasa lengket karna sejak ia pulang dari butik ia belum sempat mandi.


Setelah selesai mandi khaira langsung melaksana kan shalat magrib karna memang sudah saat nya shalat magrib.


💗 💗 💗 💗 💗


-


-


-


Hy readers berikan komentar dan like yang banyak ya agar author makin semangat.


Komentar dan like dari readers itu merupakan sebuah dukungan sehingga author semangat dalam meng up setiap episode nya.


Terima Kasih🙏


_


_

__ADS_1


Salam Author


Ety Salmila


__ADS_2