
*** Hal Yang Membahagiakan Bagi Ku Adalah Saat Aku Bisa Memiliki Wanita Se Sempurna Kamu •••
Wanita Yang Mampu Mencintai Ku Dan Menerima Ku Di Hidup Mu Karna Allah •••
Jadilah Kamu Pendamping Hidup Ku, Membina Cinta Sebagai Ibadah Kepada Allah Dan Saling mendoakan •••
Semoga Cinta Ini Bisa Sampai Ke Surga ***
••• Alfianda Rahman •••
🍁 🍁 🍁 🍁 🍁
Di dalam mobil Alfi dan khaira hanya sama-sama terdiam, tanpa ada perbincangan di antara mereka.
Alfi melirik ke arah khaira yang sejak tadi hanya terdiam. ia Mencoba membuka suara nya untuk memecahkan keheningan di antara mereka.
" Kamu tadi kenapa bisa sama bunda ? memang nya sejak kapan kamu kenal bunda ? " tanya Alfi sambil melirik ke arah Khaira.
Khaira yang mendengar pertanyaan Alfi menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.
" Aku sih baru bertemu sekali sama bunda, waktu itu bunda datang ke butik untuk mengambil jahitan nya, dan bunda bilang bunda suka dengan hasil jahitan aku, akhir nya bunda ngajak aku ketemuan di kafe ".
Ucap khaira, Alfi hanya mengangguk kan kepala nya, namun sesaat kemudian ia kembali bersuara.
" Oh ya buat apa kamu bertemu sama bunda di kafe ? " Tanya Alfi lagi, ia hanya menatap sekilas ke arah khaira lalu pandangan nya kembali fokus pada jalanan.
Sesaat khaira terdiam mendengar ucapan alfi, ia belum mau memberitahukan soal rencana nya dan bunda Annisa untuk membangun butik, karna ia ingin memberikan kejutan pada Alfi dengan mengundang Alfi saat peresmian butik nya nanti.
" Eum.... Itu... Itu hanya pertemuan biasa saja ya bunda nanya-nanya sama aku soal pekerjaan ku... Itu aja sih ".
Ucap khaira, ia tak sepenuh nya berbohong karna memang perbincangan mereka mengenai pembangunan butik dan itu adalah pekerjaan nya sebagai seorang desainer.
Lagi-lagi Alfi hanya mengangguk kan kepala nya mendengar penuturan khaira.
" Seperti nya bunda sangat menyukai kamu, maka nya sampai mau jodohin kamu sama zaki, tadi waktu mau masuk kedalam kafe aku sempat bertemu dengan bunda dan bunda bilang dia kesana mau bertemu dengan calon menantu nya.
Da..nn.....ngak nyangka kalau ternyata calon mantu yang di maksud bunda itu kamu. " Ucap alfi, ia kembali melirik sekilas ke arah khaira, ada nada tak suka dari cara ia berbicara saat menyebutkan ucapan terakhir nya .
Khaira malah tertawa mendengar ucapan alfi, dan itu membuat Alfi mengernyitkan dahi nya tak mengerti apa yang membuat khaira tertawa.
" Kamu kenapa tertawa ada yang lucu ? " Tanya Alfi, ia menatap sekilas ke arah khaira.
Khaira masih saja tertawa tidak menguris ucapan alfi, hingga alfi geram di buat nya. Karna khaira tak kunjung menghentikan tawanya, Alfi semakin merasa kesal hingga menginjak rem mobil secara tiba-tiba.
Membuat khaira yang berada di samping nya terpental ke depan, untung saja ia memakai sabuk pengaman kalau tidak, tak tau apa yang akan terjadi pada wajah cantik nya itu.
Khaira menatap kesal ke arah Alfi, ia menggertakkan gigi nya saking kesal nya.
" Kamu apa-apa an sih ? Gila ya ? main rem mendadak gini, gimana kalau sampai terjadi sesuatu sama kita atau ada kendaraan lain di belakang mobil kita,? itu pasti sangat berbahaya bagi mereka. " Ucap khaira kesal ia memalingkan wajah nya ke arah lain.
Memang saat Alfi mengerem mobil nya tak ada kendaraan di belakang mereka, Namun setelah cukup lama Alfi menghentikan mobil nya di tengah jalan, mulai terdengar suara pengendara yang berdecak kesal karna ulah nya.
" kamu tuh yang gila, ketawa-ketawa ngak jelas udah kaya orang kesetanan. "
ucap alfi, ia kembali menjalankan mobil nya saat beberapa kendaraan di belakang mobil mereka meng klakson tanpa henti, dan bahkan ada yang berteriak-teriak meminta Alfi agar kembali menjalankan mobil nya.
" aku tuh ketawa karna dengar ucapan kamu, yang mengatakan kalau bunda menyukai ku dan mau menjodohkan aku dengan zaki.
Jadi ke ingat saat di kafe tadi, sangat lucu kalau di fikir- fikir bunda mau menjodohkan zaki sama aku wanita yang sudah bersuami, apalagi saat bunda tau suami aku tuh kamu sahabat anak nya, benar-benar konyol rasa nya "
Ucap khaira, ia menyenderkan tubuh nya pada senderan kursi dan menolehkan pandangan nya sejenak ke arah Alfi, lalu kembali menatap ke arah jalanan .
" hanya itu kenapa kamu ketawa, sama sekali ngak ada yang lucu menurut aku, kamu tertawa pasti karna kamu senang kan bunda jodohin kamu sama zaki, bukti nya tadi kamu ngak bilang kalau kamu sudah menikah, atau....... Jangan-jangan kamu Naksir ya sama zaki ? "
Tuding Alfi yang langsung membuat khaira menoleh ke arah nya saat mendengar ucapan nya itu .
__ADS_1
" Siapa juga yang naksir sama dia jangan asal nuduh deh, lagian kan aku udah bilang tadi waktu di kafe, aku ngak ada maksud buat menyembunyikan status ku sebagai istri kamu "
Khaira berusaha menjelaskan nya pada Alfi sambil menatap Alfi yang masih fokus menyetir.
" Alah.... itu pasti cuma alasan kamu doang kan ?, bilang aja kalau kamu tuh memang suka sama zaki " ucap Alfi sambil menatap sinis ke arah khaira.
Khaira menghembus nafas nya kasar, mendengar ucapan alfi
" TER - SE - RAH....,malas aku bicara sama kamu" Ucap Khaira ia menatap malas ke arah alfi. lalu kembali memalingkan wajah nya ke arah jalanan.
Selanjutnya hanya keheningan di antara mereka berdua, sampai pada saat mereka hampir sampai di tempat kerja khaira, Alfi kembali membuka suara nya.
" Khaira..... " panggil alfi tanpa menolehkan pandangan nya ke arah khaira, ia masih fokus mengemudikan mobil nya.
" heumm..... " Khaira hanya menjawab panggilan Alfi dengan gumaman nya tanpa menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.
" Nanti malam kita Jalan-jalan yukkk.... " Khaira langsung menolehkan pandangan nya ke arah Alfi saat mendengar ucapan alfi.
" Jalan-jalan ? " tanya khaira sambil mengerutkan dahi nya karna tak mengerti dengan sikap Alfi ya.g berubah baik secepat itu pada nya.
Alfi melirik sekilas ke arah khaira lalu kembali memfokuskan pandangan nya pada jalanan.
" iya..... selama kita menikah kitakan belum pernah keluar atau menikmati waktu berduaan. Kita selalu di sibukkan oleh pekerjaan kita masing-masing. Kamu yang sibuk dengan pekerjaan kamu di butik.
Sedangkan aku tak bisa membagi waktu karna jadwal pekerjaan yang begitu padat. Apalagi kalau ada jadwal penerbangan yang memakan waktu berhari-hari pasti kita tidak bisa bertemu.
Karna itu mumpung aku ada waktu luang, aku ingin memanfaat kan nya untuk jalan-jalan bersama kamu ".
Ucap Alfi sekilas ia menatap ke arah khaira dan tersenyum pada nya, lalu kembali memfokuskan diri dalam mengemudi kan mobil nya.
" memang nya anda ngak marah lagi Sama saya " ucap Khaira ia berbicara se formal mungkin dengan Alfi.
" Ngak lah, buat apa marah-marah sama hal yang tidak penting seperti itu " ucap Alfi yang membuat khaira melongo karna ucapan nya itu.
Khaira menggelengkan kepala nya sambil tersenyum melihat Alfi sikap nya yang berubah-ubah.
" Khaira... gimana mau ngak ? " Alfi kembali bertanya saat melihat khaira yang hanya diam menatap ke arah nya.
" Memang nya mau kemana ? " akhir nya khaira juga ikut membuka suara nya saat melihat Alfi yang serius mengajak nya jalan-jalan.
Khaira berfikir jika apa yang di katakan Alfi memang benar, selama ini ia dan Alfi memang jarang memiliki waktu untuk berduaan, sekali pun ada pasti waktu itu sia-sia karna hanya di isi dengan perdebatan mereka.
Mungkin ia bisa menggunakan waktu ini untuk mengenal Alfi lebih dalam lagi, karna jujur saja, sekali pun mereka sudah menikah selama 8 bulan lebih, tapi ia tak tahu banyak soal kepribadian alfi, karna mereka selama ini saling menjaga jarak satu sama lain .
" ya kemana aja, kamu mau kemana?, aku akan bawa kemana pun kamu mau " ucap Alfi, ia kembali menatap ke arah khaira dan tersenyum pada nya.
" Gimana mau ngak ? " tanya Alfi memastikan jika khaira menerima ajakan nya itu.
" Ya udah.... jam berapa kita pergi nya ? " Alfi yang mendapat pertanyaan khaira tersenyum senang, itu arti nya khaira menerima ajakan nya itu.
" Habis ' isya gimana ? " tanya Alfi pada khaira ia meminta persetujuan dari khaira.
" Boleh " ucap khaira singkat ia menyuging kan senyuman manis nya pada Alfi yang juga di balas oleh nya.
Tak lama kemudian akhir nya mereka sampai di Riska Fashion tempat khaira bekerja. Khaira membuka sabuk pengaman di badan nya. lalu berpamitan pada Alfi sebelum ia keluar dari dalam mobil.
" Makasi ya udah anterin aku lagi, hari ini abang udah dua kali anterin aku ketempat kerja, pasti abang belum istirahatkan ? " tanya khaira pada laki-laki yang berstatus suami nya itu, Alfi hanya tersenyum mendapati pertanyaan khaira.
" iya... tadi aku sampai rumah di telepon sama agus, dia ngajak aku ngumpul bareng karna memang kami udah jarang banget ngak kumpul-kumpul kaya tadi semenjak kita menikah ".
ucap Alfi, khaira hanya menganggukkan kepala nya mendengar ucapan Alfi.
" tapi nanti pulang dari sini langsung istirahat ya, karna abang kan dari semalam bergadang karna lembur semalaman " ucap khaira ia mengamati wajah Alfi yang memang telihat begitu lelah.
" iya nanti sampai rumah aku langsung istirahat, sebenar nya bergadang karna pekerjaan itu tidak terlalu melelahkan, karna ada yang lebih melelahkan lagi " ucap Alfi sambil menampakkan senyum khas nya pada khaira.
__ADS_1
" memang nya apa yang membuat lebih lelah dari pada bergadang semalaman ? " tanya khaira dengan polos nya, sambil mengamati wajah Alfi dan menaikkan sebelah alis nya.
" Menahan rindu saat berjauhan dengan mu " Ucap Alfi masih dengan menebarkan senyuman nya pada khaira.
Khaira yang mendengar ucapan Alfi malah terkekeh geli.
" Aduhhh....Cuami ku udah mulai pandai nge gombal ya ? " ucap khaira dengan nada manja, membuat Alfi gemas melihat nya.
" ini bukan gombal sayang... serious deh aku ngak bohong, kalau bisa semalam aku mau langsung pulang biar bisa bertemu kamu "
ucap Alfi tak kalah manja nya membuat khaira tertawa lepas karna sikap manja suami nya itu.
Alfi yang melihat khaira tertawa lepas semakin merasa kagum melihat nya. ia sangat bersyukur karna Allah mengirimkan jodoh secantik khaira, bukan hanya balutan luar nya saja yang ia pagari dengan pakaian islami, tapi juga hati nya yang ia tanam dengan ketulusan dan juga ketakwaan nya pada Allah.
" Dasar tukang gombal.... " ucap khaira saat ia sudah berhenti tertawa.
" udahlah aku mau kembali ke tempat kerja, makasih ya ' sayang ' sudah mengantarkan aku " ucap khaira dengan memanjakan suara nya saat menyebut kata ' sayang ' . Membuat Alfi yang mendengar nya terkekeh geli.
Khaira menyalami tangan Alfi, lalu membalikkan badan nya ingin membuka pintu mobil, baru saja ia menyentuh gagang pintu, tangan nya sudah di tarik oleh Alfi sehingga ia kembali duduk dengan menghadap Alfi. dan saat posisi nya sudah berhadapan dengan Alfi tanpa aba-aba Alfi mengecup nya.
" CUP " khaira melebarkan mata nya saat Alfi mengecup nya. mending yang ia kecup pipi atau pun pelipis nya itu tak akan mengagetkan bagi khaira karna Alfi sudah biasa melakukan nya, saat Alfi pergi kerja atau pun pulang kerja .
Tapi ini nyang ia kecup bibir nya membuat
khaira terdiam karna debaran jantung nya yang seolah berdetak tak karuan. meski pun kecupan itu hanya sekilas namun cukup berpengaruh bagi nya.
" Kok diam..? Mau lagi ? " goda Alfi saat ia melihat khaira yang hanya terdiam karna perlakuan nya itu.
" Apa sih, dasar mesum " ucap khaira, ia mendorong tubuh Alfi agar menjauh dari nya, saat ia menyadari jika jarak nya dan Alfi begitu dekat. khaira langsung merubah posisi nya menjadi duduk.
" Apa sih tuh orang main nyosor aja ?, ngak tau apa ini jantung udah kaya mau lompat, karna perlakuan nya itu "
ucap khaira seperti bergumam , namun Alfi masih mendengar nya dengan jelas, karna jarak mereka yang masih berdekatan.
Tanpa sadar khaira meletakkan tangan kiri nya di atas dada merasakan detak jantung nya yang juga belum normal.
" Apa ? kamu ngomong apa sih aku ngak dengar?.coba deh kamu ulangi sekali lagi !! " ucap Alfi, berpura-pura tak mendengar apa yang baru saja di ucapkan khaira.
Alfi sengaja menggoda khaira dan senyuman nya semakin mengembang saat ia melihat muka khaira yang kini semakin memerah.
" ichsss.... tau ah... aku mau kerja dari pada berlama-lama di sini bikin emosi, Assalamu'alaikum...... " ucap khaira, padahal Alfi belum menjawab salam dari khaira, tapi ia sudah lebih dulu
membuka pintu mobil dan keluar dari sana.
" Wa'alaikumussalam..... " ucap Alfi dengan suara yang sengaja di besarkan agar khaira mendengar suara nya. Alfi tertawa lepas saat ia mengingat ekspresi khaira yang sangat lucu bagi nya.
Khaira terus melangkah kan kaki nya ke arah butik tanpa memperdulikan Alfi yang suara tawa nya masih bisa ia dengar.
Alfi kembali menjalankan mobil nya setelah ia puas menertawa kan khaira, dan melihat khaira yang sudah masuk kedalam butik, Senyuman nya masih terus mengembang sampai ia tiba di depan rumah mama nya.
🔷 🔷 🔷 🔷 🔷
Happy Reading.....
Saksikan episode selanjut nya, dan berikan like dan komentar yang lebih banyak.
Berikan kritik dan saran nya juga agar author bisa memperbaiki segala kekurangan nya.
Terima Kasih 😊
-
Salam Author
Ety Salmila
__ADS_1