Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Rindu Yang Terbalaskan


__ADS_3

*** Tak Sanggup Rasa Nya Jika Aku Harus Terpisah Jauh Dari Mu


Karna Ada Rindu Yang Kini Merasuk Ke Dalam Relung Hatiku


Adakah Engkau Merindukan Aku ?


Wahai Sang Penyejuk Jiwa ***


••• Alfianda Rahman •••


🍁 🍁 🍁 🍁 🍁


Lalu mereka pergi meninggalkan halaman musala menuju ke ruangan mereka untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda .


Tanpa merekan sadari seseorang kini berusaha menahan isak tangis nya, di balik permohonan yang ada di halaman depan musala.


Rasa sakit merasuki ke dalam hati nya saat ia mendengar semua pembicaraan Alfi dan Zaki. Sakit, hancur, kecewa semua nya bercampur aduk, ia tak mampu menggambarkan seperti apa perasaan nya saat ini .


Rasa sakit karna dihianati dan rasa sakit saat mengetahui jika orang yang di cintai kini telah resmi menjadi milik orang lain, ia merasa diri nya bagaikan butiran debu yang bisa saja menghilang karna di hembus angin yang kencang.


Begitu lah saat ini posisi nya yang berada di antara dua orang yang saling mencintai dan terikat janji suci di hadapan ILLAHI. ia bisa saja di hempaskan begitu saja karna memang keberadaan nya tiada ternilai.


ia terduduk lemas di bawah pohon yang rindang, menumpahkan rasa sakit lewat air mata nya. Tak pernah ia menyangkan jika selama ini ia menjalin kasih dengan laki-laki yang telah ber istri.


Seseorang itu adalah Elisa, wanita yang menjalin kasih dengan Alfi, satu bulan sebelum Alfi menikahi khaira. Tadi nya ia mencari Alfi, untuk menanyakan permasalahan apa yang membuat Alfi menjauhi nya dan bersikap acuh pada nya selama ini.


Bahkan Alfi sangat jarang menghubungi nya selama beberapa minggu ini. Senyum nya mengembang, saat ia melihat Alfi yang sedang duduk sendirian di bangku halaman musala. Namun langkah nya kembali terhenti saat melihat zaki datang menghampiri Alfi.


Ia memperhatikan dua laki-laki tampan itu dari jarak jauh. kening nya mengerut saat melihat perubahan raut wajah Alfi yang terlihat sendu.


Karna tak dapat mendengar apa yang di bicara kan Alfi dan zaki, akhirnya ia memutuskan melangkah mendekati mereka dan bersembunyi di balik pepohonan sambil mendengar perbincangan dua orang yang bersahabat baik itu.


Ia menutup mulut nya saat mendengar perbincangan Alfi dan zaki yang menyebut diri nya juga seorang wanita yang bernama khaira .


Air mata pun mengenang di pelupuk mata nya, saat ia mendengar jika Alfi memilih wanita bernama khaira tersebut, dan bahkan ia tak menyangka jika wanita itu istri sah Alfi, yang ia nikahi satu bulan setelah Elisa mengungkapkan perasaan nya pada Alfi.


Lalu mengapa Alfi tetap menerima perasaan nya, kalau pada saat itu ia tahu jika tanggal pernikahan nya telah ditentukan, mungkin kah Alfi ingin mempermainkan nya ?. berbagai pertanyaan kini berkecamuk di dalam fikiran Elisa.


Sungguh tak ada niat di hati nya untuk menghancurkan keutuhan rumah tangga orang lain. Dia sadar jika ia juga seorang wanita, mana mungkin ia menyakiti hati wanita lain hanya karna cinta sesaat nya.


Bisa ia bayangkan betapa sakit nya ketika ia di khianati oleh suami yang begitu ia cintai. bahkan saat ini pun ia merasakan rasa sakit yang sama.


meski pun Alfi bukan lah suami nya tapi ia begitu mencintai Alfi, dan ia begitu kecewa saat mengetahui Status Alfi yang sebenar nya. apalagi ia merasa terhina karna selama ini ternyata ia hanya lah penghalang di antara dua hati yang ingin menyatu .


Andaikan saat itu Elisa tahu jika Alfi akan menikah dengan orang lain, ia takkan pernah mengungkap kan perasaan nya pada Alfi, ia pasti akan menyimpan perasaan nya dan berusaha melupakan Alfi .


Andaikan ia tahu pada saat itu Alfi memutuskan untuk menikahi wanita lain, ia pasti akan memilih mundur dan memutuskan hubungan nya dengan Alfi.


Namun pada kenyataan nya, Alfi malah menyembunyikan pernikahan nya itu rapat-rapat. bahkan tak ada satu pun rekan kerja nya yang mengetahui soal pernikahan nya itu. kecuali teman terdekat Alfi.


Lalu pantaskah ia di sebut sebagai seorang ' *pelakor *' ?. sementara selama ini ia tak pernah tahu jika Alfi sudah menikah.


Rasa bersalah juga merasuki relung hati nya, pada wanita yang berstatus istri Alfi, ia berfikir sekuat apa hati wanita itu, hingga ia mampu bersikap tenang saat mengetahui suami nya menjalin kasih dengan wanita lain.


Jika hal itu terjadi pada nya mungkin ia takkan sanggup menerima nya dan akan memilih pergi meninggalkan suami nya itu.


Elisa bangkit berdiri kepala nya terasa berdenyut karna terlalu banyak menangis, ia pergi menuju ke arah toilet untuk membersihkan wajah nya.


fikiran nya terlalu kalut, ia ingin menjauhi Alfi untuk sementara waktu agar ia bisa menjernihkan hati dan juga fikiran nya. mencoba menetralkan rasa sakit di hati nya.


Setelah selesai membersihkan wajah nya Elisa segera kembali keruangan nya dengan wajah sembab, ia berusaha bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Meski pun kini rasa nya ia ingin meluapkan segala apa yang ada di hati nya pada Alfi, saat melihat laki-laki itu yang tertawa lepas bersama teman-teman nya yang lain, tanpa merasa berdosa karna telah melukai dua hati yang sama-sama mencintai nya dengan tulus .


Alfi masih berbicara dengan teman-teman nya sambil tertawa tanpa menyadari jika Elisa sejak tadi menatap penuh amarah ke arah nya.


Elisa yang sedang di balut dengan amarah, Berbeda lagi dengan Alfi yang sedang di balut rasa rindu. ia masih terus memperlihatkan tawa nya walau fikiran nya terus tertuju pada khaira.


ingin rasa nya pagi segera datang agar ia bisa langsung pulang dan menemui khaira. Namun waktu terasa berjalan begitu lambat, Lagi-lagi Alfi melirik jam tangan nya tapi saat ini waktu baru menunjukan pukul 12: 30 malam.


Alfi menghembus nafas nya kasar, saat melihat jam yang ada di tangan nya yang masih menunjukan pukul 12 : 30 malam, ia meraih handphone yang ada di saku celana nya. ingin rasa nya ia menghubungi khaira, namun kembali ia urungkan niat nya itu karna takut menggangu tidur khaira.


Alfi merasa sangat tersiksa dengan gejolak yang ada di hati nya, ia kembali melangkah keluar ruangan untuk mencari udara segar.


Andai saja ia punya banyak kerjaan, pasti akan ia selesai kan semua nya malam ini, demi mengalihkan fikiran nya dari khaira, Namun sayang nya semua pekerjaan telah ia selesaikan tadi saat ia kembali dari musala bersama zaki.


◾◾◾◾◾


Suara adzan yang berkumandang membuat khaira terbangun dari tidur nyenyak nya. ia menatap ke sekeli ling kamar mencoba mengumpulkan kesadaran nya.


Setelah kesadaran nya terkumpul ia berlalu ke kamar mandi membersihkan diri nya lalu melaksanakan shalat subuh.


Usai shalat ia pergi keluar kamar menuju ke arah dapur, seperti biasa ia membantu bi siti memasak.


Cukup 30 menit semua makanan sudah tersaji di meja makan, mama dan papa Alfi juga zuhdi pun sudah sampai di meja makan.


" kakak kapan kesini ? kok zuhdi ngak tau kaka ada di sini ? " tanya zundi pada khaira, saat melihat khaira yang ada di meja makan.


" kemarin sore, kaka di antar sama bang Alfi soal nya semalam bang Alfi lembur " jawab khaira.


Zuhdi hanya menganguk - anggukkan kepala nya saat mendengar jawaban khaira.


Mereka akhir nya menyantap sarapan pagi mereka.


Setelah selesai makan semua orang melanjutkan kegiatan mereka masing-masing, begitu pun dengan khaira ia segera bersiap-siap pergi ke tempat kerja.


" kamu pergi pake apa ? " tanya mama Alfi saat melihat khaira yang menghampiri nya.


" Pake taksi ma " ucap khaira lalu ia menyalami tangan mama Alfi dan berlalu keluar rumah.


Khaira menunggu taksi di pinggir jalan yang telah ia pesan, Tak lama kemudian sebuah taksi berhenti tepat di hadapan nya. Baru saja khaira ingin membuka pintu taksi tersebut sudah terdengar klakson motor Alfi.


khaira tersenyum saat melihat Alfi yang kini menghentikan motor nya di dekat khaira. khaira mengurung kan niat nya untuk masuk kedalam taksi tersebut lalu melangkahkan langkah nya menuju ke arah Alfi.


" bang Alfi udah pulang " ucap khaira sambil tersenyum dan melangkah ke arah Alfi.


" Beri salam dulu dong, masa langsung nyambar begitu saja " ucap Alfi sambil tersenyum ke arah khaira.


" Iya... iya... iya maaf.... Assalamualaikum..." ucap khaira senyuman masih terukir di wajah nya, ia menyalami Alfi yang masih duduk di atas motor.


" Waalaikumsalam sayang, selamat pagi kamu mau berangkat kerja? " tanya Alfi pandangan nya masih terarahkan ke arah khaira.


" iya " jawab khaira ia juga masih menatap ke arah Alfi, senyuman nya tak pernah luntur dari bibir indah nya.


Jantung Alfi kembali berdebar saat melihat senyuman khaira. ia sangat senang karna pagi ini saat ia pulang, khaira menyambut nya dengan senyuman.


Tidak seperti dua bulan yang lalu saat ia pulang khaira tak memberikan senyuman seperti itu pada nya. ingin rasa nya ia memeluk khaira kalau saja ia tak mengingat jika saat ini ia sedang berada di tempat umum.


" ya udah ayo naik biar aku yang anterin kamu " ujar Alfi sambil tersenyum ke arah khaira.


" Ngak usah, abang kan baru pulang kerja pasti cape, biar aku naik taksi aja lagian sayang karna udah terlanjur di pesan "


ucap khaira ia menatap Alfi sambil tersenyum, entah mengapa ia merasa sangat merindukan suami nya itu, padahal mereka baru satu malam berpisah tapi entah mengapa ia ingin melepaskan kerinduan nya dengan memeluk Alfi.

__ADS_1


" Enggak lah, aku ngak cape, ayo naik aku akan tetap bayar taksi nya " ucap Alfi ia turun dari motor dan berjalan ke arah pintu pengemudi.


" Pak ini ongkos taksi nya, maaf ngak jadi soal nya, saya yang akan mengantar istri saya " ucap Alfi seraya memberikan selembar uang pada supir taksi.


" baik lah kalau begitu makasih pak, jangan lupa bintang 5 nya pak " ucap supir taksi pada Alfi sambil tersenyum, yang di anggukkan kepala oleh Alfi.


Setelah itu taksi itu pun melaju meninggalkan kediaman rumah Alfi.


" ayo naik aku akan antar kan kamu, ambil helm dulu di dalam " ucap Alfi, khaira pun menganggukkan kepala nya ia melangkah kan kaki nya kedalam rumah untuk mengambil helm, setelah itu ia keluar menghampiri Alfi.


Setelah memakai helm nya ia segera menaiki jok belakang motor Alfi. ia melingkar kan tangan nya di perut Alfi tanpa malu-malu. ia ingin melepas kan kerinduan nya pada suami nya itu dengan memeluk nya.


Alfi tersenyum saat melihat khaira melingkarkan tangan di perut nya. ia segera memacu kendaraan dengan kecepatan sedang menuju ke tempat kerja khaira.


Khaira menyandarkan kepala nya di punggung Alfi, menikmati kehangatan dan angin pagi yang menerpa wajah nya. Tak lama kemudian akhir nya mereka sampai di tempat kerja khaira.


Alfi menghentikan motor nya saat mereka telah tiba di depan butik Riska, tempat khaira bekerja.


" Makasih ya udah anterin aku, pada hal abang kan baru pulang kerja tapi malah anterin aku ke tempat kerja " ucap khaira sambil tersenyum ke arah Alfi dan menyerahkan helm yang telah di lepas nya pada alfi.


Entah mengapa senyuman nya pagi ini seolah tak pernah luntur, apalagi saat melihat senyuman dan perlakuan manis Alfi pada nya menambah rasa bahagia.


" ngak perlu berterima kasih kali, kan memang itu tugas ku sebagai seorang suami memberi perlindungan pada istri nya "


ucap Alfi, ia menerima helm yang di berika khaira dan ia juga ikut tersenyum pada khaira. pagi ini ia juga sangat bahagia karna setelah menahan rindu semalaman, akhir nya ia bisa melepaskan kerinduan nya pada khaira.


" ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya ucap Alfi sambil menatap lekat ke arah khaira.


" iya... Hati-hati di jalan, sampai di rumah langsung istirahat ya " ucap khaira sambil tersenyum, dan menatap ke arah Alfi.


" iya, makasih sayang perhatian nya, kamu tak ngak, kalau ngak sedang di tempat umum aku pasti udah meluk sama cium kamu sepenuh nya " ucap Alfi sambil tersenyum menggoda ke arah khaira.


" kamu tuh ya fikiran nya selalu ke arah situ " ucap khaira sambil menatapnya tajam ke arah alfi, yang membuat Alfi tertawa lepas karna tatapan nya itu.


" ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya...Assalamualaikum.... " ucap Alfi sambil menyalakan mesin motor nya.


" Waalaikumsalam..... " jawab khaira sambil menatap ke arah Alfi yang berlalu meninggalkan nya.


Khaira langsung melangkah kan kaki nya masuk kedalam butik saat melihat motor Alfi yang berlalu pergi.


Sesampai nya di dalam butik ia malah di goda oleh karyawan yang melihat dirinya yang di antar Alfi.


" ciee... ciee.... yang senang karna di antar pacar " ucap salah satu karyawan di sana.


khaira hanya tersenyum menanggapi ucapan karyawan itu, di tempat kerja nya, memang tak ada yang tahu jika ia sudah menikah selain Azkia asisten pribadi nya, dan bahkan Riska sekali pun.


khaira segera menuju ke ruangan nya dan melanjutkan pekerjaan nya yang belum terselesaikan.


🔷 🔷 🔷 🔷 🔷


Happy Readers


Berikan like dan komentar yang banyak buat author agar author semangat meng up episode selanjut nya 😊


Maaf author up nya agak sedikit lama, semoga readers suka dengan episode kali ini 😊


Silahkan berikan kritik dan saran nya, karna itu dapat membantu author untuk memperbaiki segala ke kurangkan novel ini.


Terima Kasih 🙏


-

__ADS_1


Salam Author


Ety Salmila


__ADS_2